1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38303

Pilkada Kepri, PKS Merapat ke PDIP

Jakarta, Aktual.co — Partai Keadilan Sejahtera melakukan komunikasi politik dengan merapat ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk mengusung Soerya Respationo sebagai calon Gubernur Kepri 2015-2020 pada Pemilihan Kepala Daerah mendatang.

“Kami dengan PKS ada komunikasi politik, bagus,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Kepulauan Riau Soerya Respationo di Batam Kepri, Minggu (22/2).

Komunikasi politik itu sudah terbangun cukup lama. Namun, dukungan dari PKS belum dapat dipastikan, karena harus menunggu restu dari Dewan Pengurus Pusat PKS. Soerya juga enggan memastikan apakah PKS mengajukan nama calon wakil gubernur untuk mendampinginya dalam Pilkada.

Selain PKS, Soerya memastikan sudah menjalin komunikasi yang intens dengan Partai Hanura dan Partai Golkar. Semuanya tinggal menanti persetujuan dari pimpinan pusat masing-masing partai. “Dengan PKB dan Nasdem juga ada pembicaraan,” kata dia yakin.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPW PKS Kepulauan Riau Abdul Rahman membenarkan sudah melakukan komunikasi politik dengan PDI Perjuangan untuk mengusung Soerya Respationo dalam Pilkada Kepri. “Kalau komunikasi memang sudah. Kami sudah bertemu beliau, tapi semua prosesnya ada di DPP, dan masih menunggu prosesnya,” kata dia.

Selain dengan Soeryo, PKS juga melakukan komunikasi politik dengan calon gubernur petahana Muhammad Sani dan Bupati Karimun Nurdin Basirun. Namun menurut Abdul Rahman, komunikasi paling intens dilakukan dengan Soerya Respationo dan Muhammad Sani.

Ia mengakui, di jajaran pengurus pusat, hubungan antara PKS dengan PDI Perjuangan tidak terlalu harmonis. Namun itu tidak menutup kemungkinan dukungan PKS ke Ketua Umum PDI Perjuangan Kepri. “Kami sudah melakukan konsultasi ke pusat, dan disebutkan kalau ingin bersama PDIP, jalan saja. Politik itu tidak bisa diduga,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Yogyakarta Tambah 21 Kampung Ramah Anak

Jakarta, Aktual.co — Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan Kota Yogyakarta berencana menambah 21 kampung ramah anak pada tahun ini sehingga jumlahnya menjadi 136 kampung hingga akhir tahun.

“Saat ini, sudah ada 115 kampung ramah anak dan kami targetkan ada penambahan 21 kampung tahun ini,” kata Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan (KPMP) Kota Yogyakarta Lucy Irawati di Yogyakarta, Minggu (22/2).

Selain pembentukan kampung ramah anak baru, pada tahun 2015 KMPM Kota Yogyakarta juga menerima 11 kampung ramah anak yang mengajukan pengembangan dan satu kecamatan akan ditetapkan sebagai kecamatan layak anak. “Kami masih terus melakukan evaluasi di 14 kecamatan sebelum menetapkan satu kecamatan sebagai kecamatan layak anak,” katanya.

Lucy menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya mendorong pertumbuhan kampung ramah anak sehingga jumlahnya makin bertambah dari tahun ke tahun, tetapi juga melakukan evaluasi secara rutin.

Pada tahun lalu, evaluasi dilakukan dengan meminta setiap kampung ramah anak memaparkan program yang telah dilakukan, termasuk kelengkapan sarana dan prasarana yang dimiliki. Namun, pada tahun ini evaluasi akan dilakukan secara diam-diam. “Akan ada petugas yang datang langsung ke wilayah untuk menilai kondisi dan perkembangan kampung tersebut,” katanya.

Kampung ramah anak dapat dibagi dalam berbagai tingkatan, mulai dari tingkatan pratama, madya, nindya, hingga kampung yang benar-benar layak disebut sebagai kampung ramah anak.

Pemerintah Kota Yogyakarta mengawali inisiasi pembentukan kampung ramah anak pada tahun 2011, yaitu di Kampung Badran Kecamatan Jetis serta di Kampung Sudagaran Kecamatan Umbulharjo. Pembentukan kampung ramah anak berlanjut pada tahun 2012 di 12 kampung dan pada tahun 2013 di 32 kampung.

Pemerintah Kota Yogyakarta telah memiliki 61 indikator kampung ramah anak yang terbagi dalam berbagai aspek, yaitu komitmen wilayah, hak sipil dan kebebasan untuk anak, lingkungan, keluarga dan pengasuhan alternatif, hak kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, hak perlindungan khusus, budaya, serta sarana dan prasarana.

Di setiap kampung ramah anak, lanjut Lucy, akan dibentuk forum anak kampung yang kemudian menjadi anggota Forum Anak Kota Yogyakarta (Fakta). Pada tahun ini, juga akan dibentuk empat forum anak kecamatan dan tiga forum anak kelurahan.

Artikel ini ditulis oleh:

Ribuan Pengungsi Erupsi Sinabung Segera Dipulangkan

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —Sebanyak 2.443 jiwa atau 795 kepala keluarga (KK) pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, segera dipulangkan ke kampung asal mereka masing-masing.

“Warga pengungsi yang dikembalikan itu, berasal dari Desa Sigarang-garang dan Desa Sukanalu, Kecamatan Namanteran,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Subur Tambun dihubungi, Minggu (22/2).

Para pengungsi tersebut, menurut dia, sudah hampir satu tahun lamanya tinggal di tujuh titik penampungan di daerah Berastagi dan Kabanjahe. “Tujuh lokasi penampungan tersebut, yakni Berastagi, gedung Klasis GBKP Berastagi, gedung KWK Berastagi, GBKP JaLan Kutacane Kabanjahe, Kampus 2 dan Kampus 3 Universitas Karo Kabajahe dan Gedung Serbaguna Kabanjahe,” ujarnya.

Subur menyebutkan, pengungsi yang dikembalikan itu, memang lokasi mereka di luar areal zona merah atau 5 km dari lokasi gunung Sinabung. Selain itu, aktivitas Gunung Sinabung juga sudah turun menjadi Siaga III dan tidak lagi membahayakan bagi pengungsi.

“Keputusan pemulangan pengungsi itu merupakan hasil rapat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo, dan Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) tanggap darurat Gunung Sinabung,” katanya.

Dia menyebutkan, setelah pengungsi dipulangkan ke kampung asal dan rumah mereka masing-masing, maka bisa kembali lagi mengelola tanah perkebunan yang sudah cukup lama ditinggalkan. Lahan perkebunan yang selama ini terbengkalai bisa ditata lagi secara baik, sehingga dapat membangun perekonomian mereka. “Para pengungsi tersebut dapat kembali menggerakkan perekonomian di bidang perkebunan dan pertanian,” kata Subur.

Dia menjelaskan, pemulangan pengungsi tersebut sudah beberapa kali mengalami penundaan, dan diharapkan akan secepatnya dilaksanakan. “Pemkab Karo juga sudah mempersiapkan angkutan berupa bus maupun truk untuk membawa ribuan orang pengungsi erupsi gunung Sinabung dari lokasi penampungan,” kata Kepala BPBD Karo.

Artikel ini ditulis oleh:

Dekranasda: Putri Kepulauan NTT Diharapkan Tarik Wisatawan

Jakarta, Aktual.co — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Timur berharap Maria Carolina Theresa Noge, Puteri Indonesia asal NTT terpilih menjadi Putri Kepulauan Nusa Tenggara atau Sunda Kecil (Bali, NTB dan NTT) hingga dapat menarik wisatawan.

“Kita berharap prestasi yang diraih buah hati pasangan Carolus Dae dan Yosepha Rehina Masi itu, dikembangkan untuk kepentingan pariwisata di Sunda Kecil terutama di Nusa Tenggara Timur yang kaya akan potensi pariwisata, namun masih tertinggal soal promosi,” kata Ketua Dekranasda NTT Lucia Adinda Dua Lebu Raya di Kupang, Minggu (22/2).

Isteri dari Gubernur Frans Lebu Raya itu mengaku selama ini keunggulan-keunggulan yang ada di NTT dari aspek Pariwisata sistem promosinya lebih pada teks atau brosur dan masih kurang menangkap peluang lain untuk sosialisasi seperti duta wisata dan putri Indonesia dengan berbagai gelar yang disandangkan dan cocok dengan tematik wisata.

Maria Carolina Theresa Noge, misalnya Puteri Indonesia asal NTT yang terpilih menjadi Putri Kepulauan Nusa Tenggara atau Sunda Kecil diharapkan “ditangkap” untuk kepentinggan promosi dan sosialisasi potensi wisata yang ada untuk kemajuan daaerah ini.

Apalagi katanya gelar yang disandang itu diraih setelah terpilih dalam 10 besar pada ajang kontes pemilihan Puteri Indonesia 2015 pada Grand Final, Jumat 20 Februari 2015 yang disiarkan Indosiar, merupakan peluang besar,” katanya.

“Ini pertama kali buat perwakilan NTT masuk 10 besar di ajang bergengsi ini dan terpilih menjadi Putri Kepulauan Nusa Tenggara atau Sunda Kecil (Bali, NTB dan NTT),” katanya.

Sehingga menurut Ketua DPD Perempuan Sarina NTT itu pihak pemerintah dan pengusaha sektor Pariwisata perlu memanfaatkan peluang ini untuk mencapai target pencapaian kunjungan wisatawan atau lainnya.

NTT katanya oleh Dinas Parekraf Provinsi Nusa Tenggara Timur menargetkan sebanyak 600 ribu dari 20 juta wisatawan akan mengunjungi Nusa Tenggara Timur pada 2015 untuk mewujudkan visi NTT menjadi destinasi unggulan wisata di Indonesia.

“Ini target yang ditetapkan dengan merujuk pada realisasi kunjungan wisatawan pada 2014 yang hingga Oktober baru mencapai 530.945 dari target 550 ribu orang pelancong dari dalam maupun luar negeri,” katanya.

Ia mengatakan untuk mencapai target itu, maka pengembangan pariwisata di daerah berbasiskan kepulauan ini harus menggandeng pihak swasta dan stakeholder lainnya guna mengoptimalkan program dan obyek wisata yang ada sebagai pemuci dan daya tarik wisatawan.

“Melibatakan pihak swasta dalam mengelola dan mengembangkan program itu merupakan realisasi kesepakatan antara Kemenparekraf bersama Dinas Parekraf Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan stakeholder terkait berkomitmen mengimplementasikan beberapa program untuk pengembangan sektor pariwisata NTT,” katanya.

Ia menyebut sebanyak delapan poin program pengembangan tersebut disusun dan disepakati untuk mewujudkan visi NTT menjadi destinasi unggulan wisata di Indonesia.

Program ini perlu disusun bersama dengan stakeholder terkait karena beberapa permasalahan. Misalnya swasta sering tidak diikutsertakan dalam perencanaan mulai dari masterplan hingga implementasi program.

Sebelumnya secara nasional Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dinilai akan sulit mencapai target kunjungan wisata hingga 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) sampai 2019 jika tidak didukung oleh inisiatif seluruh pemangku kepentingan termasuk masyarakat, kata pengamat Pariwisata Universitas Indonesia (UI) Jajang Gunawijaya.

“Target presiden yang memberikan tugas kepada Kemenpar untuk mewujudkan kunjungan 20 juta wisman itu berat dan akan sulit dicapai jika tidak dibantu oleh instansi terkait lain. Sebab indikator keberhasilan Pariwisata juga lebih sering ada di kementerian lain seperti infrastruktur, transportasi, dan lain-lain,” kata Jajang di Jakarta, Sabtu.

Artikel ini ditulis oleh:

Keluarga “Bali Nine” Sampaikan Apresiasi Terkait Rehabilitasi

Jakarta, Aktual.co — Perwakilan keluarga narapidana mati berkewarganegaraan Australia yang merupakan anggota kelompok “Bali Nine” menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas rehabilitasi narkoba terhadap Myuran Sukumaran dan Andrew Chan.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah Indonesia, pejabat kepresidenan, dan sukarelawan atas program rehabilitasi secara holistis,” kata Michael Chan, saudara Andrew Chan, saat menggelar jumpa pers di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Denpasar di Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (22/2).

Ia lebih lanjut menyatakan bahwa rehabilitasi tersebut telah mampu membawa perubahan tidak hanya bagi kakaknya, tetapi narapidana lain. “Kami telah banyak melihat narapidana di sini menjalani pelatihan untuk mendapatkan mata pencaharian bagi hidup mereka selanjutnya,” ujar pria yang gemar menato tubuhnya itu.

Kepada semua pihak, Michael juga menyampaikan terima kasih atas dukungan kepada saudaranya sehingga mereka tetap tabah di tengah suasana menjelang eksekusi mati. Didampingi Brinthu Sukumaran, adik kandung Myuran Sukumaran, juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan semua pihak kepada kakaknya. Keduanya, lanjut dia, selama ini sanggup membantu menyiapkan program bantuan kepada masyarakat Indonesia, khususnya bagi rekan sesama narapidana di lapas setempat.

“Mereka (Myuran dan Andrew) menghormati orang Indonesia dan budaya Indonesia. Melalui dukungan sistem keadilan di Indonesia, mereka sanggup membantu menyiapkan program bantuan untuk membantu masyarakat, termasuk kepada mereka sendiri ke arah lebih baik,” katanya.

Dalam jumpa pers untuk pertama kalinya yang disampaikan langsung anggota keluarga narapidana itu, keduanya hanya menyampaikan pernyataan. Mereka tidak menerima tanya jawab kepada awak media. Hingga saat ini, belum diketahui pemindahan kedua narapidana itu ke Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah. Kejaksaan Tinggi Bali sendiri saat ini tengah berkoordinasi dengan Lapas Nusakambangan terkait dengan kesiapan mereka menerima narapidana yang ditangkap pada tahun 2005 karena menyelundupkan heroin seberat 8,2 kilogram itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Dua Tahanan Polres Merauke Kabur

Jakarta, Aktual.co — Dua tahanan di Markas Kepolisian Resor Merauke, Papua, masing-masing Bambang Bapaimu dan Apolo Narius Pakaimu, Minggu (22/2) dini hari kabur.

Wakapolres Merauke Komisaris Polisi Muhsin Ningkeula, SH saat dikonfirmasi Antara melalui telepon Minggu (22/2), membenarkan kejadian tersebut.

Dia mengatakan, Bambang Bapaimu dan Apolo Narius Pakaimu melakukan tindak pidana pencurian sehingga ditahan di ruang tahanan Polres Merauke.

“Kami sudah menyebarkan personel ke seluruh wilayah Kabupaten Merauke dan sekitarnya untuk mencari dan menangkap mereka,” katanya.

Sebagian personel memantau Bandar Udara Mopah dan Pelabuhan Laut Kabupaten Merauke guna menjaga jangan sampai kedua pelaku melarikan diri keluar dari Kabupaten itu.

Selain itu, Polres melakukan pendekatan dengan keluarga kedua pelaku tersebut supaya membantu pihak kepolisian mencari keberadaan kedua orang tersebut.

“Kami juga sudah menyebarkan identitas kedua pelaku kepada seluruh Polsek jajaran Polres Merauke dan Polres daerah tetangga untuk membantu mencari dan menangkap kedua pelaku,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain