21 April 2026
Beranda blog Halaman 38570

Sebanyak 220 Warga Kristen Suriah Diculik ISIS

Jakarta, Aktual.co —Lembaga pemantau HAM, Syrian Observatory mengatakan bahwa setidaknya 220 warga Kristen Suriah telah diculik oleh kelompok militan ISIS selama serangan tiga hri di desa Kristen Asiria, seperti yang dilansir CNN. Data yang dikeluarkan pada Kamis (26/2) itu menunjukkan peningkatan dari jumlah yang sebelumnya dikeluarkan oleh kelompok Kristen Suriah yang mengatakan sebanyak 150 warga Kristen Suriah diculik oleh ISIS.

Syrian Observatory sebelumnya juga pernah mengeluarkan data bahwa 90 orang diculik oleh ISIS ketika melancarkan serangan fajar di sepuluh desa yang dihuni minoritas Kristen di sekitar Hasaka, Suriah. Para pendukung ISIS mem-posting foto secara daring yang memuat anggota ISIS menggunakan pakaian kamuflase, melihat peta dan menembakkan senapan mesin. Foto-foto itu disebut diambil di Tel Tamr, sebuah kota di dekat tempat yang menurut Syrian Observatory terjadi penculikan.

Banyak orang Kristen Asiria telah beremigrasi sejak konflik Suriah berkecemuk empat tahun lalu, menewaskan lebih dari 200 ribu orang. Sebelum kedatangan kaum Kurdi dan suku nomaden Arab pada akhir abad ke-19, orang-orang Kristen merupakan mayoritas di daerah Jazeera Suriah, yang meliputi daerah Hasaka.

Perancis tetap Hormati Hukum Indonesia

Jakarta, Aktual.co —Penolakan eksekusi mati terhadap sejumlah terpidana mati kasus narkoba di Indonesia mendapat kecaman dari berbagai negara. Tak hanya Australia dan Brasil, warga Perancis juga menentang hukuman mati terhadap warganya yang terseret kasus narkoba di Indonesia. “Perancis menentang hukuman mati di mana saja dan dalam keadaan apapun,” ujar Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Corinne Breuze, dalam jumpa pers di Kedutaan Besar Perancis di Jakarta, Kamis (26/2).

Menurut penuturan Breuze, Perancis sendiri telah menghapuskan hukuman mati sejak 1981. Sejak saat itu, tidak ada warga negara Perancis yang dieksekusi mati di manapun. “Sudah 40 tahun tidak ada warga Perancis yang dieksekusi mati. Oleh karena itu, situasi ini menimbulkan keresahan mendalam di tengah masyarakat,” tutur Breuze. Kendati demikian, Breuze menekankan bahwa Perancis menghormati hukum yang berlaku di Indonesia. “Perancis mendukung warganya secara moral dan yakin upaya PK dan proses pemeriksaan akan berjalan seadil-adilnya,” kata Breuze.

Nama salah satu warga Perancis, Serge Atlaoui, masuk dalam daftar yang akan dieksekusi mati terkait kasus narkoba. Serge diringkus pada 2005 silam karena terlibat dalam aktivitas pabrik ekstasi di Cikende, Banten, sebagai teknisi mesin. Setelah menjalani proses peradilan, Serge akhirnya divonis hukuman mati pada 2007. Senasib dengan beberapa terpidana mati lain, grasi yang diajukan Serge kepada Presiden Joko Widodo juga ditolak pada Januari lalu.

Namun, kuasa hukum Serge, Nancy Yuliana, mengatakan bahwa itu bukan berarti upaya hukum selanjutnya tidak dapat dijalani. Akhirnya, tim kuasa hukum mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Tangerang pada 10 Februari lalu dan sidang dijadwalkan digelar 11 Maret mendatang.

Sementara itu, Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan bahwa eksekusi mati akan tetap dilaksanakan. Namun, Prasetyo enggan mengungkapkan waktu eksekusi tersebut. “Ditekan seperti apapun, kami akan jalan terus. Ini konsistensi penegakan hukum dan kedaulatan negara,” ucapnya. Prasetyo melontarkan pernyataan ini setelah adanya terpaan penolakan dari beberapa negara, terutama Australia dan Brasil.

Australia mengerahkan segala daya untuk mencegah eksekusi mati dua warga negaranya, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, bahkan sampai mengaitkan bantuan Australia untuk tsunami Aceh dengan keharusan Indonesia membalas budi dengan membebaskan Sukumaran dan Chan.

Chan dan Sukumaran adalah anggota kelompok yang disebut sebagai Bali Nine. Mereka dibekuk di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, pada 17 April 2005 karena berupaya menyelundupkan heroin seberat 8,2 kilogram dari Indonesia ke Australia. Mereka akan dieksekusi bersama sepuluh terpidana mati dalam kasus narkoba lainnya yang merupakan warga Brasil, Perancis, Ghana, Nigeria, dan Filipina, serta empat warga negara Indonesia.

Tak hanya dari Australia, tekanan juga datang dari Brasil yang pada Jumat (20/2) menunda penerimaan surat kepercayaan Duta Besar Indonesia, Toto Riyanto. Proses penundaan Brasil ketika Toto sudah berada di Istana Presiden Brasil dianggap tidak terhormat. Menyatakan protes, Indonesia akhirnya menarik kembali Toto ke Indonesia dan memanggil Duta Besar Brasil untuk Indonesia ke Kementerian Luar Negeri guna menyampaikan nota protes tepat pukul 22.00 WIB. Kini, Indonesia tengah menimbang kembali kerja sama dengan Brasil.

Satlak Prima Batasi Kuota Atlet SEA Games 2015

Jakarta, Aktual.co — Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), membatasi kuota atlet yang ikut bertanding di SEA Games 2015 di Singapura, dengan prioritas untuk atlet yang berpeluang mendapatkan medali.

“Kami membatasi atlet yang akan diberangkatkan. Kalau yang bersangkutan tidak bisa berprestasi, tidak akan diberangkatkan namun tetap mengikuti pelatnas, training camp dan try out. Jadi tidak akan dirugikan,” kata Ketua Satlak Prima, Suwarno di Kantor Komite Olahraga Nasional Pusat, Jakarta, Kamis (26/2).

Suwarno mengatakan, dengan keterbatasan dana yang dimiliki untuk pembinaan atlet SEA Games, diharapkan cabang olahraga mengerti mekanisme pengiriman kontingen Indonesia yang berlaga di pesta olahraga se-Asia Tenggara tersebut.

Mekanisme tersebut adalah memprioritaskan atlet yang akan bisa membawa pulang medali emas dan perak dengan jumlah atlet maksimum 500 atlet yang diberangkatkan dari 33 cabang olahraga.

“Keputusan nama atlet yang akan diberangkatkan, yakni pada 25 Maret 2015 dan yang berangkat tidak lebih dari 500 orang. Sekarang tidak ada jaminan atlet yang di pelatnas bisa diberangkatkan ke Singapura,” kata Suwarno yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KONI Pusat.

Salah satu cabang yang akan dibatasi jumlah atletnya adalah balap sepeda, yakni dari 40 atlet yang terdiri dari 28 putra dan 12 putri, diseleksi menjadi 14 putra dan 5 putri yang saat ini sedang berlatih di Yogyakarta kemudian akan diberangkatkan 8 atlet yang terdiri atas 6 putra dan 2 putri.

Meskipun pengurangan tersebut disayangkan oleh Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI), Prima berkeyakinan jumlah atlet tersebut berpeluang mendapatkan medali “Untuk bisa bertanding dengan kuota 6 dan 2 harus bisa memilih nomor mana yang bisa diikuti dan punya peluang proyeksi medali. Kami pakai sistem prioritas,” kata Suwarno menambahkan.

Dengan sisa waktu kurang dari 99 hari menuju SEA Games ke-18 di Singapura yang dihelat pada 5-16 Juni 2015, Prima mengoptimalisasi persiapan atlet dengan uji coba dan pemusatan pelatihan di luar negeri.

Target Prima pada kontingen Indonesia adalah membawa pulang 49 medali emas.

Artikel ini ditulis oleh:

Pria Brooklyn Siap Bunuh Obama

Jakarta, Aktual.co —Satu diantara tiga pria Brooklyn yang ditangkap FBI menyatakan siap membunuh Obama. Keinginan tersebut disampaikan lewat dunia maya. Abdurasul Hasanovich Juraboev, Akhror Saidakhmetov dan Abror Habibov ditangkap FBI pada Rabu (25/2). Ketiganya ditahan dengan tuduhan menyiapkan peralatan untuk pergi mendukung ISIS. Menurut pihak berwenang, ketiganya sudah siap melakukan perjalanan ke Suriah dan sudah membeli tiket.

Salah seorang tersangka, Hasanovich Juraboev, bahkan sempat menyatakan dukungan secara terbuka. Ia menulis di sebuah website dengan bahasa Uzbek: “Salam Hormat! Kami juga ingin berjanji setia dan berkomitmen meski kami tidak hadir di sana. Saya di Amerika Serikat sekarang, dan kami tidak punya senjata.

Tapi apakah mungkin untuk berkomitmen menjadi martir untuk didedikasikan  di sini? Maksud saya, untuk menembak Obama kemudian menembak diri kami sendiri, apa mungkin itu dilakukan? Itu akan menyerang ketakutan di hati orang-orang kafir.”

Dokumen Intelijen Afsel Bocor

Jakarta, Aktual.co —Afrika Selatan melakukan penyelidikan terhadap pembocoran rahasia-rahasia intelijen milik negara mereka ke satu saluran berita televisi internasional dan sebuah surat kabar Inggris, seperti yang dilansir Al JazeeraNews. Dokumen-dokumen bocor itu dibuat dari 2006 hingga akhir 2014 dan sebagian besar berisi komunikasi antara badan intelijen Afrika Selatan dan dinas-dinas intelijen lainnya di dunia, seperti M16 Inggris, intelijen Rusia dan CIA.

“Penyelidikan penuh telah diluncurkan terhadap kasus pembocoran tersebut,” kata Menteri Keamanan Negara David Mahlobo dalam sebuah pernyataan yang dirilis Rabu (25/2). “Pembocoran dokumen-dokumen dimaksud, yang merupakan informasi rinci mengenai kegiatan Badan Keamanan Negara, sangat dikutuk keras,” katanya. Dokumen-dokumen yang sudah disunting itu dibocorkan kepada jaringan berita global yang berpusat di Doha, Al Jazeera, serta surat kabar Inggris, The Guardian. Kedua media asing mulai memberitakan dalam beberapa gelombang sejak Senin (23/2).

Siapa Saja Warga Eropa yang Bergabung dengan ISIS?

Jakarta, Aktual.co — Direktur Pusat Kontra Terorisme Nasional AS, Nicholas Rasmussen, menyatakan Terdapat lebih dari 20 ribu orang warga asing yang berasal dari 90 negara telah bergabung dan berjuang bersama kelompok militan ISIS di Irak dan Suriah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.400 di antaranya berasal dari negara-negara Barat. Siapa sajakah mereka? Dari negara mana saja mereka berasal?

CNN merangkum sejumlah warga dari enam negara Barat, yaitu Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Inggris, Australia dan Jerman, yang diperkirakan telah bergabung dengan ISIS.

Amerika Serikat
Kasus teranyar yang melibatkan warga Amerika Serikat dengan serangan ISIS mencuat ketika tiga pemuda ditangkap di New York pada Rabu (25/2). Ketiga pemuda yang diidentifikasi bernama Abdurasul Juraboev, 24, Akhror Saidakhmetov, 19, dan Abror Habibov, 30, ditangkap atas tuduhan bersekongkol untuk memberikan dukungan material dan sumber daya kepada organisasi teroris asing, yaitu ISIS.

Jaraboev dan Saidakhmetov merupakan penduduk AS. Jaraboev berasal dari Uzbekistan, sedang Saidakhmetov berasal dari Kazakhstan. Sementara, Habibov, juga berasal dari Uzbekistan, dan masuk ke AS secara legal namun overstay. Pihak berwenang mengungkapkan mereka mulai membuntuti ketiga orang yang tinggal di Brooklyn, New York, tersebut sejak Agustus 2014, karena terdapat dugaan ketiganya akan meluncurkan serangan terorisme.

Dokumen pengaduan di pengadilan federal di Brooklyn, New York, mengungkapkan bahwa dua di antara tiga pemuda tersebut merencanakan pembajakan penerbangan komersial tujuan Turki dan mengalihkannya “ke ISIS, sehingga ISIS akan memiliki pesawat”. Sementara, salah satu dari tiga pemuda tersebu dituduh merencanakan pembunuhan terhadap Presiden AS Barack Obama.

Selain ketiga pemuda tersebut, terdapat empat wanita dari Colorado yang ditangkap dengan tuduhan mencoba untuk bergabung ISIS. Dalam kasus lainnya, tiga remaja Denver, diduga direkrut ISIS melalui media sosial. Ketiganya dihentikan di Jerman pada Oktober lalu dan dikirim kembali ke Amerika Serikat. Setelah ditangkap pada musim semi 2014, Shannon Maureen Conley adalah salah satu orang Amerika yang pertama dihukum karena berkonspirasi untuk mendukung ISIS.

Sementara menurut pakar, dua orang yang muncul dalam video propaganda ISIS, diduga berasal dari Amerika Serikat atau Kanada, karena berbicara dalam aksen Amerika Utara. Keduanya terduga militan ISIS tersebut selalu tampil dengan mengenakan topeng yang menutupi seluruh wajah mereka kecuali bagian mata.

Salah satu dari dua orang tersebut tampil dalam salah satu video ISIS yang berjudul “Flames of War,” yang memperlihatkan aksi eksekusi sejumlah orang. Sementara satu orang lainnya merupakan anggota militan yang berbicara dalam video propaganda ISIS di Libya, yang memperlihatkan eksekusi pemenggalan 21 warga Kristen Koptik asal Mesir.

Kanada
Pada 2014, badan intelijen Kanada memperkirakan terdapat lebih dari 130 warganya yang telah bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah. Salah seorang warga Kanada, Damian Clairmont tewas dalam pertempuran di Aleppo, Suriah pada tahun lalu. Ibunya, Christianne Boudreau, menyatakan kepada CNN bahwa Clairmont masuk Islam setelah bermasalah di SMA dan secara bertahap direkrut oleh ISIS.

“Dia dipaksa untuk pergi ke sana untuk membantu menyelamatkan perempuan dan anak-anak untuk menghentikan penyiksaan,” kata Boudreau, sembari menyatakan bahwa dari waktu ke waktu, Clairmont dicuci otak oleh ISIS. Warga Kanada lainnya, John Maguire dan Khadar Khalib, pemuda berusia 20-an tahun, didakwa secara in absentia oleh Kepolisian Kanada, Royal Canadian Mounted Police, atas tuduhan sengaja berpartisipasi dalam kegiatan kelompok teror dan mencoba merekrut warga lainnya.

Seorang wanita yang mendapat julukan “Toronto Jane” menuliskan dukungan kepada kelompok teror di Toronto dalam akun Twitter miliknya pada November lalu. Setelah lama tidak mencuit, fasilitas geo-tagging dalam akun Twitter miliknya menunjukkan dia berada di Suriah, dan kembali mencuit dari negara itu.

Perancis
Dunia belum melupakan warga negara Perancis yang telah bergabung dengan ISIS, Hayat Boumeddiene. Wanita yang merupakan istri dari Amedy Coulibaly, salah satu dari tiga pelaku serangan di Paris pada awal Januari lalu, dikonfirmasi telah bergabung dengan ISIS di Suriah.

Hayat Boumeddiene, istri dari pelaku serangan Paris, Amedy Coulibaly hingga kini masih buron dan diyakini berada di Suriah. Meskipun demikian, peran Boumeddiene untuk ISIS masih simpang siur. Pasalnya, Boumeddiene diyakini telah menghilang ke Suriah sebelum serangan yang menewaskan 17 orang tersebut terjadi di Paris.

Pakar menyatakan, terdapat sekitar 1.200 pejuang Perancis yang telah bergabung ISIS. Namun, pihak berwenang Perancis sejauh ini menyatakan bahwa hanya satu orang pria yang dipastikan bergabung dengan ISIS. Maxime Hauchard, warga Perancis diduga muncul dalam sebuah video yang menggambarkan pemenggalan kepala pilot Yordania, Muath al-Kassasbeh. Otoritas Perancis telah menghapuskan dugaan bahwa warga Perancis lainnya, Mickael Dos Santos, diyakini sebagai anggota ISIS.

Inggris
Sejumlah pakar menyatakan bahwa sekitar 600 warga negara Inggris diyakini telah berpergian ke Irak dan Suriah. Jihadi John, anggota ISIS yang kerap muncul di video propaganda dengan berpakaian serba hitam, diyakini berasal dari Inggris karena berbicara dalam logat London yang kental. Para pejabat AS dan Inggris menyatakan bahwa mereka mengetahui identitas Jihadi John, namun menolak mempublikasikannya.

Selain itu, tiga gadis Inggris, Shamima Begum, 15 tahun; Kadiza Sultana, 16 tahun; dan Amira Abase, 15 tahun, pekan ini ramai diberitakan media karena ketiganya meninggalkan Inggris pada 17 Februari menuju Istanbul, untuk menyebrang ke Suriah. Tiga gadis Inggris yang berpergian ke Turki diperkirakan sudah menyebrang ke Suriah. (Dok.REUTERSTV)
Tiga gadis ini merupakan korban perekrutan dari Aqsa Mahmood, 19 tahun, gadis Inggris lainnya yang meninggalkan rumahnya di Glasgow, Skotlandia pada bulan September, untuk bergabung dengan ISIS.

Australia
Semenjak serangan penyanderaan di Kafe Lindt, Sydney pada akhir 2014 lalu, sejumlah orang telah ditangkap dan didakwa atas dugaan bergabung dengan militan dan merencanakan aksi teror di Australia.

Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop menyatakan sekitar 110 warga Australia bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah, dengan 40 orang di antaranya adalah wanita yang ingin menjadi pengatin ISIS.

Kasus yang paling menonjol adalah warga Australia bernama Khaled Sharrouf, yang menggunggah foto dirinya dan anaknya yang berusia 7 tahun tengah memegang kepala seorang pria yang sudah terpenggal.

Jerman
Diperkirakan, sekitar 600 warga Jerman bergabung dengan ISIS. Seorang penulis, wartawan dan mantan politisi Jerman, Jürgen Todenhofer melakukan perjalanan ke Suriah dan Irak pada bulan Desember lalu. Kepada CNN, dia menyatakan bahwa dia sempat melakukan percakapan dengan militan ISIS asal Jerman, lewat Skype.

“Dia mengatakan apa yang mereka ingin dia katakan. Dia yakin bahwa dia berada di jalan yang benar,” kata Todenhofer. Seorang penyanyi rap Jerman, Denis Cuspert, yang dikenal dengan nama panggung Deso Dogg, 39, dilaporkan bergabung dengan ISIS dan kemudian berperan menjadi perekrut warga Jerman.

Dilansir Deutsche Welle, Cuspert yang juga memiliki nama Abu Talha al-Amani dipercaya pergi ke Timur Tengah pada awal perang sipil di Suriah. Belakangan ia terlihat dalam video pemenggalan ISIS pada November 2014.

Berita Lain