18 April 2026
Beranda blog Halaman 38594

Drone Misterius Terbang di Langit Paris

Jakarta, Aktual.co — Setidaknya lima pesawat tanpa awak, atau yang lebih dikenal dengan istilah drone, terlihat terbang di atas pusat kota Paris pada Selasa (24/2) malam. Dilaporkan media Perancis, France24, sumber keamanan setempat belum mengetahui operator yang menerbangkan drone tersebut dan untuk tujuan apa. Drone pertama terlihat terbang di dekat kedutaan besar Amerika Serikat di ibukota Paris. Sejumlah drone lainnya juga terlihat melintas di dekat Menara Eiffel, Place de la Concorde dan museum militer Les Invalides pada Selasa dini hari.

“Bisa jadi ini tindakan yang terkoordinasi, namun untuk saat ini, kami tidak tahu pasti,” kata bsumber yang berbicara dengan syarat anonimitas. “Kami telah melakukan segala upaya untuk mencoba menangkap operator (drone tersebut) tapi sampai saat ini mereka belum ditemukan,” kata sumber lain yang dekat dengan proses penyelidikan. Ini bukan kali pertama drone misterius terbang di langit Perancis. Pada 20 Januari lalu, sebuah drone terlihat terbang sebentar di atas istana kepresidenan di Paris. Selain itu, sekitar 20 drone sebelumnya terlihat terbang di atas pembangkit listrik tenaga nuklir di Perancis.

“Belum pernah ada begitu banyak drone muncul dalam satu malam,” kata sumber keamanan pada Selasa (24/2). Fasilitas nuklir di Perancis merupakan zona larangan terbang yang membentang 2,5 kilometer radius dan ketinggian 1.000 meter. Drone milik pribadi dalam ukuran kecil dilarang terbang di daerah tersebut.

Meskipun demikian, petugas keamanan telah menerapkan peringatan keamanan tinggi terhadap kemungkinan serangan militan di Perancis, terutama setelah serangan tiga hari di Paris awal Januari lalu. Para ahli mengatakan bahwa drone kecil rakitan sendiri tidak akan menimbulkan ancaman jika menabrak sebuah fasilitas nuklir.

Ratusan TKI Menanti Ajal di Malaysia

Jakarta, Aktual.co —Kementerian Luar Negeri Indonesia merilis ada 229 orang pekerja asal Indonesia kini menghadapi hukuman mati di luar negeri untuk berbagai kejahatan. Mereka tersebar di berbagai negara. Melalui pernyataannya yang disiarkan Antara pada Selasa (24/2), Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan kasus terbanyak terjadi di Malaysia, yaitu sebanyak 168 kasus. Selain itu ada 38 kasus di Arab Saudi, dan 15 kasus di China.

Direktorat Kementerian untuk Perlindungan Warga Negara Indonesia dan bantuan hukum mengungkapkan ada 131 kasus terkait narkoba, 77 kasus terkait pembunuhan. Dari 131 kasus narkoba, 112 kasus ada di Malaysia, 15 di Cina, dua di Laos dan serta masing-masing satu kasus di Singapura dan Vietnam. Pada September tahun lalu, Kementerian Luar Negeri telah menangani 9.290 kasus hukum di luar negeri. Sebagian kasus yang terjadi melibatkan pekerja migran dan awak kapal kapal.

Ganja Dilegalkan di Jamaika

Jakarta, Aktual.co —Tidak banyak yang tahu bahwa ganja ternyata ilegal di Jamaika, negara kelahiran musisi Bob Marley. Mariyuana baru saja akan dilegalkan kepemilikannya setelah disetujui oleh parlemen Jamaika menjadi undang-undang pada Selasa (24/2). Diberitakan Independent, keputusan itu diperoleh setelah melalui debat di parlemen selama berjam-jam.

Undang-undang baru yang akan segera diterapkan di Jamaika mengatur dekriminalisasi kepemilikan ganja dalam jumlah kecil, yaitu 2 ons. Selain itu, diperbolehkan menanam lima pot ganja atau lebih sedikit dari itu. Para penganut aliran kepercayaan rastafarianisme di Jamaika kini diperbolehkan menggunakan ganja dalam upacara ritual keagamaan untuk pertama kalinya sejak didirikan sekitar tahun 1930-an.

Walaupun ganja telah membudaya di Jamaika, namun penggunaannya ilegal di negara tersebut. Langkah Jamaika mendekriminalisasi penggunaan ganja menyusul tren serupa di serupa yang dilakukan di berbagai negara. Amerika Serikat contohnya. Sebanyak 20 negara bagian di negara itu telah melegalkan ganja.

Alaska jadi negara bagian terbaru di AS yang melegalkan ganja pada awal pekan ini. Uruguay tahun lalu menjadi negara pertama yang menciptakan pasar legal mariyuana. Negara lainnya, seperti Argentina tahun 2009 telah menyatakan bahwa penangkapan dan pemenjaraan pemilik ganja dengan jumlah kecil adalah pelanggaran konstitusi.

Para penganut rastafarianisme akhirnya bisa menggunakan ganja untuk ritual keagamaan secara legal untuk pertama kalinya sejak tahun 1930-an. Selama puluhan tahun, legalisasi ganja merupakan perdebatan panjang di Jamaika. Negara itu khawatir legalisasi ganja akan melanggar Konvensi Narkoba PBB yang berujung pada sanksi dari Amerika.

Warga asing nantinya bisa datang ke Jamaika untuk membeli ganja untuk pengobatan. Jamaika berharap, langkah terbaru ini akan membuat negara itu menjadi salah satu pemain utama dalam industri mariyuana medis, pariwisata kesehatan dan pengembangan inovasi dari bahan turunan ganja.

Sebelumnya, ilmuwan lokal Jamaika telah menciptakan produk turunan dari ganja, salah satunya adalah Canasol yang berfungsi untuk meredakan rasa sakit pada penderita mata glaukoma. “Diloloskannya undang-undang ini tidak berarti menciptakan kebebasan bagi semua orang untuk menanam, mengirimkan, membeli atau mengekspor ganja. Aparat keamanan akan terus menerapkan hukum di Jamaika yang sesuai dengan kesepakatan internasional,” kata Peter Bunting, menteri pertahanan nasional Jamaika.

AS Tawarkan 3 Juta Dolar untuk Pemberi Informasi Buronan Internet Rusia

Jakarta, Aktual.co —Pria asal Rusia menjadi buronan AS setelah berhasil meraup belasan miliar. Ia melakukan penipuan dengan menggunakan game di internet. Evgeniy Bogachev menjadi buronan utama FBI, seperti yang dilansir CNN. Ia divonis bersalah karena menjalankan jaringan serangan komputer yang berhasil meraup uang curian lebih dari $ 100 juta dolar Amerika atau sekitar 12 miliar rupiah.

Departemen Kehakiman dan Departemen Luar Negeri AS pada Selasa (24/2) mengumumkan hadiah senilai 360 juta rupiah untuk siapa pun yang bisa memberikan informasi yang mengarah pada Evgeniy Bogachev. Otoritas Amerika menyebut Bogachev sebagai salah satu peretas (hacker)  paling produktif di dunia.

Evgeniy Bogachev didakwa di Pittsburgh tahun lalu atas tuduhan penipuan bank dan konspirasi. Gambarnya dipasang diberbagai area yang didistribusikan oleh FBI. Bogachev divonis di Amerika Serikat setelah menjalankan jaringan komputer yang disebut serangan GameOver Zeus, dan berhasil mencuri lebih dari 12 miliar rupiah dari rekening bank secara online. Dia juga menghadapi Bank Federal dengan tuduhan penipuan konspirasi di Omaha, Nebraska terkait dengan dugaan keterlibatannya dalam varian Zeus sebelumnya yang dikenal sebagai Jabber Zeus.

Pejabat FBI mengatakan mereka percaya Bogachev masih di Rusia. Kepala Divisi Kejahatan Cyber FBI Joseph Demarest mengatakan, Badan Keamanan Internal Rusia (FSB) telah menyatakan keinginannya untuk bekerja sama memburu Bogachev. AS mengalami kesulitan menangkap hacker yang berdomisili di luar negeri, khususnya Rusia, karena mereka tak memiliki perjanjian ekstradisi.

Sebanyak 700 Artis Inggris Boikot Israel

Jakarta, Aktual.co —Tak pernah terpublikasi sebelumnya, diam-diam, 700 artis Inggris dari dunia sastra, film, panggung dan musik menandatangani perjanjian untuk melakukan boikot terhadap Israel, seperti yang dilansir Al JazeeraNews. Kampanye aksi boikot ini akan terus dilakukan selama Israel terus menolak hak dasar Palestina untuk merdeka. Kampanye ini diluncurkan tepat di hari Valentine, 14 Februari 2015. Ratusan artis ini memberikan surat kepada media Inggris The Guardian. Melalui petisi bertajuk “Artis Inggris untuk Palestina,” mereka menulis :

“Kami mendukung perjuangan Palestina untuk kemerdekaan, keadilan dan kesetaraan. Menanggapi panggilan dari seniman dan pekerja budaya dan seniman Palestina untuk memboikot budaya Israel, kami berjanji untuk tidak menerima undangan profesional untuk Israel, atau pendanaan, dari lembaga apapun yang terkait dengan pemerintah Israel, sampai Israel mematuhi hukum internasional dan prinsip-prinsip universal hak asasi manusia.”

Petisi tersebut ditandatangani antara lain oleh Peter Kosminsky, Mike Leigh, Jimmy McGovern, Miriam Margolyes, Riz Ahmed, Jeremy Hardy, Brian Eno, Richard Ashcroft, Gillian Slovo, China Mievelle, Liz Lochhead dan ratusan seniman lain. Mantan presiden ‘English PEN,’ penulis Gillian Slovo, mengatakan, “sebagai seroang Afrika Selatan saya menyaksikan cara boikot budaya yang pernah dilakukan Afrika Selatan membantu memberikan tekanan pada pemerintah apartheid dan pendukungnya.

Penandatanganan petisi ini menghasilkan cara non-kekerasan, bahkan lebih bernuansa bagi kita untuk menyerukan perubahan dan keadilan bagi semua.”

John Kerry: Iran Dukung Pemberontakan Yaman

Jakarta, Aktual.co — Menteri Luar Negeri AS John Kerry menuding Iran memberikan kontribusi atas terjadinya pemberontakan Houthi di Yaman, seperti yang dilansir Al JazeeraNews. Saat berbicara dengan parlemen AS, Selasa (24/2) Kerry mengatakan dukungan yang diberikan Iran pada pemberontak Houthi sangat penting.

Kerry juga mengatakan, Iran terkejut dengan perkembangan yang terjadi didunia Arab, yang bisa mengancam kedudukannya. Selain itu, Iran juga mengharapkan terjadinya dialog nasional diantara pemimpin Arab dan Iran. Kelompok Houthi merebut Ibu Kota Sanaa pada September tahun lalu.

Mereka mengepung kediaman kediaman presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi. Presiden dipaksa mundur sehingga terjadi kekosongan politik. Setelah satu bulan menjadi tahanan rumah, Hadi berhasil melarikan di ke Aden, sebuah kota di Yaman Selatan. Hadi menarik kembali pengunduran dirinya.

Namun kelompok Houthi menudingnya sebagai buronan. Houthi sendiri dengan sejumlah loyalis dan pendukungnya dari militer bertekad untuk merebut kembali kekuasaan di Yaman.

Berita Lain