18 April 2026
Beranda blog Halaman 38589

Perkara Novel Tetap Lanjut Meski KPK Koordinasi dengan Polri

Jakarta, Aktual.co — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, Kamis (26/2) bakal menjalani pemeriksaan di Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.
Novel Baswedan bakal diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan melakukan penganiayaan atas pencuri sarang burung walet saat menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkulu pada pertengahan 2004. Saat itu satuan yang dia bawahi melakukan penegakan hukum terhadap kelompok pencuri sarang burung walet yang beredar di Bengkulu.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto mengatakan, jika Novel kembali mangkir dari panggilan penyidik Bareskrim maka akan menempuh langkah hukum lain.
Namun demikian, Agus tak mengiyakan ketika ditanya apakah akan ada pemanggilan paksa pada panggilan ketiga. “Kami lihat nanti seperti apa,” kata Agus di Mabes Polri, Kamis (26/2).
Agus pun memastikan meski Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti telah berkoordinasai dengan pimpinan KPK tidak bisa menggugurkan penanganan perkara yang saat ini ditangani. 
Sebelumnya kuasa hukum Novel, Muhammad Isnur mengaku, pimpinan KPK telah mengirim surat Badrodin Haiti dan penyidik bahwa Novel tidak akan datang memenuhi panggilan penyidik Bareskrim.
“Surat sudah dikirim untuk memberi tahu bahwa Novel tidak datang untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka hari ini. Ini adalah komunikasi yang dibangun pimpinan KPK langsung kepada Wakapolri,” kata Isnur.
Kepastian bahwa Novel tidak akan menjalani pemeriksaan di Kantor Bareskrim diperkirakan setelah ada komunikasi antara Presiden Joko Widodo, pimpinan KPK, dan pimpinan Polri di Istana, Rabu lalu (25/2). Selain itu, ada juga komunikasi antara pimpinan KPK dengan Polri. “Apakah arahan pimpinan KPK agar Pak Novel tidak datang adalah dampak dari komunikasi dengan Presiden kemarin, kami belum bisa memasatikan. Yang pasti pimpinan tidak menghendaki Pak Novel datang untuk diperiksa,” kata Isnur.
Laporan terhadap perbuatan Novel dibuat oleh Yuliswan seorang pengacara dari salah satu yang mengaku korban penganiayaan. Yuliswan menganggap kliennya, Irwansyah Siregar, telah ditembak di bagian betis oleh Novel dan perbuatan tersebut disebut penganiayaan berat.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pasangan Irak-WNI Terteror oleh Kesadisan ISIS

Jakarta, Aktual.co — Ketika kelompok ekstrem ISIS (Negara Islam di Irak dan Suriah) masuk dan menguasai kota Mosul, Irak Utara, pada awal gerak maju mereka di wilayah Irak, ada pasangan suami-istri Irak-Indonesia yang merasa terteror oleh kesadisan perilaku anggota ISIS. Pasangan itu akhirnya pulang mencari aman ke Indonesia, meski saat itu sang istri sedang hamil 8 bulan .
Demikian diungkapkan beberapa diplomat Indonesia di Kedutaan Besar RI di Baghdad kepada Redaktur Senior Aktual.co, Satrio Arismunandar. Satrio melaporkan langsung dari Baghdad, ibukota Irak, Kamis (26/2).
Pasangan itu terdiri dari sang suami, seorang dosen Irak yang meraih doktor dari sebuah universitas negeri di Indonesia, dan istrinya yang warga negara Indonesia, yang juga berprofesi dosen. Sang istri mengikuti suaminya yang warga Irak untuk tinggal di Mosul. Saat itulah kelompok ISIS masuk ke Mosul, yang mayoritas warganya Muslim Sunni.
Ketika KBRI Baghdad menawarkan untuk mengungsikan mereka, pasangan itu malah menolak karena merasa kehadiran ISIS tidak menjadi masalah. “Awalnya, sang suami bilang pada staf KBRI, dia malah senang karena sejak ada ISIS maka harga-harga di pasar jadi murah!” ujar seorang diplomat.
Tetapi setelah beberapa hari, pasangan suami-istri itu mulai melihat keganjilan perilaku anggota ISIS. Seorang ulama dan tokoh Sufi di Mosul yang tidak bersalah apa-apa dipenggal kepalanya oleh anggota ISIS. Pasangan suami-istri Irak-WNI ini pun ketakutan dan merasa terteror. “Sesudah itu mereka baru kabur menyelamatkan diri, dan pulang ke Indonesia. Padahal waktu itu istrinya yang warga Indonesia sedang hamil 8 bulan,” tutur staf KBRI. 

Artikel ini ditulis oleh:

Satu Keluarga Dibantai, Anak Sekarat Bapak Tewas

Surabaya, Aktual.co — Tiga orang dalam satu kelurga dikeroyok dengan 4 pelaku bersenjata tajam di jalan Jalan Jemursari Gang Lebar, Surabaya. Akibat kejadian, seorang bapak tewas, dan dua anak anaknya kritis berlumuran darah.
Timbul (50) yang tewas dilarikan di RSI Jemursari, Wonocolo, Surabaya hingga kemudian dibawa ke kamar jenasah Dr Sutomo. Sementara dua anaknya,   Harianto Didik (20) dan Novan (16), sekarat dan  dirujuk ke RSUD dr Soetomo.
Ini terjadi Rabu malam  sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, Didik didatangi oleh empat orang. Tanpa permasalahan, tiba-tiba mengeroyok dan membacok. Didik pun roboh dan mengalamai luka di bagian leher, serta patah di  tangan kirinmya.
Melihat anaknya sekarat,   Timbul berupaya  menolong anaknya dengan  membawa kayu. Namun, kini giliran  empat pelaku langsung mengeroyok Timbul hingga tewas dengan luka bacok di bagian kepala, tangan, serta perut bagian kanan.
Melihat kakak dan ayahnya tergeletak, Novan (16) anak Timbul yang lain juga berupaya memberikan pertolongan. Lagi-lagi pelaku main keroyok dengan senjatanya.  Novan pun roboh dengan luka bagian kepala.
Usai melakukan aksi tersebut, empat pelaku langsung kabur mengendarai sepeda motor ke arah Barat.”Memang ada orang yang melihat. Tapi nggak ada yang berani menolong.” Tutur Imam, salah satu warga.

Artikel ini ditulis oleh:

Indonesia Perlu Ikuti Proyek 35 Miliar Dollar AS di Irak

Jakarta, Aktual.co — Indonesia diharapkan bisa berpartisipasi dalam proyek infrastruktur dan pelayanan umum senilai 35 miliar dollar AS di Irak, dengan melakukan joint venture dengan perusahaan asing atau perusahaan lokal Irak.
Demikian harapan yang disampaikan para diplomat Indonesia di Kedutaan Besar RI di Baghdad kepada Redaktur Senior Aktual.co, Satrio Arismunandar. Satrio melaporkan langsung dari Baghdad, ibukota Irak, Kamis (26/2).
Perusahaan minyak Indonesia, Pertamina, sebenarnya diharapkan bisa mengikuti tender di Irak secara terbuka dan kompetitif, dan disarankan dapat bergabung (joint venture) dengan perusahaan dari negara lain, seperti China, India, dan Korea Selatan. Juga, bisa bergabung dengan perusahaan lokal Irak.
Selain sektor infrastruktur, sektor penting di Irak yang kaya minyak ini adalah energi migas. “Pemerintah Irak sebenarnya lebih mengharapkan agar potensi energi dan devisa petrodollar melimpah yang dimilikinya ini dimanfaatkan oleh negara-negara dari dunia Islam, termasuk Indonesia, daripada perusahaan Eropa atau Amerika,” jelas seorang diplomat.
Pada 2010, produksi minyak mentah Irak telah meningkat menjadi 5 juta barrel/hari. Irak diperkirakan memiliki cadangan minyak yang sangat besar, dan hanya kalah dari Arab Saudi.

Artikel ini ditulis oleh:

Menko Sofyan: Presiden Minta Esemka Bidik Segmen Khusus

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta mobil Esemka sebelum diproduksi secara komersial agar membidik segmen khusus seperti misalnya menjadi kendaraan angkutan perdesaan, pertanian, atau perkebunan.

“Esemka diminta mencari segmen khusus, jangan berhadapan langsung dengan raksasa otomotif yang sudah besar,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil setelah rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (25/2) malam.

Ia mengatakan, jika Esemka memilih seperti Malaysia dalam mengembangkan mobil nasionalnya yang ingin men-challenge untuk berhadapan langsung dengan raksasa otomotif besar, maka akan sulit bagi Indonesia. Sebab Indonesia sudah termasuk terlambat mengembangkan proyek mobil nasional. “Seperti Korea saja mengembangkan mobil nasional sejak tahun 1970an, Malaysia 1980an dan disupport habis-habisan,” katanya.

Namun, ia menegaskan, pemerintah mendorong inisiatif pihak manapun untuk mengembangkan proyek mobil nasional.

Esemka, kata Sofyan, pada dasarnya sudah menjadi salah satu kebanggaan masyarakat di Tanah Air karena diproduksi oleh putra putri bangsa dari SMK-SMK yang bahkan berpotensi menghasilkan pendapatan untuk mereka.

“Kami tanya, berapa skala ekonominya, ternyata dengan produksi 300-400 unit tiap bulan saja sudah bisa ‘making money’, karena tidak mungkin menyaingi industri otomotif yang sudah meraksasa,” katanya.

Namun tantangan ke depan, kata dia, banyak meskipun pada intinya masyarakat harus tetap bisa mengapresiasi karya anak bangsa yang diharapkan bisa menjadi cikal bakal mobil nasional.

Artikel ini ditulis oleh:

Ahok Ancam Laporkan Anggaran Siluman, Taufik: Dia Panik

Jakarta, Aktual.co —Tudingan adanya anggaran siluman di draf Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) DKI sebesar Rp12,1 triliun yang dilontarkan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke DPRD DKI, hanya ditanggapi sepi saja oleh Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik.
Rencana Ahok untuk melaporkan dugaan anggaran siluman itu ke pihak berwajib pun dianggap Taufik sebagai bentuk kepanikan saja, dengan digulirkannya hak angket oleh dewan.
“Itu namanya orang panik, jadi semuanya disebut,saya kira itu karena kepanikan Ahok saja (adanya rencana hak angket),” ujar politisi Gerindra itu, di Jakarta, Rabu (25/2).
Lagipula, Taufik mengaku heran, bagaimana Ahok bisa menyebut anggaran dengan istilah siluman. Sedangkan itu dihasilkan dalam pembahasan bersama antara eksekutif dan legislatif.
“Yang membuat anggaran siluman siapa? Definisi siluman itu muncul di luar pembahasan. Kalau dalam pembahasan apa siluman namanya?” kata dia.
Kendati demikian, Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI ini mempersilahkan jika Ahok akan membawa soal anggaran siluman ke ranah hukum. Menurut dia itu merupakan hak Ahok sebagai warga negara. “Silahkan saja.”
Ditemui terpisah, Ketua pengusul penggunaan hak angket DPRD DKI, Jhony Simanjuntak enggan menanggapi ancaman Ahok untuk membawa dugaan adanya anggarn siluman ke pihak berwajib.
“Tanya yang lain ajalah soal itu. Saya hanya fokus sebagai pengusul hak angket saja. Tanya yang lain itu,” ujar dia.
Seperti diberitakan sebelumnya konflik Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan DPRD DKI semakin memanas. Sebuah langkah ‘serangan balik’ nampaknya tengah dipersiapkan Ahok. 
Tak mau kalah dengan pengguliran hak angket terhadap dirinya yang akan diresmikan besok oleh DPRD DKI, Ahok sedang mempertimbangkan melaporkan temuan adanya anggaran ‘siluman’ di APBD ke pihak berwajib.
“Nanti kita lihat. Kan dia (DPRD) punya hak angket menyelidiki kesalahan saya. Sebagai orang biasa, saya nggak punya hak angket seperti dia. Tapi aparat punya hak angket juga toh. Kabareskrim, KPK, Kejaksaan Agung punya hak angket nggak untuk menyelidiki kegilaan DPRD? Punya kan,” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (25/2).

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain