9 April 2026
Beranda blog Halaman 38393

Demo Nelayan Anarkis, Kasatreskrim Polres Batang Dikeroyok

Semarang, Aktual.co — Aksi bentrokan antara petugas polisi dengan ribuan massa mewarnai aksi protes Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No 2 tahun 2015 di jalan Pantura, tepatnya jalan Jenderal Soedirman Batang, Jawa Tengah, Selasa (3/3).
Aksi turun jalan para nelayan dan pekerja nelayan disertai luapan emosi berujung pada tindakan anarkis. Entah tahu kenapa, tiba-tiba massa datang mendekati dan menggeroyok Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Batang, AKP Hartono.
Kekesalan nelayan yang membabi buta itu berujung pada demo besar-besaran yang dilakukan di Jakarta pekan lalu tidak menuai respon dari Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Puji Astuti.
“Percuma aspirasi kami para nelayan tidak dianggap. Kalau maunya pemerintah seperti itu, kami juga punya sikap yang tidak mau diatur. Tidak urus dengan aksi ini sebagai bentuk ketidakpercayaan kepada pemerintah,” ujar dia.
Kepala bagian kiri Kasatreskrim terluka, berdarah dan memar. Sebelum terjadi aksi brutal itu, ada seorang nelayan yang berteriak provokatif untuk mengeroyok Kasatreskrim tersebut.
Sejumlah polisi yang berada di lokasi segera membantu menyelamatkan Kasat Reskrim Polres Batang. Mereka menggotongnya dan melarikan keluar dari amukan massa. AKP Hartono dilarikan ke RS Qolbu Insan Mulia.
Dalam aksi kali ini, ribuan massa memblokir jalan Pantura dari sisi arah Jakarta. Sebaliknya, jalur sisi arah timur Semarang pun diblokir. Petugas keamanan yang semula menerjunkan 2/3 dari jumlah massa tak mampu membendung luapan kekesalan para nelayan.
Selang satu jam aksi longmarch di alon-alon Batang pada sekitar pukul 10.00 WIB, pengamanan petugas polisi ditambahkan lagi dari Polresta Pekalongan Kota maupun Polres Kabupaten Pekalongan.
Terpantau, hingga saat ini aksi pembakaran ban dan tambang bakal masih menyala di tengah jalan. Kepulan asap hitam membumbung tinggi. Sejumlah kerusakan terlihat bercecer di jalanan.

Artikel ini ditulis oleh:

PTUN Menangkan Gugatan Eks Dirut Bank Jabar Banten

Jakarta, Aktual.co — Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta memenangkan gugatan eks Dirut Bank Jabar dan Banten (BJB) Bien Subiantoro atas surat keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah menggagalkannya dalam uji kelayakan dan kepatutan seleksi direksi BJB.
“Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta pada 28 Januari 2015, menyebutkan SK OJK telah bertentangan dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik (AAUPB) khususnya asas kecermatan,” kata tim kuasa hukumnya Rahmad Irwan melalui siaran persnya di Jakarta, Selasa (3/3).
SK OJK Nomor 40 Tahun 2014 yang diterbitkan pada 8 Mei 2014 tersebut berisi hasil uji kemampuan dan kepatutan atau fit and proper test Bien Subiantoro yang menyatakan Bien tidak lulus dalam uji kemampuan dan kepatutan seleksi direksi Bank BJB.
Bien dinilai melanggar proses pengadaan gedung Kantor Bank BJB yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Kavling 93 Jakarta. Pengadaan gedung kantor yang bernilai Rp543 miliar tersebut dikerjakan oleh PT Comradindo Lintasnusa.
Bien juga dinilai tidak melaksanakan tanggung jawab sebagai anggota direksi Bank BJB untuk melaksanakan prinsip kehati-hatian di bidang perbankan.
Majelis hakim PTUN berpendapat bahwa penggugat (Bien) tidak dapat dikategorikan melakukan tindakan pelanggaran dalam proses pengadaan kantor Bank BJB Jakarta.
Dia menambahkan majelis hakim berkesimpulan bahwa tindakan OJK dengan menerbitkan SK Nomor 40 menunjukkan ketidakcermatan sehingga bertindak tidak hati-hati dengan tidak memperhatikan dan mempertimbangkan semua fakta-fakta relevan.
“Dalam pertimbangannya, majelis hakim berpendapat bahwa penggugat tidak melanggar prinsip kehati-hatian bidang perbankan dan asas-asas perbankan yang sehat dengan alasan penggugat telah melakukan rapat-rapat direksi mengenai pengadaan,” katanya.
Dia menyebutkan selama Bien Subiantoro menjabat sebagai Dirut Bank BJB, dia tidak pernah melakukan kesalahan dan selalu menunjukkan prestasi.
Bien adalah profesional perbankan yang menjalankan pekerjaannya dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan seperti peraturan Bank Indonesia.
Dalam menjalankan pekerjaannya, Bien juga selalu mengacu pada Surat Edaran Bank Indonesia dan ketentuan internal perusahaan yang menjadi standar prosedur operasional/SOP.
“Selama menjabat sebagai Dirut Bank BJB, kinerja keuangan dan operasional bank selama tiga tahun terakhir terus meningkat. Ini dibuktikan, pada akhir 2010, total aset Bank BJB bernilai Rp43,5 triliun, meningkat 88 persen menjadi Rp81,8 triliun pada April 2014. Kemudian, laba bersih meningkat dari Rp890 miliar (2010) menjadi Rp1,37 triliun pada 2014.”

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kiat Cerdas Pilih Busana Muslim bagi Wanita Hamil

Jakarta, Aktual.co —  Berbusana Muslimah atau baju gamis tidak akan terikat oleh waktu atau pun keadaan. Oleh karena itu, dengan profesi dan aktivitas apa pun, anda sebagai muslimah harus tetap mengenakan busana muslim yang menutup aurat serta berjilbab.

 Termasuk pada saat Anda sedang hamil. Sebelum Anda dapat menentukan baju gamis atau busana muslim mana  yang cocok bagi Anda yang sedang hamil, akan lebih baik bila Anda membaca tips dalam mengetahui busana muslim apa yang cocok untuk dikenakan.

 1. Bagi ibu hamil biasanya cenderung memilih busana muslim dengan warna-warna yang lebih netral, sehingga menjadikannya tampil membosankan bahkan kurang menarik. Untuk menjadikan Anda tampil lebih semangat dan lebih bahagia ketika hamil, sebaiknya Anda kenakan busana muslim dengan warna-warna yang lebih cerah, namun jika Anda kurang menyukai busana yang cerah Anda bisa menambahkan warna cerah pada cardigan yang Anda kenakan.

 2. Untuk ibu hamil saatnya untuk tampil lebih cantik dengan busana Muslim yang mempunyai sebuah elemen dekoratif. Busana berenda atau busana yang memiliki manik-manik yang bercorak akan membuat tampilan Anda tampak lebih ceria dan penuh semangat.

 3. Meskipun Anda sudah mengenakan hijab atau jilbab Anda juga bisa mengenakan aksesoris satu ini yakni, sebuah syal atau pun skarf. Padukan dengan warna busana yang Anda kenakan supaya tetap serasi. Dan Anda juga bisa menggunakan busana yang berenda untuk menambah pemanis penampilan Anda

 4. Ibu hamil juga sangat pas untuk menggunakan sweater, yang bisa menghangatkan tubuhnya. Hal ini akan membuat Anda terlihat lebih enerjik dan lebih kasual.

 5. Selain hal tersebut Anda juga bisa melengkapi dengan mengenakan aksesoris cantik, seperti kalung dan juga Anda juga bisa menggunakan model jilbab yang membuat wajah Anda terlihat lebih tirus.

Artikel ini ditulis oleh:

NasDem Bantah Diinstruksikan Jokowi, Cabut Dukung Hak Angket Ahok

Jakarta, Aktual.co —Fraksi Nasional Demokrat (NasDem) DPRD DKI kemarin cabut dukungan terhadap pengguliran hak angket terhadap Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait kisruh APBD DKI 2015.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem, Enggartiasto Lukito, membantah kalau instruksi pencabutan dukungan dilakukan karena ada pembicaraan dengan Presiden Joko Widodo, ataupun Ahok sendiri. “Ngga ada itu komunikasi dari Pak Jokowi ataupun Pak Ahok,” ujar dia, saat dihubungi Aktual.co, Selasa (3/3).
Ditegaskan dia, pencabutan dukungan atas hak angket dilakukan karena NasDem berpendapat masalah APBD DKI sudah masuk ranah hukum. Yakni dengan tindakan Ahok yang sudah melaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 
“Buat apa proses hak angket dijalankan, ketika sudah diserahkan ke KPK. Karena sudah masuk ranah hukum, maka tidak perlu lagi NasDem dukung hak angket,” ucap dia.
Yang dilakukan Nasdem saat ini, ujar Enggartiasto adalah mendorong KPK agar segera memproses dan mempercepat mengusut laporan Ahok soal anggaran ‘siluman’ di APBD DKI. 
“Kita mau ini transparan dan jadi pelajaran agar tidak bermain main dengan anggaran,” ucap dia.
Saat ditanya, apakah sikap NasDem jika Ahok tidak melapor soal anggaran ‘siluman’ ke KPK? Enggartiasto menjawab dua kemungkinan akan dilakukan partainya.
Pertama, membiarkan proses hak angket berlangsung. Dan yang kedua, NasDem sendiri yang akan meminta penegak hukum seperti KPK, polisi, dan Kejagung untuk usut anggaran siluman. 
Sambung dia, pihaknya tidak akan mencampuri kewenangan KPK untuk usut laporan Ahok. “Kita melihat ini jadi pembelajaran bagi semua pihak. Kami tidak menuding soal anggaran siluman ini dilakukan pihak DPRD, atau eksekutif yang bermain. Biar KPK saja yang nanti menemukan,” ucap dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Daftar Harga Pertamax Seluruh Indonesia Setelah Alami Kenaikan

Jakarta, Aktual.co — Tidak hanya harga bensin premium yang naik Rp 200 per liter, PT Pertamina juga memutuskan untuk menaikan harga bensin Pertamax terhitung sejak 1 Maret 2015.

Berdasarkan data Pertamina yang dikutip dari akun twitter resmi Pertamina, yakni @PTPERTAMINA dan @PertamaxIND,  harga Pertamax paling mahal ada di Maluku Utara Rp15.200/liter, sedangkan harga Pertamax paling murah ada di daerah Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta Rp 8.250/liter.

Berikut harga terbaru Pertamax Maret 2015 seluruh Indonesia:
Nanggroe Aceh Darussalam Rp 9.500/liter
Sumatera Barat Rp 9.400/liter
Sumatera Utara Rp 9.300/liter
Bangka Belitung Rp 9.500/liter
Bengkulu Rp 9.300/liter
Jambi, Lampung & Sumatera Selatan Rp 9.500/liter
Banten dan DKI Jakarta Rp 8.250/liter
Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DI Yogyakarta Rp 8.250/liter
Bali Rp 8.750/liter
Nusa Tenggara Barat Rp 9.800/liter
Nusa Tenggara Timur Rp 9.850/liter
Kalimantan Selatan Rp 9.750/liter
Kalimantan Tengah Rp 9.950/liter
Kalimantan Timur Rp 9.950/liter
Kalimantan Utara Rp 9.850/liter
Gorontalo Rp 10.450/liter
Sulawesi Barat Rp 10.300/liter
Sulawesi Selatan Rp 9.750/liter
Sulawesi Tengah Rp 9.950/liter
Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara Rp 10.050/liter
Maluku Rp 10.900/liter
Maluku Utara Rp 15.200/liter
Papua Rp 11.700/liter
Papua Barat Rp 12.200/liter

Artikel ini ditulis oleh:

JK: Ruko Abraham Samad Pernah Dibeli Mantan Adik Ipar

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla membenarkan, ruko di Jalan Boulevard Ruby II RT 003/RW 005, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan, pernah dibeli oleh mantan adik iparnya, Era Elfani Halim Kalla dari Abraham Samad.
“Itu saya dengar, itu Abraham Samad menjualnya. Kemudian, ipar saya menjual. Memang pada sekarang setelah itu iya. Tapi, sebelumnya Abraham Samad punya,” kata JK di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (3/3).
Namun, sambung JK, ruko tersebut telah dijual kembali oleh mantan iparnya tersebut. “Sudah dijual lagi (ruko),” kata JK.
JK pun mengatakan, saat kasus pembuatan Kartu Tanpa Penduduk (KTP) dengan Kartu Keluarga (KK) yang diduga palsu tersebut, ruko itu masih milik Ketua KPK nonaktif tersebut.
“Pada saat KTP itu dibuat, memang setelah itu pindah tangan. Biasa kan jual beli,” kata dia.
Seperti diketahui, dari pemberitaan ruko yang tercantum pada alamat kartu KK Abraham Samad, ternyata milik keluarga Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sulselbar memang telah menetapkan Ketua KPK nonaktif Abraham Samad sebagai tersangka kasus pemalsuan dokumen administrasi kependudukan Feriyani Lim.
Bahkan, penyidik kepolisian menyatakan sudah memeriksa 23 saksi, yang terdiri dari pegawai catatan sipil, RT, RW, kecamatan, imigrasi, ahli, pejabat terkait, dan juga pihak keluarga.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain