18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38417

Demokrat: Pelibatan TNI dalam Konflik Sosial Tidak Tepat

Jakarta, Aktual.co — Penandatanganan Peraturan Pemerintah (PP) No 2 Tahun 2015 tentang penanganan konflik sosial yang melibatkan unsur TNI terus menuai pro kontra.
Sekretaris Fraksi Partai Demokrat, Didik Mukriyanto menilai bahwa pelibatan TNI dalam penanganan koflik sosial tidak tepat. Sebab, dalam Undang-Undangnya, posisi TNI sudah diatur dengan jelas.
“Bicara konflik sosial terkait dengan kebijakan keamanan, nah keamanan itu sudah menjadi tugas dan kewajiban dari Polri. Sedangkan, tugas TNI clear, dimana TNI bertugas bagaimana mempertahankan kedaulatan negara ini apabila ada intervensi atau serangan dri asing,” kata Didik saat berbincang dengan Aktual.co beberapa waktu lalu, di Jakarta, Jumat (20/2).
Menurut dia, jangan sampai ketentuan pemerintah yang sudah dipisahkan oleh konstitusi itu menjadi tumpang tindih. Karena, dikhawatirkan malah akan menimbulkan persoalan baru.
“Jangan sampai dicampur baur yang nantinya hanya berpotensi menimbulkan gesekan di setiap institusi. Karena itu, semangatnya ada UU pemisahan (TNI-Polri) untuk menghindari gesekan. Tetapi kalau dicampur maur dalam satu kesempatan tanpa melihat UU pokoknya maka potensi gesekannya akan sangat besar,” bebernya.
Kendati demikian, Didik mengatakan pelibatan TNI bisa diterjemahkan dalam konteks lain, bukan dalam penanganan.
“Dalam konteks lain pelibatannya (TNI) bukan dalam persoalan bukan penangan tetapi persoalan didalam konteks itu juga, seperti rehabilitasi pasca konflik,” pungkas Anggota Komisi III DPR RI itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

BPPSPAM Diharapkan Tarik Investor Guna Maksimalkan Pelayanan

Jakarta, Aktual.co — Badan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) diharapkan dapat menarik investor yang benar-benar berkualitas guna memaksimalkan pelayanan air minum kepada masyarakat di berbagai daerah di Tanah Air.

“Melalui pendampingan yang dilakukan BPPSAM, diharapkan akan ada investor yang dapat diajak bekerja sama,” kata Direktur PDAM Kabupaten Serang, Achmad Rifai dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (20/2).

Menurut dia, saat ini PDAM Kabupaten Serang tengah mengupayakan percepatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Cibaja dengan kapasitas 280 liter per detik yang meliputi Kecamatan Cimande, Bandung, Kibin, dan Jawilan. Ia mengungkapkan bahwa untuk proyek SPAM Cibaja ini sebenarnya telah banyak investor yang sudah menyatakan ketertarikan atau minatnya untuk bekerja sama dalam proyek tersebut.

“Namun yang tahu bibit, bebet, dan bobotnya adalah BPPSPAM. Kami berharap BPPSPAM dapat memberikan masukan investor mana yang memiliki kemampuan terutama dari segi finansial,” ujar Rifai.

Sementara itu, Sekretaris BPPSPAM Rina Agustin Indriani menyarankan agar Kabupaten Serang memiliki kebijakan strategi daerah yang dituangkan dalam peraturan bupati sebagai payung aturan bagi daerah dalam menyusun kebijakan terkait air minum.

Sebelumnya, Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) membantu upaya efisiensi PDAM di berbagai daerah guna meningkatkan kinerja dan pelayanan di Indonesia. “Semakin tinggi kinerja PDAM maka semakin baik pelayanannya, khususnya pelayanan untuk rumah tangga berpenghasilan rendah,” kata Direktur Pengembangan Air Minum Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochammad Natsir dalam lokakarya “Roadmap Efisiensi Energi PDAM” di Kemenpupera, Jakarta, Rabu (11/2).

Ia mengemukakan, permasalahan dalam penyediaan air minum saat ini antara lain masih rendahnya cakupan pelayanan air minum, yang secara nasional pada 2014 baru mencapai 70,05 persen. Pemerintah telah menetapkan target yang ingin dicapai yaitu sebesar 100 persen penduduk Indonesia terlayani akses air minum pada akhir 2019.

Berdasarkan hasil analisis penilaian kinerja PDAM yang dilakukan oleh Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air minum tahun 2014, hanya 182 PDAM dari sebanyak 359 PDAM yang ada di Tanah Air yang berstatus sehat. Selebihnya adalah 103 PDAM yang berstatus kurang sehat dan 74 PDAM berstatus sakit. Menurut dia, penyebab utama masih belum optimalnya kinerja PDAM adalah inefisiensi pengelolaan SPAM antara lain karena pengeluaran biaya yang tinggi.

Sementara itu, Wakil Direktur USAID Indonesia Derrick Brown mengatakan, jika efisiensi energi dapat diterapkan akan meningkatkan kesempatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan manfaat air minum yang disediakan PDAM.

Artikel ini ditulis oleh:

Jonan Harus Berani Kasih Sanksi Rusdi Kirana

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Yudi Widiana Adia mengatakan, Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan harus berani menegur pemilik Lion Air, Rusdi Kirana.
“Harus berani meskipun Rusdi Kirana adalah anggota Wantimpres. Pemerintah harus memberi contoh yang baik. Kalau tumpul dan tak berani menegur Rusdi Kirana, apa yang dilakukan Jonan selama ini sia-sia saja, yang blusukan, tapi tak berani peringatkan Rusdi Kirana,” kata Yudi di Jakarta, Jumat (20/2).
Ia mengaku prihatin atas penelantaran penumpang oleh Lion Air di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta.
“Saya sangat prihatinkan terjadinya penelantaran terhadap penumpang oleh Lion Air. Setiap peak season, selalu terjadi seperti ini,” kata politisi PKS itu.
Kejadian yang telah berulang kali itu, kata politisi PKS tersebut, seharusnya tidak terjadi lagi.
“Kemenhub segera panggil Lion Air, apa masalahnya, kalau tidak kooperatif kasih sanksi karena lakukan penelantaran terhadap penumpang,” kata dia.
Ia menenggarai, terjadinya penelantaran itu, disebabkan masalah internal di Lion Air.
“Kuatirnya ada problem di internal mereka, sehingga menyebabkan orang lain sengsara,
Adapun sanksi yang bisa diberikan kepada Lion Air berupa peringatan, pembekuan dan pencabutan izin terbang.
“Tergantung bagaimana bentuk pelanggaran yang dilakukan Lion. Sanksi terberat adalah pencabutan izin terbang bagi Lion Air,” kata Yudi.
Komisi V DPR RI sendiri akan berkunjung ke Batam, Lion Air Center.
“Kita akan ke Batam, disana adalah Center Office Lion Air, ada bengkel Lion Air,” kata Yudi.

Artikel ini ditulis oleh:

Desperindag Gelar Sosialisasi Konsumen Cerdas Kepada Pelaku Usaha

Jakarta, Aktual.co — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan sosialisasi konsumen cerdas kepada sejumlah pedagang dan pelaku usaha di Kota Manado.

“Sosialisasi konsumen cerdas kepada pedagang dan pelaku usaha di Pasar Bersehati Kota Manado, agar mereka paham kewajiban terhadap konsumen,” kata Kepala Dinas Perindag Sulut, Jenny Karouw, di Manado, Jumat (20/2).

Jenny mengatakan para pedagang harus tahu bahwa konsumen dan pelaku usaha dilindungi oleh undang-undang, sehingga mereka harus paham agar menjual produk yang berstandar Indonesia.

Kepala Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Balai Pengaduan Transaksi Perdagangan, Disperindag Sulut Selviane Korengkeng mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi peningkatan pemahaman masyarakat menuju konsumen cerdas. Sosialisasi dan pengawasan, katanya, pada dasarnya bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait kesadaran masyarakat menuju konsumen cerdas.

“Kegiatan sosialisasi ini langsung kepada masyarakat agar mereka semakin paham menjadi konsumen yang cerdas, bagi setiap produk yang dijual di pasaran, apalagi saat ini terjadi peningkatan transaksi perdagangan akibat perayaan-perayaan tertentu,” katanya.

Dia mengatakan teliti dan perhatikan baik-baik sebelum membeli barang, ingat harus berstandar nasional Indonesia, terpenting tanggal kadaluwarsanya harus diperhatikan. “Masyarakat jangan terpengaruh dengan tawaran diskon berlebihan, harus teliti sebelum membeli, jangan sampai tanggal kadaluwarsanya sudah dekat,” katanya.

Masyarakat, kata dia, diajarkan untuk bagaimana menyadari dan memilih produk yang sehat meskipun murah. Pemerintah, katanya, akan terus memupuk konsumen, untuk memilih produk yang sehat dan mencintai produk dalam negeri.

Dia menjelaskan, konsumen juga dilindungi undang-undang. Jadi, konsumen layak melaporkan apabila mendapati produk bermasalah. “Perlindungan konsumen ini, tertera pada UU Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen agar memenuhi unsur keselamatan, keamanan, serta lingkungan,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Atasi Banjir, Pemerintah Pusat Harus Perhatikan Penurunan Tanah Jakarta

Jakarta, Aktual.co —’Blusukan’ yang dilakukan Presiden Joko Widodo bersama Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Rabu (18/2) lalu di sodetan Ciliwung, dianggap belum cukup.
Pemerhati tata kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna berpendapat Jokowi jangan hanya mengecek keberlangsungan program penanganan banjir saja. Karena banjir Jakarta bukan hanya di persoalan drainase, tapi penyebab di balik itu juga harus ditangani.
“Salah satunya, penurunan permukaan tanah di Jakarta yang semakin hari semakin tambah parah,” ujar dia, saat dihubungi Jumat (20/2). 
Kata dia, semakin rendahnya permukaan tanah di Jakarta, membuat air sulit mengalir sehingga timbulkan genangan yang diperparah dengan tidak berfungsinya drainase.
Menurut Yayat, agar drainase bisa kembali berfungsi harus dibuat sistem polder atau kolam penampungan.
Untuk itu, Jokowi harus bisa menginstruksikan instansi terkait, baik kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, maupun Pemprov DKI untuk memperbanyak kolam penampungan air dan rumah pompa. “Sebagai salah satu solusi mengatasi banjir di Jakarta,” kata Yayat.
Setiap polder, kata dia, harus dilengkapi pompa. Karena saluran drainase tersiernya lebih rendah dari saluran penghubung atau saluran makro. 
“Sehingga air yang tidak mengalir di lingkungan pemukiman bisa dipompa. Jadi, DKI ini sekarang harus memperbanyak pompa-pompa dan polder-polder,” ucap dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Di Kualanamu, Kru dan Pilot Lion Air Masih di Hotel

Jakarta, Aktual.co — Tak hanya di Bandara Soekarno Hatta, keterlambatan terbang pesawat Lion Air juga terjadi di Bandara Kualanamu, Deliserdang, Jum’at (20/2).
Seperti pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 231, tujuan Padang, Sumbar sudah empat jam lebih tak kunjung terbang karena kru pesawat belum datang.
Menurut jadwal, pesawat ini seharusnya berangkat pada pukul 06.00 WIB, Jumat (20). Dan jadwal, pesawat tiba di tujuan pada pukul 07.10 WIB.
Namun ternyata pesawat tidak kunjung terbang. Ratusan penumpang yang sudah berada di ruang tunggu 6, hanya bisa menunggu. Tidak ada kepastian kapan pesawat berangkat.
“Kru pesawatnya belum datang, masih di hotel,” ucap Hariadi, salah seorang calon penumpang.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain