16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38843

Soal Pengganti BG, Kompolnas: Kami Tunggu Dulu Intruksi Presiden

Jakarta, Aktual.co — Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan bahwa pihaknya akan meunggu dulu intruksi Presiden Joko Widodo apakah akan melantik Komjen Budi Gunawan atau tidak, sebelum memberikan usulan pengganti calon Kapolri.
“Saya kira kami tetap harus menunggu keputusan presiden,” ujar Komisioner Kompolnas, Edi Hasibuan, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (6/2).
Oleh karenanya, Kompolnas tidak mau mengambil keputusan, ataupun berandai-andai untuk memberi rekomendasi calon pengganti BG.
“Saya kira itulah yang menjadi dasar semuanya. Apakah nanti Pak Budi Gunawan akan dilantik atau tidak tentunya keputusan presiden,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Bahas Smelter Freeport, Gubernur Papua Sambangi Kantor Menteri ESDM

Menteri ESDM Sudirman Said (kedua kanan) didampingi Gubernur Papua Lukas Enembe (kedua kiri), saat memngumunkan rencana pembangunan smelter usai pertemuan di Kantor Kementrian ESDM, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2015). Pertemuan tersebut membahas permasalahan pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) oleh PT Freeport Indonesia. AKTUAL/MUNZIR

Rupiah Akhir Pekan Ditutup Menguat 17 Poin ke Level Rp12.617

Jakarta, Aktual.co —   Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, bergerak menguat sebesar 17 poin menjadi Rp12.617 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp12.634 per dolar AS.

“Cadangan devisa periode Januari 2015 yang meningkat menjadi salah satu faktor penopang mata uang rupiah mengalami penguatan terhdap dolar AS,” ujar Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong di Jakarta, Jumat (6/2).

Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Januari 2015 meningkat menjadi 114,25 miliar dolar AS dari 111,86 miliar dolar AS pada 31 Desember 2014.

Ia menambahkan bahwa melemahnya minyak dunia, laju inflasi domestik yang stabil serta perbaikan defisit neraca perdagangan Indonesia yang terus berlanjut menambah dukungan bagi nilai tukar rupiah.

“Serangkaian kabar bagus tetang perekonomian sedang menyelimuti Indonesia, kondisi itu yang membuat rupiah cenderung menguat. Inflasi ke depan diperkirakan stabil, defisit neraca perdagangan juga diperkirakan terus membaik seiring dengan harga minyak dunia yang melemah,” katanya.

Dalam jangka panjang, ia mengatakan bahwa melihat kondisi dalam negeri yang positif maka potensi rupiah untuk melanjutkan kenaikan terhadap dolar AS cukup terbuka.

Dari eksternal, lanjut dia, bank sentral AS (the Fed) juga diperkirakan belum akan menaikan suku bunganya menyusul salah satu indikator untuk menaikan suku bunga yakni inflasi Amerika Serikat masih belum sesuai dari target.

“Kebijakan the Fed juga bertolak belakang dengan negara maju lainnya yang cenderung melonggarkan stimulusnya, sehingga kondisi itu menyempitkan ruang bagi the Fed untuk menerapkan keijakan moneter ketat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa data Amerika Serikat terkait klaim awal untuk tunjangan pengangguran juga dilaporkan meningkat, Departemen Tenaga Kerja AS kenaikan data klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir pada 31 Januari 2015 menjadi 278.000 dari 267.000 pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat (6/2) ini tercatat mata uang rupiah bergerak menguat menjadi Rp12.613 dibandingkan hari sebelumnya, Kamis (5/2) di posisi Rp12.653 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Ancam Mundur, Romli: Pegawai KPK Jangan Kekanak-kanakan

Romli Artasasmita. Aktual/TINO OKTAVIANO

Jakarta, Aktual.co — Pengagas pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),  Romli Atmasasmita, menilai ancaman yang diberikan sejumlah pegawai KPK terkait kasus yang mendera pimpinan lembaga anti rasuah tidak patut.
Hal tersebut, diungkapkan Romli menanggapi pernyataan Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi, yang menyebut pegawai KPK mempertimbangkan opsi mengundurkan diri menyusul kasus yang menjerat para pimpinan KPK.
“Itu sikap kekanak-kanakan,” ujar Romli, ketika berbincang dengan Aktual.co, Jumat (6/2).
Menurut pakar hukum tersebut, sikap Johan maupun pegawai KPK menunjukan ketidak pahaman hukum.
“Johan Budi tidak paham negara hukum. Ancam mengancam bukan sikap pejabat lembaga negara,” kata dia.
Sebelumnya, (Baca: Minta Jokowi Turun Tangan, Pegawai KPK Ancam Mundur) Beberapa pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan keinginanya untuk berhenti sementara. Salah satu pegawai yang berhasrat melakukan hal itu ialah Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi SP. 

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ditanya Hukuman Mati bagi Pengedar Narkoba? Aktor Senior: Setuju Sekali

Jakarta, Aktual.co — Aktor senior, Adi Kurdi yang terkenal dengan sosok ‘Abah’ dalam drama keluarga “Keluarga Cemara”, mengaku mendukung kebijakan pemerintah Jokowi-JK yang memberikan hukuman mati bagi pengedar narkoba.

“Saya setuju sekali. Karena pengedar sudah merusak generasi bangsa,” tegasnya kepada Aktual.co, di Epicentrum, Jakarta.

Meskipun, kematian hanya Tuhan yang lebih berhak menentukan, tetapi jika para pengedar tersebut masih belum bisa memperbaiki dirinya, maka hukuman mati mungkin bisa diterapkan. Alasannya, ‘barang haram’ tersebut mampu menghancurkan bangsa.

Sekedar informasi, Adi Kurdi kembali terjun ke dunia layar lebar terbaru ‘Kapan Kawin’ sebagai ayah dari Dinda. Setelah lama tidak tampil di kancah film nasional, kali ini ia kembali berperan sangat bagus.

Artikel ini ditulis oleh:

Ahok Ancam Pemecatan, Petugas Parkir Sabang Ketar-ketir

Jakarta, Aktual.co —Petugas parkir di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, rupanya cukup dibuat ketar-ketir dengan ancaman pemecatan yang dilontarkan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) beberapa lalu. Yakni bagi mereka yang kedapatan masih menerima uang ‘tip’ dari pengguna e-parking.
Saat ditemui Aktual.co, salah seorang petugas parkir di Sabang berinisial Cl mengaku sudah mendengar ancaman yang dilontarkan Ahok. “Tahu dengar-dengar dari berita sih,” ujar dia, saat ditemui di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, Jumat (6/2).
Sejak kabar ancaman itu beredar, Cl dan kawan-kawannya sesama petugas parkir mengaku sudah jarang menerima uang tambahan dari pengguna jalan. 
Namun mereka menyayangkan, ancaman Ahok tak sebanding dengan tambahan kesejateraan mereka. Di mana Ahok menyebut gaji petugas e-parking dua kali lipat dari besar Upah Minimum Provinsi (UMP) atau berarti 4 juta lebih. 
Kenyataannya, gaji mereka malah kurang dari UMP, yakni hanya Rp2,5 juta. Cl mengaku belum pernah sekalipun mendapat gaji dua kali UMP seperti yang dilontarkan Ahok. “Masih 2,5 juta, dengan jam kerja sembilan jam,” ucapnya. 
Sebelumnya, Ahok mengklaim penerapan sistem e-parking di Jalan Sabang, Jakarta Pusat sejak 29 Januari lalu berjalan efektif. Lantaran dibarengi pemberian kompensasi dengan jumlah besar bagi petugas parkir.
“Efektif, kan (petugas parkir) takut kalau dipecat. Sedangkan mereka sudah dapat gaji dua kali UMP (Upah Minimum Provinsi),” kata Ahok, di Balai Kota, Jakarta, Kamis (5/2).
Untuk mengawasi petugas parkir, Ahok mengaku sudah melakukan pengecekan bagaimana mereka menjalankan sistem e-parking. Caranya, dengan mengirim petugas yang menyamar jadi pengendara. “Saya mah ngga main-main, begitu dia (petugas parkir) terima tip ya langsung pecat,” ancamnya.
Menurutnya, sangat keterlaluan jika ada petugas parkir yang masih menerima uang dari pengguna parkir, sedangkan mereka sudah mendapat gaji besar. Lagi pula, tugas petugas parkir di e-parking saat terbilang lebih mudah. Dari semula menarik uang parkir kepada pengendara, sekarang hanya menyosialisasikan penggunaan sistem e-parking saja sambil mengawasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain