18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38848

Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Beraksi Kembali

Ribuan buruh yang tergabung dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan aksi longmarch dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Istana Negara, Jakarta, Jumat (6/2/2015). Mereka menyerukan sejumlah tuntutan termasuk penyelamatan KPK. AKTUAL/MUNZIR

TNI Joget Bersama

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (kanan) dan KSAL Laksamana TNI Ade Supandi (kiri) berjoget bersama prajurit TNI ketika berlangsungnya olahraga bersama di Mako Kopssus Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (6/1). Kegiatan yang diikuti semua unsur TNI itu selain untuk bersilahturahmi, juga guna mempererat kesatuan di antara prajurit TNI. ANTARA FOTO/Saptono/Spt/15

Tanggal 6 Februari: Selamat Hari Pers

Jakarta, Aktual.co — Hari ini adalah, Hari Pers Nasional menjadi ajang silaturahmi dan penyatuan pemikiran untuk kemajuan pers pada khususnya dan kemajuan bangsa Indonesia pada umumnya. Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan terbesar dan paling bergengsi bagi komponen pekerja pers Indonesia. Hari Pers Nasional dimaknai sebagai Pesta Raya Rakyat yang memiliki Pers yang merdeka sebagai salah satu pilar demokrasi.

Masyarakat Pers dimaknai sebagai himpunan komponen Pers yang saling bersinergi untuk mewujudkan pers yang bermutu demi kemajuan bangsa. Ini sejalan dengan tagline HPN 2015, yaitu “Pers Sehat, Bangsa Hebat”.

Seiring dengan pola pikir tersebut di atas, maka logo ‘Hari Pers Nasional’ diperbaharui agar lebih mencerminkan sinergi antarkomponen pers, tanpa meninggalkan ruh dan semangat pada awal gagasannya. Maskot pun disesuaikan dengan daerah tempat penyelenggaraan HPN 2015 yaitu Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) dijadwalkan membuka ASEAN Summit dan Kongres Serikat Perusahaan Pers XXIV di Hotel Harris, Batam, Kepulauan Riau, hari ini, Jumat (6/2/2015) sekitar pukul 14.30 WIB. Acara ini merupakan bagian dari rangkatan perayaan Hari Pers Nasional 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Kejagung Segera Eksekusi WN Nigeria yang Kendalikan Narkoba di Penjara

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Agung tak akan memberikan ampun bagi terpidana mati asal Nigeria Silvester Obiekwe yang telah dua kali dipergoki Badan Nasional Narkotika (BNN) mengendalikan narkobanya di balik penjara.
“(Silvester) Itu malah yang diprioritaskan, karena tidak jera dan sudah lebih beberapa kali (tertangkap),” ujar Jaksa Agung HM Prasetyo di kantornya, Jumat (6/2).
Dia mengatakan, pemerintah akan melaksanakan hukuman mati terhadap terpidana mati lainnya. “Yang dieksekusi lebih dari tiga, tapi masih dalam proses,” kata dia.
WN Nigeria Silvester Obiekwe, terpidana mati yang menunggu eksekusi, kembali kedapatan mengedarkan narkotika. Dia memanfaatkan teman sekamarnya, Andi untuk kendalikan bisnis narkotika dari LP Nusakambangan.
Karena kedapatan mengendalikan barkoba, Andi dipindahkan ke LP Pasir Putih, Nusakambangan dan ditempatkan satu sel bersama Silvester Obiekwe. Di LP tersebut dia menempati sel di blok A1.16.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Prabowo: KPK dan Polri Harus Sehat dan Kuat

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan bahwa institusi penegak hukum KPK dan Polri harus sama-sama sehat dan kuat.
Konflik KPK-Polri yang saat ini sedang memanas, diharapkan segera diselesaikan.
“Keduanya harus kuat dan sehat,” kata Prabowo, di Jakarta, Jumat (6/2).
Prabowo beberapa waktu lalu bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor. Keduanya melakukan pembicaraan secara tertutup.

Artikel ini ditulis oleh:

Mabes Polri Dalami Pemberian Pistol dari Suhardi Alius ke Abraham Samad

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad diduga telah menerima gratifikasi sebuah pistol dari mantan Kabareskrim Komjen Suhardi Alius.
Hal tersebut berdasarkan selebaran yang mengatasnamakan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat, Jumat (6/2). Dalam selebaran tersebut Samad menerima pistol merk Sig Sauer kaliber 32 saat Suhardi menjabat sebagai Kadiv Humas Polri.
Dalam selebaran itu disebutkan kalau pistol tak dilaporkan dalam gratifikasi. Hal tersebut pun masuk dalam laporan Mabes Polri. 
Ketika dikonfirmasi kepada Kabid Penum Mabes Polri Kombes Pol Rikwanto mengaku, sejauh ini masih melakukan pendalaman soal informasi itu.
“Ada info seperti itu, tapi masih kami dalami apa yang tertera dalam info yang beredar,” kata Rikwanto.
Rikwanto mengatakan, soal dugaan gratifikasi pistol yang diberikan oleh Suhardi itu tak masuk dalam penyidikan untuk Samad. “Secara materi tidak masuk materi Pak AS,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain