14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 38847

Tak Tertarik Kursi Menteri, KMP 2 Kali Tolak Ajakan Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan Koalisi Merah Putih (KMP) tak tertarik dengan tawaran Presiden Joko Widodo untuk bergabung ke dalam pemerintahan.

“Sampe kemarin KMP ditawarkan masuk kabinet. Tapi pak Prabowo, pak Ical, Anis Matta menolak masuk ke kabinet,” kata Bamsoet di Jakarta, Sabtu (21/2).

KMP kata Bamsoet, sudah bertekad untuk tetap berada di luar Pemerintahan sebagai penyeimbang. Apalagi, Bambang mensinyalir upaya Jokowi merangkul KMP penuh siasat.

“Bukan rahasia lagi Jokowi berusaha merangkul KMP, untuk memperkuat posisinya dalam hadapi partai-partai tertentu terkait polemik Polri,” ungkapnya.

Ditanya apakah penolakan KMP karena kurangnya jatah kursi menteri yang disediakan? Bamsoet menepis tudingan tersebut.

“Belum bicara jumlah, ini tekad kami untuk berada di luar pemerintahan,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pelaksanaan Padang Fair Diharapkan Dorong Daya Saing UKM

Jakarta, Aktual.co — Pelaksanaan Padang Fair 2015 yang direncanakan pada 24 April sampai 3 Mei 2015 di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) diharapkan akan mendorong daya saing Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
“Melalui Padang Fair para pelaku UKM akan berkompetisi dan saling berbagi pengalaman sehingga diharapkan mampu membuat terobosan untuk meningkatkan daya saing ” kata Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi (Perindagtamben) Kota Padang, Nasril di Padang, Sabtu (21/2).
Dia menambahkan Padang Fair akan diikuti oleh banyak pelaku UKM tidak hanya dari Kota Padang tapi dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. “Dengan demikian diharapkan pelaku UKM di daerah ini akan memiliki pengalaman baru tentang pengembangan produkdengan saling bertkar pengalaman diantara pelaku usaha dari seluruh Tanah Air,” kata dia.
Menurut dia, Padang Fair merupakan acara tahunan yang digelar Kota Padang dengan menampilkan para pelaku usaha untuk mempromosikan produknya. Kegiatan yang akan diselenggarakan tersebut antara lain pameran produk unggulan, pameran keuangan, pameran produk koperasi dan UKM, pameran peluang investasi dan pariwisata.
“Kemudian pameran komputer dan teknologi informasi, pameran buku dan pendidikan, pameran aneka produk, parade artis minang dan ibukota, festival band, arena permainan anak dan aneka lomba.”
Dia menambahkan pada acara tersebut juga akan ada stan khusus mengenalkan Kota Padang dan Sumatera Barat yang akan menjadi sarana promosi dan informasi bagi pemodal.
Kegiatan Padang Fair 2015 merupakan kerja sama antara Dinas Perindagtamben Kota Padang dengan PT Solindo Duta Convex sebagai pelaksana.
Sementara, salah seorang pelaku usaha industri rumah tangga di Padang, Andri mengatakan selama ini keberadaan Padang Fair merupakan salah satu sarana yang cukup efektif untuk mempromosikan usaha.
Namun, dia berharap harga sewa tempat tidak terlalu tinggi mengingat belum semua pelaku UKM yang mampu mengingat skala usaha masih kecil.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Tahun Depan, PT Pelindo III Perpanjang Dermaga IV Tanjung Intan

Jakarta, Aktual.co — PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) akan memperpanjang Dermaga IV Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, Jawa Tengah, pada 2015.
“Berdasarkan rencana jangka panjang perusahaan (RJPP), perpanjangan dermaga sebenarnya akan dilaksanakan pada 2016-2017,” kata General Manager PT Pelindo III Cabang Tanjung Intan Djumadi di Cilacap, Sabtu (21/2).
Namun saat kunjungan Komisaris Utama PT Pelindo III ke Tanjung Intan, kata dia, pihaknya mengusulkan agar anggaran tahun 2016-2017 digeser ke tahun 2015 guna perpanjangan dermaga, karena pelabuhan itu ke depannya diproyeksikan bakal kewalahan dalam menerima kapal-kapal besar.
Menurut dia, usulan untuk melakukan perpanjangan dermaga pada 2015 itu disetujui oleh Komisaris Utama PT Pelindo III.
“Saat ini mulai dirancang untuk membangun atau memperkuat fasilitas yang ada di pelabuhan khususnya perpanjangan Dermaga IV. Anggarannya sekitar Rp70 miliar,” katanya.
Selain perpanjangan Dermaga IV, kata dia, pihaknya juga akan melakukan pengerukan (dredging) di Dermaga Umum dan Dermaga Wijayapura guna menambah kedalaman kolam dermaga.
Dia mengatakan, kedalaman kolam Dermaga Umum yang semula 10,5 meter “Lowest Water Sea” (LWS) menjadi 12 meter LWS sedangkan Dermaga Wijayapura yang sekarang 5 meter LWS menjadi 7 meter LWS.
“Sementara untuk “mooring dolphin” di Dermaga VI sudah ditambah kiri-kanannya sehingga biasanya hanya disandari kapal dengan panjang 120 meter, sekarang sudah bisa disandari kapal yang panjangnya 200 meter, silakan bersandar di Dermaga VI.”
Djumadi mengatakan bahwa semua itu dilakukan sebagai langkah antisipasi datangnya kapal-kapal besar karena Pelabuhan Tanjung Intan dalam lima tahun ke depan diprediksi bisa “mengalahkan” Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Menurut dia, pihaknya juga mewacanakan pembangunan dermaga khusus peti kemas internasional pada lahan yang berlokasi di antara Stasiun Pandu dan Dermaga VI.
“Nggak tahu kapan akan dibangun, tapi kemungkinan tahun 2017-2018,” katanya.
Dia mengatakan, bentuk bangunan dermaga khusus peti kemas internasional itu direncanakan seperti Dermaga VI.
Selain itu, kata dia, dermaga tersebut bakal dilengkapi dengan berbagai peralatan modern untuk bongkar muat peti kemas seperti “flapping crane” atau “container crane”.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

ICW: Semoga Tak Ada Matahari Kembar Jika BG jadi Wakapolri

Jakarta, Aktual.co — Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho khawatir akan terjadi dualisme kepemimpinan di tubuh kepolisian jika Komjen Budi Gunawan ditunjuk sebagai Wakapolri mendampingi calon Kapolri Komjen Badrodin Haiti.
Menurut dia, Budi Gunawan seharusnya mengerem ambisi untuk menjabat sebagai petinggi Polri. “Sebab nantinya bakal ada matahari kembar di kepolisian,” kata Emerson dalam sebuah diakusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2).
Dikatakan Emerson, hal itu terjadi lantaran kewenangan di tubuh Polri bakal menimbulkan pertanyaan. Publik tidak akan tahu siapa yang bakal mengendalikan Korps Bhayangkara, apakah Badrodin Haiti atau Budi Gunawan.
Sementara itu, juru bicara Tim Independen Imam Prasodjo berharap agar kekuatan politis yang selama memaksa Budi Gunawan jadi Kapolri berhenti memaksakan kehendak. “Jadi jangan sampai menimbulkan konflik baru,” ujar Imam.
Imam menambahkan, bagaimanapun keputusan Presiden Joko Widodo dalam upaya melerai kisruh Polri dan KPK merupakan jalan tengah yang patut diapresiai, meskipun tidak berarti sepenuhnya memenuhi keinginan semua pihak.
“Artinya sekarang, semua pihak sebaiknya meredam hasrat dalam memenuhi kepentingan kelompok dan golongan tertentu,” ujar Imam.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Dukung Hukuman Mati, Aceh Kumpulkan Koin untuk Australia

Banda Aceh, Aktual.co — Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (Kammi) Aceh merespon pernyataan Perdana Menteri Australia Tonny Abbott dengan mengumpulkan koin untuk Australia.

Mereka menganggap pernyataan Abbot tentang bantuan tsunami Aceh tidak etis, karena bantuan itu merupakan bantuan kemanusiaan dan tidak ada hubungan dengan kasus hukuman mati bagi pengedar narkoba di Indonesia.

“Kita buka posko koin untuk Australia,” kata Ketua Kammi Aceh, Darliz Aziz, Sabtu (21/2).

“Kita siap kembalikan dana itu dan kami meminta hukuman mati itu tetap dilanjutkan untuk menyelamatkan generasi muda Aceh dan Indonesia,” katanya.

Rakyat Aceh, lanjut Darliz, menghargai dan berterima kasih atas semua bantuan negara sahabat yang memulihkan Aceh pasca tsunami.

“Namun, jangan mengungkit bantuan dan mengkaitkannya dengan hukuman mati. Kita minta Presiden tetap melakukan eksekusi mati untuk kasus narkoba,” ujarnya.

Sementara itu, Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menanggapi gerakan sosial tersebut. Dia menyatakan, gerakan itu bentuk emosi dan kekecewaan. Memalui akun Facebook-nya, Irwandi menyatakan “Bantuan orang dengan senang hati kita terima, bahkan ‘toh lom (mana lagi) ?”.  .

“Tapi begitu orang salah omong sedikit kita langsung meradang tanpa kontrol. Pada saat kita mengkritik silap lidah Abbot secara brutal dan membuat aksi kumpul recehan, maka sebenarnya yang sedang kita lukai adalah perasaan rakyat Australia, murid TK, pelajar, ibu rumah tangga, dan seluruh lapisan rakyat yg telah menyumbang untuk Aceh,” tulis Irwandi.

“Kenapa kita sudah berubah menjadi suatu komunitas yang emosional?. Martabat apakah yang sedang bangsa ini perjuangkan? Reaksi kita yang berlebihan menunjukkan di level mana kita sedang berdiri.”

Irwandi kembali menuturkan, bahwa PM Australia tersebut telah salah bicara dan dia sedang ‘diserbu’ oleh rakyatnya sendiri.

“Tetapi ketika kita beraksi dengan emosi disini, kita sebenarnya sedang menista rakyat Australia yang telah berbaik hati kepada kita. Tindakan kita lebih buruk dan lebih kekanak-kanakkan dari ucapan Abbot. Bukan begini caranya dalam pergaulan internasional,” tandas Irwandi.

Artikel ini ditulis oleh:

Dukung Hukuman Mati, Aceh Kumpulkan Koin untuk Australia

Banda Aceh, Aktual.co — Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (Kammi) Aceh merespon pernyataan Perdana Menteri Australia Tonny Abbott dengan mengumpulkan koin untuk Australia.

Mereka menganggap pernyataan Abbot tentang bantuan tsunami Aceh tidak etis, karena bantuan itu merupakan bantuan kemanusiaan dan tidak ada hubungan dengan kasus hukuman mati bagi pengedar narkoba di Indonesia.

“Kita buka posko koin untuk Australia,” kata Ketua Kammi Aceh, Darliz Aziz, Sabtu (21/2).

“Kita siap kembalikan dana itu dan kami meminta hukuman mati itu tetap dilanjutkan untuk menyelamatkan generasi muda Aceh dan Indonesia,” katanya.

Rakyat Aceh, lanjut Darliz, menghargai dan berterima kasih atas semua bantuan negara sahabat yang memulihkan Aceh pasca tsunami.

“Namun, jangan mengungkit bantuan dan mengkaitkannya dengan hukuman mati. Kita minta Presiden tetap melakukan eksekusi mati untuk kasus narkoba,” ujarnya.

Sementara itu, Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menanggapi gerakan sosial tersebut. Dia menyatakan, gerakan itu bentuk emosi dan kekecewaan. Memalui akun Facebook-nya, Irwandi menyatakan “Bantuan orang dengan senang hati kita terima, bahkan ‘toh lom (mana lagi) ?”.  .

“Tapi begitu orang salah omong sedikit kita langsung meradang tanpa kontrol. Pada saat kita mengkritik silap lidah Abbot secara brutal dan membuat aksi kumpul recehan, maka sebenarnya yang sedang kita lukai adalah perasaan rakyat Australia, murid TK, pelajar, ibu rumah tangga, dan seluruh lapisan rakyat yg telah menyumbang untuk Aceh,” tulis Irwandi.

“Kenapa kita sudah berubah menjadi suatu komunitas yang emosional?. Martabat apakah yang sedang bangsa ini perjuangkan? Reaksi kita yang berlebihan menunjukkan di level mana kita sedang berdiri.”

Irwandi kembali menuturkan, bahwa PM Australia tersebut telah salah bicara dan dia sedang ‘diserbu’ oleh rakyatnya sendiri.

“Tetapi ketika kita beraksi dengan emosi disini, kita sebenarnya sedang menista rakyat Australia yang telah berbaik hati kepada kita. Tindakan kita lebih buruk dan lebih kekanak-kanakkan dari ucapan Abbot. Bukan begini caranya dalam pergaulan internasional,” tandas Irwandi.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain