20 April 2026
Beranda blog Halaman 38580

Densus 88 Ciduk Dua Pelaku Bom Bekasi

Jakarta, Aktual.co — Tim gabungan Detasemen Khusus 88 Mabes Polri yang bekerjasama dengan Satuan Reskrim Polresta Bekasi Kota berhasil menangkap dua pelaku teror bom pada Kamis (26/2) dini hari.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Unggung Cahyono mengatakan kedua pelaku terbukti mengirim paket bom yang dibungkus kertas kado dengan tujuan pemilik bengkas las Barokah di Jalan Mustika Jaya, Bekasi, Jawa Barat.
“Kedua pelaku itu adalah Drs. Eko Suprapto (47) dan C Via Triwi (40),” katanya kepada wartawan, Kamis (26/2). 
Dikatakan Unggung untuk pelaku Eko tercatat tinggal di wilayah Perumahan Griya Timur Indah, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sedangkan pelaku wanita, Via, bertempat tinggal di Perumahan Desa Permai, Pertukangan, Jakarta Selatan.
“Pelaku Eko Suprapto menyerahkan diri ke Mapolresta Bekasi Kota karena sudah mengetahui dari keluarga, ada petugas kepolisian yang mencari dirinya,” tambahnya.
Setelah Eko menyerahkan diri, kata Unggung pihaknya pun melakukan pengembangan dan berhasil menangkap  C Via Triwi dirumahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Rupiah Ditutup Melemah 16 Poin ke Rp12.872

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, bergerak melemah sebesar 16 poin menjadi Rp12.872 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp12.856 per dolar AS.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan bahwa rupiah kembali bergerak melemah terhadap dolar AS menyusul masih adanya kekhawatiran pelaku pasar uang terhadap Yunani meski telah disetujuinya perpanjangan dana talangan selama empat bulan ke depan.

“Sebagian pelaku pasar uang masih khawatir terhadap Yunani karena potensi gagal bayar masih membayangi kreditur,” ujar Reza di Jakarta, Kamis (26/2).

Ia menambahkan bahwa sebagian pelaku pasar uang juga mulai beralih ke sentimen dalam negeri yakni inflasi Februari 2015 dan neraca perdagangan Indonesia periode Januari 2015 yang sedianya akan dirilis pada awal pekan depan (Senin, 2/3) oleh Badan Pusat Statistik.

“Setelah sentimen pernyataan Gubernur the Fed Janet Yellen terkait belum dinaikannya suku bunga AS dalam waktu dekat, pelaku pasar uang di dalam negeri beralih ke sentimen domestik. Tetap mewaspadai pelemahan lanjutan jika data ekonomi domestik tidak sesuai ekspektasi,” katanya.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan bahwa pelaku pasar keuangan juga sedang menanti data indeks harga konsumen AS dan Kanada yang secara bersamaan akan dirilis.

“Biasanya nilai tukar berisiko akan tertekan jika indeks harga konsumen itu meningkat. Selain itu, AS juga akan merilis data klaim tunjangan pengangguran mingguan dan data pesanan barang tahan lama untuk bulan Januari. Kedua data diperkirakan lebih bagus dari data sebelumnya,” katanya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis (26/2) ini tercatat mata uang rupiah bergerak menguat menjadi Rp12.862 dibandingkan hari sebelumnya, Rabu (25/2) di posisi Rp12.887 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pertamina-Tokyo Gas Jalin Kerjasama Kembangkan Bisnis LNG

Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina (Persero) dan Tokyo Gas Co. Ltd. telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk membentuk aliansi strategis dalam pengembangan mata rantai bisnis LNG atau gas alam di Indonesia.

“Kolaborasi kedua perusahaan meliputi jual beli LNG, pertukaran kargo LNG untuk optimasi level stok LNG, optimasi utilisasi kapal LNG dan pengembangan terminal-terminal penerima dan regasifikasi LNG,” ujar VP Corporate Communication, Ali Mundakir dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis (26/2).

Lebih lanjut dikatakan kerjasama Pertamina-Tokyo Gas termasuk pengembangan infrastruktur LNG/gas alam, pengembangan pembangkit listrik tenaga gas, dan pengembangan pasar gas.

“Kerjasama antara Pertamina dan Tokyo Gas telah lama terjalin dan berjalan dengan sangat baik sejak tahun 1990, ketika kontrak penjualan LNG dari Badak-IV ditandangani hingga berakhir pada 2014,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pertamina Siap Jadi ‘Off Taker” Kilang Timteng

Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina (Persero) menyatakan siap jika ditunjuk menjadi “off taker” atau pembeli wajib jika investor asal Timur Tengah benar-benar membangun kilang pengolahan minyak di Indonesia.

“Pertamina siap jadi ‘off taker’ kalau industrinya ada di dalam negeri dan harganya lebih murah atau paling tidak sama dengan yang ada di luar negeri,” kata Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang di Jakarta, Kamis (26/2).

Menurut dia, pemerintah sedang menyiapkan peraturan supaya Pertamina dapat menjadi “off taker” bagi pihak swasta yang bergerak di sektor migas.

“Nanti modelnya akan seperti PLN, kalau ada pihak swasta yang membangun pembangkit di Indonesia maka PLN yang jadi pembeli,” tuturnya.

Peraturan tersebut, akan berbentuk keputusan menteri keuangan. Namun hingga saat ini pihak Pertamina belum membicarakan lebih lanjut dengan Kementerian ESDM terkait rencana pembangunan kilang tersebut.

“Sejauh ini saya belum dapat informasi dari negara mana yang akan berinvestasi dan lokasi pembangunannya di mana,” tuturnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Dirjen Migas Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmadja di Jakarta, Jumat (20/2), mengatakan bahwa investor asal Timur Tengah siap membangun kilang pengolahan minyak menjadi BBM berkapasitas 150.000 barel per hari di Pulau Jawa.

“Kami akan tanda tangan pembangunan kilang dengan investor Timur Tengah itu saat peringatan Konferensi Asia Afrika nanti,” kata Pelaksana Tugas Dirjen Migas Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmadja di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, lahan kilang sudah tersedia yakni di Pulau Jawa, sehingga tidak perlu pembebasan lagi. Namun sayangnya, ia belum mau mengungkap nama investor maupun kepastian lokasinya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Putusan PTUN PPP Pengaruhi Politik Nasional

Jakarta, Aktual.co — Pasca putusan PTUN yang menerima gugatan mantan Ketum PPP Suryadharma Ali membuat konflik semakin kusut dan berkepanjangan.
Kepala Departemen Politik CSIS Philips Vermonte menjelaskan berkepanjangan konflik lantaran partai politik, dalam hal ini PPP, tidak mampu mengelola konflik internal.
“Kalau mereka bawa keluar, ke pengadilan, itu indikasi besar bahwa partai ngga bisa mengelola konflik secara internal. Itu preseden buruk. Jadi dia ngga bisa mempercayai mekanisme internal sendiri,” ucap dia, di kantor CSIS, Jakarta Pusat, Kamis (26/2).
Menurut dia, terjadi polarisasi di DPR. Ada koalisi yang kabarnya solid sehingga masa depan koalisi ini ditentukan oleh masa depan partai pendukungnya. Oleh karena itu, suasana di DPR memengaruhi situasi politik nasional.
“Polarisasi eksternal di DPR mempengaruhi polarisasi internal. Itu kelihatan sekali, setelah Pilpres keliatan konfliknya itu soal partai mau ke KIH atau KMP, bukan soal pemahaman partai,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Ribuan Nelayan Gerudug Kementerian Kelautan dan Istana Negara



Jakarta, Aktual.co —Ribuan nelayan yang terganbung dalam Front Nelayan Bersatu (FNB) menggelar aksi di Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang kemudian longmarch ke Istana Negara, jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis, 26, Februari, 2015.
Aksi protes nelayan itu meminta pemerintah yang berwenang khususnya KKP untuk mencabut Permen KP NO. 02 Tahun2015. Tentang Pengguna Alat Penangkap Ikan Pikat Heila dan Pukat Tarik. Pasalnya, menurut Koordinator massa aksi Kajidin, permen tersebut tidak dijelaskan secara spesifik serta mengakibatkan jutaan nelayan sepanjang pantai utara (pantura) tidak bisa melaut.
Kajidin juga menilai, dengan dipilihnya Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, menjadi tanda tanya para nelayan atas  sikap kerakyatan dan keluguan Joko Widodo selama ini. Kajidin juga mengingatkan, bahwa kemenangan Jokowi pada pemilu 2014 lalu tidak lepas dari peran nelayan yang memiliki harapan besar untuk sebuah perubahan pada kehidupan rakyat,khusunya bagi para nelayan. 

Artikel ini ditulis oleh:

Warnoto

Berita Lain