18 April 2026
Beranda blog Halaman 38590

ISIS Merusak Kerukunan Syiah-Sunni di Irak

Jakarta, Aktual.co — Warga Sunni Irak bisa sholat di masjid Syiah. Sebaliknya, warga Syiah juga tidak dipersoalkan jika sholat di masjid Sunni. Namun kerukunan antar warga Syiah dan Sunni itu kini terganggu di daerah-daerah Irak yang dikuasai kelompok ekstrem ISIS (Negara Islam di Irak dan Suriah).
Demikian dikatakan Mouayed, seorang warga Syiah yang tinggal di Baghdad, kepada Redaktur Senior Aktual.co, Satrio Arismunandar. Satrio melaporkan langsung dari Baghdad, ibukota Irak, Kamis (26/2).
“Tidak masalah bagi saya, warga Syiah, untuk sholat di masjid-masjid Sunni di seluruh Irak. Namun sekarang saya takut jika sholat di masjid Sunni, yang terletak di wilayah yang dikuasai ISIS. Takut menimbulkan masalah,” ujar Mouayed. “Wilayah yang di bawah pengaruh ISIS itu adalah Ramadi, Mosul, dan Anbar.”
Ketika ditanya oleh Aktual.co, bukankah Sunni dan Syiah berkonflik di Irak, Mouayed menjawab: “Itu semua soal politik. Kami yang rakyat kecil sudah lama tidak pernah mempersoalkan perbedaan Sunni-Syiah.  Tetangga di kiri-kanan saya adalah warga Sunni. Tidak ada masalah.”
Warga Syiah adalah mayoritas di Irak, mencapai sekitar 60 persen dari populasi. Sedangkan warga Sunni mencapai sekitar 40 persen, dan masih ada komunitas Kristen, Yazidi, dan lain-lain. 

Artikel ini ditulis oleh:

Kedatangan Ruki Diam-diam ke Bareskrim untuk Koordinasi Lanjutan

Jakarta, Aktual.co — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrrahman Ruki menyambangi kantor Badan Reserse Kriminal Polri, Rabu (25/2) malam. 
Kedatangan Ruki ke kantor Bareskrim Polri, sempat menimbulkan pertanyaan. Pasalnya, kedatangan Ruki terkesan diam-diam dan menghindari awak media.
Pelaksana tugas Komisioner KPK Johan Budi Sapto Pribowo menyebut tidak ada hal yang ditutup-tutupi dalam pertemuan tersebut. “Itu hanya koordinasi lanjutan kerja sama KPK-Polri,” ujar Johan saat dikonfirmasi, Kamis (26/2).
Johan mengatakan, kedatangan Ruki ke Bareskrim itu pun tak sendirian. Ruki didampingi oleh dua pimpinan KPK lainnya, yakni Adnan Pandu Praja dan Indriyanto Seno Adji.
Rabu malam, para awak media mendengar kabar adanya pertemuan antara petinggi KPK dengan pejabat bareskrim Polri. Setelah dicoba ditunggu kehadiran para komisioner itu ternyata lolos dari perhatian wartawan. 
Pernyataan Johan tersebut lantas diamini oleh Seno. Menurutnya, dia dan Adnan ditunjuk sebagai perwakilan KPK yang mendampingi Ruki ke Bareskrim. Pertemuan itu semata-mata untuk menindaklanjuti konsolidasi yang telah mulai kembali dibangun di antara dua lembaga penegak hukum.
“Rapat pimpinan KPK memang memberikan persetujuan bahwa saya dan Pak Pandu mendampingi Pak Ruki ke Bareskrim. Sejauh ini perkembangan komunikasi KPK-Polri berjalan positif,” kata Seno.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

IHSG Dibuka Turun 15,62 Poin, Rupiah Melemah Tipis

Jakarta, Aktual.co — Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini, dibuka melemah sebesar 15,62 poin atau 0,29 persen menjadi 5.429,48. Sementara kelompok 45 saham unggulan (indeks LQ45) turun 3,94 poin (0,42 persen) ke level 946,88.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa sebagian saham-saham di dalam negeri memasuki area jenuh beli (overbought) setelah dalam beberapa hari terakhir mengalami peningkatan yang berkelanjutan.

“IHSG BEI bergerak cenderung mendatar, sebagian pelaku pasar menahan aksi beli, sehingga tetap mewaspadai adanya potensi pembalikan arah,” katanya.

Namun di sisi lain, lanjut dia, sebagian investor masih melanjutkan aksi belinya, sehingga potensi IHSG BEI untuk mempertahankan posisinya di area positif masih terbuka. Jika aksi beli masih berlanjut maka IHSG pun akan kembali mencatatkan rekor barunya.

Analis PT Asjaya Indosurya William Surya Wijaya menambahkan bahwa kekuatan naik IHSG masih belum pudar ditunjang oleh aliran dana asing yang masih masuk ke pasar saham Indonesia, itu menunjukkan tingkat kepercayaan investor terhadap kondisi perekonomian domestik masih cukup tinggi.

Di sisi lain, lanjut dia, data ekonomi regional seperti manufaktur Tiongkok versi HSBC memperlihatkan aktivitas ekspansi, kondisi itu bisa menjadi salah satu faktor yang turut memberikan sentimen positif bagi pasar saham di kawasan Asia, termasuk IHSG BEI. “Jika IHSG BEI terjadi koreksi merupakan hal wajar, namun situasi itu dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan akumulasi pembelian, IHSG dalam jangka pendek masih berada dalam jalur tren penguatan,” katanya lagi.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 38,71 poin (0,16 persen) ke 24.739,57, indeks Bursa Nikkei naik 71,53 poin (0,38 persen) ke 18.656,73, dan Straits Times melemah 16,07 poin (0,46 persen) ke posisi 3.425,32.

Sementara itu, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, bergerak melemah tipis sebesar satu poin menjadi Rp12.857 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp12.856 per dolar AS.

“Mata uang rupiah bergerak mendatar terhadap dolar AS menyusul aksi ‘wait and see’ pelaku pasar terhadap pengumuman data ekonomi domestik pada awal pekan depan (Senin, 2/3) oleh Badan Pusat Statistik (BPS),” kata Pengamat Pasar Uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova di Jakarta, Kamis (26/2).

Ia memperkirakan bahwa mendatarnya fluktuasi nilai tukar rupiah dikarenakan adanya kecemasan sebagian pelaku pasar terhadap laju inflasi Februari 2015 yang diperkirakan kembali tinggi menyusul harga beras di dalam negeri yang meningkat. Namun, ia mengharapkan bahwa kenaikan harga beras segera dapat diredam sehingga tidak mengganggu tingkat inflasi Februari 2015, yang awalnya diprediksi rendah seperti laju inflasi Februari 2014 yang sebesar 0,26 persen.

Ia menambahkan bahwa laju rupiah juga diharapkan kembali bergerak di area positif setelah adanya testimoni dari Gubernur the Fed Janet Yellen yang mengindikasikan tidak ada kenaikan suku bunga (fed fund rate) untuk beberapa pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) ke depan. “Sentimen eksternal berpotensi menjadi sentimen positif bagi laju rupiah melanjutkan penguatan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Diduga Langgar Perbatasan, Malaysia Pulangkan 11 Nelayan Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 11 nelayan yang ditangkap polisi maritim Malaysia pada Minggu (15/2) karena melanggar tapal batas perairan akhirnya dipulangkan tanpa melalui proses hukum.
Informasi yang diperoleh dari Komandan Pangkalan TNI AL Nunukan, Letkol Laut Imam Hidayat mengatakan, penyerahan ke-11 nelayan dilakukan di tapal batas Indonesia-Malaysia di Pulau Sebatik pada Rabu petang sekitar pukul 18.15 waktu setempat.
Penyerahan nelayan ini dilakukan langsung Polis Marin Tawau, Malaysia didampingi LO polisi Konsulat RI Tawau kepada Kapolsek Sei Nyamuk Iptu Oman Purnama disaksikan Komandan Pos TNI AL Sei Pancang Pulau Sebatik, Letda Herry.
Dia menerangkan, ke 11 nelayan asal Jalan Tanjung RT 12 Kelurahan Nunukan Barat ini sekitar pukul 21.00 wita malam itu juga dibawa ke Markas Pangkalan TNI AL di Sedadap Kecamatan Nunukan Selatan.
Imam Hidayat mengemukakan, pemulangan ke 11 nelayan yang sempat ditahan selama 10 hari di sel Polisi Maritim Tawau ini tidak terlepas dari berbagai langkah yang dilakukan aparat kepolisian dan TNI AL dengan berkoordinasi dengan LO polisi Konsulat RI Tawau.
Selain ke 11 nelayan tersebut, tiga buah perahu miliknya yang digunakan membudidaya rumput laut juga diikutsertakan namun masih diamankan di Polsek Sei Nyamuk dan akan tetap diserahkan kepada pemiliknya.
Sementara Konsulat RI Tawau di Nunukan melalui Konsul RI, Muhammad Soleh, Rabu malam itu mengatakan pemulangan nelayan asal Kabupaten Nunukan tidak terlepas dari komunikasi yang terus dijalin dengan pihak Polisi Maritim PDRM Tawau sehingga tidak dilanjutkan hingga pengadilan setempat.
Pemberangkatan ke 11 nelayan ini dari Tawau menuju Pulau Sebatik pada pukul 17.05 waktu setempat didampingi aparat Kepolisian Maritim Tawau dan Polisi LO Konsulat RI Tawau dan tiba di Markas Pangkalan TNI AL Sedadap pada pukul 10.45 wita menggunakan kapal patroli TNI AL dijemput langsung Bupati Nunukan, Basri, Komandan Lanal Nunukan, Letkol Laut Imam Hidayat, Kapolres Nunukan, AKBP Christian Tory, Kasdim 0911/Nunukan, Mayor Inf Kadir dan sejumlah pejabat lainnya.
11 nelayan itu adalah Abbas bin Kadas 45 tahun, Hakim bin Abbas 19 tahun, Azmin bin Muh Amin 42 tahun, Sarifuddin bin Komaruddin 33 tahun, Jamaluddin bin Madi 34 tahun, Sudirman bin Samsuddin 43 tahun, Sarifuddin bin Sangkar 43 tahun, Jumardin bin Manase 43 tahun, Ardi bin Kondeng 17 tahun, Amir bin Kondeng 50 tahun dan Agus bin Samin 16 tahun.
Mereka langsung diserahkan kepada keluarganya sekitar pukul 23.47 wita setelah diberikan pengarahan dan pemeriksaan kesehatan di Mako Lanal Nunukan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Jika Ahok Dilengserkan Hak Angket, Taufik: Itu Mah Bonus

Jakarta, Aktual.co —Wakil Ketua DPRD M Taufik membantah kalau hak angket sengaja digulirkan dewan untuk menggulingkan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk kemudian digantikan oleh wakilnya, Djarot Saiful Hidayat.
“Enggak lah, kita hanya menjalankan hak angket sesuai Undang-Undang,” ujar politisi Gerindra itu, di Kebun Sirih, Jakarta, Rabu (25/2).
Namun, ujar dia, kalaupun akhirnya nanti penggunaan hak angket ternyata berujung pada pemakzulan Ahok yang kemudian digantikan Djarot, itu adalah bonus. “Ya kalau Djarot nanti yang jadi itu namanya bonus,” ucap dia.
Saat ditanya, apakah nantinya jika Djarot naik jadi Gubernur DKI maka Taufik yang akan maju jadi Wagub, dia malah menjawab dengan bercanda.  “Nggak ada lah ke situ, kan gue nggak boleh jadi wagub katanya. Banyak yang bilang abang mah begini aja udah, gitu kan,” ujar dia. 
Kembali ditegaskan Taufik, target dari digulirkannya hak angket adalah untuk menyelidiki dugaan pelanggaran yang dilakukan Ahok terhadap Undang-Undang. “Ya kalau itu mah bonusnya kalo dia berenti,” selorohnya.
Hari ini diketahui DPRD DKI akan mengesahkan digulirkannya hak angket terhadap Ahok lewat rapat paripurna. Bertepatan dengan 100 hari Ahok menjadi Gubernur DKI.

Artikel ini ditulis oleh:

DBS: Rupiah Dikhawatirkan Terus Alami Pelemahan Sepanjang 2015

Jakarta, Aktual.co — Ekonom The Development Bank of Singapore (DBS) Research Group, Gundy Cahyadi, memperkirakan penguatan kurs dolar AS terhadap mata uang global akan terus terjadi, sehingga mengakibatkan pelemahan rupiah berkepanjangan yang harus diantisipasi Bank Indonesia.

“Itu karena dampak pasar finansial global. Penguatan dolar AS terus berlanjut (2015, red), seiring dolar Amerika juga menguat ditambah sejumlah bank sentral juga mulai melemahkan nilai mata uangnya terhadap dolar AS,” kata Gundy di Jakarta, Rabu (25/2).

Gundy menuturkan memang sinyalemen perang kurs dalam perekonomian global semakin terlihat setelah Bank Sentral Eropa (Europan Centra Bank/ECB) dan Bank Sentral Jepang (BoJ) memulai pelonggaran kebijakan moneternya yang diikuti sejumlah bank sentral dari Kanada, Australia, Singapura, bahkan India.

Dampak terhadap kurs rupiah sudah terlihat sejak akhir 2014, dimana rupiah yang saat itu berada di level Rp11.500 terus melemah hingga saat ini yang di kisaran Rp12.900. Pelemahan kurs secara global terhadap dolar AS tersebut, menurut Gundy, dilakukan untuk memberikan stimulus kepada ekspor, terutama ekspor sektor manufaktur.

Sayangnya, kata Gundy, pemerintah Indonesia tidak memiliki kesempatan untuk memanfaatkan pelemahan rupiah tersebut karena harga komoditas ekspor andalan yang masih lesu, disamping turunnya permintaan negara-negara mitra dagang.

“Jadi kita tidak dapat membiarkan rupiah itu terus melemah, karena tidak efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Di sisi lain, menurut Gundy, BI telah menopang “real exchange rate” (RER) rupiah, sehingga meskipun melemah terhadap dollar AS, rupiah tetap kompetitif dibandingkan mata uang asing lainnya. “Secara implisit, BI menyadari. Maka itu, rupiah sejatinya masih cukup kuat dalam ‘basket’ mata uang global. Tapi tetap saja rupiah harus dijaga agak tidak semakin melemah,” ujarnya.

Gundy mengatakan jika BI gagal menjaga kurs rupiah terhadap dolar dan mata uang asing lainnya, kata Gundy, dampak negatifnya akan sangat terasa pada laju pertumbuhan ekonomi. Jika, rupiah terus melemah dan melampaui Rp13 ribu per dolar AS, maka laju pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin jauh dari target 5,7 persen seperti dalam APBN-P 2015. “Rupiah tidak bisa terlalu melemah karena bisa jadi bumerang untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan,” ucap dia.

DBS Research Group, kata Gundy, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 ini bisa 5,4-5,5 persen. Gundy menekankan BI memang harus fokus pada tugas dan fungsinya untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. Salah satunya dengan mempertahankan kebijakan moneter bias ketat di tengah berbagai tekanan ekonomi domestik dan global. Sementara, pemerintah harus konsisten menjalankan reformasi struktural ekonomi dan mengoptimalkan ruang fiskalnya untuk menggencarkan pembangunan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain