1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38718

Lakukan Kajian, Pemerintah Diingatkan Tak ‘Coba-coba’ Keluarkan Kebijakan

Jakarta, Aktual.co — Kebijakan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) untuk menghapus Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) menuai pro kontra, terlebih dari pemerintahan daerah (Pemda).
Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon mengatakan seharusnya pemerintah melakukan kajian ilmiah mendalam terlebih dahulu sebelum mengeluarkan suatu peraturan.
“Memang kebijakan yang dikeluarkan pemerintah seharusnya melalui proses kajian mendalam, karena kalau kita lihat banyak kebijakan itu yang instan dan tidak melalui suatu proses yang panjang melalui pengkajian,” kata Fadli, di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (9/2).
“Coba dikaji dulu gitu, semaksimal mungkin, undang para ahli, tokoh, undang stakeholder dalam hal ini juga kepala daerah, bagaimana pendapat mereka tentang masalah ini,” imbuhnya.
Dia berpendapat, langkah untuk melakukan kajian itu agar tidak ada pertanyaan yang seolah belum siapnya suatu peraturan untuk diberlakukan.
“Jadi jangan ada pernyataan dulu kemudian baru dilihat dampaknya. Ini kan banyak, masalah kartu-kartu (KIP,KIS dan KKS) kemarin juga begitu, kemudian kurikulum juga begitu, ini kan kabinet bukan kabinet coba-coba. Jadi harusnya mereka mengkaji dulu secara mendalam, bagaimana implikasinya.”

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Jakarta Banjir, Ahok Tak Menyangka Hujan Begitu Besar

Jakarta, Aktual.co —Diguyur hujan deras sejak pagi, Jakarta ternyata masih terendam banjir. Menanggapi itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Purnama (Ahok) berdalih ‘early warning system’ yang dibuat Pemprov DKI Jakarta sudah bekerja sesuai fungsinya. Lalu mengapa banjir masih saja terjadi? 
“Kan kita ngga sangka ujannya begitu besar volumenya,” dalih Ahok, usai memimpin Rapat di Balai Kota, Senin (9/2).
Selain itu, masalah kerusakan pompa juga menjadi masalah beberapa objek vital seperti Monas, Istana Negara juga ikut terendam.
“Tapi intinya rob mesti diberesin sama di Utara ini mesti pasang pompa besar. sekarang posisi kita kan di bawah permukaan laut, jadi ga mungkin kalau ujan semua ya ngga bisa dipompa keluar,” beber mantan Bupati Belitung Timur itu.
Berdasarkan laporan, saat ini kata Ahok, waduk Pluit sudah berada di titik bahaya.”Ini posisi waduk pluit uda 0 nih. Udah 0 udah mulai titik bahaya ini,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Sekjen PDIP Penuhi Undangan KPK

Jakarta, Aktual.co — Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyato penuhi undangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk menyerahkan bukti-bukti terkait pelanggaran etik yang diduga dilakukan Ketua KPK, Abraham Samad pada Senin (9/2). Hasto tiba di gedung KPK sekitar pukul 14.15 WIB.
“Saya datang memenuhi undangan KPK. Ini undangannya (sambil menunjukkan surat undangan KPK), jadi ini bukan surat pemanggilan,” tegas Hasto, di gedung KPK, Senin (9/2).
Kembali dijelaskan Hasto bahwa kedatangannya di lembaga ‘superbody’ itu adalah untuk melakukan klarifikasi terkait pernyataannya yang sebelumnya telah disampaikan di depan anggota Komisi III DPR RI.
“Jadi undangan klarifikasi atas pernyataan yang saya berikan ketika saya diundang oleh Komisi III DPR RI,” jelasnya.
Seperti diketahui, pada 4 Februari lalu Hasto telah lebih dulu membeberkan bukti-bukti terkait pelanggaran etik yang dilduga dilakukan oleh Abraham Samad.
Pada pertemuan tersebut, dia menyerahkan segala macam bukti yang bisa membuktikan jika Abraham Samad benar-benar telah menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan politik.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Wali Kota Solo Menolak Keras Kerjasama Proton

Jakarta, Aktual.co — Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, mengaku sangat kecewa dan menolak kerjasama antara Indonesia dan Proton Malaysia dalam pengembangan mobil nasional (Mobnas).

“Perjuangan Mobnas Esemka tidak ada artinya, padahal ini mempunyai sejarah panjang baik kepada Presiden Jokowi atau mobil itu sendiri,” kata Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, di Solo, Senin (9/2).

Sebelumnya diberitakan kerja sama ini dimulai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Proton dengan PT Adiperkasa Citra Lestari (Adiperkasa) untuk membantu Indonesia belajar membangun, mengembangkan, dan memproduksi Mobnas. Sejumlah kritikan pedas pun mengalir deras atas penandatanganan kerjasama yang disaksikan Presiden RI Jokowi dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (6/2).

“Ya kalau seperti ini Esemka ini tidak ada artinya, saya sendiri nyetir Solo-Jakarta Pulang Pergi untuk test drive dan uji emisi. Mobil Esemka telah mengantarkan Pak Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta dan kalau kerjasama dengan Proton saya menolak keras,” katanya.

Wali Kota yang akrab disapa Rudy ini mengatakan Presiden semestinya mengembangkan Mobnas Esemka seperti yang telah dijanjikan dulu. Esemka itu komponennya 80 persen asli Indonesia .

“Sebaiknya yang harus dikembangkan itu mobil Esemka, karya anak bangsa. Kalau mau transfer teknologi sekalian dengan Jepang seperti dengan Toyota atau Jerman, jangan tanggung-tanggung. Kalau dari Proton yang mau ditransfer apanya?,” tegasnya.

Dia menegaskan kebijakan (Mobnas) seperti itu bukan kebijakan revolusi mental dan tidak sesuai dengan Nawa Cita Presiden Jokowi.

“Nawa citanya dulu itu seperti apa, karena kehadiran negara untuk masyarakat tidak muncul. Janji pak Jokowi untuk Revolusi Mental ini seperti apa? Dulu dibelain mengurus sertifikat uji emisi gas buang, ini merupakan perjuangan yang panjang untuk mewujudkan Mobil Esemka,” katanya.

Rudy mengimbau Pemerintah tidak gegabah dalam pengembangan Mobnas dengan Negeri Jiran. Namun jika ingin kerjasama di bidang Perdagangan dan Kemaritiman menurutnya sah-sah saja.

Artikel ini ditulis oleh:

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Direktur PT Borsido Terkait Kasus Nazaruddin

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jadwalkan pemanggilan Direktur PT Borsido Jaya, Borris Irwan Simanjuntak terkait kasus tindak pidana korupsi yang dilakukan mantan Bendahara Partai Demokrat (PD), Muhamad Nazarudin (MNZ) pada Senin (9/2).
Lembaga penegak hukum khusus kasus korupsi akan meminta keterangan Borris perihal kasus penerimaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka MNZ.
“Iya, Borris diperiksa untuk kasus korupsi MNZ,” jelas Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha di gedung KPK, Senin (9/2).
Seperti diketahui, MNZ telah didakwa menerima hadiah atau suap dari PT DGI agar perusahaan tersebut dimenangkan dalam tender pembangunan Wisma Atlet Sea Games 2011. MNZ mencoba menghilangkan uang suap tersebut dengan membeli sejumlah saham PT Garuda Indonesia pada 2010.
Adapun total saham yang dibeli MNZ adalah sebesar Rp 300,85. Rincian saham itu terdiri dari Rp 300 miliar untuk 400 juta lembar saham dan fee Rp 850 juta untuk Mandiri Sekuritas.
Pembayaran dilakukan dalam empat tahap, yakni tunai, melalui real time gross settlement (RTGS), dan transfer sebanyak dua kali.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Polda Metro: Genangan Hampir Merata di Seluruh Jakarta

Jakarta, Aktual.co —Diguyur hujan sejak pagi, jalan-jalan utama di Jakarta lumpuh akibat genangan yang semakin tinggi hingga mencapai rata-rata 60 centimeter. 
Kepala Subdirektorat Pendidikan dan Rekayasa Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Warsinem mengatakan genangan air terpantau bertambah tinggi.
Untuk daerah Jakarta Pusat, genangan tertinggi terjadi di Jalan Gunung Sahari dengan ketinggian mencapai 50centimeter. Wilayah lain yang perlu diantisipasi yakni Boulevard Kelapa Gading di Jakarta Utara dengan ketinggian air mencapai 50 cm. 
Genangan tinggi juga terjadi di Cempaka Putih, dan Jalan Lautze, dengan ketinggian air 50 centimeter. Akibatnya, jalan tak bisa dilalui kendaraan bermotor.
“Di Jalan Benyamin Sueb dan Landasan Satu Utara ketinggian air satu meter, Kwitang juga satu meter,” ujar dia, di Jakarta, Senin (9/2). Ketinggian air di depan Istana Negara dilaporkan setinggi 40 centimeter, Harmoni 40 centimeter. 
Genangan setinggi 40-50 centimeter juga dilaporkan terjadi di Jalan Yos Sudarso depan Ajinomoto, lalu di Kelapa Gading setinggi 40-50 centimeter.
“Kendaraan seperti sedan disarankan tak melintas kalau tidak ada kepentingan mendesak disarankan tak keluar rumah,” ujar dia.
Disampaikan Warsinem, genangan bisa dibilang hampir merata terjadi di Jakarta. Kawasan Semanggi, juga dilaporkan tak bisa dilalui akibat ketinggian air. Begitu juga di depan Balai Kartini dengan ketinggian air 50 centimeter.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain