SBY Diuntungkan Penunjukan Plt KPK, Agus Hermanto : Jangan Suudzon
Jakarta, Aktual.co — Penunjukan pelaksana tugas (Plt) mengisi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi oleh Presiden Jokowi untuk mengisi kekosongan pasca diberhentikan sementara Abraham Samad dan Bambang Widjajanto dari jabatannya.
Wakil ketua DPR RI asal fraksi Partai Demokrat, Agus Hermanto membantah jika mantan presiden SBY merupakan pihak yang paling diuntungkan dengan penunjukan Plt tersebut.
Hal itu menyusul masuknya nama Taufiqurrahman Ruki, mantan ketua KPK di rezim SBY dan Indiarto Seno Adjie, selaku pengacara kasus Century.
“Tidaklah, jangan suudzhon dong, inikan untuk mengisi kekurangan KPK saja dengan mengajukan nama itu,” kata Agus kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (18/2).
Menurut dia, penunjukkan Taufiqurrahman Ruki dan Indiarto Senoaji sebagai pimpinan KPK lantaran memang Jokowi melihat keduanya sosok yang paling cocok untuk menduduki posisi tersebut.
“Kalau saya lihat pribadi, pak Jokowi ini ingin kelangsungan yang sustainable (berkesinambungan), pak Ruki kan mantan pimpinan KPK, dia juga dari Polri jadi cocok untuk menjembatani hubungan kedua lembaga yang sekarang sedang panas, sedangkan pak Indeati kan betul-betul profesional,” serunya.
Masih kata Agus juga enggan menjawab apakah SBY ada komunikasi dengan presiden Jokowi terkait penunjukkan nama-nama ini.
“Ya mungkin minta petuah saja, tapi tentunya nama inikan atas pertimbangan dari tim 9 (independent) walaupun mereka gak pakai Keppres dan mungkin juga dari partai pendukung, jadi jangan suudzhon,” pungkas Wakil Ketua Umum DPP Demokrat itu.
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang
















