7 April 2026
Beranda blog Halaman 38631

REI Prediksi Harga Rumah Merangkak Naik April 2015

Jakarta, Aktual.co — Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah memprediksikan harga rumah akan mengalami kenaikan usai bulan Maret terutama untuk rumah jenis menengah.

“Sejauh ini melihat bunga bank memang masih belum ada kenaikan, untuk keputusan resmi dari Pemerintah juga belum ada,” kata Ketua DPD REI Jateng MR Prijanto di Semarang, Senin (23/2).

Jika sebelumnya REI memprediksikan besaran kenaikan sekitar 7 persen maka pada kenaikan mendatang bisa antara 10-15 persen.

“Besaran kenaikan tersebut menyesuaikan harga material bangunan yang terus meningkat dan menyesuaikan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak),” katanya.

Untuk kenaikan harga tersebut kemungkinan akan dilakukan usai bulan Maret. Pada saat itu bersamaan dengan keputusan groundbreaking rumah sederhana program FLPP yang dilaksanakan oleh Pemerintah.

Oleh karena itu, pihaknya berharap agar masyarakat yang ingin membeli rumah tipe sederhana agar tidak menunda rencana tersebut.

“Pada saat ini kan harga belum naik, jadi seharusnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang ingin membeli rumah sederhana,” katanya.

Meski harga akan segera naik namun pihaknya optimis penjualan akan tumbuh positif mengingat kebutuhan masyarakat akan rumah terus meningkat.

Sementara itu, menurut informasi yang beredar, Pemerintah akan memberikan subsidi bagi rumah sederhana melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sehingga bisa meringankan masyarakat yang menjadi konsumen tipe rumah tersebut yaitu dari kalangan menengah berpenghasilan rendah.

Menurutnya, subdisi akan diberikan di antaranya dari sisi bunga bank, uang muka, dan cicilan KPR. Diharapkan dengan adanya subsidi tersebut maka angka backlog atau penundaan pembangunan untuk rumah sederhana program FLPP di Jateng bisa berkurang.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Inilah Kronologss Penangkapan Guru Honorer Sekaligus Kurir Sabu

Jakarta, Aktual.co — Badan Narkotika Nasional (BNN) yang berhasil menangkap Fatimah (35) yang berprofesi sebagai guru honorer Bahasa Indonesia di Jember, Jawa Timur. Dari tangan Fatimah BNN mengamankan narkotika jenis sabu asal Tiongkok seberat 16 kilogram yang disembunyikan dalam kereta bayi di kawasan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.
Kabag Humas BNN Slamet Pribadi menuturkan bahwa Fatimah merupak pemain lama yang telah diincar oleh BNN.
“Pelaku merupakan pemain lama yang sudah kami incar,” katanya, Senin (23/2).
Dikatakan Slamet penangkapan terhadap Fatimah terjadi saat dirinya keluar dari gudang di Muara Baru dengan menumpangi truk yang mengangkut 18 kereta bayi asal Tiongkok. Truk itu disewa pelaku untuk mengangkut 18 kereta bayi dari Tiongkok yang di dalamnya disisipkan sabu dengan berat total 16,04 kg.
“Sabu tersebut dibagi dalam 15 paket, dimana dalam setiap paket dimasukkan ke dalam kantong yang ada di setiap kereta bayi,” tambahnya. 
Lebih lanjut Slamet menambahkan bahwa Fatimah sebelumnya pernah satu kali menjadi kurir sabu di Medan, Sumatera Utara, dan dua kali di Yogyakarta. Dalam bisnis haram itu, pelaku bertugas mengambil paket shabu di Muara Baru. “Namun belum sempat disuplai, petugas langsung meringkusnya,” ungkapnya.
Atas perbuatannya pelaku terancam pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Warga: Ledakan di ITC Depok Bersuara Kecil

Jakarta, Aktual.co — Ilham, Salah satu saksi ledakan yang terjadi di ITC Depok mengatakan kalau peristiwa ledakan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Saat kejadian dirinya saat itu tengah berada di lantai atas kejadian.
“Peledakan terjadi sekitar jam 18.00 sore tadi dan posisi saya di atas lantai kejadian,” katanya. Dikatakan Ilham saat terjadinya ledakan suara tidak begitu terdengar kencang, namun membuat panik warga yang saat itu berada di pusat perbelanjaan. “Saat ledakan saya mendengarnya tepat di toilet pria yang berada di lantai dua” tambahnya. 
Lebih lanjut Ilham menambahkan kalau saat ini petugas kepolisian tengah melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara. Para pengunjung juga saat ini telah berada diluar dengan keadaan cukup terkendali.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Gaji Guru Honorer Kecil, Fatimah Nekad Jadi Kurir Sabu

Jakarta, Aktual.co — Fatimah (35) kurir sabu yang berhasil diringkus oleh BNN mengaku untuk sekali kirim dirinya memperoleh upah sebesar Rp20 juta. Ia mengatakan untuk pengiriman narkotika kali ini berbeda dari sebelumnya yang dirinya hanya mendapatkan Rp3 juta.”Kalau bersihnya saya dapat Rp10 juta. Karena sisanya untuk operasional, tiket pesawat ke Jakarta dan sewa truk seharga Rp1 juta,” katanya kepada wartawan, Senin (23/2).Dikatakan Fatimah bahwa dirinya menekuni untuk menjadi kurir sabu sejak 6 bulan belakangan ini. Ia menambahkan kalau pekerjaan sebagai kurir sabu didapatnya dari kawannya.”Gaji saya sebagai guru honorer di SD di Jember yang hanya Rp200 ribu per bulan, makanya saya langsung tertarik,” tambahnya.Atas perbuatannya pelaku terancam pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Jaksa Agung dan Plt Pimpinan KPK Bertemu

Jaksa Agung HM Prasetyo (kedua kiri) bersalaman dengan Plt Ketua KPK Taufiequrachman Ruki (tengah), Johan Budi (kedua kanan) dan Zulkarnain (kanan) saat menyambangi Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (23/2/2015). Pertemuan antar dua lembaga penegak hukum tersebut membahas diantaranya rencana pelimpahan kasus korupsi yang ditangani KPK ke Kejaksaan Agung dan bantuan penambahan penuntut Kejagung ke KPK. AKTUAL/MUNZIR

DPR Anggap Kinerja 100 Hari Jaksa Agung Buruk

Jakarta, Aktual.co — Kinerja 100 hari Jaksa Agung HM Prasetyo mendapat sorotan. Mulai dari ketika pencalonan yang menimbulkan kontra lantaran latarbelakang Prasetyo yang berasal dari parpol yakni Nasdem.
Hingga persoalan yang menimpa kejaksaan, yakni dugaan suap perkara politisi PDIP Idham Samawi pada beberapa petinggi di Kejagung, kasus perselingkuhan oknum jaksa yang mengakibatkan sang istri nekat membakar kantor Kejari Labuha, ratusan kasus korupsi yang mangkrak, hingga belum tertangkapnya buronan korupsi kelas kakap.
Atas hal tersebut, Komisi III DPR RI berencana memanggil Prasetyo. “Ini berbicara soal keinginan rakyat atas perubahan di Kejaksaan. Kami akan memanggil Jaksa Agung atas kinerjanya yang buruk,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR, Desmond J Mahesa, di Jakarta, Senin (23/2).
Komisi III pun akan memanggil Prasetyo soal tabrakan Perja dan Kepja. “Dalam waktu dekat, kami akan meminta penjelasan Jaksa Agung atas kinerjanya yang buruk termasuk atas penabrakan Peraturan Jaksa Agung (Perja) dengan Keputusan Jaksa Agung (Kepja),” kata dia.
DPR menilai, Prasetyo belum juga melakukan hal yang luar biasa bagi institusi kejaksaan. “100 harinya dibuat sia-sia. Tidak ada prestasi yang luar biasa. Sama halnya seperti dia menjabat sebagai Jampidum,” jelasnya.
Desmond berpendapat, Prasetyo mempertontonkan kinerjanya sebagai Jampidum yang dulu untuk posisi Jaksa Agung seperti sekarang. “Kasus korupsi mangkrak yang pernah dijanjikannya dapat terselesaikan, proses penanganannya berjalan lambat seperti siput,” tuturnya.
Disamping itu, kehadiran Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (P3TPK), Desmon enggan mengomentari. “Apa yang perlu dikomentari, apa sudah ada prestasi?belum kan. Jadi tidak perlu dikomentari,” cetusnya.
Pengangkatan Prasetyo oleh Presiden Joko Widodo pun menjadi faktor pembuktian bahwa penegakan hukum di pemerintahan Jokowi tidak sesuai kehendak rakyat. “Jiwa politisi dalam diri Jaksa Agung masih ada. Patut diduga persoalan hukum ya dipolitisisasi. Jokowi kan memilih Prasetyo atas kehendak ‘kawan’, bukan rakyat,” tegasnya.
“Kepercayaan publik terhadap Prasetyo semakin menurun. Presiden Jokowi harusnya sadar atas kondisi tersebut.”
Untuk itu, DPR mendesak Jokowi untuk mengganti Jaksa Agung Prasetyo karena dinilai kinerjanya yang buruk dan tidak produktif. “Saya kira harus diganti. UU Kejaksaan dan Peraturan Jaksa Agung saja dia sudah lupa. Tidak produktif diusianya. Harus diganti,” kata politisi Partai Gerindra ini.
Sementara itu, Koordinator Indonesia Corruption Watch, Ade Irawan, Jaksa Agung Prasetyo masih belum optimalkan janji-janjinya sewaktu awal pertama kali dilantik Presiden Jokowi. “Awalnya kami optimis dengan janji-janjinya waktu itu, namun dalam 100 hari kerjanya belum ada yang terpenuhi,” kata Ade.
Dirinya mengkritisi keberadaan tim satgas P3TPK yang dibentuk Kejaksaan. “Saya rasa satgas ini sebagai bentuk pencitraan awal jabatan Prasetyo. Jika bukan pencitraan, pastinya saat ini sudah ada beberapa kasus besar yang dibongkar dan terungkap,” cetusnya.
“Saya rasa presiden harus evaluasi kinerja Jaksa Agung. Banyak yang perlu dibenahi di Kejaksaan Agung, namun hal tersebut belum dilakukan Prasetyo,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain