8 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38508

BPS: Papua Provinsi Tersulit Secara Geografis

Jakarta, Aktual.co — Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2014 mengenai dana desa, salah satu komponen yang digunakan untuk alokasi dana tersebut adalah dengan Indeks Kesulitan Geografis (IKG) desa. Semakin tinggi IKG menunjukkan tingkat kesulitan geografis yang semakin tinggi.

“IKG terendah sebesar 6,83 berada di Desa Sudagaran, Jawa Tengah. Sedangkan IKG tertinggi sebesar 97,89 berada di Desa Dorera, Papua,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin di kantor BPS Jakarta, Senin (16/2)

Lebih lanjut dikatakan dia, nilai tengah IKG desa secara nasional adalah 40,91. Selain Papua, provinsi yang memiliki IKG tertinggi selanjutnya yaitu Provinsi Papua Barat, dengan nilai IKG 96,02.

“Untuk provinsi dengan IKG terendah pertama yaitu DI Yogyakarta, dengan nilai sebesar 48,17. Dan selanjutnya adalah Bali, dengan nilai IKG sebesar 58,60,” pungkasnya.

Untuk diketahui, IKG merupakan indeks komposit yang mempunyai skala 0-100 yang dibentuk oleh tiga komponen, yaitu ketersediaan pelayanan dasar, kondisi infrastruktur, dan aksesibilitas/transportasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pasca Putusan Praperadilan, Tak Hentikan Turbulensi Terhadap Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Peneliti Indonesia Public Institute, Karyono Wibowo, mengatakan Pasca putusan praperadilan permohonan Budi Gunawan yang dikabulkan oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, bukan berarti menghentikan turbulensi terhadap Presiden Jokowi.
Pasalnya, putusan hakim yang mengabulkan sebagian materi permohonan gugatan Budi Gunawan akan menimbulkan reaksi dari sejumlah pihak, terutama dari pihak KPK dan sebagian elemen masyarakat yang tidak menerima hasil putusan praperadilan.
“Pasca putusan praperadilan tersebut bahkan bisa memicu aksi protes yang lebih luas di sejumlah daerah. Bahkan saat ini sudah terjadi aksi pro dan kontra dari sejumlah elemen masyarakat dalam menyikapi hasil putusan praperadilan,” ujar Karyono, Senin (16/2).
Menurutnya, suhu politik pasca putusan praperadilan bisa berpotensi menaikkan eskalasi politik kian memanas. Namun, semua pihak harus menghormati proses hukum.
“yang perlu diwaspadai dalam situasi seperti ini adalah kemungkinan adanya pihak-pihak yang memancing di air keruh dengan memanfaatkan situasi ini,” katanya.
Karyono mengimbau semua pihak untuk menyikapi masalah ini dengan jernih dengan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan individu dan golongan.
Selain itu, sudah saatnya sistem presidensial ditegakkan sesuai dengan perintah konstitusi.
“Siapapun presidennya akan berada pada posisi yang sulit jika dihadapkan pada situasi seperti ini.”

Artikel ini ditulis oleh:

Diteror, Supriansyah: Sekali Saya Berkata, Susah Saya Untuk Dibujuk

Jakarta, Aktual.co — Pemilik unit Apartemen Capitol Residence SCBD, Supriansyah, mengungkapkan jika dirinya sempat diteror dan dikatakan tidak loyal kepada teman, menyusul keterangannya soal  pertemuan yang dilakukan Abraham Samad dengan sejumlah elit politik PDIP di unit apartemen miliknya.
“Banyak yang ancam saya, kenapa tidak mesti berbohong? Saya sedih, saya berada diantara dua pilihan berat. Ini disisi lain kawan, tapi saya harus tahu persis untuk berkata benar,” kata Supriansyah, saat memberikan keterangan dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU), di Ruang Rapat Komisi III, Gedung DPR RI, Senayan, Senin (16/2).
Lebih lanjut, Supriansyah mengaku dianggap oleh berbagai pihak tidak loyal dengan teman yang sama-sama sederhana.
“Saya sebagai orang bugis ‘sekali saya berkata susah saya untuk dibujuk’. Saya berhadapan dengan penyidik polri, saya katakan sejujurnya kepada polisi. Bahwa isi pertemuan itu tidak tahu apa-apa, tetapi pertemuan itu ada. Ini saya dicaci seakan-akan saya mengkhianati teman. Posisi saya hari ini dianggap tidak loyal terhadap pertemanan,” keluhnya.
Lebih jauh, Supriyansah menyindir, setelah ini dirinya akan berbohong tentang apa yang diketahuinya.
“Saya terima (saat ini dianggap tidak loyal), tapi ijinkan saya berkata benar kali ini. Besok-besok ijinkan saya untuk mempertimbangkan berbohong,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

2 Drama Korea Populer dengan Rating Tertinggi Tayang di Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Bagi Anda pecinta Drama Korea, sejak tanggal 14 Februari yang lalu, Drama Korea ‘Gu Family Book’ yang diperankan oleh aktor Lee Seung Gi dan Bae Suzy ini tayang di Indosiar pada pukul 00.00 WIB, setiap hari Senin hingga Minggu.

Seperti yang kita ketahui, rating film kisah Cinta ‘Choi Kang Chi’ (Lee Seung Gi) & ‘Dam Yeo Wol’ (Bae Suzy) tersebut mendapat posisi paling tinggi di negeri asalnya, Korea Selatan, dimana film ini mengisahkan percintaan antara setengah manusia dan manusia seutuhnya.

Choi Kang Chi harus menerima bahwa dirinya adalah anak dari darah sang Ayah yang bukan manusia, melainkan penjaga suci di sebuah gunung yang bertemu dan jatuh cinta pada sang ibu yang manusia seutuhnya.

Choi Kang Chi harus bisa menemukan buku ‘Gu’ agar bisa menjadi manusia seutuhnya dan hidup bersama selamanya bersama Dam Yeo Wol. Tapi, akankah Choi Kang Chi dan Dam Yeo Wol dapat melaluinya?

Selain ‘Gu Family Book’, Drama Korea pertama yang diperankan oleh Lee Seung Gi pada tahun 2009 yang berjudul ‘Brillian Legacy’ ini juga tayang kembali di RTV sejak Rabu, (11/2) dari Senin-Jumat, pukul 08.00-09.30 WIB.

Untuk diketahui, peran Lee Seung Gi dalam Drama Korea pertamanya ini berbeda dengan peran ‘Gu Family Book’. Lee Seung Gi yang berperan sebagai Sunwoo Hwan berkarakter sebagai pria tampan yang sombong karena dibesarkan oleh sang nenek yang kaya raya.

Berbeda dengan Go Eun Sung, wanita sederhana yang kehidupannya tanpa kehadiran seorang ibu.

Sunwoo Hwan dan Go Eun Sung bertemu saat mereka dalam perjalanan ke Korea dengan tertukarnya tas mereka. Dari sanalah kesalahpahaman dan percintaan muncul diantara mereka.

Kedua Drama Korea, Lee Seungi Gi tersebut adalah Drama Korea teratas dan paling tinggi ratingnya di ‘’Negeri Gingseng’.

Artikel ini ditulis oleh:

REI Berharap Perbankan Kucurkan KPR Sektor Informal

Jakarta, Aktual.co — Realestate Indonesia berharap Otoritas Jasa Keuangan membuat kebijakan yang mengarahkan perbankan untuk menyalurkan kredit pemilikan rumah ke pengusaha sektor informal untuk semakin memperbesar serapan rumah sederhana.

“Potensi sektor informal cukup besar di Indonesia termasuk di Sumut. Kalau dewasa ini, perbankan sudah mulai mengucurkan kredit permodalan dan investasi ke pengusaha informal, diharapkan diperluas ke KPR,” kata Ketua REI Sumut Umar Husein di Medan, Senin (16/2).

Kebijakan perluasan kredit ke KPR sektor informal itu dinilai penting untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dimana Pemerintahan Presiden Joko Widodo tahun ini juga menargetkan bisa membangun satu juta unit rumah sederhana atau rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dia menegaskan, pengucuran KPR itu bisa dilakukan perbankan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota atau dinas/lembaga yang membawahi atau membina sektor informal itu. Kemungkinan pengucuran KPR oleh perbankan itu, katanya, semakin memungkinkan, karena sejak tahun ini, izin dan pembinaan lembaga keuangan mikro (LKM) berada di bawah otoritas jasa keuangan (OJK).

Kepala OJK Regional 5 Sumatera, Ahmad Soekro Tratmono mengakui, mulai tahun ini pengawasan lembaga keuangan mikro sudah berada di OJK. Adapun hingga Desember 2014, jumlah lembaga keuangan mikro di Sumatera yang sudah terdata masih 906 unit. “OJK bekerja sama dengan perbankan dan pemerintah daerah masih terus melakukan inventarisasi LKM,” kata Ahmad Soekro Tratmono.

Menurut Ahmad Soekro, tidak tertutup penyaluran KPR bisa dilakukan ke LKM termasuk ke sektor informal. “Tentunya memang harus dicari dulu dan ditetapkan kebijakan yang tepat untuk skema KPR ke sektor informal itu,” katanya.

Data menujukkan, KPR di perbankan Sumut terus naik setiap tahun meski diakui masih terbesar untuk rumah menengah ke atas. Pada Desember 2013, KPR perbankan Sumut sebesar Rp12,85 triliun.

Artikel ini ditulis oleh:

Pro vs Kontra di Netizen terhadap Hakim Menangkan Praperadilan BG

Jakarta, Aktual.co — Putusan praperadilan yang memenangkan Komjen Pol Budi Gunawan yang diputuskan oleh hakim tunggal Sarpin Rizaldi mendapat kecaman keras dari pengguna media sosial.
Hal tersebut dapat dijumpai pada time line twitter, facebook dan path. Bahkan para netizen ini menyebut hari Senin (16/2) sebagai hari koruptor nasional.
Nampak juga dibeberapa media kecaman keras terhadap foto-foto Sarpin yang diunggah oleh netizen di Indonesia. 
Mereka memberikan komentarnya tentang apa yang diputuskan Sarpin hari ini, yang memenangkan Komjen BG.
Namun demikian ada juga netizen yang pro dengan keputusan hakim tunggal praperadilan tersebut, mereka meminta Komjen BG segera dilantik.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain