14 April 2026
Beranda blog Halaman 38708

Indonesia dapat Usir Dubes Brasil

Jakarta, Aktual.co —Tindakan memalukan yang dilakukan oleh Brasil terhadap Duta Besar Indonesia untuk Brasil, bisa dibalas Indonesia. Indonesia bahkan bisa mengusir Duta Besar Brasil untuk Indonesia sebagai balasan. Masalah diawali penundaan penyerahaan surat kepercayaan atau credential letter dari Dubes RI Toto Riyanto, kepada Presiden Brasil Dilma Roussef.  Pada Dubes Riyanto sudah berada di Istana Kepresidenan untuk menyerahkan surat itu.
 
Menurut Guru Besar Hukum Internasional Hikmahanto Juwana,  ini adalah tindakan pasca hukuman mati atas warganya dan satu lagi yang akan dieksekusi mati. Brasil telah memulai tindakan yang beresiko untuk menganggu hubungan baik antar kedua negara yang selama ini terjalin dengan baik dan saling mentuntungkan.
 
“Saya setuju dengan tindakan (Menlu RI) Ibu Retno untuk memanggil pulang Dubes Toto untuk dikonsultasikan. Dubes Toto bisa melaporkan apa yang terjadi pada dirinya sehingga tidak dilakukan penerimaan surat kpercayaan,” ujar Hikmahanto, Sabtu (21/2).
 
“Brasil rupanya telah membawa masalah warganya yang melakukan kejahatan serius di Indonesia menjadi masalah bilateral antar dua negara. Indonesia bisa saja melakukan pengusiran terhadap Dubes Brasil di Indonesia sebagai tindakan balasan,” tegasnya.
 
Namun Hikmahanto berpendapat Indonesia harus berkepala dingin dan berpikir jernih. “Jangan seperti Brasil yang tindakannya berpotensi menganggu hubungan bilateral gara-gara ingin  melakukan perlindungan bagi warganya yang jelas-jelas melakukan kejahatan yang dapat merusak bangsa Indonesia,” lanjut Hikmahanto. Baginya, Brasil dalam hal ini pemerintahan Presiden Dilma Roussef tidak menunjukkan tata cara diplomasi yang baik. Bahkan ulah Roussef berpotensi untuk merusak hubungan kedua negara.

Virus Mers, 383 Orang di Arab Saudi Tewas

Jakarta, Aktual.co —Korban akibat virus MERS di Arab Saudi dikabarkan terus bertambah. Sejak Juni 2012 lalu, tercatat 383 warga tewas akibat virus ini. Kementerian Kesehatan Arab Saudi dalam situs resminya merilis, seorang warga Saudi kembali meninggal di Kota Al Khobar akibat virus Mers. Sebelumnya, pada Kamis (19/02), Kementerian Kesahatan Arab Saudi juga merilis lima orang warga meninggal akibat virus Mers diantaranya empat warga Saudi dan satu warga asing.
 
“Dari data terakhir Kementerian Kesehatan Arab Saudi tercatat dari 990 kasus virus Mers sejak Juni 2012 hingga 20 Februari 2015 diantaranya 383 orang meninggal dunia dan 29 orang dalam perawatan,” sebut keterangan yang  tertulis d pres realese, Sabtu (21/2).
 
Asisten Direktur Umum di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)Keiji Fukuda mengatakan, bahwa perlunya dilakukan pembahasan untuk tindak lanjut atas pengembangan vaksin untuk hewan onta. Hal ini dikarenakan virus Mers yang menular ke manusia di duga bersumber dari hewan onta. “WHO mengapresiasi upaya pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk memberantas virus Mers. Hal ini adanya peningkatan dari sebelumnya baik dalam hal penelitian, pencegahan, penyembuhan, pelayanan, dan lainnya,” ujar Fukuda.

Demokrasi dan Nomokrasi (bagian akhir)

Memperkuat Kesadaran Pelayanan Publik
Pada akhirnya harus saya katakan terutama kepada pelaku dan akademisi di bidang administrasi negara, bahwa demokrasi pada akhirnya harus membangkitkan kesadaran pelayanan kepada rakyat sebagai ibu pertiwi. Betapapun indahnya slogan demokrasi, tanpa komitmen pada palayanan dan kesejahteraan rakyat, yang dihasilkan adalah tirani.

Tentu kisah masih ingat pada peringatan Soekarno 67 tahun yang lalu, tentang kemungkinan demokrasi tanpa demos (tanpa pemberdayaan rakyat) seperti di Perancis pasca revolusi. “Ya, marilah kita ingat akan pelajaran revolusi Perancis itu. Marilah ingat akan bagaimana kadang-kadang palsunya semoboyan demokrasi, yang tidak menolong rakyat-jelata bahkan sebaliknya mengorbankan rakyat-jelata, membinasakan rakyat-jelata sebagaimana telah terjadi di dalam revolusi Perancis itu. Marilah kita awas, jangan sampai rakyat-jelata Indonesia tertipu oleh semboyan ‘demokrasi’ sebagai rakyat-jelata Perancis itu, yang akhirnya ternyata hanya diperkuda belaka oleh kaum borjuis yang bergembar-gembor ‘demokrasi’–kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan, tetapi sebenarnya hanya mencari kekuasaan sendiri, keenakan sendiri, keuntungan sendiri!”

Maka hal pertama yang harus diingat adalah pandangan Mohammad Hatta, bahwa negara tak lebih dan tak kurang adalah ”panitia kesejahteraan rakyat”.  Dalam pandangannya,  pemenuhan kesejahteraan ini hanya akan terwujud jika semangat kebangsaan dibina di atas landasan ”kedaulatan rakyat”. Tak ubahnya dengan konsep bangsa, kedaulatan rakyat adalah sebuah program yang bertolak dari sebuah keyakinan, bahwa manusia ini sederajat, karena itu sama-sama mempunyai hak untuk mengatur corak hidup bersama. Meskipun demikian bukan berarti kedaulatan rakyat yang dicita-citakan itu bertolak dari individualisme, yang menjadikan orang seorang sebagai ukuran segala sesuatu, tetapi dari kesadaran kolektivisme.”

Bahwa Indonesia adalah cita-cita politik bersama yang untuk mewujudkannya perlu ada pengikatan dan komitmen bersama.  Dan dalam hal ini, Bung Hatta menyebutkan pentingnya menumbuhkan rasa tanggung jawab di kalangan para pemimpin dan aparatur negara. ”Sebab,” menurutnya,  ”kalau rasa tanggung jawab tidak mendalam sedalam-dalamnya, bangsa kita akan sukar mencapai kesanggupan untuk ”menentukan nasibnya sendiri di kemudian hari”.

Selajutnya dikatakan, ”Indonesia luas tanahnya dan besar daerahnya dan sebagai nusantara tersebar letaknya. Oleh karena itu soal-soal yang mengenai pembangunan negara Indonesia yang merdeka dan kuat tak sedikit jumlahnya dan tidak pula mudah adanya. Pemerintahan negara yang semacam itu hanya dapat diselenggarakan oleh mereka yang mempunyai tanggung jawab yang sebesar-besarnya, dan mempunyai pandangan yang amat luas. Rasa tanggung jawab itu akan hidup dalam dada kita, jika kita sanggup hidup dengan memikirkan lebih dahulu kepentingan masyarakat, keselamatan nusa, dan kehormatan bangsa” (Pidato Radio 8 Nopember 1944).

Akhrinya, Bung Hatta kerapkali menyeru kepada kerabat-kerabat sebangsa untuk sama-sama menggemakan bait puisi dari Rene de Clerq, ”Hanya ada satu tanah yang bernama tanah airku//Ia makmur karena usaha, dan usaha itu ialah usahaku.”

Oleh: Yudi Latif, Chairman Aktual

Artikel ini ditulis oleh:

Astaghfirullah, Finlandia Legalkan Pernikahan Sejenis

Jakarta, Aktual.co —Perjuangan panjang komunitas homoseksual di Finlandia akhirnya membuat Presiden Finlandia Sauli Niinisto, menandatangani aturan hukum yang mengizinkan pernikahan sesama jenis pada Jumat (20/2). Seperti dilansir Russia Today, ini merupakan hukum pertama yang diadopsi oleh parlemen dari hasil inisiatif warga. Lebih dari 160 ribu orang meneken petisi yang menuntut hak pernikahan homoseksual.

“Ini sangat hebat. Kami tentu saja sangat senang dengan hasil ini. Bukan hanya karena perubahan Hukum Pernikahan, tapi ini juga membawa simbol besar nilai-nilai lain,” ujar Aija Salo, Sekretaris Jenderal Kelompok LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) National Seta seperti dikutip dari Russia Today. Pada awalnya, National Seta hanya memasang target 50 ribu tanda tangan dalam petisi ini. Namun, jumlah orang yang membubuhkan tanda tangan ternyata mencapai 167 ribu.

“Ini adalah kampanye yang sangat besar dan unik. Ini adalah gerakan masyarakat pertama. Publik berbicara. Ini sangat penting bagi sebagian orang secara personal dan secara simbolik, dan orang-orang sangat senang,” tuturnya. Hal inilah yang dianggap Salo menggerakkan hati para pemuka agama dan parlemen untuk meninjau hukum tersebut. Pada Desember lalu, Perdana Menteri Finlandia Alexander Stubb dalam surat terbukanya berkata Finlandia harus menjadi negara di mana tidak ada diskriminasi. “Hak asasi dijunjung tinggi, dan dua orang dewasa dapat menikah tanpa melihat orientasi seks mereka,” ujar Stubb.

Meskipun sudah disetujui parlemen sejak Desember lalu, hukum ini baru bisa dijalankan terhitung Maret 2017. Pasalnya, parlemen harus merevisi regulasi menyangkut pelayanan kesehatan dan sosial yang ada sekarang agar sesuai dengan hukum pernikahan sesama jenis ini. Kendati demikian, pihak oposisi menentang perubahan hukum tersebut jika belum ada evaluasi dampaknya.

BEI akan Longgarkan Aturan Penerbitan Obligasi

Jakarta, Aktual.co —Bursa Efek Indonesia akan memberikan sejumlah kelonggaran untuk penerbitan tentang obligasi atau sukuk (obligasi syariah) yang memberikan kemudahan bagi perusahaan sektor energi, infrastruktur, dan energi baru yang terbarukan dalam mencari pendanaan ekspansi. “Diharapkan, peraturan itu terbit pada tahun ini. Dalam peraturan itu nantinya perusahaan diperbolehkan untuk mengeluarkan obligasi atau sukuk meski belum ada penghasilan,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen di Jakarta, Jumat (20/2).

Ia mencontohkan bahwa perusahaan di sektor energi itu berniat membangun pembangkit listrik, tetapi belum menghasilkan pendapatan sehingga kesulitan untuk merealisasikan rencananya. Dengan peraturan yang akan segera diterbitkan, BEI berharap dapat membantu pencarian pendanaan sehingga infrastruktur di dalam negeri berjalan. “Selain pembiayaan untuk sektor energi, infrastruktur serta energi baru yang terbarukan, bisa juga nantinya untuk pembiayaan biasa,” ucapnya.

Kendati demikian, Hoesen menegaskan perusahaan yang berencana menerbitkan obligasi atau sukuk dengan peraturan baru itu, wajib memiliki penjamin atau “guarantor” dalam merealisasikan rencananya. “Harus ada yang guarantor. Dan yang menjadi ‘guarantor’ itu yang harus diperingkat oleh lembaga pemeringkat,” papar Hoesen. Hoesen mengemukakan, peraturan baru tentang obligasi itu dinsipirasi dari Peraturan Nomor I-A.1 tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan di Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara yang resmi diberlakukan pada 1 November 2014 itu. “Semacam peraturan tambang yang baru, tetapi ini terkait obligasi,” katanya.

Kim Jong-Un Inspeksi Latihan Korut

Jakarta, Aktual.co — Pemimpin muda Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un menyempatkan diri untuk mengunjungi latihan artileri. Latihan tersebut dilakukan di dekat perbatasan laut yang berdekatan dengan Korea Selatan (Korsel). Unit militer yang dilengkapi artileri tersebut sudah sejak lama diturunkan di dekat perbatasan laut yang memisahkan Korut dan Korsel. Jong-Un pun memiliki alasan tersendiri untuk memamerkan artileri militernya. Demikian diberitakan Associated Press, Sabtu (21/2).
 
Seorang analis di Seoul, Korsel mengatakan, Korut saat ini mencoba untuk memamerkan kemampuan militer yang dimilikinya. Maret mendatang, rencananya, Korsel akan melakukan latihan militer rutin dengan Amerika Serikat (AS). Jong-Un bersama petinggi militer Korut lainnya mengecam latihan militersebut dan menyebutnya sebagai latihan untuk melakukan invasi.
 
Sementara kantor berita Korean Central News Agency (KCNA) mengatakan, latihan artileri ini difokuskan pada latihan menyerang dan menguasai pulau musuh. Menurut KCNA, Jong-Un sangat puas dengan hasil latihan dan meminta prajuritnya bersiap untuk perang melawan AS. Menanggapi tuduhan dari Korut tentang latihan militer, AS dan Korsel beberapa kali menyebutkan bahwa latihan ini berbentuk pertahanan. Kedua negara sekutu itu bersikeras tidak berkeinginan serang Korut.

Berita Lain