2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38751

Gandeng Proton, Jokowi Dinilai Matikan Mobil Lokal

Jakarta, Aktual.co —Asosiasi Industri Automotif Nusantara (Asianusa) meminta Presiden Joko Widodo konsisten di dalam program mobil nasional yang kembali dirintis pelaku usaha otomotif lokal sejak 2010 silam. Desakan ini menyusul adanya rencana kerjasama antara pabrikan mobil asal Malaysia yakni, Proton Holdings Berhad dengan PT Adiperkasa Citra Lestari (ACL) mengenai program mobil nasional Indonesia yang disaksikan oleh Jokowi, Jumat (6/2) di Malaysia.

“Harus diingat bahwa tidak ada satupun negara maju di dunia yang tidak memiliki produknya (mobil) sendiri. Kalau sampai akhirnya program mobnas bekerjasama dengan Malaysia, apa bisa Indonesia menjadi negara maju?” tegas Ibnu, Sabtu (7/2). Ibnu mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengembangkan sedikitnya 3 produk mobil yang hampir 90 persen komponennya berasal dari dalam negeri (local content).

Ketiga produk mobil tersebut meliputi Tawon, FIN Komodo dan GEA yang saat ini tengah dijajaki di pasar domestik. Selain itu, terdapat pula beberapa pengembangan produk mobil berbasiskan energi ramah lingkungan seperti mobil listrik ciptaan Dasep Ahmadi hingga mobil Wakaba, Borneo dan Kancil.

Berangkat dari hal tersebut, ia pun mendesak Jokowi untuk lebih mengedepankan kepentingan industri dalam negeri untuk merealisasikan program mobil nasional. “Kalau pada akhirnya Presiden lebih memilih (produsen) Malaysia dalam mobnas, berarti beliau tidak percaya dan menghargai kemampuan anak bangsa. Kami itu sudah memiliki roadmap industri mobil nasional hingga 21 tahun mendatang sejak 2010, tinggal dievaluasi bersama saja kalau ada kekurangan,” cetusnya.

Dalam roadmap Asianusa, terang Ibnu, program mobil nasional yang ia rancang dibagi kedalam tiga tahap yakni Bayi, ABG (Anak Baru Gede), dan Remaja. Pada tahap pertama atau Bayi, program mobnas diawali dengan upaya riset serta penyempunaan pada produk yang dihasilkan. Sedangkan pada tahap kedua atau ABG, program mobnas akan memasuki tahap uji typing, riset pasar hingga menjalin kerjasama mengenai pembiayaan.

Barulah pada tahap ketiga atau Remaja, tahapannya meliputi produksi masal hingga penawaran ke pasar dalam dan luar negeri. “Agak aneh juga, sewaktu di Solo dulu beliau sangat mendukung Mobil Asemka yang dibuat oleh teman-teman SMK. Tapi kenapa sekarang jadi tidak konsisten begini,” sesal Ibnu.

Pengamat kebijakan publik, Darmaningtyas menambahkan, dengan mendukung program mobnas yang dirintis pelaku industri otomotif domestik pemerintah akan memperoleh keuntungan lebih, diantarannya peningkatan angka local content. “Akan berbeda ketika perusahaan asing diundang kesini dan membuat pabrik mobilnya disini. Walau konsekuensinya program mobnas domestik akan lebih lama direalisasikan, tapi keuntungan dan kebanggaanya akan lebih besar,” tutur Darmaningtyas.

PM Jepang Bertekad Selesaikan Sengketa Pulau dengan Rusia

Jakarta, Aktual.co —Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bertekad menyelesaikan sengketa deretan pulau kecil dengan Rusia, yang selama ini sama-sama diklaim kedua negara. Hubungan Tokyo dengan Moskow terganggu selama berdekade-dekade atas status empat pulau kecil di Samudera Pasifik. Jepang menyebutnya sebagai Wilayah Utara, sementara Rusia menamakannya Kurils Selatan, seperti yang dikutip Metrotvnews.com.

“Seperti yang sudah saya sepakati dengan (Presiden Rusia Vladimir) Putin, sangatlah aneh jika Jepang dan Rusia tidak menyelesaikan masalah ini dengan perjanjian perdamaian,” tutur Abe dalam pertemuan tahunan di Tokyo, Sabtu (7/2). “Saya bertekad menyelesaikan masalah ini dengan berpegang pada kebijakan fundamental pemerintahan dan membuat perjanjian damai dengan Rusia,” tambah dia, seperti dikutip AFP.

Pasukan Soviet menguasai empat pulau kecil itu setelah Jepang menyerah pada Perang Dunia II. Tokyo mengatakan deretan pulau itu kini dikuasai secara ilegal oleh Rusia. Jepang menggelar pertemuan tahunan pada 7 Februari sebagai penanda dibuatnya perjanjian bilateral batas negara dengan Rusia pada 1855.

Mengaku Ateis, Pria AS Jual Alkitab dan Untung Rp1,2Miliar

Jakarta, Aktual.co —Trevor McKendrick, pengusaha software yang ateis ini mungkin saja tidak percaya adanya Tuhan. Namun, berbisnis kitab suci terbukti mendatangkan rejeki yang melimpah untuknya. Bagaimana tidak, dalam satu tahun, McKendrick dapat menjual aplikasi alkitab di iPhone dan mendapat untung US$100 ribu, sekitar Rp1,2 miliar. Dilaporkan Business Insider, cerita sukses McKendrick dimulai pada Februari 2012, ketika dia menghadiri makan malam bersama keluarga besarnya. Kala itu, saudaranya menceritakan dia mendapat keuntungan hingga US$10 ribu, hanya dengan menjual aplikasi di plaftform App Store di iPhone.

Tergiur dengan untung besar yang didapatkan saudaranya, McKendrik kemudian mencoba peruntungan serupa. Dia kemudian mengamati bahwa aplikasi alkitab terjemahan bahasa Spanyol yang berada di iPhone memiliki kualitas yang rendah, namun banyak diunduh oleh pengguna iPhone.  “Ternyata sebagian besar aplikasi Alkitab berbahasa Spanyol aplikasi sangat buruk. Hipotesis saya kala itu adalah: (1) Bisnis Alkitab Spanyol bisa mendatangkan banyak uang, (2) Saya bisa membuat aplikasi yang lebih baik, dan (3) kompetisinya tidak terlalu berat,” ujar McKendrick, seperti ditulis International Business Times, Rabu (4/2).

Merasa mampu membuat aplikasi yang lebih baik, McKendrick pun memutuskan untuk melakoni bisnis penjualan alkitab ini. McKendrick kemudian menggandeng seorang programmer asal Romania untuk menciptakan aplikasi Alkitab dengan terjemahan Spanyol yang dapat diunduh di App Store. Pada bulan pertama, pendapatan dari aplikasi terjemahan Spanyol tersebut mencapai US$1.475 atau setara dengan Rp18,6 juta. Penjualan ini telah melampaui biaya pembuatannya, yang berkisar US$500, atau Rp 6,3 juta, namun McKendrick tak cukup puas dengan hasil tersebut.

Beberapa bulan kemudian McKendrick menyewa sebuah studio audio profesional untuk merekam seluruh Alkitab dalam bahasa Spanyol. Rekaman ini digunakan sebagai audiobook, yang terpisah dari aplikasi terjemahan pertama yang dibuatnya. Ternyata, di situlah peruntungannya dimulai. Aplikasi audiobook yang awalnya hanya sebagai proyek sampingan, ternyata mendatangkan keuntungan yang jauh lebih besar. International Business Times mencatat, audiobook yang dibanderol dengan harga US$9,99, atau Rp113 ribu di App Store ini mendatangkan pendapatan bersih sebesar US$73 ribu atau Rp920 juta, atau pada tahun pertama. Pada tahun kedua, penjualan audiobook ini mendatangakan pendapatan lebih dari US$100 ribu. “Pendapatan saya pada saat itu sekitar US$4.000 sampai US$5.000 per bulan,” kata McKendrik, dikutip dari Huffington Post, Kamis (5/2).

Namun, McKendrick tak akan berhenti sampai di situ. McKendrick menyatakan akan melakukan ekspansi bisnis, dan berharap dapat bermitra dengan penerbit buku Kristiani berbahasa Spanyol untuk menciptakan berbagai terobosan baru di bidang bisnis alkitab. “Saya berharap bisa berteman dengan orang-orang yang memiliki hak cipta untuk menambah konten yang diminta oleh pelanggan kami. Bisnis ini bukan hanya mendatangkan menyenangkan , tapi pelanggan kami akan mencintai kami, ” katanya .

Dibesarkan sebagai penganut Mormon
Meskipun saat ini McKendrik mengaku tidak percaya Tuhan, pengusaha software asal Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat ini mengaku dibesarkan sebagai seorang penganut Mormon. Namun, lama kelamaan dia meninggalkan gereja dan sekarang tidak mengikuti keyakinan apapun.  “Saya menggambarkan diri saya sebagai seorang ateis. Saya sering mendapatkan email dari para pengunduh aplikasi saya, bahwa mereka berdoa untuk saya sembari meminta saya menafsirkan ayat-ayat tertentu. Mereka pikir saya seorang pengkhotbah,” kata McKendrik.

Reaksi para pengunduh aplikasinya inilah yang kadang menempatkan McKendrick dalam posisi yang sulit.  “Orang-orang bertanya apakah saya merasa bersalah. Dan meskipun kadang saya merasa tak enak, saya yakinkan diri bahwa saya membuat produk yang berkualitas,” kata McKendrick kepada International Business Times. “Saya tidak akan menutup aplikasi yang berkualitas itu,” kata McKendrick melanjutkan.

Pemimpin Hong Kong Digambarkan di Tisu Toilet

Jakarta, Aktual.co —Otoritas Tiongkok menyita sekitar 8.000 tisu toilet bergambar pemimpin Hong Kong Leung Chun-ying. Lo Kin-hei dari Partai Demokratik Hong Kong mengatakan, polisi menyita tisu kontroversial itu dari sebuah pabrik di kota Shenzhen, Tiongkok, Sabtu (7/2).

Seperti diwartakan Associated Press, belum diketahui mengapa petugas menyita ribuan tisu toilet tersebut. Lo menyebut tisu Leung Chun-ying akan dijual saat Hari Raya Imlek. Penyitaan tisu terjadi setelah Tiongkok mengecam demonstrasi pro demokrasi terbaru di Hong Kong. Pendemo Hong Kong mengkritik Leung yang dinilai terlalu berpihak pada Negeri Tirai Bambu.

Awal Februari, ribuan pendemo pro demokrasi kembali memenuhi berbagai ruas jalan di Hong Kong. Ini merupakan aksi lanjutan pertama setelah pemerintah Hong Kong mengakhiri demonstrasi yang terjadi dua bulan berturut-turut.

Lautan manusia yang membawa payung berwarna kuning, simbol gerakan demonstrasi, bergerak perlahan di jantung Hong Kong. Mereka meneriakkan sejumlah slogan “kebebasan memilih universal yang sesungguhnya.” Slogan ini menyindir Tiongkok yang mengharuskan setiap kandidat pemimpin Hong Kong untuk diseleksi terlebih dahulu.

Sejumlah Pekerja Indonesia Bikin “Ulah di Madinah

Jakarta, Aktual.co —Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) dikabarkan terlibat tawuran dengan Pekerja asal Negara Mesir di Kota Madinah, Arab Saudi, beberapa waktu lalu. Untungnya tak ada korban yang meninggal dunia atas insiden tawuran tersebut. Tim KJRI Jeddah yang pada Jumat (6/2) melakukan pengecekan langsung ke Kota Madinah pun membenarkan peristiwa tersebut.

Tim mengaku tahu karena mendapat laporan dari BMI-Saudi Arabia pada Kamis malam. “Berdasarkan informasi yang didapat oleh Tim KJRI melalui Kantor Kepolisian Madinah, tidak didapati adanya korban meninggal dunia atas kejadian tawuran dimaksud. Namun kejadian tersebut mengakibatkan 5 orang PMI mengalami luka-luka,” kata Pelaksana Fungsi Pensosbud-KJRI Jeddah, Syarif Shahabudin dalam keterangannya diterima Tribun, Jumat malam.

Menurut Syarif, tawuran antara Pekerja Migran Indonesia dengan Pekerja Mesir yang bekerja untuk perusahaan Bin Laden, yang saat ini sedang menangani proyek perluasan area Masjid Nabawi terjadi pada jam istirahat. Tepatnya saat para pekerja akan kembali ke camp, pada Rabu, 4 Februari 2015 pukul 11.30 waktu setempat.

Bulan Ini, Terpidana Mati Australia Dieksekusi

Jakarta, Aktual.co —Kementerian Luar Negeri Indonesia telah mengkonfirmasi ke Kedutaan Besar Australia di Jakarta bahwa Andrew Chan dan Myuran Sukumaran akan menghadapi regu tembak bulan Februari ini, seperti yang dikuti Tribunews.com.  Kedua terpidana mati asal Australia itu berada di Bali menunggu waktu eksekusi, karena sebelumnya pemimpin geng “Bali Nine” tersebut tertangkap tangan menyelundupkan heroin.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir, mengatakan, kementeriannya menerima pemberitahuan dari kantor kejaksaan di Bali bahwa Chan dan Sukumaran akan menghadapi eksekusi pada bulan Februari.
Ia mengungkapkan, Kedutaan Besar Australia diiinformasikan perihal ini, tadi (5/2) malam. Namun, kantor Jaksa Agung, yang bertanggung jawab untuk mengatur eksekusi, belum memutuskan tanggal.

Sebelumnya, Jaksa Agung Indonesia mengungkapkan bahwa rencana untuk mengeksekusi dua terpidana mati itu, kemungkinan, menunggu hingga pengajuan grasi penyelundup narkoba asal Nigeria ditolak.

Berita Lain