17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38826

Jadi Sansak Majikan, TKI Melarikan Diri

Jakarta, Aktual.co — Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Tawau Negeri Sabah, Malaysia, mengaku terpaksa melarikan diri karena seringkali dipukuli oleh majikannya.
TKI tersebut, Sutiah (43) asal Cirebon, Jawa Barat, kepada Antara di Nunukan menceritakan perihal dirinya melarikan diri dari majikannya saat tiba di Terminal Penumpang Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Jumat (6/2) malam.
Sutiah yang mengaku janda beranak tiga orang ini, pertama memilih menjadi TKI ke Negeri Sabah atas bujukan seseorang di kampungnya dengan perjanjian bekerja sebagai pembantu rumah tangga.
Ia berangkat dari Cirebon pada 20 Oktober 2014 namun belum menerima upah hingga melarikan diri dari rumah majikannya karena seringkali dipukul kepalanya menggunakan baskom atau alat dapur lainnya.
“Saya lari dari rumah majikan karena seringkali dperlakukan kasar dengan memukul pakai baskom dan lain-lainnya,” ujar dia sedih.
Bahkan selama bekerja dan diperlakukan kasar itu, majikannya sering mengancam akan memulangkannya ke Indonesia apabila tidak bekerja sesuai keinginan majikannya, kata Sutiah seraya mengatakan akan kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Cirebon berkumpul bersama anak-anaknya.
Ia menerangkan, melarikan diri pada malam hari karena tidak tahan lagi dipukuli oleh majikannya dengan alasan seluruh pekerjaan yang dilakukannya tidak ada yang benar.
“Saya serba salah. Setiap habis kerja dianggapnya tidak betul dan diancam macam-macam,” beber dia.
Sutiah menambahkan, majikan perempuannya sering mengancam akan memenjarakan dirinya atau dijual ke majikan lain apabila tidak sanggup memenuhi keinginannya. Mmakanya dia memilih melarikan diri dengan alasan takut.
Selama dua bulan lebih bekerja pada majikan tersebut, dia mengaku belum pernah menerima upah karena harus membayar agensi yang memberangkatnya ke Negeri Sabah selama empat bulan.
Pengakuan TKI ini juga bahwa selama tiba di Negeri Sabah paspor miliknya ditahan majikan yang bertempat tinggal di Jalan Bukit Raya Tawau, Malaysia dan trauma bekerja di luar negeri lagi.

Artikel ini ditulis oleh:

Tiga Warga Gresik Hilang Terseret Arus Banjir

Jakarta, Aktual.co — Tiga orang tewas akibat terseret arus banjir yang terjadi di Dusun Kajar, Gading Watu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, Abu Hasan, Sabtu mengatakan banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan itu pada Jumat (6/2) malam.
Sedangkan tiga orang tewas akibat banjir, terjadi di Kecamatan Menganti masing-masing adalah Sutris (13), Heni (16) serta Voni (14), yang merupakan warga Dusun Kajr, Gading Watu.
Awal kejadian, saat korban pulang usai mencari ikan bersama 14 temannya, namun setelah melewati arus sungai yang deras beberapa orang terseret arus sungai.
“Ada yang berhasil menyelematkan diri, namun tiga orang terseret arus deras. Dan setelah dilakukan pencarian korban terakhir ditemukan tewas pada pukul 20.00 WIB,” katanya.
Salah satu korban selamat, Eko Tri mengatakan usai pulang mencari ikan bersama sejumlah rekannya, dirinya melewati jalan setapak di sungai yang arusnya sedang deras.
Saat melintas, arus semakin deras dan beberapa rekan lainnya sempat saling tolong-menolong, namun upaya itu gagal karena arus semakin deras sehingga tiga rekannya terseret arus.
Korban selamat dalam peristiwa itu, kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Cahaya Giri, Kecamatan Menganti antara lain Jainuri Eri Erianto (17), Rama (16), Angga (20), Andy Romadhani (18), serta Eko Tri Cahyono (29).

Artikel ini ditulis oleh:

Artefak Papua Nugini Ditemukan di Danau Sentani

Jakarta, Aktual.co — Penelitian arkeologi di Pulau Kwadeware, kawasan Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua berhasil menemukan artefak gerabah asal Papua Nugini (PNG).
“Kwadeware merupakan pulau kecil di tengah Danau Sentani. Pecahan gerabah banyak ditemukan di permukaan tanah,” kata staf peneliti dari Balai Arkeologi Jayapura, Hari Suroto di Kota Jayapura, Sabtu (7/2).
Pulau Kwadeware memiliki bentuk persegi panjang dengan kondisi permukaan pulau pada bagian tengahnya lebih rendah dan rata, sedangkan pada bagian pinggirnya di sebelah utara maupun selatan lebih tinggi.
“Pada permukaan gerabah yang ditemukan di Pulau Kwadeware terdapat jejak pembuatan yaitu bekas-bekas jari tangan,” katanya.
Sementara, di bagian tengah pecahan gerabah berwarna hitam menunjukkan bahwa dalam pembuatannya, gerabah itu dibakar di tempat terbuka tanpa menggunakan tungku.
“Setelah pecahan-pecahan gerabah itu direkonstruksi berhasil diketahui bentuk utuh gerabah yaitu tempayan dan periuk,” katanya.
Lebih lanjut, Suroto mengatakan, dengan melihat kondisi lingkungan situs dan temuan arkeologinya menggambarkan bahwa Kwadeware merupakan situs hunian terbuka.
“Jika ditinjau dari lokasi situs yang berada di tengah Danau Sentani, maka dapat digambarkan bahwa pada masa prasejarah, manusia yang bermukim di Pulau Kwadeware telah memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan setempat,” katanya.
Hal itu bisa dilihat pada siput danau dan sagu sebagai sumber bahan makanan. Gerabah yang berbentuk tempayan digunakan untuk menyimpan bahan makanan berupa sagu, sedangkan periuk dipakai untuk merebus siput danau atau memasak sagu.
“Pengamatan terhadap jenis tanah di Kwadeware tidak memungkinkan untuk pembuatan gerabah. Gerabah yang terdapat di Kwadeware diperkirakan didatangkan dari luar,” katanya.
Alumnus Universitas Udayana Bali itu juga mengungkapkan bahwa yang membuat menarik adalah motif hias gerabah dari Situs Kwadeware memiliki kesamaan dengan motif hias gerabah yang ditemukan di Gua Lachitu dan Gua Taora di Vanimo, Papua Nugini.
“Dengan melihat hal ini, diasumsikan bahwa pada masa prasejarah, telah terjadi kontak antara penduduk yang bermukim di Danau Sentani dengan penduduk Vanimo, Papua Nugini,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Senator Republik: Pendekatan Obama Sebabkan Kekacauan Global

Jakarta, Aktual.co — Presiden Amerika Serikat, Barack Obama merilis strategi keamanan nasional AS terkait kebijakan memimpin isu-isu dunia untuk berhati-hati yang tercermin ke arah intervensi negara asing .

Obama menggambarkan tantangan yang paling mendesak dari kasus kekerasan atau ekstremisme, agresi Rusia, serangan cyber dan perubahan iklim. Ia mengatakan Amerika Serikat perlu kekuatan strategis dan kebijakan bersahabat, karena memiliki sumber daya terbatas dan  banyak masalah yang tidak bisa diselesaikan melalui kekuatan militer .

Menurut Obama, dalam jangka panjang AS berupaya melawan ideologi di balik ekstremisme kekerasan. Itu lebih penting ketimbang menghilangkan teroris di medan perang .

Hal senada juga dikatakan oleh Senator Republik, Lindsey Graham mengatakan, bahwa pendekatan Obama telah menyebabkan kekacauan global dan memungkinkan ‘aktor buruk’ untuk berkembang, termasuk militan Negara Islam (yang juga dikenal sebagai ISIL ).

 “Saya ragu ISIL , para Mullah Iran , atau Vladimir Putin akan terintimidasi oleh strategi Presiden Obama, ” kata Graham dalam sebuah pernyataannya.

Artikel ini ditulis oleh:

Menhub Jonan Lantik Tersangka Gratifikasi jadi Pejabat Kemenhub

Jakarta, Aktual.co — Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Eddi yang akan dilantik Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menjadi Direktur Angkutan Lalu Lintas Jalan ternyata tersangka kasus gratifikasi ponten UPTD Terminal Bungurasih pada tahun 2009.
Kasus tersebut ditangani oleh Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes Surabaya). Eddi ditetapkan tersangka kasus gratifikasi ini pada tahun 2012 saat itu Kasat Reskrim dijabat oleh AKBP Farman.
Edi sendiri diduga menerima gratifikasi dari penyewaan ponten ini sebesar Rp 500 juta rupiah. Sedianya Edi akan ditahan oleh penyidik, namun hingga saat ini Edi masih bisa menjalankan aktifitasnya lagi dan malah menjabat sebagai Direktur Lalu Lintas Angkutan Jalan.
Saat dihubungi Aktual.co, Kasat Reskrim AKBP Sumaryono belum bisa dihubungi untuk dimintai penjelasan kasus ini.

Artikel ini ditulis oleh:

LBH Anshor Jatim Advokasi Kasus Penembakan Aktivis Korupsi

Jakarta, Aktual.co — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur berjanji akan mengawal pengungkapan dan penuntasan kasus penembakan aktivis antikorupsi di Bangkalan, Mathur Husairi.
“Kami akan mengadvokasi hingga adanya tuntuntan di pengadilan, baik secara litigasi maupun non litigasi,” kata Direktur LBH Ansor Jatim Othman Ralibi, SH, usai menjenguk Mathur Husairi, di RSU Dr Soetomo Surabaya, Jumat petang (6/2).
Othman menilai, penembakan yang dialami Mathur tersebut bukan kriminal biasa. Menurutnya, hal itu dapat ditengarai adanya motif politis yang dilakukan oleh orang-orang yang khawatir terhadap perilaku koruptif yang selama ini dilakukannya.
“LBH Ansor Jatim berkewajiban untuk mengawal dan mengadvokasi korban agar terlindungi dari ancaman dan intimidasi yang berkelanjutan, baik terhadap diri pribadi korban maupun terhadap keluarganya dan mendapatkan keadilan dan perlindungan hukum yang seadil-adilnya,” paparnya. 
Sebab, sambung dia, Mathur adalah salah satu anggota penggurus Ansor Kabupaten Bangkalan. 
Karena itu, LBH Ansor Jatim mendukung kepolisian untuk segera mengusut dengan tuntas, menangkap para pelaku dan aktor dibalik aksi penembakan tersebut.
“Kepolisian juga harus mengungkap motif aksi kriminal tersebut secara terbuka dan transparan,” jelas Othman. 
Othman meminta pihak kepolisian untuk melakukan penyidikan dan penyelidikan secara tuntas hingga ditetapkannya tersangka baik kepada pelaku utama (eksekutor) maupun otak aktor intelektualnya dengan tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah.
“Kasus ini dapat dijadikan sebagai pelajaran, untuk meningkatkan kewaspadaan dan pihak kepolisian harus mengungkap adanya peredaran senjata illegal,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Mathur Husairi adalah pegiat antikorupsi yang kerap mengungkap berbagai kasus korupsi di Bangkalan. Bahkan, dia yang melaporkan ke KPK. Mathur ditembak oleh orang tak dikenal di depan rumahnya di Bangkalan, Senin dini hari, 20 Januari 2015 lalu. Saat itu ia baru selesai diskusi dengan rekan sesama aktivis di Surabaya.
Akibatnya, Mathur mengalami luka tembak di bagian perut. Ia harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soetomo, hingga kini. Untuk mengungkap kasus ini, tim Jatanras Polda Jatim juga ikut memback-up Polres Bangkalan. Hasilnya, empat orang ditangkap, salah satunya AA, Ketua Komisi A DPRD Bangkalan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain