1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38301

Kakak Andrew Chan: Adik Saya Sudah Tobat

Denpasar, Aktual.co — Michael Chan, kakak kandung terpidana mati asal Australia, Andrew Chan meminta Pemerintah Indonesia memberi kesempatan kepada adiknya untuk bebas sekali lagi. 
Dia menjamin adiknya telah sepenuhnya bertobat. Semenjak menghuni Lapas Kelas IIA Kerobokan Denpasar, Michael menjamin adiknya itu sudah benar-benar kembali ke jalan yang benar.
“Saya tidak tahu harus bicara apa lagi. Saya hanya berharap Pemerintah Indonesia bisa melihat langsung bagaimana pertobatan adik saya di tempat ini (Lapas Kerobokan),” ucap Michael sambil menangis, Minggu (22/2).
Michael mengaku ini kali pertama kunjungannya diberi waktu lebih hingga hampir tiga jam. Biasanya, kata Michael, ia hanya diberi waktu berkunjung selama satu jam saja. “Ini pertemuan terlama saya. Biasanya tidak lebih dari satu setengah jam,” papar dia.
Andrew yang datang mengenakan celana pendek baju abu-abu itu mengaku memahami hukum di Indonesia. Hanya saja, ia berharap Pemerintah Indonesia dapat menilai ulang perilaku adiknya, yang menurutnya sudah benar-benar tobat.
Michael akan mengucapkan terima kasih yang besar kepada Pemerintah Indonesia jika adiknya diberikan kesempatan hidup lebih lama lagi. Dia berharap Pemerintah Indonesia dapat memberi kesempatan kepada adiknya untuk direhabilitasi di negaranya. 
“Saya sangat berterimakasih jika Pemerintah Indonesia memberikan kesempatan pada adik saya untuk direhabilitasi. Kami sekeluraga siap untuk selalu mendampinginya,” tutur Michael. 

Artikel ini ditulis oleh:

‘Demam’ Batu Cincin Melanda Aceh. Pasar Buah Pun Berubah

Banda Aceh, Aktual.co —Puluhan pedagang batu akik membuka kios di Kompleks Pasar Buah, Kota Lhokseumawe, Minggu (22/3). Sejumlah pembeli datang dan pergi. Melihat aneka jenis batu akik yang ditawarkan oleh pedagang. Istilah ‘demam batu’ tampaknya mulai ‘menjangkiti’ warga Lhokseumawe.
Aneka warna batu memantul dari balik lemari kaca milik pedagang. Beragam ukuran tersedia. Dari cincin hingga liontin. Tren giok memang sedang menggila di belahan bumi nusantara.
Sentral batu giok itu baru berusia sekitar sebulan terakhir. Awalnya, pasar itu hanya ditempati pedagang buah. Seiring perkembangan penjualan batu giok, pasar itu pun berubah fungsi. Mayoritas diisi pedagang giok, bukan pedagang buah sesuai namanya.
“Kami berjualan dari pukul 09.00 pagi sampai tengah malam. Pengunjung datang dari berbagai daerah, misalnya dari Aceh Timur, Bireuen dan kabupaten lainnya di Aceh,” sebut Miswardi, salah seorang pedagang batu giok kepada Aktual.co, Minggu (22/2).
Alasan mengapa dirinya terjun berdagang batu, lantaran hasilnya menggiurkan. “Labanya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar dia. 
Hal senada juga disampaikan Fakhrizal Salim. Penjual batu yang juga berprofesi sebagai wartawan di salah satu media lokal di Aceh itu, mengakui warga banyak yang bisnis giok sejak enam bulan terakhir. 
Diakuinya, tak semua murni pedagang. Seperti dirinya, ada juga pedagang lain yang merupakan pegawai negeri di salah satu kampus di Lhokseumawe, seperti Miswardi tadi.
Fakhrizal menyebut, rata-rata tiap hari dia bisa menjual giok seharga Rp5 juta dalam bentuk cincin. “Batu ini kan tidak ada standar harganya. Jika kualitas dan kekerasannya bagus, harganya bisa jauh lebih mahal,” ujar dia.
Sehingga tak heran ada batu cincin yang dihargai mulai jutaan sampai ratusan juta rupiah. “Sekarang tren batu cincin sudah merambah anak-anak. Bayi lima tahun pun sudah suka mengenakan cincin giok,” ujar Fakhrizal.

Artikel ini ditulis oleh:

Guru Besar Pertanyakan Suara Sumbang ICW Terhadap Plt KPK

Jakarta, Aktual.co — Dilantiknya tiga pimpinan sementara KPK di bawah Plt Taufiqurahman Ruki memunculkan nada pesimis dan pertanyaan besar sejumlah akademisi, pakar hukum bahkan LSM Indonesia Coruption Watch (ICW). Pasalnya, Ruki berencana mensinergiskan KPK-Polri dengan menambah 50 anggota polisi untuk bergabung dengan KPK.

Guru Besar FH Univ Padjajaran, Gede Panca dan Pakar Hukum Pidana, Chaerul Huda mengatakan bahwa hadirnya nada sumbang yang dilontarkan ICW terkait sinergi KPK-Polri dan kemampuan Ruki memimpin KPK tidak layak didengar. Alasan ICW dan Imam Prasodjo tersebut tidak berdasar fakta dan tidak melihat tujuan akan makna pemberantasan korupsi.

“Mereka itu (ICW dan Imam Prasodjo) bicara berdasarkan emosional, tidak ada landasan hukum. Apa yang disampaikan pak Ruki untuk menambah penyidik di KPK itu sudah tepat, yaitu bertujuan memperkuat proses penyelidikan dan penyidikan agar mekanisme hukum berjalan,” ujar Guru Besar FH Univ Padjajaran, Prof Gede Panca di Jakarta, Minggu (22/2).

Menurutnya, Ruki memiliki track record yang bagus dan paham dinamika Polri juga apa itu KPK. Biarkan Sinergi Polri KPK itu berjalan dulu dan jangan langsung direcoki dengan hal yang tidak terkait mandat dari Presiden saat lima plt pimpinan KPK itu dilantik. Menyikapi kesangsian Imam Prasodjo, menurutnya itu tidak beralasan.

“Sosok Ruki sudah tepat dipilih oleh Presiden. Pak Imam itu tidak mengerti betapa beratnya menjadi ketua KPK. Tapi pak Ruki legowo melepaskan kehidupannya yang telah nyaman dan bersedia diminta Jokowi untuk melaksanakan tugas negara. Saya aja ditelp Presiden untuk ikut sebagai Plt Ketua KPK saya tolak dengan halus karena saya paham tugas itu sangat berat dan sangat menyita waktu,” papar Gede.

Gede yang merupakan ahli hukum tata negara dan ahli hukum administrasi pun menilai akan langkah Ruki mengunjungi Mabes Polri sudah tepat guna bersinergi.

“Langkah yang bagus dan tepat. Karena untuk memberantas korupsi itu harus dilaksanakan secara tim, tidak bisa sendirian,” jelas Gede.

Dalam kesempatan yang sama, Chaerul Huda menyayangkan sikap ICW dalam menyikapi adanya dugaan kriminalisasi pada KPK.

“LSM itu jangan asal bicara, lihat esensi dari dua lembaga yang bersinergi guna memberantas korupsi. Presiden memberi dua mandat untuk pimpinan KPK saat ini, yaitu sinergi kepada Polri, MA, PPATK juga Kejagung. Dan mandat kedua mengevalusi kinerja pimpinan KPK sebelumnya. Tentu kita masih ingat janji Abraham Samad yang akan mundur jika kasus Century tidak selesai pada 2014. Nah, kasus itu tahun lalu tidak finish dan Samad diam aja kan,” ujar Chaerul.

Chaerul turut menyinggung sikap dan pernyataan-pernyataan imam prasodjo dan emerson wakil ICW yang justru makin menunjukkan bahwa selama ini mereka bukan membela KPK namun membela oknum di KPK yang telah menjadi tersangka.

“Kalau mereka bersikap mendukung KPK, mengapa masih membela AS dan BW. Apakah benar rumor selama ini tentang adanya kontrak antara AS dan BW kepada LSM yang beredar di masyarakat dengan menggunakan sumber dana APBN?,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Warga Aceh Sesalkan Pernyataan Abbott

Banda Aceh, Aktual.co —Warga Aceh menyesalkan pernyataan Perdana Menteri Australia Tonny Abbot yang mengungkit bantuan tsunami Aceh dan mengaitkannya dengan eksekusi terpidana mati kasus narkoba. 
Seorang warga Aceh Utara, Fauzan Teuku Iskandar, mengatakan bagi mereka setiap bantuan maupun sumbangan yang telah diberikan akan diterima dengan hati gembira. Dan juga dengan diiringi doa agar Tuhan selalu membalas si pemberi bantuan. 
“Bukan malah dia meminta balasan dari sumbangan tersebut,” ujar dia, kepada Aktual.co, Minggu (22/2).
Warga pun mendesak Abbot meminta maaf pada publik Aceh dan Indonesia.
Sakit hati pernyataan Abbot, Fauzan dan teman-temannya di Aceh Utara kini sedang mengumpulkan dana untuk mengganti sumbangan Australia.
Kecaman juga dilontarkan warga Banda Aceh, Santi. Menurut dia pernyataan Abbot melukai hati masyarakat Aceh. Dia meminta sumbangan untuk tsunami Aceh tidak dikaitkan dengan eksekusi mati duo Bali Nine dalam waktu dekat ini.
“Kami menghargai bantuan Australia sebesar 17 juta dollar saat tsunami. Namun, tidak apik mengkaitkan sumbangan itu untuk kasus narkoba. Kami dukung pemerintah menghukum mati pelaku narkoba,” ujar Santi.
Ditambahkan dia, masyarakat Aceh dan Indonesia harus solid mengumpulkan dana untuk mengembalikan sumbangan Australia. 
Seperti diberitakan sebelumnya PM Australia Tonny Abbot mengungkit bantuan Australia saat tsunami Aceh. Dia meminta agar duo Bali Nine, warga Australia dibebaskan dari hukuman mati. 

Artikel ini ditulis oleh:

Geram Pernyataan Abbott, Koalisi Pro Indonesia Kumpulkan Koin

Jakarta, Aktual.co —Koalisi Pro Indonesia melakukan aksi pengumpulan koin dari warga yang  Jakarta di lokasi ‘Car Free Day’, Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (22/2) pagi tadi.
Aksi dilakukan menyusul pernyataan Perdana Menteri Australia Tony Abbott yang mengungkit-ngungkit bantuan Australia untuk korban tsunami Aceh di 2004 lalu. 
Perwakilan koalisi, Sanusi mengatakan upaya dilakukan karena pernyataan Abbott telah melukai hati rakyat Indonesia. Untuk itu, mereka berupaya kumpulkan koin untuk mengganti sumbangan yang sudah diberikan Australia ke rakyat Aceh saat bencana tsunami.
“Ini bukti kalau kami bisa membayar semua yang telah diberikan Australia untuk tsunami Aceh, yakin sedikit demi sedikit bangsa Indonesia akan mampu mengembalikan bantuan yang telah diberikan Australia,” kata dia, Minggu (22/2). 
Kendati demikian, Sanusi mengaku belum tahu pasti berapa jumlah bantuan yang telah diberi Australia ke Aceh. Dia memperkirakan sekitar Rp12 miliar.
Di pengumpulan hari ini yang sudah memasuki hari ke tiga, Sanusi mengaku belum menghitungu jumlah koin yang didapat. Jika sudah terkumpul sesuai jumlah yang disumbangkan Australia, ujar dia, pihaknya akan memberikannya lewat Kedubes Australia di Jakarta.
“Kami percaya koin ini akan terkumpul sejumlah bantuan yang telah diberikan,” kata dia.
Diketahui, sebelumnya, Abbott mengungkit soal bantuan Australia ke Aceh, terkait sikap Indonesia yang ‘kekeuh’ untuk mengeksekusi dua warga Australia yang jadi terpidana narkoba.

Artikel ini ditulis oleh:

Situasi Kritis, Alasan AP II Kucurkan Talangan ke Lion Air

Jakarta, Aktual.co —Pihak PT. Angkasa Pura II akui beri dana talangan ke pihak Maskapai Lion Air. Dana itu digunakan untuk refund ke penumpang maskapai itu yang gagal terbang lantaran armada delay.
Diakui Direktur Utama PT. Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi menjelaskan pihaknya memutuskan memberi dana talangan, lantaran saat itu situasi di Bandara Soekarno-Hatta kritis. Di mana ribuan penumpang Lion Air yang kecewa akibat gagal terbang, menjadi beringas. Tutur dia, hari itu Rabu (18/2), tidak ada pihak Lion Air yang memberi penjelasan ke penumpang. Sehingga terjadi eskalasi dan tindakan rusuh dari penumpang. Dari mulai memecahkan kaca, perusakan pintu ‘check-in’, sampai pemblokiran apron. 
Mencegah situasi berubah jadi semakin memburuk, ditambah tidak adanya kehadiran petugas Lion Air, pihak AP II lantas berkoordinasi dengan otoritas bandara mengambil inisiatif untuk meredam emosi penumpang. 
Yakni dengan menalangi refund tiket penumpang, karena petugas Lion Air belum juga memberi kepastian.
“Situasi sudah tak kondusif makanya kita segera memberi dana talangan ke penumpang. Dana talangan tidak melanggar aturan,” ujar Budi di Jakarta, Minggu (22/2) Budi kembali menambahkan, “Keputusan (memberi dana talangan) diambil dengan pertimbangan bahwa perlu segera dilakukan upaya pencegahan terjadinya penumpang yang marah yang jumlahnya semakin banyak.” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain