16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38821

Soal Pelantikan Eddi, Jonan: Mungkin Risma Lupa

Jakarta, Aktual.co — Menteri Perhubungan dengan santainya menjawab permasalahan pelantikan Kadishub Eddi menjadi Direktur Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Ditjen Perhubungan Darat yang dipersoalkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
“Mungkin dia (Risma) lupa dengan surat persetujuan yang ditandatanganinya,” kata Jonan, di Jakarta, Jumat (6/2).
Sebelumnya, Risma mempersoalkan jabatan yang ditinggalkan Eddi masih aktif serta tidak ada pemberitahuan sehingga terjadi jabatan ganda. “Saya belum kalau itu (pelantikan). Dia (Eddi) kemarin minta (persetujuan) daftar. Tapi Kalau dilantik aku tidak tahu,” kata Risma.
Mantan Kepala Bappeko Kota Surabaya ini juga menyatakan hingga saat ini dia belum menerima pemberitahuan pelantikan Eddi.
“Untuk pelantikan Kadishub Kota Surabaya sebagai Direktur LLAJ Kemenhub tanpa pemberitahuan ke pemerintah kota adalah tindakan salah,” kata Risma.

Artikel ini ditulis oleh:

Mensos Siapkan Tambahan 2,2 Juta Kartu Sakti

Jakarta, Aktual.co — Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyiapkan tambahan biaya untuk program Kartu Sakti bagi 2,2 juta warga baik untuk Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, maupun Kartu Keluarga Sejahtera.
“Data warga miskin sebagai acuan pembuatan kartu sakti itu kan pendataan dari 2011 sehingga bisa saja ada perubuhan dan ada yang tidak tersisir, makanya kami siapkan buffer karena berdasarkan pengamatan, masih banyak warga yang belum tersisir,” katanya di Samarinda, Sabtu (7/2).
Kehadiran Khofifah ke Samarinda dalam rangkaian kunjungan kerja dan membuka Rakornis Muslimat Nadlatul Ulama sejak dua hari lalu. Sedangkan kunjungan kerja Sabtu ini antara lain, melakukan penanaman pohon, mengujungi sejumlah panti asuhan dan panti jompo di Samarinda.
Pada 2015 lanjut dia, Kementerian Sosial menyiapkan buffer bagi 2,2 juta keluarga miskin, yakni untuk program KIS, KKS, dan KIP yang masing-masing akan menerima senilai Rp500 ribu.
Ini berarti total nilai buffer pada 2015 sama dengan Rp1,1 triliun, yakni dari masing-masing calon penerima senilai Rp500 ribu dikali 2,2 juta buffer (tambahan).
“Hadirnya buffer disebabkan karena data yang digunakan masih mengacu dari hasil pendataan tahun 2011, sehingga masih ada warga miskin yang belum tersisir untuk mendapatkan perlindungan sosial,” katanya.
Dia menilai buffer penting, karena berdasar pantauan di lapangan, masih banyak rumah tangga yang sebenarnya berhak mendapat bantuan, tetapi belum tercatat meskipun diakuinya proses validasi berdasarkan dari usulan pemerintah daerah.
Dia juga mengatakan pemerintah memberikan perlindungan kesehatan bagi warga melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), yakni berdasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 101 tentang Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PP PBI JK).
Dalam PP tersebut belum mencakup layanan perlindungan sosial, misalnya untuk rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba agar mendapatkan layanan medis, narapidana miskin, penderita gangguan piskotik, anak terlantar, lanjut usia dan anak terlantar, penyandang disabilitas, serta fakir miskin.
“Mengingat belum tercakupnya mereka dalam layanan BPJS tersebut, maka perlindungan sosial bisa mereka dapatkan melalui program kartu sakti,” kata Khofifah.

Artikel ini ditulis oleh:

Lantik Eddi, Risma Persoalkan Menhub Jonan

Jakarta, Aktual.co — Pelantikan Kadishub Kota Surabaya Eddi menjadi Direktur Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Ditjen Perhubungan Darat dipermasalahkan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Permasalahan itu yakni jabatan yang ditinggalkan Eddi masih aktif serta tidak ada pemberitahuan sehingga terjadi jabatan ganda.
“Dia (Eddi) minta persetujuan daftar, nggak tahu kalau dilantik,” ungkap Risma di Surabaya, Jum’at (6/2).
Mantan Kepala Bappeko Kota Surabaya ini juga menyatakan hingga saat ini dia belum menerima pemberitahuan pelantikan Eddi.
“Untuk pelantikan Kadishub Kota Surabaya sebagai Direktur LLAJ Kemenhub tanpa pemberitahuan ke pemerintah kota adalah tindakan salah,” kata Risma.
Selain pelantikannya tidak prosedural, Eddi sendiri sampai saat ini statusnya masih tersangka kasus dugaan korupsi toilet Purabaya yang ditangani Polrestabes Surabaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Ray Rangkuti: Presiden Jokowi Sedang Hadapi Konflik Batin

Jakarta, Aktual.co — Pengamat LIMA Indonesia Ray Rangkuti menilai ada konflik batin Presiden Joko Widodo atas kegamangannya dalam persoalan melantik atau tidak Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri.
“Saya melihat ada konflik batin presiden, karena posisinya sudah sampai hitam putih, artinya rakyat jelas menginginkan BG tidak dilantik, tapi ada politisi yang mendesak melantik BG, sikap presiden harus jelas,” ujar Ray Rangkuti pada diskusi perapektif Indonesia, Jakarta, Sabtu (7/2)
Menurutnya, ada tanda-tanda keputusan presiden. pertama Mensesneg sampaikan pada publik bahwa Budi Gunawan mengundurkan diri, dan kedua ada kabar pesan singkat (sms) kepada Syafii Maarif bahwa posisi presiden tidak melantik budi Gunawan.
Ray melihat ada kesimpulan dari kedua tanda tersebut bahwa posisi presiden sepertinya tidak akan melantik. Tetapi persoalanya Presiden belum memutuskan dan mengumumkan kepada publik.
“Persoalannya bukan melantik atau tidak dilantik, ini perang batin presiden untuk mengumumkan kepada masyarakat,” katanya

Artikel ini ditulis oleh:

Presiden Jokowi Bertolak ke Brunei Darussalam

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo meninggalkan Kuala Lumpur bertolak ke Brunei Darusalam, Sabtu, setelah melakukan kunjungan kenegaraan selama dua hari di Malaysia.
Informasi yang dihimpun dari Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden RI di Kuala Lumpur, Sabtu, menyebutkan, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi beserta rombongan bertolak ke Brunei Darusalam dari Bandara Internasional Kuala Lumpur sekitar pukul 08.20 waktu setempat.
Sesampai di Bandara Internasional Brunei Darussalam, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana akan disambut dengan upacara penyambutan kenegaraan sekitar pukul 11.00 waktu setempat.
Agenda kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Brunei Darussalam itu antara lain pertemuan bilateral Pemerintah RI dengan Brunei, penandatanganan kerja sama Pemerintah RI dengan Brunei di Istana Nurul Iman, Bandar Seri Begawan.
Selain itu juga direncanakan kunjungan ke lokasi bersejarah di Brunei Darussalam dan jamuan makan malam kenegaraan oleh Sultan Brunei beserta Baginda Raja Istri Pangeran Anak Hajjah Soleha untuk Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi di Dewan Persantapan Diraja Istana Nurul Iman Bandar Sri Begawan.
Sementara itu pada kunjungan kenegaraan hari kedua (Minggu) rencana agenda kegiatan Presiden Joko Widodo antara lain kunjungan ke Brunei LNG dan pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam.

Artikel ini ditulis oleh:

Projo: Jokowi Hadapi Pilihan Sulit

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo tengah dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang sangat sulit. Hal ini juga tidak terlepas dari intervensi dan lobi-lobi politik.
Melihat hal itu, Ketua Umum DPP PROJO Budi Arie Setiadi mengatakan bahwa fenomena-fenomena yang terjadi adalah adanya upaya pembenturan Jokowi dengan rakyat, Jokowi dengan partai politik dan partai politik dengan rakyat.
“Secara sistematis, ada upaya Jokowi dijauhkan dari rakyat. Karena kita tahu Presiden Jokowi ini dipilih dan diusung oleh rakyat, jokowi kuat karena dukungan rakyat. Jadi isu-isu yang ada saat ini adalah upaya untuk menjauhkannya dari rakyat,” kata Budi di Jakarta, Sabtu (7/2).
Sebagai eks organisasi relawan Jokowi yang saat ini telah menjadi ormas, Projo juga menepis rumor yang mengatakan Jokowi akan beralih ke Koalisi Merah Putih (KMP) dari Koalisi Indonesia Hebat (KIH).
“Pilpres sudah selesai, Presiden Jokowi sudah jadi presiden RI, bukan milik KMP atau KIH. Pokoknya Projo selalu mendukung Jokowi,” jelasnya.
Sementara itu, Politisi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu optimis Jokowi tidak akan pernah meninggalkan koalisi pendukungnya, apalagi membentuk partai baru.
“Saya yakin Jokowi tidak akan melakukan itu, Jokowi akan bersilahturahmi dengan siapapun, sesuai dasar negara kita yaitu persatuan Indonesia, jadi Jokowi akan dengarkan siapapun,” jelasnya.
Menurutnya, upaya menjauhkan Jokowi dari rakyat itu lebih berbahaya daripada intervensi-intervensi yang ada dan yang harus dihindari adalah upaya-upaya menjauhkan Jokowi dari rakyat lalu menghancurkan legitimasi presiden Jokowi.
“Itu yang berbahaya dan harus dihindari,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain