13 April 2026
Beranda blog Halaman 38701

Dua Tahanan Polres Merauke Kabur

Jakarta, Aktual.co — Dua tahanan di Markas Kepolisian Resor Merauke, Papua, masing-masing Bambang Bapaimu dan Apolo Narius Pakaimu, Minggu (22/2) dini hari kabur.
Wakapolres Merauke Kompol Muhsin Ningkeula, SH saat dikonfirmasi Antara melalui telepon Minggu, membenarkan kejadian tersebut.
Dia mengatakan, Bambang Bapaimu dan Apolo Narius Pakaimu melakukan tindak pidana pencurian sehingga ditahan di ruang tahanan Polres Merauke.
“Kami sudah menyebarkan personel ke seluruh wilayah Kabupaten Merauke dan sekitarnya untuk mencari dan menangkap mereka,” katanya.
Sebagian personel memantau Bandar Udara Mopah dan Pelabuhan Laut Kabupaten Merauke guna menjaga jangan sampai kedua pelaku melarikan diri keluar dari Kabupaten itu.
Selain itu, Polres melakukan pendekatan dengan keluarga kedua pelaku tersebut supaya membantu pihak kepolisian mencari keberadaan kedua orang tersebut.
“Kami juga sudah menyebarkan identitas kedua pelaku kepada seluruh Polsek jajaran Polres Merauke dan Polres daerah tetangga untuk membantu mencari dan menangkap kedua pelaku,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Aksi Usir Brutus Dari Istana

Relawan Jokowi melakukan aksi Usir Brutus Istana meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera mencopot Sekretaris Kabinet, Andi Widjajanto dan Kepala Staff Kepresidenan, Luhut Binsar Panjaitan dari jabatan masing-masing, di acara Car Free Day, Jakarta, Minggu (22/2/2015). Keduanya dituding ingin menjatuhkan Presiden Jokowi dalam kisruh yang terjadi antara Polri dan KPK. AKTUAL/MUNZIR

PKL Ini Gunakan Tongsis sebagi Tempat Jualan

Jakarta, Aktual.co — Pedagang kaki lima ada yang menggunakan tongkat narsis, atau lebih dikenal dengan tongsis untuk melayani para pembelinya sehingga menjadi pemandangan menarik yang terlihat di pinggir pagar Stasiun Besar Bogor, Jawa Barat.
Salah seorang pedagang, berjualan di pinggir pagar Stasiun Besar Bogor di Jalan Kapten Muslihat, dengan sepeda motonya ia menjual kopi, rokok, tissue, juga permen dan lainnya.
Tongsis dibuat dari tangkai payung yang dimodifikasi pada bagian ujungnya diberi kawat melingkar sebagai penggantung cangkir plastik sebagai media untuk mengirimkan barang dagangan, uang bayaran, maupun kembalian uang.
Panjang tongsis hampir satu meter, cukup untuk melayani konsumennya yang berbelanja dari balik pagar yang dibatasi dua pagar, yakni pagar stasiun dan pagar pedestrian sekeliling stasiun.
Langkah ini dilakukan pria paruh baya itu karena beberapa penumpang kereta yang sudah berada di stasiun membutuhkan dagangnyanya baik kopi maupun rokok.
Cara berjualan ala Asep itu mendapat perhatian sesama pedagang yang juga ikut menjajakan dagangannya dari balik pagar yang mengelilingi Stasiun Besar Bogor.
“Ohh itu Tongsis, kreatif juga yah,” kata salah seorang pedagang gantungan kunci.
Asep, demikian panggilan akrabnya, menjadi satu-satunya pedagang yang menggunakan tongsis untuk berjualan, sejumlah pedagang lainnya masih menjajakan secara manual, terkadang mereka kesulitan untuk melayani pembeli yang sudah berada di dalam stasiun, namun banyak juga masyarakat yang berbelanja sebelum masuk ke dalam stasiun, atau bahkan mereka harus berdiri di atas pedestrian untuk bisa jual beli.
Belum diketahui persis sejak kapan tepatnya pedagang kaki lima tadi menggunakan tongsis untuk membantunya berjualan melayani pembeli dari dalam stasiun. Namun alat bantu itu telah memberikan kemudahan dan keuntungannya baginya untuk tetap berjualan.
Dua pagar yang mengelilingi Stasiun Besar Bogor tidak menjadi halangan bagi Asep untuk mengais rejeki di tengah hiruk-pikuknya Kota Bogor.
Minggu(22/2)  pagi itu, misalnya, seorang penumpang kereta yang hendak berangkat membeli sebatang rokok dari Asep, dengan sigap Asep mengulurkan tongsis yang di bagian ujungnya sudah ada sebungkus rokok yang diletakkan di dalam gelas palstik.
Transaksi jual beli terjadi dengan bantuan tongsis, setelah mengirimkan rokok, pembeli mengembalikan sekaligus memasukkan uang sebagai tanda bayar. Lalu Asep kemabali mengirimkan tongsis berisi korek api, sambil mengirimkan uang kembalian.

Artikel ini ditulis oleh:

Warga Jakarta Gelar Aksi Lengserkan Ahok

Sejumlah warga membubuhkan tanda tangan mendukung pemakzulan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (22/2/2015). Mereka melakukan aksi ini karena kebijakan Ahok dinilai tak pro-rakyat. AKTUAL/MUNZIR

Peserta dan Peninjau Kongres KNPI Batal Berangkat, Sabotasekah?

Jakarta, Aktual.co —  Peserta dan peninjau Kongres KNPI harus gigit jari jari karena keberangkatannya ke Papua dibatalkan.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP KNPI, Cokro Wibowo Sumarsono, mengatakan, pembatalan keberangkatan itu dilakukan secara sepihak dan mendadak.
“Dipastikan keberangkatan rombongan peserta dan peninjau kongres KNPI dibatalkan,” ujarnya, Minggu (22/2).
Kata Cokro, keberangkatan romobongan ini sedianya dilakukan dengan menggunakan pesawat Batik Air ID 6182 dibatalkan.
“Puluhan pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), pimpinan DPD Propinsi dan pengurus DPP KNPI sampai saat ini masih bertahan di bandara Soekarno Hatta,” tukasnya.
Cokro berharap kejadian ini hanya persoalan kesalahan teknis semata, dan bukan sebuah permainan sabotase yang  bisa mengganggu kesuksesan Kongres Pemuda.
“Harapan besar kami tidak ada satupun peserta dan peninjau Kongres Pemuda yang tidak bisa berangkat, mengingat sudah tersedianya bantuan transportasi keberangkatan dan kepulangan peserta baik dari pemerintah pusat dan daerah. Mari kita jaga kekompakan bersama segenap pemuda demi kesatuan cita cita,” pungkas Cokro.

Artikel ini ditulis oleh:

Belum Dapat Izin, Lion Air Sudah Jual Tiket

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi V Fauzi  H. Amro menegaskan kepada Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mencabut ijin operasi Lion Air. 
“Ini kan kasus yang terulang, delay delay dan delay, nah punishment nya seperti apa ?, kalo saya tegas cabut aja Lion Air,” ujar Fauzi, Minggu (22/2)
Menurut informasi, kata dia, sebelum insiden delay Lion Air telah menjual tiket namun belum mendapat ijin terbang. Ijin rute sudah dikantongi namun ijin terbang  (diluar frekuensi yang ditetapkan) belum diperoleh. Mismanajemen di Lion Air menabrak aturan dan terlalu memaksakan diri untuk jual tiket sebanyak-banyaknya tapi tidak memperhatikan kemampuan dan ketersediaan SDM.
“Indikasi menunjukkan kalau manajemen Lion Air memang bobrok, dan apapun yang dilakukan regulator atau pemerintah jangan melanggar undang-undang,” katanya

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain