8 April 2026
Beranda blog Halaman 38623

Ahok Tantang Mendagri Debat APBD DKI

Jakarta, Aktual.co —Pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2015 tampaknya memang harus berliku lewati beberapa perseteruan.
Jika sebelumnya, perseteruan terjadi antara Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan DPRD DKI. Perang pernyataan lain tampaknya bakal terjadi. Kali ini antara Ahok dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. 
Menyusul pernyataan Tjahjo baru-baru ini yang mengatakan 80 persen dari total APBD DKI habis buat membayar gaji pegawai saja. 
Ahok pun dibuat geleng-geleng kepala mendengar pernyataan Tjahjo. 
“Mana ada 80 persen? Justru semua honor pegawai DKI sudah banyak dihapus, coba aja bandingkan dengan yang lain. Tim pengendalian teknis kami buang honornya, pengadaan juga kami buang honornya, begitu juga honor-honor yang lain sudah dibuang,” kata Ahok, di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (24/2).
Tak mau berlarut-larut, Ahok pun mengajak Mendagri untuk bertemu langsung dengannya, dan membicarakan apa yang menjadi keberatan Kemendagri terhadap postur APBD DKI 2015. “Di mana alasannya? Sudah deh bikin surat resmi ke kita biar bisa berdebat,” tantang Ahok.

Artikel ini ditulis oleh:

Polda Riau Tetapkan Sembilan Tersangka Pembakar Hutan dan Lahan

Jakarta, Aktual.co — Polda Riau menetapkan sembilan tersangka dugaan pembakaran hutan dan lahan di sejumlah kabupaten dalam kurun waktu Januari-Februari 2015.
“Mereka diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh jajaran di enam kabupaten se-Riau,” kata Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Selasa (24/2).
Berdasarkan catatan kepolisian, selain sembilan orang tersangka pembakaran lahan, juga telah diamankan sejumlah orang di berbagai daerah karena terlibat kasus perambahan dan penebangan kayu hasil hutan secara ilegal.
Kabag Bin Ops Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Riau AKBP Kaswandi Irwan menambahkan, upaya penegakan hukum dilakukan tidak hanya untuk pelaku pembakaran hutan dan lahan, namun juga terhadap pelaku kejahatan kehutanan lainnya.
“Termasuk perambahan dan penebangan kayu hutan secara ilegal. Hal itu karena perambahan juga dapat berdampak kebakaran lahan,” katanya.
Data kepolisian menunjukkan sembilan tersangka itu terdiri dari sembilan laporan polisi (LP), di antaranya Polres Bengkalis satu laporan dan mengamankan satu tersangka. 
Polres Indragiri Hulu dua LP dengan menetapkan dua tersangka, Polres Indragiri Hilir satu LP dengan satu tersangka, Polres Siak tiga LP dengan tiga tersangka, Polres Pelalawan satu LP dengan satu tersangka, dan terakhir Polres Rokan Hilir satu LP dengan menetapkan satu tersangka.
“Semuanya sudah kami amankan berikut barang bukti yang digunakan mereka untuk membakar lahan. Sementara keterangannya, motif para pelaku yakni membakar lahan untuk kebutuhan membuka kebun,” kata dia.
Sebelumnya Provinsi Riau kembali menjadi sorotan setelah ditetapkannya status siaga darurat asap oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar sebelumnya juga telah datang ke Pekanbaru untuk memimpin rapat tanggap darurat penanggulangan Karhutla dan bencana kabut asap 2015.
Siti Nurbaya Bakar juga meminta kepolisian untuk bertindak tegas terhadap para pelaku pembakaran lahan. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kejagung Akan Cermati Sebelum Terima Kasus dari KPK

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Agung (Kejagung) akan mengkaji perkara korupsi yang dilimpahkan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Kejaksaan, sebelum memutuskan menerima pelimpahan perkara tersebut.
“Perkra-perkara yang nantinya akan dilimpahkan ke Kejaksaan, tentunya kita lihat seperti apa relevansinya,” kata Jaksa Agung HM Prasetyto di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (24/2).
Prasetyo mengaku tidak menolak pelimpahan kasus korupsi dari KPK di tingkat penuntutan yang terjadi di daerah, mengingat KPK tidak mempunyai perwakilan di seluruh Indonesia.
“Yang pasti, memang khususnya untuk penangan korupsi di daerah-daerah itu KPK tidak miliki kaki-kaki di sana. Kaki-kaki KPK adalah Kejaksaan ini juga. Ketika melimpahkan perkara ke pengadilan yang adanya di provinsi, mungkin KPK melihat lebih efektik kalau perkara itu diserahkan penuntutannya ke Kejaksaan,” kata Prasetyo.
Dijelaskan Prasetyo, penyerahan tersebut bukan berarti KPK menyerahkan sepenuhnya satu perkara korupsi kepada Kejaksaan, karena lembaga antirasuah itu pun memiliki kewajiban untuk mensupervisi penanganan perkara tindak pidana korupsi yang ditangani institusi penegak hukum lainnya.
“Itu bukan berarti KPK melepaskan sama sekali, karena sesuai ketentuan perundangannya, KPK juga mempunyai fungsi dan kewenangan mensupervisi aparat penegak hukum lain, Kejaksaan dan Polri dalam pengusutan korupsi,” kata Prasetyo.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Obat Alami Ini Bantu Redakan Serta Sembuhkan Gatal dan Gigitan Serangga

Jakarta, Aktual.co — Setiap orang pasti pernah mengalami gigitan serangga. Yang berakibatgatal-gatal, sakit, atau bahkan hingga seperti terbakar. Dan, obat-obatanterkadang tidak selalu membantu. Berikut ini, adalah tips obat alami rumah yangbisa Anda gunakan untuk mengobatinya:

1. Peppermint
Peppermint ternyata membantu untuk pengobatan gigitan serangga. Karena di dalamPeppermint mempunyai bahan anti-inflamasi dan memberikan efek pendinginan padakulit yang digigit.

2. Lidah Buaya
Lidah buaya populer, lantaran memiliki sifat ‘mendinginkan’ juga telah dikenaluntuk memperbaiki jaringan yang rusak. Dinginkan beberapa lidah buaya di dalamlemari es, dan menerapkannya langsung pada kulit yang tergigit.

Ini tidak hanya berkhasiat secara instan untuk kulit yang teriritasi, tetapijuga membantu mengurangi peradangan dan menyembuhkan kulit di sekitar area yangdigigit.

3. Es
Untuk membantu mengurangi iritasi dan peradangan, Anda juga dapat menggunakankompres es dari kulkas. Efek pendinginan yang ‘tajam’ dari es memberikanbantuan langsung kepada gigitan jika gatal dan meradang.

Serta, sensasi mati rasa akan mencegah gatal lebih lanjut. Juga, kita semuatahu bahwa kemasan dingin membantu mengurangi peradangan. Jadi, ambil es dankompres selama 10-15 menit.

4. Sabun
Baik sabun batang atau pun cair sama-sama dikenal untuk membantu menenangkangigitan serangga. Namun, Anda harus memastikan bahwa Anda menggunakan sabun ‘non-deodorized’dan tidak wangi. Cuci terlebih dahulu gigitan baik dengan air dingin atauhangat. Cuci dengan baik selama kurang lebih 30 detik.

5. Bawang Putih

Menerapkan bawang putih yang sudah dihancurkan tidak hanya membantu meringankanrasa sakit dari gigitan serangga, tetapi juga mengurangi kemerahan dan bengkak.Bawang putih memiliki sifat obat dan sangat efektif dalam mengobati gigitanserangga secara alami.

Artikel ini ditulis oleh:

Kejari Lubuklinggau Periksa Empat Saksi Korupsi Dinkes

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Negeri Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, kembali memeriksa empat saksi untuk melengkapi pemberkasan dugaan korupsi yang terjadi di tahun 2014. 
“Pada pemeriksaan sebelumnya penyidik menemukan dugaan korupsi lainnya yaitu masalah penggunaan anggaran perjalanan dinas diduga fiktif,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Patris Yusran Jaya melalui Kasi Intelijen Willman Ernaldy, Selasa (24/2).
Selain itu tim penyidik akan mengusut dugaan korupsi lainnya yakni masalah pengadaan mobiler dan pemotongan jasa bidan pada program Jampersal.
Keempat saksi yang diperiksa, Senin (23/2) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) yang saat ini menjabat Plt Sekda Muratara A Rakhman, Achmad Azmi, Herman dan Toha selaku staf di Dinkes Muratara.
“Kita terus mendalami dugaan kasus korupsi tersebut, dengan demikian akan memeriksa banyak saksi untuk mengumpulkan data pendukung supaya bisa menetapkan tersangkanya,” tandasnya.
Dugaan korupsi itu mulai terungkap satu persatu setelah dilakukan pemeriksaan dan penelitian beberapa barang bukti dari hasil pemeriksaan sebelumnya.
Penyidik ada penemuan baru dalam anggaran tahun 2014 itu antara lain ada keganjilan pada pengadaan mobiler serta bukti pemotongan pembayaran yang dilakukan oleh oknum.
Selain itu, Jaksa juga telah mengeluarkan surat penyelidikan (Sprindik) terhadap dua kasus temuan baru tersebut, dan telah memeriksa lima orang saksi untuk dimintai keterangan terkait seputar kasus yang membelit di tubuh Dinkes Kabupaten Muratara itu.
Dia mengatakan, pada Rabu (18/2) penyidik memeriksa beberapa saksi antara lain bendahara Puskesmas Muara Rupit, Karang Jaya, Bingin Teluk, Dinkes serta Kepala Puskesmas Nibungm mereka sangat koorperatif.
Para saksi itu diperiksa mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB masing-masing saksi dicecar sebanyak 20 pertanyaan mengenai dua kasus temuan baru tersebut.
“Kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari Kasi Pidana Khusus (Pidsus), bila sudah dinyatakan lengkap tidak menutup kemungkinan akan menetapkan tersangkanya,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Marwan Jafar Sarankan BUMDes Jadi Distributor Beras

Jakarta, Aktual.co —  Terkait kisruh harga beras dalam negeri yang terus melonjak, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Marwan Jafar menyarankan adanya pembenahan dan konsolidasi manajemen pangan khususnya beras mulai dari hulu sampai hilir, dari sawah hingga pasar beras.  Dalam hal ini, Marwan mengusulkan agar pemerintah melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai distributor beras.

“BUMDes bisa diperankan sebagai distributor di lini pertama jalur distribusi di desa, karena BUMDes yang memang lokasinya di desa lebih mudah berbisnis dengan petani desa yang tidak lain adalah anggota BUMDes di desa masing-masing,” ujar Marwan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (24/2).

Peran BUMDes sebagai distributor beras desa, lanjut Marwan,  akan sangat membantu Pemerintah dalam mengamankan jalur pengadaan dan penyaluran beras dari praktik mafia beras. Pun dari latar belakang segi sumber daya manusianya, dimana banyak pengurus dan anggota BUMDes adalah petani dan pedagang beras, dinilai Marwan sebagai suatu kesiapan BUMDes menjadi distributor beras.

“BUMDes akan ikut membantu petani desa yang juga anggota BUMDes, mulai dari proses tanam, perawatan dari hama, hingga tahap panen, membeli dan menggiling jadi beras lalu menyimpan dan menyalurkannya sesuai dengan harga yang ditetapkan Pemerintah,” kata Marwan.

“Yang perlu disupport adalah permodalan, peralatan giling padi, kelengkapan administrasi modern seperti teleppon, faks, komputer dan internet, pelatihan tata kelola usaha yang baik khususnya keorganisasian, pembukuan, manajemen logistik dan distribusi, kalau untuk kantor bisa di kantor desa,” imbuh Marwan.

Selain membantu Pemerintah, pemberian peran kepada BUMDes sebagai distributor beras juga sebagai bentuk penguatan ekonomi desa. Hal ini lantaran BUMDes merupakan lembaga usaha desa yang dikelola bersama oleh masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa.

“Penguatan BUMDes akan menempatkannya sebagai penggerak ekonomi desa, karena selain akan meningkatkan pendapatan desa juga akan memajukan usaha warga desa yang terkait dengan bisnis BUMDes, serta menciptakan lapangan kerja dan usaha baru dari bisnia yang dikembangkannya” ungkap politisi PKB itu.

Selain berfungsi komersial mencari keuntungan untuk pendapatan kas desa, BUMDes juga memiliki fungsi sosial menyediakan pelayanan publik untuk kepentingan masyarakat desa, BUMDes juga bisa membantu program sosial Pemerintah di desa maupun program swasembada pangan.

“BUMDes misalnya bisa ikut membantu menyalurkan beras miskin, beras operasi pasar seperti sekarang ini, benih dan pupuk bersubsidi untuk petani, dan program sosial lainnya, sekaligus bisa memperkuat program Pemerintah mewujudkan target swasembada pangan nasional,” tambahnya.

Marwan sangat optimis, BUMDes bisa menjadi distributor pangan yang profesional dan amanah.

“Saya optimis BUMDes bisa menjadi instrumen pembangunan desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan di desa, dalam rangka  mewujudkan Nawa Cita Pemeruntahan Jokowi-JK yang ketiga yaitu Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan,” ujar Marwan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain