Jakarta, Aktual.co — Novel yang rencananya akan diangkat ke layar lebar yang berjudul ‘Bulan di Langit Amerika’ ini ditulis oleh Hanum Salsabiela Rais. Sebelumnya penulis novel itu juga sukses dengan bukunya yang juga difilmkan yang berjudul ’99 Cahaya di Langit Eropa’.
“Bukunya masih menceritakan tentang jejak-jejak peradaban Islam yang dimana dipresentasikan oleh petualangan Hanum dan Rangga,” ungkap Hanum kepada Aktual.co, Rabu (18/2), di Pacific Place, Jakarta.
Penulis ‘99 Cahaya di Langit Eropa’ ini kembali menuturkan, bahwa kisah petualangan Hanum dan Rangga dalam ‘99 Cahaya di Langit Eropa’ berlanjut hingga Amerika Serikat.
Kini mereka diberi dua misi berbeda. Namun, Tuhan YME menggariskan mereka untuk menceritakan kisah yang dimohonkan Rembulan lebih ketimbang sekadar misi. Tugas mereka kali ini akan menyatukan belahan Bulan yang terpisah. Tugas yang menyerukan, bahwa tanpa Islam, dunia akan haus akan kedamaian.
“Sebetulnya cerita ini lebih menuju ke bagaimana mendekatkan kembali Islam dan Amerika, lebih mengenalkan lagi sejarah-sejarah Islam di dunia barat,” bebernya.
Buku setebal 329 halaman ini membahas tentang Al Quran yang dimiliki oleh Thomas Jefferson (Bapak Deklarator Amerika Serikat) yang selama ini disimpan di dalam Perpustakaan Kongres Amerika Serikat, hingga Misteri patung Muhammad SAW yang dijadikan ‘Patron Keadilan’.
Tak hanya itu, ‘Bulan Terbelah di Langit Amerika’ yang berlatar belakang tragedi 11 September ini juga menguak sisi kemanusiaan yang terlantar akibat kecurigaan dan prasangka antar manusia yang dikemas dalam jalinan cerita yang mengandung unsur emosional.
Artikel ini ditulis oleh: