16 April 2026
Beranda blog Halaman 38438

BNN Ungkap Sindikat Pengedar Narkoba di Kaltim

Jakarta, Aktual.co — Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Timur membongkar sindikat pengedar narkoba jenis sabu dan ekstasi.
Kepala Seksi Penyidikan, Penindakan, dan Pengejaran BNN Provinsi Kaltim Komisaris Muhammad Daud, Senin, mengatakan selain menangkap tiga orang sebagai pengedar narkoba, petugas juga menyita barang bukti sabu seberat 50 gram serta 200 butir ekstasi.
“Pada Rabu (25/2) kami mengungkap sindikat pengedar narkoba jenis sabu dan ekstasi yang melibatkan dua residivis kasus narkoba,” ungkap Muhammad Daud.
Pengungkapan itu kata Muhammad Daud bermula saat petugas BNNP Kaltim pada Rabu (25/2) sekitar pukul 23. 00 Wita menggrebek rumah milik Kucik di Perumahan Sempaja Permai dan berhasil menyita barang bukti berupa 5 gram sabu, plastik klip pembungkus sabu serta timbangan digital.
“Di rumah Kucik juga kami mendapati rekannya bernama Moses yang diduga salah satu anggota sindikat pengedar narkoba. Dari hasil pemeriksaan, Kucik yang sudah tiga kali tertangkap dalam kasus narkoba dan pernah divonis 19 tahun penjara mengaku, setiap pekan mendapat kiriman sabu dari bosnya di Surabaya, Jawa Timur,” kata Muhammad Daud.
Dari keterangan Kucik juga tambah Muhammad Daud terungkap, sisa narkoba kiriman dari Surabaya tersebut juga disimpan di rumah rekannya di Perumahan Vila Tamara.
Berdasarkan keterangan Kucik itulah lanjut Muhammad Daud, petugas BNN Provinsi Kaltim kemudian menggrebek rumah Gendut dan ditemukan barang bukti berupa, tujuh poket sabusabu seberat 45 gram yang disembunyikan dalam tempat beras, 200 butir ekstasi yang disimpan di lemari televisi, alat isap sabu, plastik klip sabu serta timbangan digital.
“Dari keterangan Gendut, yang juga sudah dua kali tertangkap dalam kasus narkoba, barang bukti tersebut merupakan milik rekannya, Kucik. Kami masih terus mengembangkan penangkapan jaringan Kucik ini, untuk mengungkap jaringan yang lebih besar,” ujar Muhammad Daud.
Hanya berselang dua hari yakni pada Jumat (27/2) kata Muhammad Daud, BNN Provinsi Kaltim kembali meringkus seorang pengedar narkoba di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara.
“Petugas BNN Provinsi Kaltim pada Jumat (27/2) meringkus seorang pengedar atas nama Herman, saat akan bertranskasi dengan seorang pembeli. Dari penangkapan itu, barang bukti yang berhasil disita yakni, 50 gram sabusabu, sebuah telepon genggam serta uang tunai Rp1,8 juta diduga hasil penjualan narkoba,” katanya.
“Sementara, satu orang lainnya diduga sebagai pembeli berhasil kabur dan saat ini maish dalam pengejaran. Kami juga masih terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jairngan yang lebih besar,” ungkap Muhammad Daud.
Keempat bandar dan pengedar narkoba itu lanjut dia, telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 112 ayat (2), junto pasal 114 ayat (20) dan pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun atau pidana mati.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

DPR: Rupiah Anjlok, Bukti Kinerja Jokowi Tidak Memuaskan

Jakarta, Aktual.co —  Nilai tukar rupiah yang mencapai Rp 13.000, sangat berdampak signifikan terhadap kelangsungan industri di Indonesia.
Bambang Harjo  anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra , mengatakan bahwa terus meningkatnya nilai tukar rupiah sekarang ini,  membuktikan bahwa kinerja Presiden Jokowi tidak memuaskan dan bisa menyebabkan indutri Indonesia makin terpuruk .
“Naiknya nilai tukar rupiah akan menyebabkan daya beli masyarakat menjadi menurun karena harga-harga juga agak naik secara signifikan serta produktifitas industri kita akan turun dan tidak bisa berproduksi secara optimal lagi seperti dulu,” katanya di Jakarta, Selasa (3/3).
Sementara itu, mahalnya harga produksi karena harga tukar rupiah yang membuat industri dalam negeri akan hancur, serta tidak dapat bersaing dengan produk industri luar negeri yang menyebabkan PHK karyawan secara besar-besaran. 
Dan, sambung dia, nantinya Industri dalam negeri hanya menjadi distributor dalam produk-produk luar negeri seperti dari Tiongkok.
“Presiden Jokowi harus secepatnya mengambil kebijakan yang tepat , salah kaprah apabila beliau mengatakan kondisi ekonomi indonesia masih aman. Buktinya sekarang harga-harga sudah naik yang membuat rakyat indonesia menjadi sangat sengsara. Mana Jokowi Effect yang mereka gembor-gemborkan, buktikan dong jangan cuma slogan,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Sriwijaya FC Inginkan Calon Ketum PSSI Miliki Jiwa Pemimpin

Jakarta, Aktual.co — Presiden Klub Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex, menginginkan calon Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia 2015-2019, adalah sosok yang memiliki jiwa kepemimpinan dalam memajukan organisasi.

Selain itu, Dodi Reza mengungkapkan, calon Ketum PSSI yang akan dipilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB) pada April mendatan, memiliki keberanian untuk mengubah budaya “buruk” yang selama ini menjangkiti organisasi.

“Klub ingin seseorang yang bisa membawa perubahan, memiliki integritas dan mengutamakan kemajuan sepakbola Tanah Air. Bukan seseorang yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi atau kelompoknya,” ujar dia ketika dihubungi, Senin (2/3).

Berdasarkan verifikasi akhir pada 11 Februari 2015, sejumlah calon Ketum PSSI yang dinyatakan lolos, yakni La Nyalla Mattalitti, Achsanul Qosasih, Bernhard Limbong, Subardi, Muhammad Zein, Djohar Arifin, Sarman dan Syarif Bastaman.

Meski demikian, Dodi Reza mengaku, Sriwijaya FC hingga saat ini belum menentukan siapa calon Ketum PSSI yang akan didukungnya.

“Pada prinsipnya Sriwijaya FC akan memilih yang terbaik dari semua calon kandidat,” ungkapnya.

Bursa calon ketua PSSI masih didominasi muka lama, seperti Achsanul Qosasih mantan bendahara Umum PSSI ketika era Ketua Umum Nurdin Halid, sementara Bernard Limbong, M Zein, Subardi adalah mantan Executive Committee PSSI, dan Djohar serta La Nyalla masih aktif sebagai Ketum dan Waketum PSSI saat ini.

Artikel ini ditulis oleh:

TNI Ungkap Penyelundupan Pupuk Bersubsidi

Jakarta, Aktual.co — Aparat intelijen gabungan TNI mengungkap pelaku dan penyelundupan pupuk bersubsidi di Dusun Nanom, Desa Wedoroanom, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Kapenrem Mayor Inf Rudy Sudjatmiko, Senin, mengatakan pengungkapan dilakukan oleh Serda Suliyono (anggota Den Intel Kodam V/Brw), Serma Kamil, Serka Arif, Serda Sukardi (anggota Tim Intel Korem 084/BJ), Serka Yuni serta Serma Mudhlor (anggota Unit Intel Kodim 0817/Gresik).
Pengungkapan berawal dari kecurigaan aparat TNI terhadap truk bermuatan pupuk bersubsidi yang dibawa oleh sopir truk, Nasrul beralamat di Desa Wedoroanom Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik.
“Setelah diperksa oleh petugas, sopir tidak bisa menunjukkan dokumen kepemilikan secara lengkap dan juga tidak dilengkapi dengan sejumlah dokumen pupuk bersubsidi,” katanya.
Kemudian, aparat TNI melakukan penyelidikan dengan meminta bantuan pihak PT Petrokimia untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan.
“Setelah dilakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap barang bukti pupuk di lokasi, dapat disimpulkan bahwa pengangkutan pupuk bersubsidi tersebut dinyatakan menyimpang,” katanya.
Dalam pengungkapan itu, aparat TNI berhasil menyita barang bukti di antaranya pupuk subsidi ZA dan Ponska Produk PT Petrokimia Gresik sebanyak tiga ton, yang diangkut menggunakan 1 unit truk bernopol W-8740-J.
Setelah dilakukan proses pengambilan data dan dokumentasi, selanjutnya barang bukti dan sopir diserahkan ke Polres Gresik untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.
“Kami serahkan hasil ungkap itu ke pihak kepolisian Gresik, dan hadir dalam penyerahan barang bukti dan pelaku, Dandim 0817/Gresik, Kasiintel Rem 084/BJ dan Perwira, Bintara dan Tantama Kodim 0817/Gresik,” kata Rudy.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

PNS Dilarang Rapat di Hotel, Pemerintah Hemat Rp5,122 Triliun

Jakarta, Aktual.co — Sejak diterapkan kebijakan pemerintah tentang larangan mengadakan rapat di hotel bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di seluruh wilayah Indonesia hingga awal Februari 2015 telah berhasil menghemat Rp5,122 triliun.

“Hingga awal Februari, rapat yang tidak menggunakan fasilitas swasta telah berhasil menghemat Rp5,122 triliun. Penghematan tersebut terus membesar dan ini menjadi sesuatu yang baik,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi di Jakarta, Senin (2/3).

Ia mengatakan segala sesuatu yang dilakukan PNS dengan menggunakan APBN harus dihemat.

“Rapat paling hanya 10 orang dan paling banyak 50 orang kalau sampai ratusan namanya ngobrol,” kata dia.

Lanjut dia, pemerintah daerah didorong memiliki inovasi kegiatan yang juga dapat mendorong sektor perhotelan untuk mendapatkan penerimaan yang lebih besar.

Kedepan pihaknya akan merumuskan kegiatan-kegiatan apa saja yang boleh di lakukan di hotel.

“Kita akan merancang petunjuk teknis mengenai rapat-rapat mana yang wajib dilakukan menggunakan fasilitas internal dan mana yang boleh di tempat lain, namun rapat penyelenggaraan pemerintahan wajib dilakukan dengan menggunakan fasilitas pemerintah, tetapi kegiatan lainnya yang masih bisa ditoleransi boleh dilakukan di hotel,” kata dia.

Ia mengatakan dana penghematan tersebut dapat dialokasikan dapat digunakan pada sektor-sektor yang menunjang kesejahteraan masyarakat.

Yuddy mencontohkan dana tersebut dapat digunakan untuk pembangunan waduk yang memakan biaya sekitar Rp1 triliun, sehingga dana tersebut bisa digunakan untuk membangun lima waduk.

Selain itu, dapat digunakan untuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, irigasi dan pengembangan di desa-desa terpencil.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Sriwijaya Belum Tentukan Calon Ketum PSSI

Jakarta, Aktual.co — Sriwijaya FC belum menentukan calon Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia 2015-2019 yang bakal dipilih pada Kongres Luar Biasa, 18 April mendatang, meski sejumlah kandidat telah mendekati untuk meminta dukungan suara.

Presiden Klub Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex, mengatakan pihaknya akan menggelar rapat internal terlebih dahulu sebelum memilih calon ketum yang diusung pada Kongres Luar Biasa (KLB).

Sementara berdasarkan verifikasi akhir pada 11 Februari 2015, sejumlah calon dinyatakan lolos, yakni La Nyalla Mattalitti, Achsanul Qosasih, Bernhard Limbong, Subardi, Muhammad Zein, Djohar Arifin, Sarman dan Syarif Bastaman.

“Akan dipelajari visi dan misinya terlebih dahulu, serta rekam jejaknya. Pada prinsipnya Sriwijaya FC akan memilih yang terbaik dari semua calon kandidat,” kata Dodi ketika dihubungi, Senin (2/3).

Ia mengemukakan, Sriwijaya FC menginginkan ketum PSSI adalah sosok yang memiliki jiwa kepemimpinan dalam memajukan organisasi. Selain itu memiliki keberanian untuk mengubah budaya “buruk” yang selama ini menjangkiti organisasi.

“Klub ingin seseorang yang bisa membawa perubahan, memiliki integritas dan mengutamakan kemajuan sepak bola tanah air. Bukan seseorang yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi atau kelompoknya,” ujar dia.

Bursa calon ketua PSSI masih didominasi muka lama, seperti Achsanul Qosasih mantan bendahara Umum PSSI ketika era Ketua Umum Nurdin Halid, sementara Bernard Limbong, M Zein, Subardi adalah mantan Executive Committee PSSI, dan Djohar serta La Nyalla masih aktif sebagai Ketum dan Waketum PSSI saat ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain