16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38453

Ajukan Badrodin, JK Sebut Megawati Memahami

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Partai PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberi perhatian terhadap polemik pencalonan Kapolri.
Hal ini dikatakan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Rabu (18/2). Menurutnya, Megawati memahami segala kemungkinan yang terjadi terkait pencalonan kapolri.
“tentu, (Megawati) memberi banyak masukan, pandangan. Tapi beliau tentu sangat concern,” kata JK.
Dia menambahkan, presiden menginginkan pergantian kapolri berjalan mulus, dan selaku wakapolri, Komjen Badrodin Haiti memiliki prestasi yang baik, untuk itu naik kelas menjadi kapolri.
“Sebagai wakapolri setelah liat prestasinya baik, naik jadi kapolri,” ujar JK.

Artikel ini ditulis oleh:

Tim Independen Akan Pantau Kinerja Bekas Pengacara Century di KPK

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan tiga tokoh sebagai Pelaksana Ttugas (Plt) komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (18/2). Salah satu nama yang ditunjuk Jokowi ialah pakar hukum dari Universitas Indonesia (UI) dan juga dikenal sebagai pengacara Indriyanto Seno Adji.
Menariknya, nama tersebut pernah disebut dan diungkap oleh mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri, Susno Duaji pada 2010 sebagai pengacara dua pemegang saham pengendali Bank Century, Rafat dan Hesyam.
Saat itu, Susno berani menyebut nama Guru Besar Ilmu Hukum Pidana dari UI setelah didesak oleh anggota Panitia Khusus (Pansus) terkait kasus Bank Centry dari Fraksi Partai Demokrat (PD), Benny K Harman dalam rapat Pansus, Rabu (20/1) 2010 silam. Menurut Susno, Indriyanto membawa surat dari dua buron kasus Century, Hesyam Al-Waraq dan Rafat Ali Rizvi.
Dia juga sempat mengatakan bahwa surat yang dituliskan menggunakan bahasa Inggris itu berisi tentang kesedian Hesyam dan Rafat untuk membayar ganti rugi Bank Century. Kala itu juga, Benny meminta kepada pimpinan rapat Pansus agar memanggil Indriyanto Seno Adji.
Selain sebagai dosen di Pasca Sarjana Fakultas Hukum UI, Indriyanto juga sempat masuk ke dalam kandidat hakim konstitusi era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono pada 2008 lalu.
Dengan paparan tersebut, banyak timbul pertanyaan apakah Indriyanto seorang pimpinan KPK yang dititipkan dari salah satu pemegang kekuasaan di tanah air. Atau memang pengangkatan dirinya sebagai strategi demi menenggelamkan kasus Bank Century.
Menanggapi pertanyaan tersebut, juru bicara Tim Independen atau Tim Sembilan bentukan Jokowi, Imam Prasodjo mengatakan bahwa dirinya tidak bisa berkomentar banyak. Jikalau memang Indriyanto terbukti sebagai titipan akan sangat untuk dirinya melakukan apa yang dipertanyakan. Ia pun berjanji akan memelototi kinerja Indriyanto.
“Kita lihat karena kan KPK itu kan kepemimpinan kolektif. Seberapa jauh nanti tentu tidak ada yang sempurna dalam di dalam penunjukan. Tapi kita lihat dulu penguatan itu betul-betul terjadi di KPK ini,” jelas Imam di gedung KPK, Rabu (18/2).

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Drama APBD DKI, Giliran Sekda Lempar ‘Bola Panas’ ke DPRD

Jakarta, Aktual.co —Aksi drama saling tuding antara Pemprov DKI-DPRD DKI belum memperlihatkan tanda-tanda bakal berakhir.
Setelah sebelumnya Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sendiri yang banyak mengeluarkan serangan ke dewan, siang tadi giliran Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah yang melontarkan ‘bola panas’.
Tak tanggung-tanggung, mantan Wali Kota Jakarta Pusat itu mengeluarkan tudingan di ‘markas’ dewan sendiri, yakni di Gedung DPRD DKI. Dalam acara diskusi yang digelar Forum Koordinatoriat Wartawan Balaikota-DPRD DKI Jakarta, bertajuk “Kemelut APBD DKI Jakarta Berujung ke Mana?”.
Saat dapat giliran berbicara, Saefullah langsung saja membeberkan adanya dugaan ‘permainan’ oknum dewan di penyusunan APBD DKI 2015. 
Kata dia, Pemprov DKI sudah membahas dan membandingkan draf APBD versi mereka dengan versi DPRD DKI. Hasilnya, ditemukan perbedaan struktur anggaran. Di mana bedanya? 
“Ternyata (di APBD versi DPRD) sistemnya tiap item ‘dikerok’ 10 persen dari nomer satu sampai tujuh ribuan sekian,” beber dia.
Adanya pemotongan anggaran tanpa alasan jelas inilah, ujar dia, yang membuat Pemprov DKI ketakutan. Karena jelas akan mengganggu program-program pembangunan yang sudah direncanakan rapih.
“Rencana seperti pembangunan puskesmas, sekolah, jembatan atau jalan tetap berlubang, dan tidak jadi dikerjakan akibat adanya pemotongan 10 persen. Tentu ini mengganggu program yang sudah dirancang,” ungkapnya.
Ketakutan Pemprov DKI, kata dia, dikuatkan dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai ‘anggaran siluman’ di APBD 2014.
“Karena itulah, berdasarkan evaluasi-evaluasi itu kita (Pemprov DKI) pakai e-budgeting,” ucap dia.
Entah apa yang ada di pikiran Wakil Ketua DPRD M Taufik, dan Anggota Badan Anggaran DPRD DKI Fahmi Zulfikar Hasibuan yang ikut hadir di acara tersebut saat mendengar tudingan serius Saefullah.
Sebelumnya, persoalan adanya e-budgeting di APBD DKI pula yang membuat Pemprov DKI dan DPRD berseteru. Ulah Ahok yang menyertakan e-budgeting tanpa meminta persetujuan dewan lebih dulu dianggap sebagai bentuk pelanggaran konstitusi. Yang berujung pada rencana penggunaan hak angket oleh dewan ke Ahok. Bahkan wacana pemakzulan Ahok juga sudah disebut-sebut.
Sedangkan Ahok juga sama panasnya. Dia balik menuding DPRD sengaja mempermasalahkan e-budgeting, lantaran takut ‘permainannya’ di APBD terungkap. Pasalnya Ahok mengatakan temukan adanya anggaran siluman hingga Rp8,8 triliun di APBD 2015 saat diteliti lewat e-budgeting. Bahkan dia balik menantang dewan untuk menggunakan hak interpelasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Pasca Ditunjuk Jokowi, Johan: Kerjasama KPK dan Polri Mesti Ditingkatkan

Jakarta, Aktual.co — Pelaksana Tugas (Plt) Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi, menilai kordinasi antara institusinya dengan Kepolisian Republik (Polri) mesti ditingkatkan kembali. Terutama, sambung Johan dibidang pencegahan.
Demikian disampaikan Johan pasca ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Plt KPK, di Jakarta, Rabu (18/2).
“Atas kerja sama dengan Polri kan kita di bidang pencegahan sudah berhasil menyelamatkan ribuan triliun uang negara. Kerja sama seperti itu yang harus kami upayakan lagi,” ujar Johan.
Sementara itu, Johan pun menyatakan segera pihaknya akan melakukan kordinasi internal dengan para Plt KPK lain.
“Setelah pertemuan dengan Plt lainnya itu saya akan bahas langkah-langkah yang akan dilakukan,” kata Johan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kemelut APBD DKI, Kemendagri: ‘Mbok Ya Dirembuk To Mas’

Jakarta, Aktual.co —Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memilih bersikap netral atas kemelut antara Pemprov DKI dan DPRD DKI terkait APBD DKI 2015. 
Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri, Reydonnyzar Moenek mengatakan Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kemendagri tidak boleh ikut campur dalam urusan rumah tangga daerah.
Untuk mencari solusi, dia menyarankan kedua belah pihak mengedepankan komunikasi. 
“Saya menawarkan konsep membangun komunikasi. Inikan masalah rumah tangga antara DPRD dan Gubernur DKI,” kata Donny dalam diskusi bertajuk “Kemelut APBD DKI Jakarta Berujung ke Mana?”, di DPRD DKI, Jakarta, Rabu (18/2).
Saat didesak apa langkah yang dilakukan Kemendagri jika komunikasi di antara kedua belah pihak ternyata mandek, Donny berseloroh dalam bahasa Jawa,”Ono rembuk, mbo yo dirembuk to mas (ada obrolan, coba diobrolkan lagi mas-red),” selorohnya. 
Kata dia, proses berliku APBD DKI sebenarnya tinggal sedikit lagi jelang rampung. Permintaan Kemendagri agar Pemprov DKI mengembalikan draf APBD dengan perbaikan di beberapa poin juga sudah selesai. “Tinggal persamaan persepsi saja antara dewan dengan gubernur, itu saja,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Menteri ESDM: Jaringan Gas Seluruh Indonesia Terkoneksi 2020

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menargetkan jaringan gas ke seluruh Indonesia terkoneksi dalam waktu lima tahun ke depan (2020), demi menyukseskan konversi bahan bakar minyak ke gas.

“Dalam lima tahun, gimana caranya mengoneksi seluruh Nusantara,” kata Menteri ESDM Sudirman Said di Batam, Kepri, Rabu (18/2).

Kesimpulan itu didapatkan setelah Menteri ESDM mendapatkan penjelasan rencana pembangunan infrastruktur dari jajaran petinggi Perusahaan Gas Negara Jaringan infrastruktur gas ke seluruh Indonesia dilakukan melalui pembangunan pipa darat dan jalur laut menggunakan pipa dan kapal-kapal pembawa CNG dan LNG. “Itu jadi fokus kami ke depan,” kata dia.

Menteri mengaku senang dengan penjelasan yang diberikan PGN, karena perencanaannya sudah disusun dengan baik. Selanjutnya, Menteri meminta agar PGN bersinergi dengan Pertamina untuk menentukan pembagian pengerjaan pembangunan infrastruktur jaringan gas ke seluruh Indonesia. “Tinggal rekonsiliasi dengan Pertamina, apa yang mau dikerjakan Pertamina dan PGN,” ujar Menteri.

Menteri ESDM memang menginginkan agar pembangunan infrastruktur jaringan gas nasional dilakukan oleh pihak swasta. Sedangkan pemerintah hanya akan memberikan dorongan agar investasi berjalan baik. Menurut Menteri, pembangunan akan lebih efisien bila dilakukan pihak swasta, karena memiliki perhitungan sendiri. “Sepanjang secara komersial bisa dikerjakan korporasi dikerjakan korporasi, berikan kesempatan korporasi untuk masuk. Sehingga uang APBN bisa digunakan sebagai dana stimulan,” tutur dia.

Di tempat yang sama, Sekretaris Perusahaan PGN Heri Yusup mengatakan target memasang koneksi jaringan gas ke seluruh Indonesia dalam lima tahun bukan hanya tugas PGN. “Itu bukan hanya PGN, masing-masing punya peranan,” ucap dia.

Namun, PGN berharap bisa melaksanakan tugas itu bila pemerintah memberikan kepercayaan kepada BUMN itu untuk membangun infrastruktur. Sampai saat ini, PGN memegang peranan besar dalam pembangunan infrastruktur jaringan gas. Hampir 70 persen jaringan pipa yang terbangun di seluruh Indonesia dibangun PGN.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain