18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38849

Mahfud MD: Kasus BW Ancaman Untuk MK

Jakarta, Aktual.co — Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, menyebut kasus yang menimpa Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto, merupakan ancaman untuk MK.
Demikian disampaikan Mahfud, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/2).
“Bahaya bagi MK kalo suatu saat semua orang berperkara, kemudian setelah berperkara di putusan saksinya disuruh datang ke notaris bahwa saya membuat kesaksian gak benar nanti kan seluruh perkara akan begitu, ujar Mahfud.
Ia menambahkan, dengan adanya kasus yang menjerat BW ini, nantinya akan berimbas pada semua saksi yang bersidang pada Mahkahmah Konstitusi, akan takut untuk datang bersaksi di sidang MK. Hal tersebut bisa membahayakan MK.
Pada kasus ini, Bambang Widjojanto ditetapkan menjadi tersangka mengarahkan saksi memberi keterangan palsu dalam sengketa pilkada kotawaringin barat, di MK tahun 2010.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Siapapun Kapolri, Penanganan Kasus Korupsi Tetap Berjalan

Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik dari lembaga riset Populi Center, Nico Harjanto, menekankan siapapun Kapolri yang akan dilantik Presiden Joko Widodo, maka penegakan hukum terhadap kasus korupsi akan tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Penegakan hukum tidak mungkin hanya bergantung pada satu orang. Misalkan Kapolrinya si A kemudian masalah hukum dinilai akan beres, dalam konteks sekarang pemikiran seperti itu sangat tidak masuk akal,” kata Nico, di Batam, Jumat (6/2).
Sekalipun Kapolri terpilih bisa dipengaruhi untuk menghambat penyelidikan lembaga lain, pada akhirnya penegakan hukum akan menang.
“Pada akhirnya penegakan hukum akan menang, dibandingkan dengan upaya-upaya mempolitisasi suatu kasus atau menghentikan suatu kasus,” kata dia.
Hingga kini pelantikan calon Kapolri terpilih Budi Gunawan yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, belum juga diputuskan oleh Presiden Jokowi. Pihak-pihak di lingkar dalam istana mengusulkan pelantikan dibatalkan, sedangkan partai pendukung Jokowi terutama PDIP meminta pelantikan tetap dilakukan.
Di sisi lain para pimpinan KPK satu per satu dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan kasus-kasus lama.

Artikel ini ditulis oleh:

Bursa AS Meroket Dipicu Penguatan Harga Minyak

Jakarta, Aktual.co — Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (5/2) pukul 16.00 waktu New York (Jumat dini hari WIB), bursa AS menguat dengan indeks acuan yang menghapus pelemahannya sepanjang tahun ini. Hal itu juga terjadi seiring rebound-nya harga minyak.

Bloomberg melaporkan, Jumat (6/2), indeks Standard & Poor’s 500 naik 1 persen ke level 2.062,52 pada penutupan perdagangan pada Kamis (5/2) kemarin. Ada pun Dow Jones Industrial Average naik 211,86 poin atau 1,2 persen ke level 17.884,88.

“Outlook perusahaan-perusahaan AS saat ini cukup baik, dan realisasi isu Yunani juga hal yang penting,” ujar Krishna Memani, Chief Investment Officer Oppenheimer Funds Inc.

Sementara itu, saham Denbury Resources Inc dan Noble Corp melesat 3,7 persen, Pfizer naik 2,9 persen, serta saham Hospira melonjak 3,5 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintah Minta Saran Ahli Tehnik Minyak Rampungkan RUU Migas

Jakarta, Aktual.co —   Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmadja mengatakan bahwa pihaknya meminta masukan dari ahli minyak yang tergabung dalam Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) guna membentuk Peraturan Menteri (Permen) mengenai perpanjangan kontrak blok migas.

Dalam hal ini, Wirat berharap Permen yang telah dipersiapkan sejak Pemerintahan sebelumnya, dapat segera dirampungkan tahun ini.

“Pemerintah juga butuh bantuan, tentang Permen perpanjangan kontrak mohon masukannya supaya kita bisa rilis tahun ini. Prioritasnya pertama Pertamina, karena 100% milik negara. Jadi kalau Pertamina berhasil, seluruhnya buat negara,” katanya saat ditemui di Hotel Le Meridien, Jakarta, Jumat (6/2).

Selain itu, Pemerintah juga mengharapkan masukan dari IATMI untuk merevisi Rancangan Undang-Undang (RUU) Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas (Migas). Di mana RUU Migas tersebut juga diharapkan dapat rampung tahun ini.

“Mohon bantuan yang sudah malang melintang di dunia migas untuk merefine, menyempurnakan, menggali lebih dalam RUU Migas yang rencananya tahun ini dirilis. Investor menunggu RUU Migas yang baru, dan mereka masih tunda investasinya. RUU Migas adalah hal besar yang harus kita selesaikan tahun ini,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kejagung Masih Cari Waktu Eksekusi Mati Gelombang Kedua

Jakarta, Aktual.co — Jaksa Agung HM Prasetyo mengaku belum menentukan tanggal bagi pelaksanaan eksekusi hukuman mati bagi para terpidana narkoba gelombang kedua. 
“Belum ada penetapan tanggal. Nanti kan semuanya dikendalikan dari sini,” kata Prasetyo di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (6/2).
Mantan Politikus asal Partai Nasdem itu menyebut, kejaksaan juga sudah melakukan konfirmasi pada pihak kedutaan besar Australia, terkait penetapan hukuman mati yang menimpa satu warga negara negeri Kanguru itu.
Dia mengaku, komunikasi dengan Australia memang harus dilakukan sebagai prosedur dari penerapan hukuman mati. Apalagi, yang menyangkut dengan para terhukum mati yang merupakan warga negara asing.
“Ada notifikasi terbaru dari pihak Indonesia kepada pihak kedutaan Australia, sebagai sebuah prosedur yang harus diikuti ketika warga negara lain menjalani proses hukum.”
Kedutaan besar Australia, sambung dia memberikan informasi kepada keluarga yang tervonis hukuman mati itu. Dengan begitu, Kejaksaan memiliki kekuatan hukum untuk memastikan tanggal eksekusi mati.
“Kita harapkan merekalah yang akan memberitahukn kepada pihak keluarga si terhukum mati ini.” 
Dengan demikian, lanjut dia, mereka lebih tahu apa yang terjadi dengan warga negaranya yang dinyatakan terbukti bersalah di Indonesia. 
“Artinya ini sudah memiliki kekuatan hukum yang pasti sehingga berikutnya hanya tinggal dieksekusi,” katanya menambahkan.
Diketahui, Kejaksaan Agung setidaknya masih akan mengeksekusi mati lima narapidana yang terjerat narkoba. 
Mereka adalah Syofial alias Iyen bin Azwar (Indonesia), Mary Jane Fiesta Veloso (Filipina), Myuran Sukumaran alias Mark (Australia), Sargawi alias Ali bin Sanusi (Indonesia), dan Serge Areski Atlaoui (Prancis).

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Dirjen Migas Klaim Belum Terima Laporan Tender Perdana ISC-Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Pelaksana tugas Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmadja mengaku belum menerima laporan terkait hasil tender pengadaan minyak mentah yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) yang melalui Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina.

Perlu diketahui, tender Crude oil yang pertama sekali dilakukan oleh ISC Pertamina yang prosesnya terkesan sangat tertutup kabarnya telah menghasilkan pemenang tender yaitu Socar dengan minyak mentah Azeri sebesar 2 juta barel dan Vitol dengan minyak mentah Nigeria sebesar 2 juta barel.

“Iya saya sudah dengar, tapi saya belum menerima laporannya,” kata kata Wirat saat ditemui di Hotel Le Meridien, Jakarta, Jumat (6/2).

Ia menjelaskan bahwa sesuai aturan, Pertamina memang diharuskan untuk selalu melaporkan setiap pengadaan minyak yang dilakukan baik tender atau tidak.

“Tapi saya belum tahu laporannya. Tidak bisa memastikan juga sudah masuk atau belum, karena kan 11 hari terakhir ini saya sibuk di DPR. Jadi saya belum tahu,” ujarnya singkat.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina mengakui bahwa proses tender sudah dilaksanakan dan telah menghasilkan dua pemenang yakni Socar dengan minyak mentah Azeri sebesar 2 juta barel dan Vitol dengan minyak mentah Nigeria sebesar 2 juta barel.

“ISC kemarin udah tender, ada 53 perusahaan yang ikut. Kemudian sudah ditunjuk pemenangnya yaitu Socar dan Vitol. Harganya udah bagus itu,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain