12 April 2026
Beranda blog Halaman 38310

PGN Bukukan Pendapatan Bersih USD3,41 Miliar di 2014

Jakarta, Aktual.co — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) membukukan pendapatan bersih sebesar 3,41 miliar dolar AS atau naik 13,6 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yaitu 3 miliar dolar AS.

“Kenaikan pendapatan perseroan diperoleh dari peningkatan volume penjualan dari usaha distribusi sebesar 5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu dari 824 juta standar kaki kubik per hari atau “million standard cubic feet per day” (MMSCFD) menjadi 865 MMSCFD,” ujar Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (5/3).

Selain itu, lanjut dia, terdapat juga peningkatan pendapatan dari produksi minyak dan gas melalui entitas anak Saka Energi Indonesia. Sedangkan dari usaha transmisi, PGN dan anak usaha PT Transportasi Gas Indonesia mengalirkan gas sebesar 852 MMSCFD dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 854 MMSCFD.

Sementara dari sisi beban pokok pendapatan, Hendi Priyo mengatakan terdapat kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 22,7 persen menjadi 1,94 miliar dolar AS, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,58 miliar dolar AS.

“Hal itu diakibatkan oleh peningkatan beban pengoperasian minyak dan gas, adanya harga beli LNG dan beban pengoperasian “floating storage & regasification unit” (FSRU) sejak November 2014 dan kenaikan harga beli gas dari pemasok mulai 1 April 2013,” paparnya.

Sementara itu tercatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk PGN mengalami penurunan sebesar 10,15 persen menjadi 722 juta dolar AS pada 2014, dibandingkan tahun sebelumnya 804 juta dolar AS.

“Kondisi ekonomi global mempengaruhi laba perusahaan untuk tahun 2014. Penguatan mata uang dolar AS ke mata uang yen yang lebih rendah, berpengaruh terhadap selisih kurs yang berasal dari translasi kewajiban dalam mata uang yen ke dolar AS,” papar Hendi Prio Santoso.

Ia mengatakan hal itu berdampak terhadap penurunan keuntungan selisih kurs dan laba perubahan nilai wajar derivatif (non cash) dari 154,08 juta dolar AS pada 2013 menjadi 49,63 dolar AS pada 2014.

Selain itu, lanjut dia, kondisi harga pasar minyak dunia juga mempengaruhi laba perusahaan untuk 2014, khususnya entitas anak PT Saka Energi Indonesia (SEI). Hal ini berdampak pada penurunan nilai aset minyak dan gas (non cash) sebesar 34,66 juta dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Djohar Fokus Sukseskan KLB Daripada Pencalonan

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, mengaku lebih fokus menyukseskan pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI daripada memikirkan pencalonannya kembali sebagai orang nomor satu di federasi sepak bola Indonesia itu.

“Tugas terakhir saya sabagai Ketua Umum periode sekarang adalah menyukseskan KLB. Makanya saya fokus kesitu. Untuk masalah Ketua Umum Baru, sudah ditentukan Tuhan,” kata Djohar Arifin Husin di Kantor PSSI Senayan, Jakarta, Kamis (5/3).

Djohar merupakan satu dari delapan bakal calon yang dinyatakan lolos verifikasi oleh Komite Pemilihan. Jumlah calon ini bisa bertambah jika bakal calon yang sebelumnya tidak lolos memenangkan gugatannya ke Komisi Banding Pemilihan PSSI.

Meski belum konsentrasi dalam pencalonan, mantan staf ahli Menpora itu mengaku tetap memantau perkembangan pencalonan. Bahkan pihaknya sangat mengapresiasi banyaknya calon Ketua Umum PSSI.

“Ini menunjukkan jika sepak bola itu menarik. Untuk terpilih atau tidak pada KLB 18 April di Surabaya nanti, semuanya tergantung voters. Kami tidak berharap. Terserah voters,” katanya menambahkan.

Pria yang juga mantan pemain sepak bola, pada KLB PSSI akan bersaing dengan sang wakil yaitu La Nyalla Mattalitti. Selain itu ada nama Bernhard Limbong, Subardi, M. Zein, Sarman, Syarif Bastaman dan Achsanul Qosasih.

Sikap santai yang diperlihatkan oleh Djohar Arifin Husin memang bukan tanpa alasan, karena pria asal Medan itu ternyata juga dicalonkan menjadi Wakil Ketua AFF (federasi sepak bola Asia Tenggara). Sesuai dengan rencana, Kongres AFF akan dilakukan di Kuala Lumpur Malaysia, 25 April nanti.

“Indonesia memang diharapkan menjadi salah satu yang diatas di AFF. Namun, saya belum bisa bicara banyak masalah itu. Saya ingin fokus mensukseskan KLB PSSI,” katanya dengan tersenyum.

Pada KLB PSSI di Surabaya nanti hanya ada 106 pemiliki suara yang berhak menyalurkan hak pilihnya. Selain memilih ketua umum, pada kongres tersebut juga akan memilih wakil ketua umum serta anggota Komite Eksekutif PSSI periode 2015-2019.

Artikel ini ditulis oleh:

BCA Cetak Laba Rp16,5 Triliun di 2014

Jakarta, Aktual.co —  PT Bank Central Asia (BCA) Tbk mencetak laba bersih Rp16,5 triliun sepanjang 2014, tumbuh 15,7 persen dibandingkan laba bersih 2013 yang mencapai Rp14,3 triliun.

“Tahun 2014 merupakan tahun transisi ekonomi dan politik. Kami melaporkan bahwa BCA kembali meraih hasil kinerja keuangan yang solid pada 2014 dengan tetap menjaga likuiditas dan kualitas aset,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (5/3).

Peningkatan laba bersih sendiri ditopang oleh pendapatan operasional yang tumbuh 13,5 persen menjadi Rp16,5 triliun pada 2014. Pendapatan bunga bersih juga naik 21,2 persen menjadi Rp32 triliun.

Total portofolio kredit BCA hingga 31 Desember 2014 mencapai Rp346,6 triliun atau naik 11 persen dari tahun sebelumnya.

Pencapaian tersebut, terutama berasal dari kredit investasi dan modal kerja yang disalurkan ke segmen korporasi sebesar Rp120,5 triliun, komersial dan UKM senilai Rp134,2 triliun.

Pada 2014, BCA menahan laju pertumbuhan kredit konsumer dan mencatat pertumbuhan yang moderat sebesar 6,1 persen menjadi Rp92,3 triliun.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR), lanjut Jahja, tumbuh 3,2 persen menjadi Rp54,7 triliun dengan pertumbuhan terutama terjadi pada kuartal IV 2014, setelah selama empat triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan yang relatif datar.

“Pertumbuhan tersebut disebabkan oleh langkah BCA dalam mengurangi suku bunga KPR pada September 2014. Sementara, mengenai rasio kredit bermasalah (NPL) dalam penyaluran kredit 2014 sebesar 0,6 persen dengan rasio cadangan sebesar 324,2 persen,” ujar Jahja.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Proyek Properti Merangkak Naik Terdorong Harga Tanah

Jakarta, Aktual.co —  Kenaikan harga tanah mendorong kenaikan harga properti pada tahun ini, kata Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Wilayah V Jateng-DIY Iskandar Simorangkir.

“Hasil survei yang kami lakukan memperlihatkan harga properti meningkat, ini diindikasikan oleh Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) di Jateng pada triwulan IV tahun lalu yang meningkat 0,99 persen dibandingkan dengan IHPR triwulan sebelumnya,” katanya di Semarang, Kamis (5/3).

Menurutnya, peningkatan tersebut terjadi di seluruh tipe rumah dengan kenaikan indeks terbesar terjadi pada rumah tipe besar sebesar 1,27 persen, diikuti rumah tipe kecil dan menengah yang masing-masing meningkat 0,79 persen dan 0,93 persen.

“Tidak hanya tanah yang memberikan dampak terhadap kenaikan harga bangunan tetapi juga karena adanya kenaikan pada harga bahan bangunan dan upah pekerja,” katanya.

Menurut data, IHPR pada level 171,93 naik dibandingkan indeks triwulan sebelumnya yaitu 170,24. Peningkatan indeks tersebut lebih tinggi daripada yang diekspektasikan yaitu 170,84.

Angka tersebut masih sejalan dengan kenaikan IHPR nasional yang juga mengalami peningkatan sebesar 1,51 persen menjadi 181,64. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa harga properti residensial masih tumbuh cukup baik, kondisi tersebut dipengaruhi oleh permintaan masyarakat.

Sementara itu, perkembangan harga jual rumah per unit secara rata-rata meningkat sebesar 4,38 persen. Ini didorong oleh meningkatnya harga jual untuk rumah tipe menengah sebesar 11,08 persen dan diikuti rumah tipe besar sebesar 3,75 persen.

Untuk harga jual rumah tipe kecil mengalami penurunan sebesar 6,41 persen yang disebabkan adanya pemberian diskon untuk rumah tipe tersebut.

Untuk IHPR pada triwulan I tahun ini diperkirakan akan meningkat relatif lebih tinggi yaitu sebesar 173,08. Hal ini diperkirakan akibat permintaan rumah ke depan yang diprediksi masih kuat.

“Kebutuhan rumah merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga permintaan cenderung akan terus meningkat,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kemenpora Minta Presiden Segera Tanda Tangani Keppres AG 2018

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Pemuda dan Olahraga, mendesak Presiden Joko Widodo, untuk segera menanda tangani surat Keputusan Presiden (Keppres) Asian Games 2018.

Dikatakan Deputi V Kemenpora, Gatot Dewa Broto, pihaknya meminta kepada Presiden agar segera menandatangani Keppres tersebut paling lambat 20 Maret 2015.

“Draft Keppres tentang Panitia Nasional Penyelenggara Asian Games 2018 diharapkan segera ditandatangani Presiden paling lambat tanggal 20 Maret 2015,” kata Gatot S Dewa Broto di Jakarta, Kamis (5/3).

Gatot berdalih, keterlambatan untuk mengurus Keppres yang berfungsi sebagai payung hukum penyelenggaraan even olahraga terbesar se-Asia itu, karena menunggu tuntasnya persengketaan hukum terkait masalah logo lima ring antara KONI dan KOI.

Sejak 2014 lalu, Kemenpora selalu berjanji untuk segera menyelesaikan dan menerbitkan Keppres tersebut. Namun, janji yang dilontarkan Kemenpora itu, tidak pernah terealisasi hingga saat ini mereka mengucapkan janji lagi.

Padahal, Keppres ini sangat berguna untuk melakukan persiapan-persiapan Asian Games, terutama arena pertandingan yang akan digunakan. Karena, sesuai peraturan dari induk olahraga dunia (IOC), pihaknya memberikan tenggat waktu hingga 2016 kepada Indonesia untuk melakukan persiapan.

Jika pada tenggat waktu yang diberikan IOC belum terselesaikan, maka Indonesia bisa dipastikan gagal menyelenggarakan perhelatan olahraga empat tahunan itu.

Artikel ini ditulis oleh:

BCA Targetkan Pertumbuhan Kredit Naik 12-15 Persen

Jakarta, Aktual.co — PT Bank Central Asia (BCA) Tbk menargetkan pertumbuhan kredit 12-15 persen pada 2015, sedikit lebih tinggi dibandingkan realisasi kredit pada tahun sebelumnya yang mencapai 11 persen.

“Kami konservatif, sekitar 12-15 persen. Tergantung DPK (dana pihak ketiga),” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (5/3).

Menurut Jahja, apabila pengumpulan dana pihak ketiga kurang optimal maka penyaluran kredit juga tidak akan tinggi. Namun, apabila perseroan dapat menghimpun dana dengan lancar maka kredit juga akan digenjot.

Jahja menuturkan, pihaknya akan menjaga rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) di kisaran 74-80 persen. Pada akhir Desember lalu, LDR BCA mencapai 76,8 persen.

Dari sisi kredit, per Desember 2014 lalu, total penyaluran kredit BCA mencapai Rp346,6 triliun atau naik 11 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, dari sisi DPK perseroan mencapai Rp447,9 triliun atau naik 9,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

BCA juga masih memiliki tingkat permodalan yang kuat dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) mencapai 16,9 persen.

Jahja menambahkan, pada tahun ini, kredit korporasi masih akan tumbuh cukup kuat diiringi dengan kredit komersil. Dari sisi kredit UKM, lanjut Jahja, perseroan menginginkan kredit tersebut dapat tumbuh lebih tinggi pada 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain