14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38527

Seorang Warga Aceh Diculik Orang Bersenjata

Banda Aceh, Aktual.co — Kelompok bersenjata api pada Minggu (15/2) sekitar pukul 22.00 WIB dilaporkan menculik seorang warga, Maulidin alias Makwo (24) warga Desa Geulumpang Sulu Barat, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Kabar penculikan itu beredar di kalangan wartawan di Aceh pada Senin (16/2). Informasi yang dihimpun Aktual.co menyebutkan, kronologis penculikan itu pada malam kejadian Maulidin bersama teman-temannya sedang duduk di warung kopi milik Hamdani di desa setempat.

Tiba-tiba dua pemuda menghampiri Maulidin. Mereka menggunakan mobil Avanza warna silver. Saat turun keduanya membawa dua senjata laras panjang jenis AK47 sebanyak dua pucuk dan sempat melepaskan tembakan sebanyak dua kali.

Setelah mengambil Maulidin, pelaku langsung tancap gas ke arah Selatan, Aceh Utara. Kapolres Lhokseumawe AKBP Cahyu Hutomo membenarkan kejadian itu. Pihaknya, sambung Kapolres telah menghubungi keluarga korban untuk meminta informasi awal.

“Motifnya belum diketahui. Tim sedang bekerja untuk menyelidiki dan mengusut kasus itu,” ujarnya. Ditambahkan, pelaku mengenakan sebo atau kain penutup wajah.

“Kita belum tahu siapa yang bermain. Sampai saat ini belum ada permintaan apa pun dari pelaku,” ujar Kapolres. Disebutkan, pihaknya terus menyelidiki kasus tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

‘Perayaan’ Kekalahan KPK di Praperadilan

Jakarta, Aktual.co — Bukan introspeksi diri karena keputusannya dinyatakan tidak sah oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Komisi Pemberntasan Korupsi malah seakan merayakan kekalahan tersebut. Hal itu terlihat dari beberapa acara yang digelar di gedung KPK, Senin (16/2). Atraksi kuda lumping, tarian daerah tradisonal, penyanyi jalanan yang dilengkapi dengan pengeras suara, melantangkan lagu-lagu pengiring, ramai menghiasi KPK sejak pukul 16.30 WIB hingga selepas adzan maghrib.
Meskipun diselingi dengan sedikit berorasi terkait pemberantasan korupsi di tanah air, yang terdengar dan terlihat dari jalan Rasuna Said adalah sebuah kemeriahan yang sedang terjadi di KPK. Canda tawa, tepuk tangan, senyum sumringah para masyarakat yang hadir seperti menghilangkan kekecewaan terhadap hasil putusan praperadilan.
Entah apa yang dipikir oleh komisioner KPK, namun hal itu menggugah hati kecil bagi setiap orang yang memikirkan apakah maksud dan tujuan dari acara tersebut. Walaupun Abraham Samad Cs berpikir ada ketidakwajaran pada putusan praperadilan. Tapi, bukan berarti tidak ada hal positif yang bisa diambil oleh lembaga ‘super bodu’ itu.
Begitu juga dengan apa yang dilakukan oleh Wakil Ketua KPK nonaktif, Bambang Widjojanto. Beberapa waktu lalu dia masih sempat berbicara mewakili institusi tempatnya bernaung. Namun, hari ini, Senin (16/) pada jam yang seharusnya dia bekerja, BW malah asik hadir menjadi pembicara di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di bilangan Cempaka Putih, Jakarta, di hari yang sama setelah pembacaan putusan praperadilan.
Jika memang situasi ini dikatakan sebagai “darurat pemberantasan korupsi”, tidak sewajarnya lembaga anti rasuah itu menggelar acara yang sedemikan rupa meriah. Begitu juga dengan apa yang dilakukan oleh BW. Seharusnya dia bersama-sama pimpinan mempelajari putusan tersebut, seperti yang diungkapkan oleh Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi SP.
Johan mengatakan, jika pihaknya akan mempelajari lebih dalam putusan praperadilan Komjen BG. Hal tersebut dilakukan untuk menentukan apakah KPK akan menindaklajuti putusan praperadilan, menerima atau ada langkah hukum selanjutnya. “Baru saja pimpinan lengkap bersama dengan tim Biro Hukum, struktural dan penyidik rapat menyikapi. Harus dilihat dari aspek yang lebih dalam, KPK perlu waktu untuk mempelajari putusan praperadilan,” papar Johan di gedung KPK.
Seperti diketahui, dalam proses pembacaan putusan praperadilan, hakim Sarpin Rizaldi menyatakan bahwa penetapan status tersangka oleh KPK terhadap BG, tidak melalui prosedur sesuai dengan hukum yang berlaku. Alhasil, status tersangka yang disematkan kepada BG dinyatakan tidak sah.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Tono Benarkan Kemenpora Akan Fasilitasi Surat Kesepakatan

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Tono Suratman, membenarkan bahwa, Kemenpora akan memfasilitasi surat kesepakatan antara KONI dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

“Semua ini difasilitasi Kemenpora melalui Sesmenpora dan Pak Gatot,” kata Tono usai pertemuan di gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (16/2).

Kesepakatan ini dilakukan sebagai langkah menjawab pertanyaan dari Komite Olimpiade Internasiional (IOC), terkait dengan logo lima ring yang digunakan oleh KONI.

“Draft surat sudah dibuat, mudah-mudahan kesepakatan ini bisa dikirim ke OCA,” ungkap Tono Suratman.

Kesepakatan ini dilakukan sebagai sarana untuk mencari solusi dari “sengketa” penggunaan logo lima ring yang dipermasalahkan oleh IOC dan Komite Olimpiade Asia (OCA).

Jika kesepakatan tersebut menemukan jalan buntu, maka bisa dipastikan Indonesia gagal menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asian Games 2018.

Artikel ini ditulis oleh:

Investasi Asing Langsung ke Tiongkok Melonjak 29,4 Persen

Jakarta, Aktual.co —  Investasi asing langsung (FDI) ke Tiongkok mengalami percepatan pada Januari 2015. Data pemerintah menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan di luar negeri memompa lebih banyak uang ke sektor jasa di negara itu karena industri manufaktur melambat.

Kementerian Perdagangan Tiongkok mencatatkan investasi yang masuk naik 29,4 persen tahun-ke-tahun menjadi 13,9 miliar dolar AS, kenaikan terbesar selama empat tahun. Angka ini juga sedikit naik dari Desember 13,3 miliar dolar AS. Namun, para analis mengaitkan lonjakan bulan lalu dengan waktu Tahun Baru Imlek, yang tahun lalu jatuh pada 31 Januari, sementara liburan tahun ini dimulai pada 19 Februari.

Data Senin (16/2) menunjukkan perusahaan asing meningkatkan investasi di sektor jasa karena industri manufaktur Tiongkok melambat.

Sektor jasa menarik 9,2 miliar dolar AS dalam FDI, meningkat dari 45,1 persen pada tahun sebelumnya, mencapai 66 persen dari total FDI.

Aktivitas manufaktur Tiongkok mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun pada Januari, menandakan tekanan lebih lanjut terhadap ekonomi terbesar kedua dunia itu.

Indeks Pembelian Manajer (PMI) resmi yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional (NBS) mencapai 49,8 pada bulan lalu, turun dari rekor 50,1 pada Desember.

Shen Danyang, juru bicara kementerian perdagangan, mengatakan ia berharap investasi langsung asing tumbuh stabil pada 2015.

Penurunan jumlah pabrik-pabrik Jepang karena penyesuaian bisnis normal daripada penarikan besar-besaran, ia menambahkan.

Hubungan antara kedua negara telah mendingin dalam beberapa tahun terakhir, terutama atas sengketa teritorial.

Sementara investasi langsung ke luar negeri (ODI) atau investasi langsung Tiongkok di luar negeri naik 40,6 persen menjadi 10,2 miliar dolar AS.

Tiongkok menarik total FDI senilai 119,6 miliar dolar AS pada 2014, sementara ODI melonjak menjadi 102,9 miliar dolar AS. Kedua ODI maupun FDI mengecualikan sektor keuangan.

Pihak berwenang Tiongkok berada di tengah-tengah penyelidikan luas atas praktek monopoli, harga dan kegiatan lainnya dari perusahaan-perusahaan asing.

Penyelidikan difokuskan pada sektor mulai dari manufaktur mobil dan obat-obatan hingga susu bayi, yang memicu kekhawatiran Beijing menargetkan mereka, sebuah tuduhan yang kementerian perdagangan telah berulang kali membantahnya.

Tiongkok sebagai tujuan investasi juga telah menurun dalam beberapa tahun terakhir karena meningkatnya biaya tenaga kerja dan lahan serta persaingan dari negara-negara Asia Tenggara seperti Vietnam.

Para pejabat juga menyalahkan faktor negara sumber, seperti Washington yang mendorong pemindahan produksi industri kembali ke Amerika Serikat.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Sambut Perayaan Imlek, Tri Dharma Pekalongan Gelar Kegiatan Sosial

Jakarta, Aktual.co —  Umat Tri Dharma Kota Pekalongan, Jawa Tengah, akan menyiapkan sejumlah kegiatan untuk menyambut perayaan Tahun Baru Cina 2566, pada 19 Februari 2015.

Wakil Seksi Ritual Klenteng Pho An Thian Kota Pekalongan, Peter Go di Pekalongan, Senin (16/2), mengatakan bahwa selain itu, umat Tri Dharma juga sudah melakukan kegiatan keagamaan dan sejumlah kegiatan sosial.

“Adapun setelah satu minggu kegiatan perayaan Imlek atau tanggal 26 Februari mendatang, umat Tri Dharma akan melakukan sembayang ucapan syukur kepada Tuhan,” katanya.

Ia mengatakan pada perayaan Tahun Baru 2566, umat Tri Dharma kembali akan menggelar kirab delapan patung dewa atau tepatnya pada 4 Maret mendatang.

“Kirab delapan patung dewa akan dilakukan bertepatan dengan hari ke-15 Imlek atau yang disebut dengan perayaan ‘Cap Gomeh’,” katanya.

Menurut dia, delapan patung dewa yang akan dikirab meliputi, Dewa Pertanian, Dewi Welas Asih, Dewa Bumi, Dewa Keadilan, Dewa Perdagangan, Dewi Laut, dan Dewa Anak-anak.

“Kegiatan tradisi Cap Gomeh dengan sajian lontong opor juga akan dilakukan pada 5 Maret mendatang. Seluruh umat Tri Dharma dan masyarakat umum boleh juga menghadiri acara tersebut yang akan dilaksanakan di Klenteng Pho An Thian,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenpora Akan Fasilitasi Surat Kesepakatan KONI-KOI

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Pemuda dan Olahraga akan memfasilitasi surat kesepakatan yang dibuat antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Dikatakan juru bicara Kemenpora, Gatot S. Dewa Broti, fasilitas tersebut sebagai tindak lanjut untuk menanggapi peringatan dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) terkait logo lima ring yang digunakan oleh KONI.

“Kami sudah berbicara dengan pihak KONI dan KOI, dan keduanya sepakat akan mengikuti apa kata pemerintah sejauh mereka diajak konsultasi,” kata Gatot Dewa Broto di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (16/2).

“Selanjutnya kami buat konsep surat dan disampaikan pada KONI lalu KOI. Kami buat dengan hati-hati jangan sampai surat kesepakatan tersebut melalui menteri dilecehkan oleh IOC,” katanya menambahkan.

Gatot yang juga menjabat sebagai Deputi V Kemenpora itu mengatakan, sebelumnya Kemenpora menawarkan pada KONI dan KOI untuk membuat kesepakatan internal, kemudian melaporkan pada Kemenpora, sehingga saat penulisan surat dari Pemerintah Indonesia kepada IOC adalah berdasarkan kesepakatan dari kedua lembaga tersebut.

Namun ternyata, KONI dan KOI pun menyerahkan kepada Pemerintah untuk mencari solusi terbaik dalam menanggapi surat dari IOC pada 27 Januari 2015 dengan tembusan ke Dewan Olimpiade Asia (OCA) terkait larangan penggunaan logo lima ring oleh KONI.

Kemenpora selanjutnya akan mengirim konsep surat yang ditujukan ke IOC kepada KONI terlebih dahulu mengingat masalah lima ring berada di bawah payung KONI.

“Konsep suratnya akan disusun Pemerintah tapi dengan konsultasi bersama KONI dan KOI. Jangan sampai setelah surat ditanggapi KONI tidak sesuai dengan keinginan IOC dan KOI,” kata Gatot.

Gatot mengungkapkan isi surat kesepakatan yang dikirim ke IOC menyangkut tiga hal, yakni pernyataan pemberitahuan tentang surat yang dikirim pihak IOC pada 27 Januari 2015, yang kedua adalah pemerintah menanggapi masalah penggunaan lima ring dengan serius, dan ketiga adalah penjabaran langkah yang dilakukan pemerintah sebagai tindak lanjut masalah lima ring.

Rencananya Kemenpora akan mengirim konsep surat tersebut kepada KONI pada akhir pekan ini, namun waktu pengiriman surat ke pihak IOC belum bisa dipastikan mengingat surat tersebut harus dibuat dengan kehati-hatian agar tidak terjadi kesalahpahaman antara KONI, KOI, dan IOC.

“Di surat IOC tidak ada batas waktu kapan Indonesia harus menyelesaikan masalah lima ring. Kami harap “one delivery letter” bisa menyelesaikan semua masalah,” kata Gatot menambahkan.

Dalam pertemuan tersebut, KONI dan KOI dijadwalkan membuat nota kesepahaman bersama (MOU) terkait penggunaan logo lima ring, namun tidak ada penandatanganan dari kedua belah pihak.

Kemenpora bersama KONI dan KOI lebih berfokus mencari jalan keluar untuk menanggapi surat yang dilayangkan oleh IOC.

Ketua Umum KOI Rita Subowo bersama dengan Ade Lukman dan Rani datang dalam pertemuan tersebut, sedangkan dari pihak KONI, antara lain Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman, K. Inugroho dan Robert Inkiriwang.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain