14 April 2026
Beranda blog Halaman 38709

Pemda NTB Siap Beli Saham Newmont

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat siap membeli sisa tujuh persen saham milik PT Newmont Nusa Tenggara yang masuk dalam divestasi terakhir. Untuk pembelian kali ini, Pemda NTB tidak lagi menggandeng Bakrie Grup. “Keiginan kita tidak berubah, bahwa saham tujuh persen ini harus tetap menjadi milik pemerintah daerah,” kata Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H Muhammad Amin di Mataram, seperti yang dilansir CNN Indonesia.com, Sabtu (21/2).

Dia menjelaskan, pemerintah daerah sejak 2009 bersama mitra PT Multi Capital (Bakrie Group) telah memiliki 24 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) yang sudah dilepas melalui skema divestasi. Untuk bisa menggenapkan investasi ini menjadi 31 persen, pemerintah daerah berkepentingan membeli sisa tujuh persen saham PT NNT. Menindaklanjuti rencana itu, Pemda NTB dalam waktu dekat akan segera menemui Menteri Keuangan untuk menegaskan kesiapan pemerintah daerah kembali membeli tujuh persen saham perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.

Orang nomor dua di NTB ini menjelaskan sejak awal rencana untuk membeli tujuh persen saham PT NNT ini, DPR telah memutuskan dan menyetujui sisa tujuh persen saham Newmont harus dimiliki daerah. Sebab, penilai DPR ketika itu, langkah pemerintah yang menunjuk PIP untuk membeli saham tujuh persen tidak sah karena tidak mendapat persetujuan DPR seperti hasil audit BPK.

Bahkan, menurut Amin, pada 28 Oktober 2011, DPR secara resmi telah bersurat ke Presiden dan meminta agar Presiden memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral untuk menunjuk pemerintah daerah sebagai pembeli tujuh persen saham PT NNT. “Kami tidak ingin proses ini terus berlarut-larut dan menjadi berkepanjangan. Karenanya, hak pembelian diserahkan sepenuhnya kepada daerah,” jelas Amin.

Untuk merealisasikan proses divestasi itu, pemerintah daerah siap menyanggupi aspek persyaratan yang diminta oleh pusat. Salah satunya terkait mitra dalam proses divestasi itu sehingga lebih transparan.  Hal ini terkait Bakrie Group yang telah menyatakan kepada pemerintah daerah tidak lagi berminat memodali pemerintah daerah dalam pembelian tujuh persen saham itu. “Kami siap menggelar ‘beauty contest’ (lelang terbatas) dan dilaksanakan secara terbuka,” terangnya.

Namun, jika pemerintah daerah ditunjuk membeli sisa tujuh persen saham itu, maka skema pembeliannya tetap sama dengan pembelian saham sebelumnya, yakni dengan melibatkan tiga daerah melalui melalui PT Daerah Maju Bersaing (PT DMB) yang dimiliki Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, divestasi saham PT Newmont yang awalnya harus diserap oleh PIP kini menggantung. Pasalnya, pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015, pemerintah melebur PIP dan mengalihkan asetnya sebesar Rp18,9 triliun ke PT SMI. Dengan begitu pemerintah tidak membatalkan divestasi saham tujuh persen milik Newmont. Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan berbagai macam cara seperti menawarkan divestasi saham kepada BUMN yang tertarik.

Pemda NTB Siap Beli Saham Newmont

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat siap membeli sisa tujuh persen saham milik PT Newmont Nusa Tenggara yang masuk dalam divestasi terakhir. Untuk pembelian kali ini, Pemda NTB tidak lagi menggandeng Bakrie Grup. “Keiginan kita tidak berubah, bahwa saham tujuh persen ini harus tetap menjadi milik pemerintah daerah,” kata Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H Muhammad Amin di Mataram, seperti yang dilansir CNN Indonesia.com, Sabtu (21/2).

Dia menjelaskan, pemerintah daerah sejak 2009 bersama mitra PT Multi Capital (Bakrie Group) telah memiliki 24 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) yang sudah dilepas melalui skema divestasi. Untuk bisa menggenapkan investasi ini menjadi 31 persen, pemerintah daerah berkepentingan membeli sisa tujuh persen saham PT NNT. Menindaklanjuti rencana itu, Pemda NTB dalam waktu dekat akan segera menemui Menteri Keuangan untuk menegaskan kesiapan pemerintah daerah kembali membeli tujuh persen saham perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.

Orang nomor dua di NTB ini menjelaskan sejak awal rencana untuk membeli tujuh persen saham PT NNT ini, DPR telah memutuskan dan menyetujui sisa tujuh persen saham Newmont harus dimiliki daerah. Sebab, penilai DPR ketika itu, langkah pemerintah yang menunjuk PIP untuk membeli saham tujuh persen tidak sah karena tidak mendapat persetujuan DPR seperti hasil audit BPK.

Bahkan, menurut Amin, pada 28 Oktober 2011, DPR secara resmi telah bersurat ke Presiden dan meminta agar Presiden memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral untuk menunjuk pemerintah daerah sebagai pembeli tujuh persen saham PT NNT. “Kami tidak ingin proses ini terus berlarut-larut dan menjadi berkepanjangan. Karenanya, hak pembelian diserahkan sepenuhnya kepada daerah,” jelas Amin.

Untuk merealisasikan proses divestasi itu, pemerintah daerah siap menyanggupi aspek persyaratan yang diminta oleh pusat. Salah satunya terkait mitra dalam proses divestasi itu sehingga lebih transparan.  Hal ini terkait Bakrie Group yang telah menyatakan kepada pemerintah daerah tidak lagi berminat memodali pemerintah daerah dalam pembelian tujuh persen saham itu. “Kami siap menggelar ‘beauty contest’ (lelang terbatas) dan dilaksanakan secara terbuka,” terangnya.

Namun, jika pemerintah daerah ditunjuk membeli sisa tujuh persen saham itu, maka skema pembeliannya tetap sama dengan pembelian saham sebelumnya, yakni dengan melibatkan tiga daerah melalui melalui PT Daerah Maju Bersaing (PT DMB) yang dimiliki Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, divestasi saham PT Newmont yang awalnya harus diserap oleh PIP kini menggantung. Pasalnya, pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015, pemerintah melebur PIP dan mengalihkan asetnya sebesar Rp18,9 triliun ke PT SMI. Dengan begitu pemerintah tidak membatalkan divestasi saham tujuh persen milik Newmont. Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan berbagai macam cara seperti menawarkan divestasi saham kepada BUMN yang tertarik.

ISIS Serukan Serangan ke Vatikan

Jakarta, Aktual.co —Militan Negara Islam (ISIS) memancing Italia dalam akun-akun media sosialnya dengan mendesak kaum militan pengikutnya untuk pergi ke Libya guna bersiap menyerang Roma. ISIS mengatakan bahwa lokasi strategis negara Afrika Utara yang dikoyak konflik itu sempurna. Propaganda menyerang di internet itu muncul saat otoritas Italia meningkatkan langkah-langkah keamanan untuk melindungi situs-situs bersejarah, mengutarakan rencana untuk menempatkan 4.800 tentara di jalanan di Roma dan kota-kota besar lainnya.

Para pejabat kontraterorisme mengatakan, mereka khawatir mengenai serangan-serangan terhadap surat kabar, sinagoge, dan kedutaan besar, dan mereka meningkatkan patroli keamanan ekstra di seluruh Vatikan. Italia semakin khawatir dengan ancaman ISIS menyusul eksekusi massal 21 orang Kristen Koptik minggu lalu oleh para ekstremis ISIS di Pantai Libya di Laut Mediterania, sekitar 480 kilometer dari daratan Italia.

Perdana Menteri Italia Matteo Renzi telah mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan negara-negara Barat untuk mempertimbangkan intervensi untuk menghentikan kekacauan di Libya. Negara di Afrika Utara itu dilanda konflik antara kelompok-kelompok milisi, yang didukung pemerintah-pemerintah rival di Tripoli dan Tobruk, sementara para militan mengeksploitasi kerusuhan tersebut.

Venezuela Menahan Tokoh Oposisi

Jakarta, Aktual.co — Sejumlah jaksa Venezuela, Jumat (20/2/2015) waktu setempat, memerintahkan penahanan lanjutan terhadap Walikota Caracas, Antonio Ledezma, yang merupakan tokoh oposisi, seperti yang dilansir AFP. Dia telah ditangkap sehari sebelumnya terkait sebuah tuduhan upaya kudeta. Sejumlah pejabat menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para jaksa “menahan walikota Caracas” itu. Ledezma, yang terpilih kembali sebagai walikota tahun 2013, ditahan di penjara Ramo Verde. Di penjara yang sama, yang terletak di pinggiran ibukota itu, pemimpin oposisi yang lain, Leopoldo Lopez, juga ditahan setelah ditangkap tahun lalu.

Sejumlah agen dinas rahasia yang mengenakan topeng menangkap Ledezma atas tuduhan sedang merencanakan kudeta. Presiden sosialis Nicolas Maduro mengatakan bahwa rencana kudeta itu dibiayai Amerika Serikat dan diarahkan dari Washington. Klaim tersebut telah dibantah pihak Amerika Serikat.  Sebagai bukti atas tuduhan kudeta itu, Maduro mengutip sebuah iklan koran yang ditandatangani Ledezma, Lopez dan anggota parlemen yang disingkirkan Maria Machado yang berjudul “Perjanjian Nasional untuk Transisi.” Artikel tersebut merinci sejumlah proposal ekonomi dan politik.

Ledezma pertama kali terpilih tahun 2009, tetapi banyak wewenangnya telah dilucuti pemerintah pusat selama bertahun-tahun. Popularitas Maduro telah anjlok hingga 20 persen di tengah kekurangan bahan pokok dan naiknya inflasi hampir 70 persen di negara yang dilanda resesi itu. Maduro sering menuduh rivalnya merencanakan kudeta.

Keluarga Eksekusi Mati Narkoba Minta Dibatalkan

Jakarta, Aktual.co — Setelah beberapa manuver dilakukan pemerintah Australia untuk mencegah Indonesia mengeksekusi kedua warganya yang terseret kasus narkoba, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, Indonesia dengan tegas menyatakan bahwa keputusan itu sudah bulat, seperti yang dkutip CNN Indonesia.

Berbagai pihak pun menyatakan dukungannya kepada Pemerintah Indonesia, bahwa pengedar narkoba pantas diganjar hukuman berat melihat dampak yang terjadi terhadap korban. Namun bagi Kaili Behan, seorang perempuan Australia yang anggota keluarganya turut menjadi korban narkoba, hukuman penjara seumur hidup seharusnya sudah cukup diberikan bagi para pengedar tersebut.

Adam Behan, meninggal dunia saat merayakan ulang tahunnya yang ke-23 pada 17 Februari, 23 tahun silam. Kakak kandung Kaili Behan tersebut meregang nyawa akibat overdosis heroin. Dalam tulisannya yang dimuat di Sydney Morning Herald pada Kamis (19/2), Behan mengatakan bahwa kakaknya dikenal sebagai seorang yang anti-narkoba. Namun, tindakan bodoh beberapa orang dalam sebuah pesta yang dihadiri kakaknya tersebut justru membuatnya terpaksa harus mengembuskan nafas.

“Beberapa orang bodoh menganggap akan menyenangkan bila abang saya dikerjai. Saya yakin mereka tidak bermaksud membunuhnya. Namun, Adam tidak dapat membela dirinya sendiri ketika dicekoki koktail dengan campuran obat resep dan alkohol. Saat belum sadarkan diri, mereka mencekoki Adam dengan campuran heroin dan Oxycodone,” tutur Behan. Obat-obatan tersebut bereaksi dalam tubuh Adam dan memperlambat detak jantungnya. Dalam gelap malam, Adam menyusuri pantai, menuju ke rumahnya. Keesokan paginya, seorang wanita yang sedang membawa anjingnya berjalan-jalan, menemukan Adam terkapar. Adam tidak dapat diselamatkan.

Sebagai seorang adik berusia belia, kala itu Behan mengaku tidak paham mengapa keempat pelaku kejahatan tersebut tak mendapatkan hukuman setimpal. Kematian ini tak pelak membawa dampak besar bagi kehidupan keluarga Behan. “Sangat lelah melihat ibu saya lambat laun menjadi peminum dan memakai narkoba hingga meninggal karena merasa bersalah meninggalkan Adam sendirian malam itu,” tutur Behan. Berbeda dengan ibunya, Behan memilih cara lain untuk mengobati luka hatinya. Ia mengaku sering berkumpul dengan sesama orang yang anggota keluarganya juga direnggut nyawanya oleh narkoba.

“Banyak dari kami yang merasa marah pada lingkungan yang membiarkan peredaran narkoba berkembang dan para pengedar menjadi kaya di balik semua ini. Tentu saja kami marah dengan komplotan seperti Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Kami berhak merasa marah. Selama bertahun-tahun, saat berbicara mengenai Bali Nine, itu menimbulkan kemarahan,” ungkap Behan. Kendati demikian, Behan menganggap dalam lingkungan masyarakat yang terus berevolusi, tidak perlu lagi ada hukuman mati apalagi jika pelaku sudah berusaha berubah.

“Kita harus terus berusaha mengembangkan sistem peradilan kriminal yang rehabilitatif melakukan restorasi yang menyediakan mekanisme tertentu bagi mereka yang mau menebus kejahatan mereka dan menjadi warga negara yang lebih baik,” katanya. Menurut Behan, petugas penjara Kerobokan tempat Sukumaran dan Chan ditahan telah mengakui bahwa kedua warga Australia tersebut menjadi teladan di lingkungan tahanan karena berkelakuan baik.

Lebih jauh lagi, Behan menganggap bahwa dibui seumur hidup sudah cukup menghukum Chan dan Sukumaran. “Hukuman tersebut adalah mereka harus menghabiskan hidup mereka di dalam penjara, jauh dari keluarga mereka, di sebuah negara berkembang yang kurang nyaman, bahkan toilet dan keamanan tidak terjamin. Bagi saya, itu cukup,” ujarnya. Behan menegaskan bahwa dengan menghilangkan nyawa pengedar narkoba tidak akan meredam kesedihan yang ia alami akibat kehilangan Adam. “Saya tidak perlu darah mereka di tangan saya untuk mengurangi kemarahan atas apa yang mereka lakukan terhadap abang saya, Adam,” ujarnya.

Dengan penjelasan panjang lebar tersebut, Behan kembali menegaskan bahwa pihak yang berdiri atas nama keluarga korban untuk membela hukuman mati bagi pengedar narkoba sama sekali tidak mewakili perasaannya. “Saya lelah tidur di malam hari dan harus bangun pada pagi harinya dengan sedih karena saya membaca sesuatu yang buruk mengenai kepentingan untuk membunuh kedua orang ini,” kata Behan. Menutup penuturannya, Behan menulis, “Bagi saya, saya memilih keluarga Chan dan Sukumaran tidak harus menderita karena kehilangan orang terkasih mereka ketimbang saya mengisi senjata dan berdiri dan menembak tepat di jantung mereka.”

Chan dan Sukumaran adalah anggota kelompok yang disebut sebagai Bali Nine. Mereka dibekuk di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, pada 17 April 2005 karena berupaya menyelundupkan heroin seberat 8,2 kilogram dari Indonesia ke Australia. Permohonan grasi Chan dan Sukumaran ditolak oleh Presiden Joko Widodo. Sejak saat itu, Australia mengerahkan segala daya upaya untuk mencegah eksekusi mati terhadap kedua warganya tersebut. Namun, Indonesia tetap pada pendiriannya.

Sukumaran dan Chan akan dieksekusi bersama sepuluh terpidana mati dalam kasus narkoba lainnya yang merupakan warga Brasil, Perancis, Ghana, Nigeria, dan Filipina, serta empat warga negara Indonesia. Direncanakan, Jaksa Agung HM Prasetyo akan melakukan eksekusi mati tahap dua pada akhir Februari 2015. Untuk lokasi, Prasetyo pun mengisyaratkan akan kembali melakukannya di Nusa Kambangan.

Didugaa, Tiga Gadis Inggris ke Turki akan ke ISIS

Jakarta, Aktual.co —Kepolisian Inggris meminta bantuan berbagai pihak untuk menemukan tiga remaja perempuan yang menghilang dari rumahnya di London sejak Selasa (17/2). Menurut keterangan resmi polisi, mereka terbang ke Istanbul dan diduga akan melanjutkan perjalanan ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. “Kami sangat khawatir dengan keamanan tiga gadis muda ini dan meminta siapapun yang memiliki informasi untuk datang dan melapor,” ujar Komandan Kontra-Terorisme Richard Walton seperti dikutip CNN, Sabtu (21/2).

Pihak kepolisian akhirnya merilis identitas para remaja tersebut. Salah satunya bernama Shamima Begum (15), yang disinyalir pergi dengan nama alias Aklima Begum dengan menyamarkan usia menjadi 17 tahun. Yang kedua adalah Kadiza Sultana (16). Namun atas permintaan keluarga, anak ketiga tidak diungkapkan identitasnya. Dalam sebuah gambar yang tertangkap kamera pengamanan, ketiga gadis tersebut berjalan bersama di Bandara Gatwick, London sambil menjinjing tas masing-masing. Mereka adalah teman karib yang menuntut pendidikan di sekolah di Timur London. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian Inggris tak dapat berbuat banyak.

“Kami mencoba menjangkau mereka menggunakan media Turki dan jejaring sosial dengan harapan Shamima, Kadiza, dan temannya mendengar pesan kami. Kami khawatir atas keselamatan mereka dan memberanikan mereka untuk pulang sekarang, kembali ke keluarga masing-masing,” tutur Walton. Dalam kesempatan tersebut, Walton menjabarkan bahwa belakangan kepolisian Inggris menaruh perhatian khusus terhadap isu ini. Sebelumnya, beberapa gadis dan perempuan telah berusaha mencapai wilayah Suriah yang dikuasai ISIS.

“Ini adalah tempat yang sangat berbahaya dan kami telah melihat laporan bagaimana kehidupan bagi mereka dan betapa ketatnya kehidupan mereka di sana,” katanya. Meskipun sudah diwanti-wanti, menurut Walton, mereka tetap menolak pulang dan meninggalkan keluarganya yang tak berdaya di Inggris. Kendati demikian, jika ketiga gadis ini ditemukan masih berada di Turki, Walton optimis bisa memboyong mereka pulang. Kekhawatiran kepolisian Inggris ini dianggap wajar. Pasalnya, ISIS dikenal sering bergerilya menghasut gadis-gadis asing untuk dipersunting dan direkrut menjadi anggota.

Pada Oktober lalu, tiga gadis dari Colorado, Amerika Serikat ditahan di Bandara Frankfurt, Jerman lantaran mereka mencoba terbang ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. FBI mengaku mendapatkan informasi ini langsung dari keluarga ketiga gadis. Tak hanya itu, warga Colorado lainnya Shannon Maureen Conley dibekuk di Bandara Internasional Denver sebelum lepas landas menuju perbatasan Turki dan Suriah. Conley merencanakan sebuah pernikahan dengan seorang anggota ISIS yang ditemuinya di jejaring sosial.

Setelah mengakui niatnya untuk menikahi pejuang ISIS dan melakukan jihad di Timur Tengah, Conley diganjar hukuman empat tahun penjara. Untuk mencegah terulangnya kejadian ini, Walton mengimbau warga Inggris untuk terus menjalin komunikasi jika ada anggota keluarganya yang berencana terbang ke Suriah. “Ini bukan mengkriminalkan orang, ini adalah upaya mencegah terjadinya tragedi lain dengan melindungi kaum muda yang masih rentan,” ucap Walton.

Sebelumnya, Amerika Serikat telah melansir peringatan bahwa para pejuang asing ISIS yang datang ke Suriah meningkat. Direktur Pusat Anti Teror Nasional Amerika Serikat, Nicholas Rasmussen, mengatakan bahwa lebih dari 20 ribu orang yang berasal dari 90 negara hijrah ke medan perang ISIS.

Berita Lain