5 April 2026
Beranda blog Halaman 38360

Investasi Meningkat, BKPM Bakal Buka Kantor di Tiongkok

Jakarta, Aktual.co —  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sedang menyiapkan kantor perwakilan promosi investasi Indonesia (IIPC) di Tiongkok yang akan beroperasi pada semester dua tahun 2015.

“Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk mengurus izin dan lokasi IIPC Tiongkok,” ujar Deputi Promosi BKPM Himawan Hariyoga di Jakarta, Selasa (3/3).

Mengenai lokasi, katanya, kemungkinan besar lokasi IIPC baru tersebut tidak di Beijing melainkan di kota besar lain seperti Guangzhou.

“Disarankan kantornya jangan di Beijing karena di sana sudah ada kantor kedubes,” ujarnya.

Pembangunan IIPC tersebut didasari oleh besarnya minat investor Tiongkok untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Kepala Marketing Officer (MO) BKPM Ikmal Lukman mengatakan pembentukan IIPC itu juga bertujuan untuk meningkatkan realisasi investasi Tiongkok dari semula tujuh persen di tahun 2014 menjadi sekitar 40 persen.

“Kalau bisa kontribusi investor Tiongkok sama dengan rata-rata realisasi investasi nasional kita yaitu 46 persen,” ujarnya.

BKPM sendiri, menurut Ikmal, sedang mengurus investasi senilai 200 juta dolar AS dengan investor asal Tiongkok.

“Investasinya di bidang industri otomotif, dan saya rasa pihak investor cukup serius karena sudah dua kali bertemu dengan saya dan kepala BKPM, juga sudah meninjau lokasi,” katanya.

BKPM sepanjang 2015-2019 menargetkan total izin prinsip (IP) sebesar Rp5.864 triliun PMA dan Rp2.158 triliun PMDN untuk memenuhi target realisasi investasi sebesar Rp3.500 triliun.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Jumat atau Kamis, F-PKB Pastikan Sikap Atas Hak Angket Ahok

Jakarta, Aktual.co —Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD DKI belum memutuskan sikap terkait dukungan terhadap pengguliran hak angket untuk menyelidiki dugaan pelanggaran yang dilakukan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Selasa (3/3) malam tadi, Sekretaris F-PKB DPRD DKI Muhammad Fauzi, mengatakan mereka masih gelar rapat pleno membahas tentang penarikan hak angket. Sehingga belum tahu kapan pastinya pengumuman sikap F-PKB. “Kami umumkan besok (Rabu) atau lusa (Jumat),” ujar dia, di Jakarta.
Dia juga belum mau bicara terkait pertimbangan penarikan hak angket. Alasannya, masih menunggu keputusan rapat pleno.
“Pertimbangan nanti kami sampaikan saat konferensi pers. Pengambilan keputusan memang agak lama karena kami kan harus shalat istikharah dulu sebelum mengambil keputusan,” ujar dia.
DPW PKB DKI sebelumnya akan menggelar konferensi pers mengenai rencana pencabutan hak angket yang diajukan DPRD pukul 10.00 WIB pagi tadi. Tapi dibatalkan, karena Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB DKI masih melakukan rapat dan berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Sikap Fraksi PKB terhadap digulirkannya hak angket memang jadi pertanyaan sejak awal. Di mana sebelum pengguliran hak angket disahkan di sidang paripurna, PKB sempat mengatakan tak akan beri dukungan. Baru di saat-saat terakhir jelang diketok, PKB akhirnya nyatakan ikut mendukung. Sampai akhirnya sekarang PKB memberi isyarat akan cabut dukungan.
F-NasDem sebelumnya sudah lebih dulu nyatakan mencabut dukungan terhadap hak angket Ahok. Alasannya, kasus kisruh APBD DKI sudah masuk ranah hukum setelah Ahok melaporkan ke KPK.

Artikel ini ditulis oleh:

Antisipasi Masalah Hukum, Masyarakat Diminta Ikut Awasi Dana Desa

Jakarta, Aktual.co — Anggota Fraksi Partai Golkar Misbakhun meminta masyarakat ikut mengawasi penggunaan dana desa yang akan turun pada April 2015 agar tepat sasaran.
“Saya menilai apabila tidak ada pengelolaan yang benar di desa, nanti kepala desa banyak yang masuk penjara,” kata Misbakhun, di Pasuruan, Jawa Timur, Selasa.
Dia menjelaskan, dalam sebuah negara ada sistem pengeluaran, pengelolaan dan pengawasan dalam keuangan. Hal itu juga harus diterapkan dalam pengelolaan dana desa yang nilainya sekitar Rp20 triliun per tahun.
“Keuangan dipegang kades sementara jatahnya harus sampai ke masyarakat,” ujarnya.
Dana desa yang sudah dialokasikan APBN harus sampai kepada masyarakat. Hal itu untuk mencegah agar masyarakat tidak terpinggirkan dari proses pembangunan.
“Saya di Komisi XI DPR RI memperjuangkan dana desa ini agar digunakan secara maksimal untuk pembangunan masyarakat,” katanya.
Masyarakat jangan sampai merasa terpinggirkan dari proses pembangunan agar tidak menimbulkan penyakit sosial seperti begal motor. Hal itu terjadi karena masyarakat merasa tidak bisa menikmati pembangunan.

Artikel ini ditulis oleh:

FITRA: Anggaran Siluman Itu ‘Permainan’ Eksekutif dan Legislatif

Jakarta, Aktual.co —Permainan anggaran yang diistilahkan sebagai anggaran  ‘siluman’ oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), bukan cuma melibatkan oknum DPRD DKI saja. Tapi juga dari pihak Pemprov DKI.
“Ini permainan antara oknum DPRD dengan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Pemprov DKI itu sendiri,” kata Koordinator advokasi dan investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Apung Widadi, di Jakarta, Selasa (3/3).
Ipung menduga, kisruh APBD DKI antara eksekutif dan legislatif yang bergulir jadi tudingan adanya anggaran siluman terjadi lantaran ada ‘proyek-proyek’ yang dihambat. Sehingga timbul perlawanan terhadap Ahok yang memaksa gunakan e-budgeting untuk ‘menyaring’ anggaran. 
Tak jauh-jauh, Ipung juga menduga pengguliran hak angket DPRD DKI dimotori aktor-aktor lama. “Yang diduga ikut dalam (pengadaan) UPS (Uninterruptible Power Supply),” kata dia.
Demi membongkar siapa-siapa saja oknum di Pemprov DKI dan DPRD DKI yang jadi ‘pemain’ anggaran, FITRA pun mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar segera memproses laporan Ahok. “KPK harus segera menangkap begal anggaran pengadaan UPS yang merugikan negara pada tahun 2014 dan 2015 senilai triliunan rupiah.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Menteri Marwan: BUMDes Dapat Kelola Air Bersih

Jakarta, Aktual.co — Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar mengatakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bisa mengelola air bersih pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan Undang-Undang 7/2004 tentang Sumber Daya Air.

“Desa memiliki banyak potensi sumber daya alam, seperti sumber daya air, yang dapat didayagunakan secara maksimal untuk menggerakkan ekonomi desa, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan pendapatan desa dan masyarakat,” ujar Marwan di Jakarta, Selasa (3/3).

Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang 6/2014 tentang Desa, Pasal 78 bahwa pemanfaatan sumber daya alam merupakan salah satu aspek utama dalam mencapai tujuan pembangunan desa yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan.

Namun dalam praktiknya selama ini, pengelolaan sumber daya alam yang ada di desa sering kali dilakukan tanpa memperhatikan hak dan kepentingan masyarakat setempat.

“Akibatnya, timbul berbagai kerusakan lingkungan, kearifan lokal terabaikan dan kepentingan masyarakat desa terpinggirkan.

Dampaknya adalah pembangunan desa tidak berjalan baik dan masyarakat desa tetap berada dalam lingkaran kemiskinan,” tambah dia.

Oleh karena itu, Menteri Marwan mendorong desa agar ikut mengelola sumber daya air yang ada di wilayahnya untuk keperluan pelayanan sosial maupun kegiatan usaha komersial.

“Desa tidak boleh lagi jadi penonton saja, tapi harus terjun langsung dalam pemanfaatan sumber daya air yang ada di desa. Baik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat maupun dikelola sebagai suatu usaha yang bisa memberikan pemasukan bagi kas desa,” kata dia.

Menurut Marwan, pemanfaatan sumber daya air oleh desa paling tepat adalah melalui BUMDes.

“Melalui BUMDes, sumber daya air dapat dikelola dengan baik. Sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat terhadap air bersih. Untuk minum, masak, mandi, mencuci, dan sebagainya. Semuanya diatur dan didistribusikan secara murah, adil dan merata.” Setelah mencukupi kebutuhan pokok warga desa, BUMDes dapat memanfaatkan persediaan air bersih yang ada untuk dijadikan komoditas bisnis bagi keperluan industri yang ada di desa maupun di desa-desa lainnya.

Bahkan juga bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan warga desa lainnya yang kekurangan air bersih.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Bangun Pabrik Beton, Brantas Abipraya Terbitkan Obligasi Rp300 Miliar

Jakarta, Aktual.co —   Perseroan Terbatas Brantas Abipraya akan menerbitkan surat utang atau obligasi senilai Rp300 miliar untuk pembangunan pabrik beton pracetak dan pendanaan kembali (refinancing).

“Tidak dipungkiri bahwa peranan sektor konstruksi masih menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang sektor konstruksi, perseroan akan diuntungkan,” ujar Direktur Utama Brantas Abipraya Bambang E. Marsono di Jakarta, Selasa (3/3).

Total nilai pasar konstruksi nasional tahun 2015 diperkirakan naik menjadi Rp450 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp360 triliun.

Sementara itu, total indikasi pengembangan infrastruktur menurut Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) mencapai Rp1.786 triliun.

Salah satu bentuk dukungan konstruksi nasional, lanjut dia, pihaknya akan mengalokasikan dana dari hasil penerbitan obligasi itu untuk tambahan setoran modal kepada entitas anak perseroan sebesar 50 persen, investasi pembangunan pembangunan pabrik beton pracetak sebesar 33 persen, dan sisanya 16,67 persen untuk refinancing.

Ia menambahkan bahwa kupon bunga obligasi yang ditawarkan BUMN konstruksi itu di kisaran 10,75–12 persen. Obligasi itu diterbitkan tanpa warkat berjangka waktu tiga tahun dengan jaminan berupa piutang performing, baik yang sudah ada maupun yang akan timbul di kemudian hari yang berasal dari proyek-proyek yang telah dilaksanakan perseroan sebesar 100 persen dari jumlah pokok obligasi yang terutang.

“Proyek-proyek pemerintah telah mendominasi kontrak-kontak yang diperoleh perseroan, total dari nilai proyek perseroan sekitar 75 persen dari pemerintah. Dengan demikian, perseroan akan terjamin dalam hal pembayarannya,” kata Bambang.

Ia menyebutkan nilai kontrak hingga September 2014 mencapai Rp1,553 triliun. Porsi pemerintah sebesar Rp1,356 triliun dan swasta Rp197 miliar.

Pendapatan perseroan dari pekerjaan umum sebesar Rp932 miliar dari kementerian lain-lain Rp200 miliar, pemda I dan II sebesar Rp217 miliar, BUMN Rp148 miliar, dan swasta Rp138 miliar.

Sementara itu, bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi, yakni PT Bahana Securities. Masa penawaran awal atau “book building” rencananya bakal dilakukan pada tanggal 3–16 Maret 2015 dengan masa penawaran umum 27–30 Maret 2015, sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia akan dilakukan pada tanggal 6 April 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain