18 April 2026
Beranda blog Halaman 38593

Waspadai Pelemahan Lanjutan Rupiah

Jakarta, Aktual.co — Laju Rupiah kemarin sempat mengalami peningkatan, pasca Dolar AS mengalami penurunan akibat merespon testimonial Gubernur The Fed. Tetapi, reaksi negatif dari pelemahan Yuan turut berimbas pada melemahnya laju Rupiah.

“The Fed mengindikasikan belum akan adanya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat,” ujar Analis dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Pada Kamis (26/2), Reza memprediksikan Rupiah di bawah target level support 12.876, yakni Rp12.876-12.860 (kurs tengah BI). Menurutnya,  pelaku pasar juga berekspektasi akan adanya potensi penurunan lanjutan dari BI rate seiring belum adanya tanda-tanda kenaikan The Fed rate.

“Tetap mewaspadai pelemahan lanjutan.” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Sembunyi-sembunyi, Plt Ketua KPK Datangi Bareskrim Polri

Jakarta, Aktual.co — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrrahman Ruki menyambangi kantor Bareskrim Polri, Rabu (25/2) malam. 
Namun belum diketahui kedatangan Ruki ke Mabes Polri, sebab ‎dia datang melalui pintu belakang. Hal ini menjadi pertanyaan, apa tujuan Ruki datang ke Bareskrim secara sembunyi-sembunyi.
Pantauan Aktual.co Rabu malam, Ruki masuk pintu belakang gedung Bareskrim kompleks Markas Besar Polri sekitar pukul 19.30 Wib. Dia datang secara mengendap-endap dengan beberapa orang pengawal.
Ruki yang mengenakan kemeja warna coklat sempat melambaikan tangan kepada salah satu orang yang berada dalam sebuah mobil yang parkir di samping pelataran parkir mobil Kabareskrim. Hanya beberapa saat kemudian mobil tersebut melaju keluar komplek Bareskrim. 
Di pelataran parkir mobil pintu utama belakang Bareskrim ‎tampak terparkir dua mobil. Yang satu mobil Lexus warna hitam bernomor polisi B 2023 BP dan satu lagi mobil Toyota Camry 2.5G dengan nomor polisi B 1138 PD yang biasa digunakan oleh Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso.
Salah satu sumber di lokasi mengakui, betul yang datang itu adalah Ruki Plt Ketua KPK. Namun dia juga tak mengetahui agenda tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pakar: Salinan BAP Mutlak Kewenangan Penyidik

Jakarta, Aktual.co — Bambang Widjojanto menyampaikan surat ke Wakapolri untuk meminta salinan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Menurut Bambang, salinan BAP tersebut merupakan hak seorang tersangka.
Namun demikian, diberikan atau tidak BAP milik Bambang Widjojanto yang dimintanya ke penyidik Badan Reserse Kriminal Mabes Polri itu, sepenuhnya kewenangan penyidik Bareskrim.
“Itu kewenangan sepenuhnya penyidik (mau diserahakan atau tidak) salinan BAP tersebut. Kapan harus diserahkan kepada tersangka,” kata Pakar Hukum Pidana, Prof Romli Atmasasmita ketika berbincang dengan Aktual.co, Rabu (25/2).
Sementara itu Mabes Polri menilai, apa bila salinan tersebut diserahkan kepada tersangka BW, dikawatirkan bakal mengganggu proses penyidikan yang di lakukan Bareskrim Polri.
“Memang salinan BAP itu hak tersangka. Tapi kalau digunakan untuk mengganggu penyidikan dan membangun opini proses penyidikan tentu bisa disikapi,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F Sompie di Mabes Polri.
Ronny mengaku, nantinya apabila seluruhnya sudah final maka pastinya salinan BAP akan diberikan pada tersangka Bambang.
Untuk diketahui sebelumnya, Kuasa hukum Bambang Widjojanto, Lelyana Santosa mengatakan isi surat yang diberikan kliennya ke Wakapolri salah satunya yakni meminta salinan berita acara pemeriksaan (BAP).
“Kami memang hanya serahkan surat. Isi surat antara lain menagih janji atas salinan berita acara yang sampai saat ini belum diterima sebagai tersangka yang memang menjadi hak klien saya,” ujar Lelyana, Selasa, di Mabes Polri, (24/2) kemarin. 

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Relawan: Masih Banyak Menteri yang Berpolitik

Jakarta, Aktual.co — Relawan Jokowi menilai banyak menteri yang masih sibuk berpolitik dan tidak mengikuti ritme kabinet kerja.
Demikian disampaikan Ketua Umum Jokowi Mania Nusantara (Joman), Imanuel Ebenezer, dalam acara diskusi di Jakarta Pusat, Rabu (25/2).
“Program Nawacita merupakan jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri di dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.Sayangnya hingga saat ini, para menteri Jokowi masih sibuk berpolitik, tidak mengikuti langkah Jokowi dalam bekerja,” katanya.
Parahnya lagi, lanjut Imanuel masih banyak menteri di Kabinet Kerja Jokowi yang masih menganggap bahwa pemerintah Jokowi sama dengan pemerintahan terdahulu yang bisa ditipu, mudah berkompromi. 
“Kerja menteri ini tidak ketemu dengan kerja yang diinginkan oleh Jokowi, Mereka lupa track record Jokowi dari Solo hingga mimpin DKI, mentalnya mental Kerja,” demikian Imanuel

Artikel ini ditulis oleh:

Pemberontak Syiah Merebut Kamp Pasukan Yaman

Jakarta, Aktual.co — Kelompok pemberontak al-Houthi baru saja mengambil alih kamp pasukan khusus di Sanaa pada Rabu (25/2) setelah pertempuran pada malam sebelumnya, seperti yang dilansir CNN.  Bentrokan di kamp militer di Sanaa berlangsung sekitar enam jam, mulai sore hari pada Selasa ketika Houthi menembaki kamp dengan persenjataan berat. Setidaknya sepuluh orang tewas dalam bentrokan.

Pimpinan kamp meninggalkan kamp setelah tengah malam ketika Houthi mengambil alih sebagian besar daerah vital dari kamp. Milisi Houthi merebut ibu kota Sanaa pada September tahun lalu dan mengepung kediaman Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi bulan lalu, mendorong pengunduran dirinya dan menyebabkan kekosongan politik. Tapi Hadi melarikan diri ke Aden di Yaman selatan pekan lalu setelah menjadi tahanan rumah selama satu bulan dan pada Selasa (24/2) secara resmi mencabut kembali pengunduran dirinya.

Perebutan kekuasaan antara Muslim Syiah Houthi di Sanaa dan Hadi di Aden mempersulit permbicaraan damai yang disponsori oleh PBB. Krisis di Yaman lebih lanjut ditakutkan akan memperburuk perpecahan sektarian dan regional yang bisa menjerumuskan negara itu ke dalam perang saudara. Houthi mengatakan pada hari Selasa bahwa Hadi telah kehilangan legitimasinya sebagai kepala negara dan kini mereka cari sebagai buronan.

John Kerry: Pembicaraan Nuklir dengan Iran Lanjut

Jakarta, Aktual.co —Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan tak akan menghentikan pembicaraan nuklir dengan Iran yang tengah berlangsung, seperti yag dilansir BBCNews.Pernyataan tersebut disampaikan Kerry saat melakukan dengar pendapat mengenai kebijakan luar negeri dengan Kongres AS, Selasa (24/2).

Kerry membela pembicaraan nuklir karena menurutnya hal tersebut penting untuk menemukan kesepakatan dengan Iran. Sebelumnya, PM Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pendapat kerasnya yang mengatakan pembicaraan nuklir dengan Iran tak perlu dilanjutkan.

“Saya tak bisa menyatakan ini secara lebih tegas, kebijakannya ialah Iran takkan memiliki senjata nuklir. Siapa pun yang berputar-putara saat ini, berdiri untuk mengatakan kami tak menginginkan kesepakatan, atau ini atau itu, tidak tahu apakah kesepakatan itu sesungguhnya,” kata Kerry.  Kalimat Kerry jelas ditujukan untuk menanggapi peringatan PM Israel Benjamin Netanyahu  mengenai kesepakatan dengan Iran.

Berita Lain