17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38431

Ratusan Penumpang Lion Air Juga Terlantar di Palembang

Jakarta, Aktual.co — Ratusan penumpang maskapai penerbangan Lion Air dengan nomor penerbangan JT 333 Palembang ke Jakarta telantar, akibat keterlambatan keberangkatan pesawat yang dijadwalkan Kamis (19/2) pukul 10.55 WIB namun sampai dua jam menunggu belum diberangkatkan.
Di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, ternyata penundaan keberangkatan pesawat milik maskapai Lion Air tersebut juga terjadi pada penerbangan ke kota lainnya, sehingga ratusan orang penumpang mengeluhkannya, karena telantar hingga berjam-jam menunggu keberangkatan.
Berdasarkan informasi di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, penundaan keberangkatan sejumlah pesawat Lion Air tersebut yang menimbulkan penumpukan penumpang, karena alasan dari pihak operasional yang belum ada penjelasannya.
Kemungkinan besar operasional penerbangan terganggu dikarenakan pada Rabu (18/2) malam terjadi sedikit masalah di Bandara Soekarno Hatta, bahkan merebak soal isu mogok dilakukan oleh sebagian pilot maupun kru maskapai Lion Air.
“Kami dari tadi menanyakan kapan keberangkatan pastinya, tapi dari pihak bandara yang bertugas menyampaikan informasi saat ini belum ada konfirmasi jelas dari pihak maskapai Lion Air di Jakarta,” ujar Beni, seorang penumpang maskapai tersebut.
Sedangkan pihak Lion Air juga telah menjalankan kewajibannya sesuai peraturan yang berlaku dengan memberikan makanan kepada semua penumpang yang terlambat berangkat.
Bahkan pihak perusahaan menyatakan siap memberikan kompensasi klaim keterlambatan uang sebesar Rp300 ribu, jika memang masih mengalami keterlambatan selama empat jam nantinya.

Artikel ini ditulis oleh:

Balai POM Jambi Tarik Buvanest Spinal

Jakarta, Aktual.co — Distributor perusahaan farmasi Kalbe Farma di Provinsi Jambi menarik 216 box atau sebanyak 1.080 sampul anestesi Buvanest Spinal 0,5 persen heavy dari sejumlah rumah sakit setempat.
Kepala Balai POM Jambi Ujang Supriyatna, membenarkan bahwa pihak distributor telah menarik ratusan box anestesi Buvanest Spinal di Jambi pascapenarikan secara sukarela oleh perusahaan farmasi Kalbe Farma akibat kasus salah suntik obat di rumah sakit Siloam Karawaci.
“Sejak beberapa hari terakhir distributor di Jambi telah menarik peredaran produk obat anestesi Buvanest Spinal 0,5 persen Heavy 4 ml/5 (ABVSA) dengan nomor batch 630077,” kata Ujang, Kamis (19/2).
Penarikan kata Ujang berjalan terus, pihak distributor terus menyisir ke seluruh daerah di Provinsi Jambi untuk menarik obat itu. Hasilnya menurut Ujang hingga kemarin sudah sebanyak 216 box Buvanest Spinal telah ditarik dan diretur ke Jakarta.
Dia menejelaskan, obat-obat itu tidak hanya ditarik dari rumah sakit yang ada di kota Jambi, tetapi distributor yang ada di Jambi juga menarik peredarannya dari seluruh wilayah Kabupaten/kota, kecuali Kerinci dan Kota Sungaipenuh sebab kedua daerah itu distributornya dari Provinsi Sumatera Barat.
Balai POM Jambi terus memantau peredaran obat anestesi tersebut sambil menunggu investigasi yang dilakukan oleh Badan POM pusat, sementara di apotek-apotek menurut Ujang obat itu tidak tersedia.
Untuk jenis obat Asam Tranexamat Generik 500 mg/Amp 5 ml dengan nomor batch 629668 dan 630025 yang juga ditarik secara sukarela oleh produsennya, Ujang mengatakan untuk obat tersebut memang di Jambi tidak sampai beredar.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan memantau investigasi yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan terkait kasus meninggalnya dua pasien di Rumah Sakit Siloam Karawaci, Tangerang, setelah diberi injeksi anestesi Buvanest Spinal produk PT Kalbe Farma.

Artikel ini ditulis oleh:

Soal Delay Pesawat, Ini Penjelasan Angkasa Pura II

Jakarta, Aktual.co — PT Angkasa Pura II (Persero) mengimbau kepada calon penumpang pesawat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk mengonfirmasi kembali jadwal keberangkatan kepada pihak maskapai menyusul terjadinya penundaan penerbangan sejak kemarin.
Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Budi Karya Sumadi dalam keterangannya mengatakan, hal tersebut guna menghindari terjadinya penumpukan calon penumpang pesawat khususnya di Terminal 1 dan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat tertundanya keberangkatan sejumlah penerbangan.
Di Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, tercatat sedikitnya sebanyak lima penerbangan yang seharusnya diberangkatkan kemarin namun baru hari ini lepas landas. 
“Selain di Terminal 1, penerbangan di Terminal 3 juga mengalami penundaan,” ujar dia, Kamis (19/2).
Dijelaskannya, PT Angkasa Pura II pun terus berkoordinasi mengenai hal tersebut dan diperkirakan pada hari ini penundaan masih akan terjadi akibat efek sejak kemarin.
“Kami berharap hak calon penumpang sesuai dengan undang-undang yang berlaku dapat dipenuhi oleh pihak maskapai,” ujarnya.
PT Angkasa Pura II (Persero) juga mengimbau kepada calon penumpang yang terkena penundaan agar tetap tenang dan menunggu informasi terbaru dari pihak maskapai atau operator Bandara.

Artikel ini ditulis oleh:

Papua Gugat Moratorium CPNS

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah dan masyarakat di Provinsi Papua mempersoalkan kebijakan moratorium atau penghentian sementara seleksi penerimaan CPNS selama lima tahun dalam pemerintahan kabinet kerja Presiden Jokowi.
“Saya sudah bicara keras di Jakarta, kebijakan moratorium CPNS itu membawa persoalan serius di Papua, makanya saya dan Pak Gubernur (Lukas Enembe) menyurati pemerintah pusat,” kata Ketua DPR Papua (DPRP) Yunus Wonda dalam diskusi pemuda di Jayapura, Kamis (19/2).
Diskusi yang digelar oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua menjelang pelaksanaan Kongres XIV 24-28 Februari 2015 di Papua itu menghadirkan narasumber Ketua DPD KNPI Provinsi Papua Max Olua dan Ketua DPRP Yunus Wonda dengan moderator Amir Siregar dari TVRI Jayapura.
Di hadapan lebih dari 300 orang peserta diskusi, Yunus Wonda mengatakan, pemerintah dan masyarakat Papua akan terus berupaya agar moratorium CPNS itu dihentikan.
“Setiap tahun ada lima ribu hingga enam ribu orang sarjana baru lulusan Papua. Ini masalah karena pengangguran terbuka akan semakin banyak dan persoalan sosial semakin kompleks,” ujarnya.
Karena itu, Yunus mengaku bersama Gubernur Papua Lukas Enembe berupaya meminta penghentian moratorium itu.
“Masalah ini harus terus diperjuangkan, kami (Ketua DPRP dan Gubernur Papua) akan berupaya terus agar orang pusat bisa tahu,” ujarnya.
Moratorium CPNS itu merupakan salah satu kebijakan yang dibuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan era pemerintahan Presiden Jokowi.
Selama lima tahun pemerintahan Kabinet Kerja Jokowi tidak mengadakan penerimaan CPNS untuk seluruh instansi, baik di pusat maupun pemerintah daerah.
Pemerintahan Jokowi mengeluarkan kebijakan itu untuk memberikan peluang kepada seluruh instansi melaksanakan audit organisasi agar bisa diketahui angka ideal PNS di seluruh Indonesia.
Audit organisasi itu mencakup pemetaan dari sisi jumlah PNS, kualitas atau kompetensi, dan penyebaran.

Artikel ini ditulis oleh:

Nenek Tewas Terbakar di Rumahnya

Jakarta, Aktual.co — Seorang nenek Nuraini (70), warga Jalan Hasanuddin Dumai, tewas terbakar setelah rumahnya di lalap si jago merah.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Dumai Barat Kompol Achmad Gusti Hartono di Dumai, mengatakan, penyebab kebakaran yang menimpa dua unit rumah tersebut saat ini masih dalam penyelidikan.
“Penyebab kebakaran masih dilidik, dan anggota juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara pada saat kejadian,” katanya, Kamis (19/2).
Sementara, Ketua RT setempat Oni Sumarno mengatakan, dua unit rumah terbakar merupakan milik Edi Nazarman dan Rusdi dan diduga sumber api berawal dari bunyi ledakan di salah satu mesin out door alat pendingin ruangan.
“Warga sekitar sempat mendengar bunyi ledakan kecil dari sebuah kompresor outdoor mesin pendingin ruangan yang terletak di sisi luar bagian belakang rumah,” sebutnya.
Dia mengakui untuk penyelidikan sumber api telah ditangani aparat kepolisian yang turun ke lokasi kebakaran untuk menyelidiki dan membantu upaya pemadaman.
Menurutnya, saat kejadian, korban yang tinggal bersama anak angkat Edi Nazarman diketahui tengah tertidur dan menyadari ada kebakaran setelah api membesar.
Diduga karena panik dan terkejut dengan kejadian tersebut, Nuraini tidak bisa diselamatkan anggota keluarga dan meninggal dunia karena kehabisan nafas diatas tempat tidur akibat api semakin membesar.
“Jasad korban sudah ditemukan dan kini dievakuasi ke rumah sakit karena kondisi tubuh berwarna hitam bekas terbakar,” ujarnya.
Api akhirnya bisa dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan Pertamina RU II serta dibantu masyarakat sekitar setelah kurang lebih 1 jam berkobar.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi: Dua Pelaku Penculikan Merupakan Kelompok Din Minimi

Banda Aceh, Aktual.co — Dua tersangka yang ditangkap Polres Aceh Utara diduga merupakan bagian kelompok Din Minimi. Kapolres Aceh Utara AKBP Achmadi kepada wartawan di Aceh Utara, Kamis (19/2)membenarkan adanya kaitan kedua tersangka dengan kelompok Din Minimi.
Para tersangka mengaku disuruh oleh Din Minimi. Din selama ini menjadi orang paling dicari oleh kepolisian di Aceh Timur karena terlibat sejumlah kejahatan di kabupaten itu. “Mereka mengaku disuruh oleh Din Minimi. Kita duga, ada kaitan Din Minimi dengan kelompok ini,” terang Kapolres. Sekadar diketahui, Din Minimi beberapa kali disergap oleh Polres Aceh Timur di lokasi persembunyian kawasan hutan pedalaman kabupaten itu. Namun, pria ini berhasil lolos dan melarikan diri. Belakangan, petugas mengetahui keterlibatannya dalam sejumlah aksi di Aceh utara.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Aceh Utara diculik oleh kelompok bersenjata. Mereka yang diculik dan kini telah dibebaskan dengan uang tebusan yaitu M Yani, keuangan PT Salina Bersama di Kecamatan Paya Bakong serta Faisal dan Fahmi warga Kecamatan Tanah Luas.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain