16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38823

Wakil Ketua DPR: Jokowi Masih Adaptasi Situasi Politik

Jakarta, Aktual.co — Dalam melewati masa 100 hari Pemerintahannya, Presiden Joko Widodo telah banyak didera berbagai permasalahan politik. Berbagai tekanan datang silih berganti dari kelompok tertentu setiap kali mantan Wali Kota Solo ini akan mengambil suatu keputusan.
Wakil ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengatakan bahwa masa 100 hari pertama Pemerintahan Jokowi tentu menjadi tolok ukur. Setelah dilantik Jokowi seharusnya sudah menjadi milik rakyat bukan suatu kelompok.
“Dia seharusnya menjadi counterpart bagi DPR. Tapi tentu juga dia masih harus adaptasi dengan situasi politik. Saat ini beliau masih disibukan dengan masalah politik,” kata Taufik di Jakarta, Sabtu (7/1).
Bahkan, trademark ala Jokowi yang identik dengan blusukan perlahan seperti luntur terkuras oleh permasalahan politik yang terjadi sejak akhir desember lalu, yakni pada saat permasalahan penunjukan Kapolri baru dimulai.
“Prerogeratif Presiden menunjuk kapolri sendiri memang perlu minta bantuan kepada DPR. Sebab presiden perlu memberi kesempatan kepada rakyat melalui DPR untuk menanyakan langsung visi misi calon pembantu Presiden seperti Kapolri serta Panglima,” ujarnya.
Lanjutnya, meski dalam rapat Paripurna pemilihan Kapolri sendiri dihujani dengan interupsi dan penolakan, sehingga harus dilakukan lobi panjang yang memakan waktu satu jam setengah, tapi pada akhirnya melahirkan keputusan untuk menyetujui Budi Gunawan menjadi Kapolri.
“Jadi tidak semudah seolah tinggal stempel saja. Singkat cerita kami setuju. Tinggal diajukan kepada presiden. Dan seharusnya bisa menjadi ruang bagi Presiden untuk melantik. Tapi karena ada masalah status hukum dengan calon Kapolri ini, jadi tertunda sampai sekarang,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemkab Belum Mengetahui Pulau Punggu Dijual

Kupang, Aktual.co — Bupati Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Agustinus Ch.Dulla mengatakan, pemerintah daerah setempat belum mengetahui adanya transaksi jual beli sebuah pulau di wilayah tersebut.
“Saya baru dengan dari Anda jika ada pulau yang mau dijual. Tetapi saya akan meminta Camat Komodo untuk mengecek siapa sebenarnya yang mengantongi sertifikat hak milik (SHM) atas pulau itu,” kata Dulla yang dihubungi dari Kupang, Sabtu (7/2).
Dia mengatakan, pulau-pulau kecil di sekitar Kota Labuan Bajo, Manggarai Barat memang sangat rawan untuk diperjualbelikan. Bahkan, bukan baru kali ini isu penjualan pulau di Manggarai Barat merebak di dunia maya.
Dia berjanji akan memanggil pemilik SHM atas pulau tersebut jika sudah mengetahuinya, danmeminta penjelasan apa motovasi hendak menjaul pulau yang letaknya tidak jauh dari Bandara Komodo itu.
Sebagaimana diberitakan, kabar tentang penjualan pulau di Indnmesia kembali merebak di dunia maya. Kali ini Pulau Punggu di Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, dikabarkan dijual dengan harga ratusan miliar.
Melalui iklan yang diketahui dari situs Skyproperty, Pulau Punggu dijual seharga Rp134,2 miliar.
Pulau Punggu berstatus sertifikat hak milik (SHM), dan keterangan mengenai pulau itu dimuat dalam versi bahasa Indonesia dan Inggris. Tak dijelaskan siapa pemilik pulau tersebut.
Pulau Punggu memiliki luas 117 hektar. Di pulau ini terdapat pantai dan terumbu karang yang menakjubkan. Tempat ini sempurna untuk dijadikan sebagai tempat peristirahatan.
“Jarak antara Pulau itu dengan Bandara Komodo di Labuhan Bajo,  20 menit menggunakan speedboat, Sementara ke Taman nasional Komodo 20 menit menggunakan speed boat,” keterangan dari iklan tersebut, Jumat (6/2)

Artikel ini ditulis oleh:

Jadi Sansak Majikan, TKI Melarikan Diri

Jakarta, Aktual.co — Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Tawau Negeri Sabah, Malaysia, mengaku terpaksa melarikan diri karena seringkali dipukuli oleh majikannya.
TKI tersebut, Sutiah (43) asal Cirebon, Jawa Barat, kepada Antara di Nunukan menceritakan perihal dirinya melarikan diri dari majikannya saat tiba di Terminal Penumpang Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Jumat (6/2) malam.
Sutiah yang mengaku janda beranak tiga orang ini, pertama memilih menjadi TKI ke Negeri Sabah atas bujukan seseorang di kampungnya dengan perjanjian bekerja sebagai pembantu rumah tangga.
Ia berangkat dari Cirebon pada 20 Oktober 2014 namun belum menerima upah hingga melarikan diri dari rumah majikannya karena seringkali dipukul kepalanya menggunakan baskom atau alat dapur lainnya.
“Saya lari dari rumah majikan karena seringkali dperlakukan kasar dengan memukul pakai baskom dan lain-lainnya,” ujar dia sedih.
Bahkan selama bekerja dan diperlakukan kasar itu, majikannya sering mengancam akan memulangkannya ke Indonesia apabila tidak bekerja sesuai keinginan majikannya, kata Sutiah seraya mengatakan akan kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Cirebon berkumpul bersama anak-anaknya.
Ia menerangkan, melarikan diri pada malam hari karena tidak tahan lagi dipukuli oleh majikannya dengan alasan seluruh pekerjaan yang dilakukannya tidak ada yang benar.
“Saya serba salah. Setiap habis kerja dianggapnya tidak betul dan diancam macam-macam,” beber dia.
Sutiah menambahkan, majikan perempuannya sering mengancam akan memenjarakan dirinya atau dijual ke majikan lain apabila tidak sanggup memenuhi keinginannya. Mmakanya dia memilih melarikan diri dengan alasan takut.
Selama dua bulan lebih bekerja pada majikan tersebut, dia mengaku belum pernah menerima upah karena harus membayar agensi yang memberangkatnya ke Negeri Sabah selama empat bulan.
Pengakuan TKI ini juga bahwa selama tiba di Negeri Sabah paspor miliknya ditahan majikan yang bertempat tinggal di Jalan Bukit Raya Tawau, Malaysia dan trauma bekerja di luar negeri lagi.

Artikel ini ditulis oleh:

Tiga Warga Gresik Hilang Terseret Arus Banjir

Jakarta, Aktual.co — Tiga orang tewas akibat terseret arus banjir yang terjadi di Dusun Kajar, Gading Watu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, Abu Hasan, Sabtu mengatakan banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan itu pada Jumat (6/2) malam.
Sedangkan tiga orang tewas akibat banjir, terjadi di Kecamatan Menganti masing-masing adalah Sutris (13), Heni (16) serta Voni (14), yang merupakan warga Dusun Kajr, Gading Watu.
Awal kejadian, saat korban pulang usai mencari ikan bersama 14 temannya, namun setelah melewati arus sungai yang deras beberapa orang terseret arus sungai.
“Ada yang berhasil menyelematkan diri, namun tiga orang terseret arus deras. Dan setelah dilakukan pencarian korban terakhir ditemukan tewas pada pukul 20.00 WIB,” katanya.
Salah satu korban selamat, Eko Tri mengatakan usai pulang mencari ikan bersama sejumlah rekannya, dirinya melewati jalan setapak di sungai yang arusnya sedang deras.
Saat melintas, arus semakin deras dan beberapa rekan lainnya sempat saling tolong-menolong, namun upaya itu gagal karena arus semakin deras sehingga tiga rekannya terseret arus.
Korban selamat dalam peristiwa itu, kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Cahaya Giri, Kecamatan Menganti antara lain Jainuri Eri Erianto (17), Rama (16), Angga (20), Andy Romadhani (18), serta Eko Tri Cahyono (29).

Artikel ini ditulis oleh:

Artefak Papua Nugini Ditemukan di Danau Sentani

Jakarta, Aktual.co — Penelitian arkeologi di Pulau Kwadeware, kawasan Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua berhasil menemukan artefak gerabah asal Papua Nugini (PNG).
“Kwadeware merupakan pulau kecil di tengah Danau Sentani. Pecahan gerabah banyak ditemukan di permukaan tanah,” kata staf peneliti dari Balai Arkeologi Jayapura, Hari Suroto di Kota Jayapura, Sabtu (7/2).
Pulau Kwadeware memiliki bentuk persegi panjang dengan kondisi permukaan pulau pada bagian tengahnya lebih rendah dan rata, sedangkan pada bagian pinggirnya di sebelah utara maupun selatan lebih tinggi.
“Pada permukaan gerabah yang ditemukan di Pulau Kwadeware terdapat jejak pembuatan yaitu bekas-bekas jari tangan,” katanya.
Sementara, di bagian tengah pecahan gerabah berwarna hitam menunjukkan bahwa dalam pembuatannya, gerabah itu dibakar di tempat terbuka tanpa menggunakan tungku.
“Setelah pecahan-pecahan gerabah itu direkonstruksi berhasil diketahui bentuk utuh gerabah yaitu tempayan dan periuk,” katanya.
Lebih lanjut, Suroto mengatakan, dengan melihat kondisi lingkungan situs dan temuan arkeologinya menggambarkan bahwa Kwadeware merupakan situs hunian terbuka.
“Jika ditinjau dari lokasi situs yang berada di tengah Danau Sentani, maka dapat digambarkan bahwa pada masa prasejarah, manusia yang bermukim di Pulau Kwadeware telah memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan setempat,” katanya.
Hal itu bisa dilihat pada siput danau dan sagu sebagai sumber bahan makanan. Gerabah yang berbentuk tempayan digunakan untuk menyimpan bahan makanan berupa sagu, sedangkan periuk dipakai untuk merebus siput danau atau memasak sagu.
“Pengamatan terhadap jenis tanah di Kwadeware tidak memungkinkan untuk pembuatan gerabah. Gerabah yang terdapat di Kwadeware diperkirakan didatangkan dari luar,” katanya.
Alumnus Universitas Udayana Bali itu juga mengungkapkan bahwa yang membuat menarik adalah motif hias gerabah dari Situs Kwadeware memiliki kesamaan dengan motif hias gerabah yang ditemukan di Gua Lachitu dan Gua Taora di Vanimo, Papua Nugini.
“Dengan melihat hal ini, diasumsikan bahwa pada masa prasejarah, telah terjadi kontak antara penduduk yang bermukim di Danau Sentani dengan penduduk Vanimo, Papua Nugini,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Senator Republik: Pendekatan Obama Sebabkan Kekacauan Global

Jakarta, Aktual.co — Presiden Amerika Serikat, Barack Obama merilis strategi keamanan nasional AS terkait kebijakan memimpin isu-isu dunia untuk berhati-hati yang tercermin ke arah intervensi negara asing .

Obama menggambarkan tantangan yang paling mendesak dari kasus kekerasan atau ekstremisme, agresi Rusia, serangan cyber dan perubahan iklim. Ia mengatakan Amerika Serikat perlu kekuatan strategis dan kebijakan bersahabat, karena memiliki sumber daya terbatas dan  banyak masalah yang tidak bisa diselesaikan melalui kekuatan militer .

Menurut Obama, dalam jangka panjang AS berupaya melawan ideologi di balik ekstremisme kekerasan. Itu lebih penting ketimbang menghilangkan teroris di medan perang .

Hal senada juga dikatakan oleh Senator Republik, Lindsey Graham mengatakan, bahwa pendekatan Obama telah menyebabkan kekacauan global dan memungkinkan ‘aktor buruk’ untuk berkembang, termasuk militan Negara Islam (yang juga dikenal sebagai ISIL ).

 “Saya ragu ISIL , para Mullah Iran , atau Vladimir Putin akan terintimidasi oleh strategi Presiden Obama, ” kata Graham dalam sebuah pernyataannya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain