14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 38849

Ekspatriat dari Australia Bagikan Bunga ke Tahanan dan Lapas Kerobokan

Jakarta, Aktual.co — Ekspatriat dari Australia di Bali, membagi-bagikan ratusan bunga ke narapidana dan petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Denpasar di Kerobokan, Kabupaten Badung.
“Bunga ini sebagai bentuk rasa terima kasih atas upaya rehabilitasi terhadap Myuran Sukumaran dan Andrew Chan selama mereka berada di penjara,” kata Anne Maree Pearce, ekspatriat dari Austrlia yang tergabung dalam “Mother for Mercy” ditemui di lapas setempat, Sabtu (21/2).
Anne didampingi seorang rekannya membawa 120 ikat bunga warna-warni yang diberikan kepada 100 bunga kepada narapidana dan 20 lainnya diberikan kepada petugas lapas.
Dalam kunjungan singkatnya, Anne tidak henti-hentinya mengucapkan rasa terima kasih seraya mengharapkan yang terbaik kepada dua narapidana yang rencananya akan dipindahkan ke Nusakambangan, Jawa Tengah untuk menjelani eksekusi mati itu.
Berdasarkan laporan wartawan di lapas terbesar di Denpasar tersebut, keluarga dua narapidana yang ditangkap karena menyelundupkan heroin seberat 8,2 kilogram ke Australia itu masih berdatangan mengunjungi keduanya.
Mereka di antaranya Michael Chan yang merupakan saudara Andrew Chan dan Raji Sukumaran yang merupakan ibunda Myuran terlihat datang ke lapas sekitar pukul 09.00 WITA dan keluar lapas sekitar pukul 12.00 WITA.
Hingga saat ini belum diketahui kapan kedua warga binaan tersebut akan dipindahkan ke Nusakambangan, karena pihak terkait menunda pemindahan itu ke Lapas Nusakambangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Seluruh TransJakarta Memakai E-Tiketing

Petugas membantu calon penumpang bus Transjakarta menggunakan e-tiketing di halte Transjakarta Manggarai, Jakarta Selatan, Sabtu (21/2). PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyatakan seluruh 12 koridor Transjakarta resmi menggunakan e-ticketing. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

BTCI Nilai Perokok Kalangan Remaja Kian Meningkat

Jakarta, Aktual.co — Koordinator Bali Tobacco Control Innitiative (BTCI) Made Kerta Duana mengatakan perilaku merokok, khususnya kelompok remaja kian meningkat.
“Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2010 perilaku merokok pada remaja 15 tahun ke atas cenderung meningkat. Saat ini diperkirakan 36,3 persen remaja Indonesia adalah perokok aktif,” kata dia di Denpasar, Sabtu (21/2).
Dia mengatakan, faktor resiko munculnya perilaku merokok pada remaja sangat dipengaruhi masifnya iklan promosi dan sponsorship yang secara tidak langsung mendorong remaja dan anak-anak menjadi perokok pemula.
“Selain itu masiah banyaknya iklan masuk sekolah atau kampus dengan berkedok beasiswa akan menambah kekhawatiran anak dan remaja sangat dekat dengan rokok dan tidak melihatr rokok sebagai sebuah ancaman kesehatan,” katanya.
Menurut dia, fasilitas pendidikan termasuk perguruan tinggi, dalam regulasi pengendalian tembakau telah diatur sebagai kawasan tanpa rokok (KTR). Akan tetapi implementasi kebijakan KTR belum dilaksanakan sepenuhnya di tempat belajar mengajar terutama perguruan tinggi.
“Sebagai institusi yang mendidik calon profesional di masa mendatang, perguruan tinggi atau pun kampus yang ada sebaiknya menjadi institusi pendidikan panutan untuk implementasi kebijakan KTR,” ujarnya.
Kerta Duana mengakui banyak kendala yang di hadapi masyarakat dalam melakukan sosialisasi KTR tersebut, sebab kesadaran warga akan bahaya merokok belum sepenuhnya di mengerti.
“Kami terus berupaya melakukan sosialisasi KTR dan bahaya yang diakibatkan dari merokok itu, salah satunya penyakit paru-paru akut hingga menyebabkan kanker,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pengamat: Polri Prioritas untuk Dibenahi

Jakarta, Aktual.co — Sosiolog dari Universitas Indonesia Imam Prasodjo mengatakan, Polri merupakan instansi prioritas utama untuk dibenahi pengawasan sistemnya setelah polemik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri mulai mereda.
“Instansi penegak hukum harus diawasi dan bersih dari isu korupsi terlebih dulu, sebelum menegakkan hukum di lembaga lainnya,” kata Imam Prasodjo yang juga menjadi anggota Tim Konsultatif Independen di Jakarta, Sabtu (21/2).
Dia menjelaskan polisi harus mendapatkan kembali kepercayaan publik masyarakat Indonesia.
Menurut dia, jika masih ada isu korupsi di instansi kepolisian, maka bisa dibilang aparat hukum gagal dalam menata kembali kepercayaan publik terhadap tugas-tugasnya.
“Jangan sampai ada berita harus ‘menjual tanah’ (menyuap) untuk menjadi polisi atau menaikkan jabatan polisi, ini harus menjadi contoh bagi lembaga lain,” ujarnya.
Menurut dia, kasus korupsi di kepolisian bisa menyebabkan lembaga lain melakukan hal sama, karena ini berkaitan dengan salah satu tugas polisi yaitu membimbing masyarakat.
“Jangan membersihkan lantai dengan sapu kotor, sapunya (analogi polisi) harus benar-benar bersih terlebih dulu,” katanya.
Dia berharap, setelah Komjen Badroedin Haiti dicalonkan oleh Presiden Joko Widodo menjadi Kapolri yang baru, akan ada perubahan baru dalam ketegasan polisi dalam melaksanakan tugasnya, termasuk dalam internal instansi sendiri.
“Ke depannya polemik KPK-Polri bisa ada hikmah untuk masing-masing instansi melakukan penataan ulang, agar bisa kembali bersinergi dalam memberantas kasus korupsi yang banyak merugikan negara,” kata Imam.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Film ’40 Days In Europe’ Helat ‘Open Casting’

Jakarta, Aktual.co — Sembilan Matahari Film yang menggarap film layar lebar “40 Days in Europe,” membuka kesempatan bagi masyaraka tuntuk mengisi peran yang terdapat di film melalui mekanisme open casting.

Produser sekaligus penulis skenario,Maulana Syuhada, Sabtu (21/2) mengatakan, open casting untuk publik terdiri dari offline casting yang bertatap muka langsung dengan produser, sutradara, dan casting director, serta online casting melalui pengunggahan video akting ke media online.

Film “40 Days in Europe,” yang menceritakan tentang perjalanan grup angklung sekolah yang melakukan misi kebudayaan ke Eropa diangkat dari novel dengan judul yang sama.

Maulana menayatakan, dalam offline casting yang dimulai di Bandung mendapatkan respon masyarakat sangat positif terlihat dari banyaknya jumlah partisipan yang di luar ekspektasi.

Diawali dengan open casting di Taman Film Bandung ,Januari 2014 bersama peluncuran kembali buku “40 Days in Europe” dengan sampul baru. Figur publik seperti Eddi Brokoli turut meramaikan ruang publik tersebut.

Masyarakat sekitar turut dilibatkan sebagai penonton yang dengan antusias mengikuti proses casting. Munthe, salah satu pengisi original sound track dari film 40 Days in Europe pun didaulat untuk menghibur di sela-sela acara.

Terdapat total lebih dari 400 pendaftar offline casting di Bandung, termasuk untuk mengisi kebutuhan peran anggota group angklung yang membutuhkan kemampuan musikalitas.

Selain di Taman Film Bandung, audisi juga dilakukan di SMAN 3 Bandung, Telkom University.

Sembilan Matahari bekerja sama dengan Saung Angklung Udjo sebagai rekanan penyelenggara acara.
Bersama Saung Angklung Udjo dan Sembilan Matahari memfasilitasi dua sesi open casting sebanyak 26 orang berhasil lolos ke casting tahap 2 dan akan diuji kemampuan aktingnya di depan para produser dan penonton.

Dini Murdeani, produser, menambahkan setelah kota Bandung, offline casting akan dilanjutkan ke Jakarta pada 28 Pebruari.

Online casting akan dapat memfasilitasi masyarakat di luar Bandung dan Jakarta yang berminat mengikuti casting tanpa harus datang ke Bandung/Jakarta. Instruksi dan tata cara online casting bisa dipelajari di laman situs resmi www.40daysineurope.com/online-casting.

“Mereka yang dianggap cocok dengan karakter tertentu dan memiliki kemampuan akting yang baik akan diundang mengikuti closed casting pada bulan Maret 2015, bersama dengan peseta terpilih lain dari offline casting,” ujar Mochamad Achir, produser sekaligus penulis skenario.

Tak hanya untuk peran utama, peserta offline dan online casting juga berkesempatan mengisi peran pendukung dan figuran dalam film 40 Days in Europe.

“Proses pengambilan gambar film ini direncanakan dimulai akhir Juli , berlokasi di Indonesia dan Eropa,” kata Sony Sasono.

Sebagai studio kreatif yang berbasis di Bandung, Sembilan Matahari melalui film 40 Days in Europe juga berkolaborasi dengan Bandung Creative City Forum (BCCF) dengan menjadi salah satu official event di Helarfest 2015, yang peluncurannya bertepatan dengan peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika , April 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Malam Ini, BBB Suguhkan Langgam Keroncong Tembang Kasih

Jakarta, Aktual.co —  Bentara Budaya Bali (BBB), lembaga kebudayaan nirlaba Kompas-Gramedia di Ketewel, Kabupaten Gianyar menyuguhkan Langgam Keroncong bertajuk “Tembang Kasih dalam Kenangan”, pada Sabtu malam.
 
“Kegiatan itu dalam merayakan bulan penuh kasih sayang, sekaligus agenda rutin yang digelar secara berkesinambungan sejak Mei 2013,” kata Penata program BBB Juwitta K. Lasut di Denpasar, Sabtu (21/2).
 
Ia mengatakan, langgam  keroncong selain sebagai sebentuk apresiasi terhadap musik keroncong, juga untuk dapat menumbuhkan minat generasi muda terhadap salah satu kesenian warisan Nusantara.

Langgam Keroncong Bentara diharapkan dapat berkembang menjadi sebuah komunitas penikmat keroncong, dari kalangan senior maupun anak-anak muda.

Orkes Keroncong Satria Purna Yudha (SPY) merupakan kelompok musik yang dibentuk pada 13 April 2008. Orkes tersebut dipimpin H. Kasno dengan komposisi terdiri dari Aryo Misdiyanto (Bass), Herman Rachmadsyah (Cak), Bagus Baswoso (Cuk), Herman Zakaria (Cello), Edi Supriantoro (Melodi), Suhairi (Biola), Wawan (Flute), serta vokal Trenggono, Adinda Dewi, Mukri.

Penampilan orkes keroncong tersebut dimeriahkan oleh Mulyani S,Shamir Khan, Rosmala Tanjung, Lisa Emeraldo (Listyorini), Apriyatuningsih Tjerita, Margareta Nino dan Tamtomo.  Lagu-lagu yang dilantunkan menggambarkan cinta kasih pria dan wanita berikut problematik serta lika-likunya yang menyentuh dan mengharukan.

Musik keroncong hingga kini masih mampu menghipnotis para pendengar setianya dalam lantunan berlirik kasih sayang dengan suara instrumen khas musik keroncong seperti biola, flute dan cello.

Hal tersebut menyiratkan bahwa musik keroncong masih menjadi pilihan bagi segementasinya sendiri di tengah menggeliatnya musik kontemporer populer saat ini, ujar Juwitta .

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain