16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38450

Kejati Jatim Siapkan Tim Pelaksana Eksekusi Mati

Jakarta, Aktual.co —  Kejaksaan Tinggi Jawa Timur telah menyiapkan tim yang bertugas untuk pelaksanaan eksekusi mati terhadap Raheem Agbaje Salami warga Spanyol atas kasus upaya penyelundupan narkoba tahun 1999.
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Jatim) Elvis Johnny di Surabaya, Rabu (18/2), mengaku tim tersebut sudah siap dan saat ini masih menunggu perintah dari atasan terkait dengan waktu pelaksanaan eksekusi.
“Tim sudah siap, tetapi kami masih menunggu kapan pelaksanaan eksekusi tersebut dilaksanakan,” katanya.
Ia mengemukakan, dalam tim eksekusi ini pihak Kejari Madiun dilibatkan karena Raheem saat ini sedang menghuni Lapas Narkoba Madiun.
“Termasuk juga melakukan koordinasi dengan petugas kepolisian sebagai petugas eksekutor juga sudah dilakukan. Namun, kami masih belum tahu kapan pastinya waktu pelaksanaan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kejari Surabaya Tomo Sitepu mengatakan saat ini pihaknya juga menunggu waktu pelaksanaan yang jelas dari Kejaksaan Agung.
“Kami sudah siap, tapi sejauh ini masih menunggu kabar dari Kejaksaan Agung. Tentang kapan dan di mana pelaksanaan eksekusi,” katanya.
Ia mengatakan, tim untuk melakukan eksekusi sudah dibentuk. Gabungan dari Kejati Jatim, Kejari Surabaya dan Kejari Madiun.
“Terkait dengan lokasi eksekusi memang ada banyak tempat, tetapi kami masih belum memutuskan. Yang jelas akan ada koordinasi lanjutan terkait dengan hal ini,” katanya.
Raheem Agbaje Salami ditangkap di Bandara Internasional Juanda Surabaya, 1999 silam. Saat itu pria asal Spanyol ketahuan menyelundupkan heroin ke Indonesia.
Raheem sebenarnya sudah lama divonis mati. Namun, eksekusinya belum bisa dilakukan karena dia masih berupaya hukum. Terpidana ini juga sudah berusaha mengajukan Grasi ke Presiden atas perkaranya tersebut pada 11 September 2008. Setelah tujuh tahun, jawaban atas grasi tersebut baru turun. Presiden Jokowi menolak pengajuan grasi warga Spanyol ini

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Menteri ESDM Bakal Tindak ‘Trader’ Gas Nakal

Jakarta, Aktual.co — Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said menegaskan segera mengambil langkah untuk menghadapi pemain gas bumi nakal guna membuka peluang investasi bagi pelaku usaha lain yang serius di sektor tersebut.

“Ini mau dibereskan, sedang diseleksi. Sebentar lagi diumumkan ‘trader’ nakal yang hanya pegang kertas,” kata Sudirman usai rapat dengan jajaran PT Perusahaan Gas Negara Tbk di Kantor PGN Batam, Rabu (18/2).

Menurut dia, pemain gas bumi nakal itu harus diatasi karena sudah cukup menyulitkan masyarakat karena tidak memberikan kontribusi walaupun telah mendapat jatah alokasi gas.

Para pemain nakal itu, rata-rata hanya punya modal lembaran kertas tebal tapi tidak pernah merealisasikan proyeknya.

“Sebelumnya memang ada Peraturan Menteri yang membolehkan niaga tanpa fasilitas, makanya aturan ini akan dibereskan terlebih dulu,” katanya.

Ia mengatakan komite gas yang bertemu setiap dua minggu sekali juga akan membahas perbaikan tata kelola kebijakan pemberian harga termasuk syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi ‘trader’ yang dianggap serius berinvestasi.

“Nanti akan dihasilkan rekomendasi. Pak Amien Sunaryadi (Kepala SKK Migas) sedang ‘screening’ mana ‘trader’ aktif atau ‘trader’ yang modal kertas saja,” katanya.

Sudirman juga menambahkan, banyaknya pengalaman proyek yang mangkrak di waktu yang lalu tidak boleh terulang kembali.

“Perizinan sekarang sudah didorong ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), sedangkan tata kelola yang sifatnya soal alokasi dan kebijakan harga di mana siapa dapat apa, itu harus dibersihkan,” katanya.

Lebih lanjut, Sudirman optimistis upaya yang terus dilakukan pemerintah termasuk sinergi antara perusahaan minyak dan gas bumi bisa menghubungkan jaringan gas ke seluruh Nusantara.

“Saya kira bagaimana caranya menghubungkan seluruh Nusantara baik lewat jalur pipa darat maupun laut ada jaringan gas, termasuk LNG, akan menjadi fokus kita ke depan,” katanya.

Pemerintah menargetkan pembangunan kilang LNG, CNG dan wilayah jaringan distribusi dalam peta jalan (roadmap) infrastruktur gas hingga 2030 nanti.

Pemerintah juga akan menambah panjang jaringan pipa, dan terminal regasifikasi gas alam cair (liquefied natural gas/LNG), SPBG, hingga jaringan gas untuk rumah tangga.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berakhir, Kerjasama Jaya Ancol-Sea World

Jakarta, Aktual.co —Kerjasama antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) dan PT Sea World Indonesia (dahulu bernama PT Laras Tropika Nusantara) berakhir. Usai ditandatanganinya akta pengakhiran perjanjian kerja sama atas pengelolaan wahana “Sea World”.
Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol Tbk Gatot Setyowaluyo mengatakan dalam akta itu ditegaskan pengakhiran perjanjian serta pengalihan dan penyerahan tanah, bangunan fasilitas penunjang beserta hak pengelolaan atas “Sea World”.
“Penandatanganan akta pengalihan dan penyerahan hak dilakukan pada tanggal 13 Februari 2015,” ujar dia, di Jakarta, Rabu (18/2).
Pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Rabu (18/2) harga saham perseroan yang memiliki kode perdagangan PJAA itu tidak bergerak nilainya, atau stagnan di posisi Rp2.650 per lembar saham.
Sebelumnya, dalam perjanjian yang dibuat tahun 1992, Sea World Indonesia mengelola wahana itu hingga Juni 2014. Akan tetapi, Sea World Indonesia dianggap tidak mematuhi perjanjian dan tetap beroperasi secara komersial.
Oktober 2014 lalu, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta Seaworld menyerahkan aset-aset kepada PT Pembangunan Jaya Ancol, setelah bulan Juli lalu perjanjian 25 tahun antara kedua pihak sudah selesai. 
“Juli sudah selesai itu kan mekanismenya  BOT (Build Operate Transfer). Nah kalau sudah 25 tahun, secara Undang-Undang maka Seaworld harus balikin dulu semua asetnya kepada Ancol,” ujar dia yang saat itu masih menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI, di Balaikota, Jakarta, Rabu (8/10).
Ahok pun menilai pihak Seaworld tak mematuhi perjanjian yang sudah disepakati dengan tidak mau menyerahkan aset-asetnya. Meski diakuinya perjanjian itu juga lemah. “Seperti hewan peliharaan segala macem itu tidak diserahkan kepada kita. Sekarang kita harus cari titik temunya, tapi barangnya serahkan dulu dong. Tapi ini sekarang mereka sudah bawa ke Bali,” ucapnya.
Lebih lanjut dijelaskannya, penutupan Seaworld dilakukan untuk melindungi agar jajaran direksi di PT Pembangunan Jaya Ancol tidak melanggar peraturan. 
“Kalau ada aset yang seharusnya diserahkan tapi kami tidak menerima, wah nanti kalau diperiksa BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) bisa dipenjara itu seluruh komisaris dan direksi Ancol,” ujarnya.
Aturan tentang kontrak kerja sama tersebut merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008 tentang pemanfaatan barang milik negara/daerah berupa tanah oleh pihak lain untuk selanjutnya diserahkan kembali kepada pemerintah saat berakhirnya jangka waktu.
Karena pengelola Sea World tak menyerahkan wahana tersebut, maka PT Pembangunan Jaya Ancol mengajukan gugatan kepada Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) pada April 2013. Sebaliknya, PT Sea World malah mengajukan gugatan balik ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan tetap melayani pengunjung. 

Artikel ini ditulis oleh:

Fraksi PDIP Sulit Bela Jokowi Jika Ada Interpelasi

Jakarta, Aktual.co — Fraksi PDIP di DPR RI tidak akan mampu membela Presiden Jokowi bila ada fraksi-fraksi di DPR RI mengusulkan hak interpelasi.
Demikian dikatakan Wasekjen PDIP, Ahmad Basarah, terkait  keputusan Jokowi yang membatalkan pelantikan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri.
“Keputusan presiden tersebut tentu saja akan menyulitkan posisi Fraksi PDIP sebagai fraksi partai pemerintah  di DPR RI untuk membela kebijakan Presiden Jokowi soal Kapolri tersebut ketika ada fraksi-fraksi lain di DPR RI yang mengusulkan interpelasi karena memang secara nyata presiden melanggar UU Polri,” kata  Basarah, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (18/2).
Meski demikian, PDIP menghormati keputusan Presiden Joko Widodo yang telah membatalkan pelantikan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri dan mengusulkan Badroedin Haiti sebagai calon Kapolri yang baru.
“Namun demikian keputusan tersebut sangat disayangkan,” kata anggota Komisi III DPR RI itu.
Seharusnya, sebelum mengusulkan nama Badrodin Haiti sebagai calon Kapolri yang baru, Presiden Jokowi harus lebih dahulu menentukan  status hukum Budi Gunawan sebagai calon Kapolri yang sudah mendapatkan persetujuan DPR RI.
“Tidak satupun norma dalam UU Polri yang memberikan kewenangan kepada presiden jika dia tidak melantik seorang calon kapolri yang telah mendapatkan persetujuan secara resmi dari DPR RI,”
“Jika presiden mengambil langkah tersebut, maka seharusnya presiden membuat Perppu lebih dahulu yang menghadirkan norma hukum agar presiden dapat tidak melantik seorang calon kapolri yang telah disetujui DPR karena alasan tertentu,” imbuh dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Persebaya Ancam Pemain yang Tak Tingkatkan Permainan

Jakarta, Aktual.co — Tim Persebaya Surabaya mengancam akan mendepak pemain yang tak meningkatkan kemampuan permainannya selama masa latihan menghadapi Liga Super Indonesia musim 2015-2016.

“Ada beberapa pemain yang kami peringatkan jika tidak meningkatkan performanya,” ujar Pelatih Persebaya Ibnu Grahan di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (18/2).

Menurut dia, ada lima dari 30 pemain yang dimiliki Persebaya belum menunjukkan kualitasnya selama latihan, sehingga mendapat peringatan dari tim pelatih.

“Selama ini permainannya stagnan dan sudah beberapa bulan ini tak menunjukkan peningkatan. Mereka sudah kami peringati,” katanya sembari menolak menyebut lima nama pemain tersebut.

Kendati ada sejumlah pemainnya bermain di bawah keinginan, namun pelatih berlisensi kepelatihan A AFC itu mengaku lega setelah melihat peningkatan permainan sejumlah pemain lain.

Pemain seperti Ferry Ariawan, Reza Musthofa dan Agung Supriyanto diakuinya sudah banyak berkembang dibandingkan sejak kedatangan pertama kali di skuad “Bajul Ijo” awal Januari lalu.

“Sekarang sudah ada peningkatan. Kelihatan bagaimana permainan mereka di lapangan sudah ada perubahan,” tukasnya.

Sementara itu, dalam sesi latihan Rabu, sebanyak 12 pemain Persebaya absen karena alasan berbeda.

Lima pemain seperti Evan Dimas Darmono, Zulfiandi, Putu Gede Juni Antara, Ilham Udin Armaiyn dan Zaenuri masih bergabung di skuad Timnas U-23.

Sedangkan, tujuh pemain lain masing-masing Dave Mustaine, Fauzan Jamal, Bima Ragil, Dany Saputra, Hargianto, Yesaya Desnam dan Wahyu Subo Seto terpaksa istirahat karena mengalami sakit.

Mayoritas ketujuh pemain muda tersebut terserang flu berat dan harus tinggal di mess agar segera sembuh dan proses pemulihan berjalan baik.

Mengantisipasi sakitnya pemain lain, pelatih memilih tidak menggelar latihan sore hari untuk menjaga kondisi pemain agar tetap stabil, mengingat cuaca di Surabaya yang terkadang panas dan terkadang hujan.

“Tidak ada latihan sore karena sering hujan. Latihan sekali sehari sudah cukup karena cuaca kadang panas sekali dan kadang hujan sehingga rentan terserang flu,” ucap legenda hidup Persebaya yang pernah mencetak gol ke gawang AC Milan tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemensos Alokasikan Rp5,3 Triliun Untuk PKH

Jakarta, Aktual.co —   Kementerian Sosial (Kemensos) dalam APBN 2015 mendapatkan alokasi senilai Rp5,3 triliun untuk Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 3,5 juta keluarga miskin dengan bantuan tetap sebesar Rp300 ribu per tahun.

“Dari PKH ini, bagi ibu yang memiliki balita mendapat Rp1 juta per tahun, memiliki anak SMA Rp1 juta per tahun, SMP Rp800 ribu per tahun, dan memiliki anak SD Rp500 ribu per tahun,” ujar Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melalui siaran pers di Samarinda, Rabu (18/2).

Dia melanjutkan, melalui APBN-P, Kemensos menyiapkan 500 ribu penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) baru yang di dalamnya terdapat program Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang dikuatkan melalui PKH.

Sedangkan untuk keluarga miskin yang mendapatkan dua program secara terintegrasi, diharapkan dalam lima tahun sudah bisa mandiri dan lepas dari jerat kemiskinan.

Menurutnya, PKH harus terintegrasi dengan program pengentasan kemiskinan di provinsi dan kabupten/kota. Adanya keterintegrasian penanganan, maka akan mendorong penurunan jumlah warga miskin di Indonesia.

Dari 5 persen jumlah warga miskin, bisa diintervensi melalui PKH, rumah tidak layak menjadi layak huni, KKS, KIP, KIS, raskin, dan kelompok usaha bersama (Kube).

“Terintegrasinya penanganan tersebut, maka akan menjadikan 5 persen warga miskin dalam lima tahun ke depan optimis bisa diturunkan,” kata Khofifah.

Terkait dengan validasi data, lanjut dia, pada Desember lalu Kemensos telah mengirimkan compact disk (CD) untuk supporting data ke daerah. Namun daerah memahaminya lain, sehingga yang dikirim adalah penambahan data warga miskin yang baru.

Terkait dengan itu, maka validasi data 2015 bisa dilakukan melalui Musyawarah Desa (Musdes) dan Musyawarah Kelurahan (Muskel), sehingga kegiatan ini bisa menjadi pintu masuk untuk validasi data.

Dia juga mengatakan bahwa perspektif kultural terkait kemiskinan perlu disosialisasikan kepada segenap warga, yakni pola pikir harus diubah bahwa kemiskinan agar tidak menjadi kebanggaan bagi para penerima PKH, raskin, KKS, dan program lain.

“Mengubah perspektif kultur agar tidak menjadikan kemiskinan sebagai kebanggaan, merupakan wujud dari revolusi mental dan karakter bangsa,” kata Mensos.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain