10 April 2026
Beranda blog Halaman 38325

Puluhan Pekerja Tewas dalam Ledakan Tambang di Ukraina Timur

Semarang, Aktual.co — Sebanyak 33 orang pekerja tambang batu bara tewas akibat ledakan kecelakaan kerja di Ukraina Timur, Rabu (5/3) kemarin.

Berdasarkan informasi awal kantor berita resmi Donestik, bahwa mayat ditemukan dalam kondisi luka bakar dalam ledakan tambang di Zasyadko yang disebabkan oleh gas metana.

“Ini terjadi bukan karena penembakan,” kata seorang pejabat layanan darurat kepada kantor berita resmi Republik Rakyat Donetsk yang sudah memproklamasikan menjadi negara merdeka.

Seperti dilansir laman berita CNN, ledakan itu terjadi tepat sebelum pukul 06:00 waktu setempat. Saat itu, ada 230 orang yang berada di lokasi penambangan tambang. Dari jumlah tersebut, 157 berhasil dievakuasi lebih awal setelah ledakan terjadi, dan termasuk 14 luka-luka dan satu orang tewas,

“Lima belas tim penyelamat bekerja di tempat kejadian,” katanya.

Tambang Zasyadko merupakan salah satu lokasi yang paling berbahaya dalam hal metana di wilayah Ukraina.

Menurut kantor berita Ukraina, Ukrinform, dilaporkan sebanyak 240 orang telah meninggal di tambang sejak 1999 silam. Dan sebanyak 101 penambang tewas dalam kecelakaan tunggal pada tahun 2007 lalu.

Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk angkat bicara saat pertemuan Kabinet yang menuduh ada separatis pro-Rusia.  Dia menyangkal telah mengontrol wilayah Ukraina melalui akses tim penyelamat.

Dia mendesak Rusia untuk menginformasikan separatis yang memungkinkan terlibat dalam tim penyelamat tersebut.

Selain itu, Presiden Ukraina Petro Poroshenko disebut juga sebagai tim penyelamat yang diizinkan masuk untuk melihat TKP.

“Saya menuntut petugas penyelamat Ukraina dan peneliti yang akan memberikan akses di lokasi tragedi itu,” kata dia dalam akun Twitter-nya.

Namun, perwakilan senat Denis Pushilin menyebutkan, bahwa Ukraina tidak menawarkan bantuan berupa tim penyelamatan. Dan, Senat setempat akan diminta bantuan Rusia atau otoritas separatis di Luhansk jika diperlukan.

Sekedar informasi, pemimpin separatis Aleksandr Zakharchenko mengeluarkan perintah untuk menutup tambang sebulan lalu. Namun demikian, Manager tambang justru mengabaikan perintah tersebut, lantaran tambang adalah legal milik Ukraina.

Gencatan senjata saat ini mulai meredam di wilayah Donetsk dengan Luhansk, pusat konflik berbulan-bulan antara separatis pro-Rusia dan pasukan pemerintah Ukraina.

Artikel ini ditulis oleh:

KPK Diminta Ambil Pelajaran dari Kasus BG

Jakarta, Aktual.co — Banyak pelajaran yang dapat diambil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari kisruh penanganan kasus dugaan korupsi yang menjerat Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan. Pasalnya dalam hal ini KPK dinilai terlalu terburu-buru dalam bertindak.
Berkaca yang sudah terjadi belakangan ini, Mantan Jaksa Agung Muda, Marwan Effendy mengingatkan KPK agar hal tersebut dijadikan pelajaran berharga dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka.
“Ada momen tidak tepat dalam permasalahan ini, termasuk dari teman-teman di KPK,” kata Marwan, dalam sebuah diskusi, di Kampus Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Kamis (5/3).
Tak hanya itu Marwan juga menyoroti jumlah pimpinan KPK yang tak lengkap saat menetapkan tersangka pada Budi Gunawan. Apalagi dalam Undang-undang dan diperkuat dengan putusan Mahkamah Konstitusi tahun 2013, penetapan tersangka harus dilakukan oleh lima komisioner.
“Padahal masa kadaluarsa kasus korupsi itu 18 tahun, ini bukan waktu yang singkat.”
Menurut dia penetapan tersangka terhadap Budi Gunawan pun tak akan gaduh, jika KPK menetapkan Budi sebagai tersangka saat jumlah lima komisionernya sudah terpenuhi. Terlebih, KPK memperkuat alat bukti agar penetapan tersangka pada Budi tak mudah dipatahkan dan tidak menabrak asas.
Dia berpendapat, berdasarkan pengalaman menangani kasus korupsi di kejaksaan, penetapan status tersangka dan penahanan tak perlu dilakukan terburu-buru. Hal tersebut untuk memperkuat bukti dan tak ada ancaman pelaku korupsi melarikan diri ke luar negeri.
“Yang ada, tersangka korupsi lari kalau sudah jadi terdakwa. Kasus Budi Gunawan ditangani KPK dalam waktu yang tidak tepat sehingga menimbulkan masalah.”

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

BI: Pelemahan Rupiah Tidak Berdampak Pada APBN

Jakarta, Aktual.co — Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika tidak berdampak buruk bagi anggaran pendapatan dan belanja negara.

“Hal ini harus disadari masyarakat karena penghapusan subsidi BBM tidak lagi membebani APBN. Harga bahan bakar minyak (BBM) saat ini sudah mengikuti mekanisme pasar, tergantung doalr juga,” kata Mirza di Jakarta, Kamis (5/3).

Menurut dia, harga BBM yang dirubah pemerintah dengan mengikuti mekanisme pasar sejaK Januari lalu itu justru berpotensi meningkatkan pemasukan negara dari sektor perminyakan. Ketika BBM masih memperoleh alokasi subsidi, beban APBN pada tahun-tahun sebelumnya menjadi sangat besar dan mempengaruhi alokasi dana pada sektor lain, ujar Mirza.

“Dulu saat masih menggunakan subsidi, kalau dolar (Amerika) naik maka biaya produksi BBM kita juga naik. Tapi masyarakat belum sadar, karena sudah disubsidi. Di sisi lain justru pengeluaran pemerintah untuk subdisi meningkat,” katanya menjelaskan.

Dana subsidi untuk BBM dalam APBN-Perubahan 2015 menyusut drastis menjadi Rp81 triliun, atau sekitar 70,6 persen dari periode sebelumnya yang mencapai Rp276 triliun.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa nilai tersebut sudah termasuk pembayaran “carryover” tahun lalu pada PT Pertamina sebesar Rp25 triliun. “Penurunan jumlah subsidi ini berdampak pada bertambahnya ruang fiskal sebesar Rp230 triliun, dan bisa kita gunakan untuk membayar hutang kepada Pertamina, PLN, dan pupuk atau benih,” kata Bambang di Jakarta.

Dia menambahkan, tanpa adanya subsidi BBM menjadikan APBN-P 2015 menjadi lebih ideal dibandingkan anggaran sebelumnya yang dibuat penuh dengan resiko. Ruang fiskal tersebut juga akan digunakan untuk Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp37 triliun dan deviden berkurang menjadi Rp35 triliun dari yang semula sebesar Rp44 triliun.

Artikel ini ditulis oleh:

Kasus Dua Pimpinan KPK Ditunda, Kabareskrim: Yang Penting Tak di SP3

Jakarta, Aktual.co — Mabes Polri telah menunda pengusutan kasus yang diduga melibatkan dua Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja dan Zulkarnain. Namun, perkara Abraham Samad dan Bambang Widjojanto terus usut.
Namun demikian, menurut Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso penundaan penyelidikan kasus dua komisioner KPK itu bukan persolan. Menurut dia, yang penting penyelidikan kasus itu tak dihentikan.
“Ditunda itu soal waktunya saja, yang penting kan tidak di-SP3 (dihentikan),” ujar Budi di kompleks STIK, Jakarta Selatan, Kamis (5/3).
Budi pun mengaku tak tahu sampai kapan kasus Adnan dan Zulkarnaen ditunda. Tapi dalam hal ini penyidik Bareskrim telah memiliki alat bukti termasuk keterangan saksi-saksi. 
Dia pun tak mau berspekulasi lebi jauh terkait dengan tindak pidana atas dua kasus tersebut. “Mungkin saja ada. Tapi, untuk menuju tersangka, memang perlu penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.”
Bagi penyidik, lanjut dia, kebijakan pimpinan itu merupakan hal yang harus dilaksanakan. 
Kepolisian menunda pengusutan kasus yang diduga melibatkan Adnan dan Zulkarnain. Namun, perkara Abraham dan Bambang terus dilanjutkan. Menurut Wakapolri Komjen Badrodin Haiti, keputusan itu diambil setelah dilakukan koordinasi antarlembaga penegak hukum.
Hasil koordinasi itu juga menjadi faktor yang membuat KPK melimpahkan pengusutan kasus Komjen Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung. Kejaksaan selanjutnya berencana melimpahkan kasus itu ke Kepolisian. 
Badrodin mengatakan, pengusutan kasus Adnan dan Zulkarnain dihentikan karena masih dalam tahap penyelidikan. Penyidik Bareskrim Polri belum meningkatkan kasus kedua pemimpin KPK itu ke penyidikan serta belum ada penetapan tersangka dalam kasus itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Mengharukan! Diculik Saat Baru Lahir, Gadis Ini Ditemukan di Usia 17 Tahun

Malang, Aktual.co — Zephany Nurse, seorang gadis dari Afrika Selatan kini kembali ke pelukan orang tuanya Morne dan Celeste Nurse, setelah 17 tahun berpisah. Zephany diculik oleh seorang yang tak dikenal saat ia baru saja dilahirkan di rumah sakit Cape Town pada tahun 1997 lalu.

Sejak Zephany diculik 17 tahun silam, dan tidak ditemukan informasi terkait dirinya lagi, pihak aparat Kepolisian setempat sudah putus asa menyelidiki kasus tersebut. Andre Taut, juru bicara Kepolisian Afrika Selatan, menyebutkan, bahwa pihaknya tak lama ini berhasil menangkap seorang wanita yang diduga adalah penculik Zephany saat masih bayi.

CNN melaporkan, kisah Zephany Nurse kembali kepada orang tua biologisnya ini setidaknya menggemparkan publik di Afrika Selatan. Pasalnya, Zephany dipertemukan kembali oleh orang tuanya dalam sebuah kejadian yang tidak disengaja.

Salah seorang siswi di tempat Zephany bersekolah yang mampu memecahkan tragedi selama 17 tahun itu. Siswi tersebut tak lain adalah adik kandung Zephany atau anak kedua pasangan Morne dan Celeste Nurse yang lahir empat tahun, setelah kelahiran Zephany.

Ketika berada di sekolah, adik Zephany merasa ada seseorang yang mirip dirinya, dan akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menjadi teman akrab.

Ia pun akhirnya melaporkan kepada Morne bahwa di sekolah tempat ia belajar ada seseorang gadis yang mirip dengan dirinya. Kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh sang ibu untuk menemui gadis tersebut.

Naluri sang ibu terhadap anak kandungnya sungguh besar, ia melihat ada persamaan antara Zephany yang tak pernah ditemuinya selama 17 tahun dengan dirinya dan adiknya.

Tak ingin kehilangan untuk kedua kalinya, Morne dan Celeste Nurse akhirnya menghubungi polisi dan meminta dilakukan tes DNA. Dan, hasilnya positif, Zephany adalah bayi yang raib dari ‘gendongannya’ usai ia dilahirkan.

Orang tua biologis Zephany dalam sebuah wawancara di media lokal mengatakan, selama bertahun-tahun bahwa mereka tidak pernah kehilangan harapan untuk menemukan bayinya yang hilang.

Zephany juga merilis pernyataan resminya melalui Pusat Hukum Anak, yang mewakili dirinya.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang mendukung saya melalui ini, untuk terus berdoa dan tidak pernah menyerah pada mencari saya. Saya dalam keadaan baik-baik saja,” kata Zephany, demikian dilansir dari CNN.

Artikel ini ditulis oleh:

Isu Penyadapan, BIN: Kita Dalami Itu

Jakarta, Aktual.co — Kepala BIN Marciano Norman mengatakan bahwa pihaknya melakukan upaya peningkatan keamanan komunikasi menggunakan sarana komunikasi yang dimiliki.
Hal ini dikatakan terkait pernyataan Edward Snowden yang menyebut negara Selandia Baru tengah melakukan penyadapan terhadap negara di kepulauan pasifik, termasuk Indonesia.
“Kita mendalami itu,” kata Marciano, di Jakarta, Kamis (5/3).
Marciano tak memberikan komentar lebih jauh dan belum melaporkan kabar penyadapan ini kepada presiden.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain