14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 38846

Gajah Liar Aceh Dipantau dengan Teknologi GPS Collar

Banda Aceh, Aktual.co — Tim Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh memasang Global Positioning Satelit (GPS) pada leher gajah liar. GPS tersebut dipasang menjadi kalung pada gajah liar.

“Teknologi GPS collar yang sekarang telah dipasang di dua individu gajah di Bener Meriah. GPS collar biasa mentransfer data dan dapat diakses via internet setiap 5 jam sekali,” ujar Kepala BKSDA Aceh Genman S. Hasibuan, kepada Aktual.co Sabtu (21/2).

Ditambahkannya, GPS collar yang dipasangkan hasil kerjasama antara BKSDA dan  Pusat Kajian Satwa Liar-FKH Unsyiah. Wahdi Azmi dari FKH Unsyiah menyampaikan, bahwa pihaknya sedang menggandeng institusi Max Planck dari Jerman dalam mengembangkan aplikasi teknologi itu.  Dengan GPS itu, pihaknya bisa memantau pergerakan gajah liar di Aceh.

Di kesempatan yang sama, Kepala Balai BKSDA Aceh menyebutkan pihaknya serius mengatasi konflik gajah dan manusia di Aceh. Disebutkan, pihaknya akan menempatkan tim khusus yaitu CRU (Conservation Response Unit) yang diproyeksikan untuk dapat melaksanakan tupoksi BKSDA di wilayah kerjanya.
 
“CRU di Aceh sejak 2002 dan telah di replikasi di banyak tempat lain di Sumatera. Kita akan pertahankan dan kembangkan konsep ini, CRU sekaligus merupakan pintu gerbang keterlibatan pemerintah daerah lebih jauh dalam upaya-upaya konservasi satwa liar di Aceh,” katanya lagi.
 
Disamping itu, pihaknya kini membutuhkan tujuh CRU di Aceh. Sehingga bisa maksimal melakukan penanganan persoalan gajah liar di Aceh.

Artikel ini ditulis oleh:

Penyanyi ‘Goyang Lele’ Buat Video Klip Dangdut di Bali

Jakarta, Aktual.co — Artis dan penyanyi tunggal lagu nasional Ikke Putri, pemilik goyang sensasional ‘goyang lele’ atau ‘Gole’, kini telah menyelesaikan syuting pembuatan video klip lagu “Lho Kok Marah”, sebuah lagu yang pertama kali dilantunkan oleh ratu dangdut era tahun 1970-an Elvy Sukaesih.

Manager Ikke Putri, Lelyana Febry di Vila C-151 Kabupaten Badung, Bali, Sabtu mengatakan Ikke saat ini sedang menyelesaikan video klip lagunya dan selanjutnya akan ditayangkan di televisi nasional.

Ia mengatakan lagu tersebut pada era 1970-an sangat ngetop di Tanah Air, bahkan menjadi idola para remaja, sehingga menjadi ikon melejitnya lagu-lagu dangdut lainnya.

“Ketertarikan menyanyikan lagu ‘Lho Kok Marah’ tersebut karena lagu itu populer, dan saat ini kembali mendapatkan sentuhan arasemen musik modern,” ucapnya.

Lelyana optimistis album lagu dan video klip tersebut akan mampu menjadi khasanah musik dangdut, dan mendorong para pencinta dangdut untuk menonton dan memiliki albumnya.

“Video klip yang dibuat dengan suasana kekinian didukung proferti pada syuting sangat mewah, saya yakin akan mampu menembus blantika musik dangdut teratas,” katanya.

Lelyana menuturkan Ikke Putri sempat menemui Ketua Umum DPP Persatuan Artis Selebriti Indonesia, Casko Wibowo saat bersama Ketua Umum DPP Persatuan Artis Sinetron Indonesia (PARSI) Anwar Fuady, Konsul Srilangka Eswenty Sanato, pengusaha Lusiana dan Krisna Pabhicara penulis novel & naskah skenario film layar lebar “Sepatu Dahlan” (Dahlan Iskan) khusus untuk memperlihatkan video clip Lagu Lho Kok Marah yang sudah kelar diproduksi.

Ketua Umum DPP PARSI Anwar Fuady yang juga pemeran salah satu tokoh sentral di sinetron

“Tukang Bubur Naik Haji” ini dengan Casko Wibowo mengatakan video klip dangdut Ikke Putri merupakan video klip dangdut yang termewah dan termahal yang pernah dibuat di Indonesia.

Karena dari pemilihan lokasi utama syuting menggunakan Smart Villa C-151 Labuan Said, Bali karena vila tersebut sering digunakan para selibritis dunia Casko Wibowo lebih lanjut mengatakan dalam peredaran video klip tersebut dibantu produser Bobby Sandhora.

“Saya meminta om Bobby Sandhora untuk mengatur dengan baik hingga beres semua urusan yang berkaitan dengan pembelian dan distribusi edar lagu recycle “Lho Kok Marah” yang menjadi bagian dari tanggung jawab penuh om Bobby ,karena lagu itu sudah di beli secara resmi oleh kami dari Bali,” kata Casko Wibowo

Artikel ini ditulis oleh:

DPR: Hubungan Teuku Umar-Trunojoyo- Kuningan-Senayan Sudah Retak

Jakarta, Aktual.co — Polemik KPK-Polri kembali mereda pasca Presiden Jokowi mengambil sikap. Namun, ‘korban’ akibat polemik KPK-Polri yang berkepanjangan kemarin terlanjur berjatuhan. Abraham Samad, Bambang Widjojanto dan Komjen Budi Gunawan disebut-sebut sebagai korban polemik KPK-Polri.

Anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) berharap langkah Presiden mengangkat Plt KPK dan mengganti BG ke Badrodin Haiti tidak memperkeruh suasana. Sebab, sejauh ini, Bamsoet menggambarkan adanya keretakan hubungan antar simpul-simpul kekuatan di tanah air.

“Ibarat kaca suasana kebatinan antara,  Teuku Umar, Turnojoyo, Kuningan dan  Senayan ini seperti cermin yang sudah retak,” kata Bamsoet di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2).

“Tugas kita menjaga agar jangan sampai cermin itu pecah,” katanya lagi menggunakan bahasa kiasan.

Tugas berat, kata Bamsoet, ada di pundak Presiden untuk mengkomunikasikan empat alamat yang merujuk pada Rumah Megawati (Teuku Umar), Mabes Polri (Trunojoyo), KPK (Kuningan) dan DPR (Senayan) agar tetap harmonis.

Artikel ini ditulis oleh:

Ketua DPD PDIP Riau Coret Rekaveny dan Nuryanto dari Calon Wali Kota

Jakarta, Aktual.co — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kepulauan Riau, Soerya Respationo memastikan nama Rekaveny dan Nuryanto tidak masuk dalam daftar bakal calon wali kota atau wakil wali kota Batam dalam Pemilihan Kepala Daerah 2015.
“Yang pasti nama Rekaveny dicoret,” kata Soerya Respationo di Batam, Sabtu (21/2).
Dia mengatakan, sebagai Ketua DPD sekaligus suami Rekaveny, tidak mengizinkan anggota DPRD Kota Batam itu masuk dalam bursa pencalonan kepala daerah.
Dia mengatakan, PDIP ingin memberikan pendidikan politik yang bagus, demi menghindari tindakan nepotisme dan kesewenangan politik. “Kecuali diperintahkan DPP, kalau begitu saya tidak bisa menolak,” kata dia.
“Saya pribadi, suaminya dan ketua partai, saya nyalon. Masak dia nyalon juga,” kata pria yang diusung PDI Perjuangan sebagai calon Gubernur Kepri 2015-2020 itu.
Sementara itu, nama kader PDIP Nuryanto juga dipastikan tidak akan masuk sebagai calon wali kota atau calon wakil wali kota Batam 2015-2020.
Menurut Soerya, sejak awal Nuryanto memang dibidik untuk menduduki jabatan Ketua DPRD Batam, dan belum untuk jabatan lainnya. Demikian pula kader PDIP Jumaga Nadeak yang kini menjabat Ketua DPRD Kepri.
Dia mengatakan pihaknya masih belum melakukan persiapan apa pun terkait Pilkada Batam. Penjaringan nama-nama yang akan diusung pun belum pernah dilakukan.
“Kalau Pilkada Batam belum ada persiapan, karena awalnya kan akan dilaksanakan 2018, tapi dalam UU yang baru ternyata Pilkada Batam tahun ini juga,” kata dia.
DPD PDIP berencana memanggil seluruh pimpinan DPC PDIP dalam rapat membicarakan penjaringan calon kepala daerah.
Penyaringan calon yang dilakukan DPD dilakukan dengan meneliti latar belakang calon dan menyesuaikannya dengan syarat yang ditetapkan KPU.
“Misalnya lulus SMA atau tidak, karena syaratnya kan harus minimal lulus SMA,” kata pria yang kini menjabat Wakil Gubernur Kepri itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Operasi Pekat Intan Dalmas Ciduk Sembilan Pengamen

Jakarta, Aktual.co — Unit Pengendali Massa (Dalmas) Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin melakukan Operasi Penyakit Masyarakat (Ops Pekat) Intan 2015 dan mengamankan sembilan pengamen jalanan.
“Mereka mengganggu dan meresahkan masyarakat terutama terhadap pengunjung di warung makan,” ucap Kasubnit Dalmas Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin IPTU Pol Mahmuda di Banjarmasin, Sabtu (21/2).
Dia mengatakan, Operasi Pekat Intan 2015 itu salah satu sasarannya adalah para pengamen jalanan yang sering beraksi di perempatan lampu merah dan warung-warung makan pinggir jalan.
Operasi dalam bentuk razia itu dilakukan pada Jumat (20/2) malam sekitar pukul 23.00 WITA. Dari beberapa kawasan seperti sepanjang Jalan Jenderal Ahmad Yani kilometer satu hingga kilometer enam, siring Sudirman, kafe tenda serta lainnya.
Dalam kegiatan tersebut polisi berhasil mengamankan sembilan orang pengamen jalanan beserta gitar. “Mereka semua kami amankan saat sedang mengamen dan langsung ditangkap sedangkan pengamen di perempatan lampu merah sudah sempat berlarian,” tuturnya usai memimpin operasi tersebut.
Razia itu sempat diwarnai kejar-kejaran antara pengamen dan polisi karena mereka tidak mau diamankan dan dilakukan pendataan. “Untuk yang berhasil diamankan maka langsung digiring ke Polresta Banjarmasin dengan menggunakan mobil patroli dan selanjutnya dilakukan pendataan serta pembinaan.”

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Masuknya Indrianto Dinilai Dapat Perkuat KPK

Jakarta, Aktual.co — Pakar hukum pidana dari Universitas Muhammadyah Jakarta, Chairul Huda menilai keberadaan Plt Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indrianto Seno Aji sangat baik bagi lembaga tersebut.
Menurut Chairul, penunjukan Indrianto sebagai Plt pimpinan KPK merupakan hal yang wajar, karena dia dinilai ahli dibidangnya, sehingga akan menambah pakar teknis pidana yang ada di KPK.
“Masalah yang terjadi di KPK itu kan sebenarnya tidak ada orang yang mampu secara teknis berkenaan dengan hukum pidana,” Kata Chairul saat dihubungi Aktual.co, di Jakarta, Sabtu (21/2).
Dikatakan Chairul KPK jilid III saat ini masih kekurangan pakar hukum pidana. “Terlihat ya, arah KPK jilid jilid itu Pak Bambang Widjojanto saja yang dominan,” Kata Chairul.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain