14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 38852

Meretas Kegaduhan Politik

Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Indonesia, Yudi Latief, Direktur Lembaga Penelitian Pendidikan Penerbit Yogyakarta, Ashadi Siregar, Pemred Harian Kompas, Budiman Tanuredjo, Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Mochtar Pabotinggi, moderator, Banu Astono dan Anto saat mengisi acara diskusi di Jakarta, Sabtu (21/2/2015). Diskusi tersebut bertema “Meretas Kegaduhan Politik”. AKTUAL/JUNADI MAHBUB

Bamsoet: Jokowi Bak Burung Kampret

Jakarta, Aktual.co — Sistem administrasi Istana Negara yang hanya melampirkan dua lembar kertas ke Dewan Perwakilan Rakyat sebagai bentuk surat keputusan yang telah diambil oleh Presiden Joko Widodo menuai kritik.
Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo menilai surat tersebut sebagai sesuatu yang konyol. Sebab isi surat tersebut hanya berisi keterangan beberapa paragraf dan sisanya berupa lampiran data pribadi calon tunggal Kapolri Komjen Pol Badrodin Haiti.
“Jadi setelah terombang-ambing dalam ketidakpastian, akhirnya terjawab sudah bahwa yang sikap yang keluar dari seorang presiden bukanlah sosok burung rajawali, tapi masih burung kampret,” ujar Bambang dalam sebuah diskusi di bilangan Cikini, Jakarta, Sabtu (21/2).
Dia menilai surat keputusan itu asal-asalan. Isinya hanya menjelaskan bahwa pencalonan Budi Gunawan dibatalkan lantaran Kalemdikpol Polri itu menjadi tersangka oleh KPK.
Pencalonan Komjen Pol Badrodin Haiti diajukan karena dia merupakan pilihan terbaik, tanpa penjelasan merinci. “Jadi ini isi suratnya lucu. Sistem administrasi Istana mengecewakan,” kata Bambang.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Hikmahanto Sebut Brasil Langgar Tata Diplomasi

Jakarta, Aktual.co — Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menilai, Brasil telah melanggar tata krama berdiplomasi dengan menolak surat kepercayaan Duta Besar Indonesia untuk negara tersebut, dengan pertimbangan hukuman mati seorang warganya.
“Perlakuan Brasil dalam dunia diplomasi sungguh sangat tidak terpuji dan telah melanggar tata krama berdiplomasi,” kata Hikmahanto melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (21/2).
Hikmahanto mengatakan tindakan Brasil berisiko memperburuk hubungan antardua negara yang telah lama terjalin dan saling menguntungkan.
Atas perlakuan pemerintah Brasil terhadap Dubes Indonesia di sana yakni Toto Riyanto, Menlu Indonesia telah memanggil Toto pulang ke Indonesia untuk berkonsultasi. 
Pada saat yang bersamaan Kementerian Luar Negeri RI telah melayangkan nota protes diplomatik. “Tindakan Kemlu telah benar. Indonesia tentu tidak bisa menerima perlakuan seperti itu dari pemerintah Brazil,” ujarnya.
Menurut Hikmahanto, meski tidak disampaikan alasan nyata atas penolakan surat kepercayaan itu, namun diduga kuat ini bentuk protes pemerintah Brasil atas satu warganya yang telah dihukum mati bulan lalu dan satu lagi yang akan menjalani hukuman mati periode kedua.
“Pemerintah Brasil telah memulai tindakan untuk memperburuk hubungan dengan Indonesia semata karena melakukan perlindungan yang berlebihan atas warganya yang melakukan kejahatan yang serius,” kata dia.
Dia menegaskan Indonesia sebagai tindakan balasan bisa saja melakukan tindakan persona non grata atau pengusiran terhadap satu atau beberapa diplomat Brasil yang sedang bertugas di Indonesia.
Namun demikian hal itu belum perlu dilakukan saat ini karena pemerintah Indonesia harus berpikiran jernih. Pemerintah Indonesia masih berada dalam tahap memahami keberlanjutan kemarahan dari pemerintah Brasil.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

5 Film Terbaru Korea Segera Meluncur

Jakarta, Aktual.co — Bagi Anda pecinta film korea, berikut adalah lima drama korea terbaru yang akan tayang di bisokop Korea Selatan, dalam waktu dekat.

Meskipun, kemungkinan masih lama untuk ditayangkan di Indonesia, namun tidak salahnya Anda melihat serta membaca kelima sinopsis film terbaru asal ‘Negeri Gingseng’ tersebut.

1. Twenty
Penggemar Kim Woo Bin kali ini harus bersorak gembira. Sebab aktor ini kembali muncul di layar lebar lewat film ‘Twenty’. Woo bin akan ditemani oleh aktor muda lainnya yaitu JunHo 2PM (Cold Eyes) dan Kang Ha-Neul (Mourning Grave dan Drama The Heirs).

Mereka semua akan diarahkan oleh sutradara Love Forecast, Lee Byeong-Hun. Film ini mengusung kisah cinta tiga laki-laki yang berusia 20 tahun. Tiga pria itu diperankan oleh Woo bin, JunHo, dan Kang Ha Neul.

Akting lucu mereka akan meramaikan bioskop Korea di bulan Maret 2015. Untuk Anda yang merasa berusia 20 tahun pasti tersenyum sendiri melihat trailer-nya yang sudah rilis di YouTube.

2. Empire of Lust
Anda penggemar film bergenre Seaguk? Ada kabar baik, film Seaguk terbaru berjudul ‘Empire of Lust’ akan segera dirilis pada tanggal 5 Maret 2015.

Film yang mengambil latar belakang Dinasti Joseon ini, menceritakan kisah Panglima tertinggi Joseon, Kim Min-Jae (Shin Ha Kyun). Ia jatuh cinta untuk pertama kalinya kepada wanita yang dia selamatkan.

Seperti kisah Seaguk biasanya yang dibalut dengan konflik politik kerajaan. Yi Bang-Won (Jang Hyuk) putra Raja berambisi menjadi Raja sehari. Sementara itu, Jin (Kang Ha Neul) anak Kim Min-Jae sekaligus menantu Raja pekerjaannya hanya mencari kesenangan semata.

3. Socialphobia
Seperti judulnya Socialphobia, film ini akan mengangkat tentang populer sosial media di kebutuhan kita sehari-hari. Film ini dibintangi oleh Byun Yo Han (Cold Eyes) dan aktor muda yang membintangi serial drama populer Pinnochio, Lee Joo-Seung.

Diawali dengan kisah dua laki-laki, Ji woong dan Yong Min yang marah dengan komentar pedas dari Re-Na mengenai kematian seorang prajurit di media sosial. Mereka bermaksud mengunjunginya untuk mendapatkan permintaan maaf darinya.

Namun tak menyangka saat mereka sampai disana, mereka malah mendapatkan kejutan. Apa itu? Intip trailer-nya di YouTube. Film ini akan tayang di bioskop Korea pada tanggal 12 Maret 2015.

4. Assassination
Kali ini film terbaru dari aktris ‘My Love From Another Star’, Jun Ji hyun. Film yang bertajuk ‘Assassination’ ini menceritakan tentang kisah pembunuh bayaran pada tahun 1930 silam.

Saat itu pembunuh bayaran dan pemerintah bersatu untuk menggulingkan pendudukan Jepang di Korea. Jun Ji Hyun memerankan penembak jitu yang didapuk sebagai pimpinan pembunuh. Film ini rencana akan tayang pada bioskop korea pada April 2015.

5. C’est Si Bon
Film ‘C’est si bon’ terinspirasi dari grup musik legedaris di Korea, Twin Folio. Cerita film ini dimulai dari tahun-tahun awal setelah terbentuknya grup musik ini. Hingga grup ini memperoleh popularitas di korea. Sepanjang perjalanan karir mereka akan dibumbui dengan berbagai kisah cinta yang menarik.

Film ini dibintangi oleh bintang Box Office Korea seperti Han Hyo Joo (Cold Eyes), Jin Goo (Roaring Currents), Jo Bok-Rae (Roaring Currents) dan Kim In-Kwon( Haeundae). Ditambah dengan pemain drama populer, Jung Woo (Reply 1994) dan Kang Ha-Neul (The Heirs).

Film garapan sutaradara Kim Hyun-Seok (Cyrano Agency) ini sudah dirilis di Korea sejak tanggal 5 Februari 2015. Semoga, bagi pecinta film Korea di Indonesia, film-film di atas bisa segera masuk ke tanah air.

Artikel ini ditulis oleh:

Presiden Tunjuk Badrodin, Pengamat: Bola Panas Calon Kapolri di Tangan DPR

Jakarta, Aktual.co — Penunjukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap Komjen Pol Badrodin Haiti sebagai calon Kapolri dinilai belum diterima semua pihak. 
Sebab, keputusan tersebut sekaligus membatalkan pencalonan Komjen Pol Budi Gunawan yang notabene juga memiliki dukungan.
Menurut pengamat kepolisian Irjen Pol (Purn) Sisno Adiwinoto, Jokowi searusnya melantik Budi Gunawan sejak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) meloloskan sebagai calon Kapolri. Dengan adanya calon baru saat ini, maka persoalan pun jadi bertambah.
“Artinya bola panas saat ini ada di tangan DPR. Kondisinya belum bisa dibilang aman karena tidak menutup kemungkinan terjadi impeachment,” ujar Sisno dalam sebuah diskusi di bilangan Cikini, Jakarta, Sabtu (21/2).
Meski demikian, Sisno menyatakan bahwa siapapun yang bakal memegang pucuk pimpinan Polri, bawahannya akan tetap solid dan patuh. Sebab institui kepolisian tidak memilah dan memilih siapapun atasannya.
“Yang membedakan adalah pengalaman dan kapasitasnya. Seberapa jauh calon pimpinan ini punya kedekatan dengan masyarakat,” ujar Sisno.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Menhub Bebaskan Maskapai Lion Air dari Sanksi Pembekuan Izin

Jakarta, Aktual.co — Untuk kesekian kalinya, maskapai penerbangan Lion Air mengalami keterlambatan penerbangan (atau delay).  Tidak tanggung-tanggung, delapan penerbangan terpaksa ditunda karena alasan tiga pesawat milik Lion Air terkena Foreign Object Damage.

Ribuan calon penumpang terlantar dan mengamuk di Bandara Soekarno Hatta dan beberapa bandara lain di Indonesia. Kejadian ini dinilai sudah keterlaluan dan Kementerian Perhubungan selaku otoritas penerbangan perlu mengambil tindakan tegas.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan justru membebaskan maskapai Lion Air dari sanksi pembekuan izin terbang walaupun maskapai milik Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Rusdi Kirana itu telah membuat ratusan calon penumpang terlantar dan memicu kericuhan di Bandara Soekarno-Hatta.

“Pak Menteri (Perhubungan) bilang Kemenhub tidak bisa kasih sanksi pembekuan (terhadap Lion Air) karena ini pelayanan,” terang Suprasetyo, Direktur Jenderal Perhubungan Udara di Jakarta, Jumat (20/2).

Untuk diketahui, puluhan pesawat Lion Air mengalami keterlambatan penerbangan sejak Rabu (18/2) lalu. Buruknya pelayanan Lion Air tersebut memicu emosi ratusan calon penumpang di terminal 1 dan 3 Bandara Soekarno-Hatta. Delay ini juga menelantarkan ratusan penumpang di sejumlah bandar udara, seperti di Yogyakarta, Padang, Pekanbaru, dan Medan.

“Sanksinya dari masyarakat nanti,” kilah Suprasetyo.

Suprasetyo berkilah, bahwa Kemenhub memberikan perlakuan khusus antara kasus delay Lion Air dengan kecelakaan AirAsia. Menurutnya, Lion Air lolos dari sanksi karena menyangkut pelayanan, sedangkan AirAsia kena sanksi pembekuan izin terbang karena menyangkut masalah keamanan

“Beda, ini masalah antara bisnis antara Lion dengan penumpang. Kalau AirAsia itu masalah keamanan,” kilahnya lagi.
Menurutnya, Kemenhub baru berani memberikan sanksi pembekuan izin kepada maskapai jika terjadi pelanggaran standar prosedur operasional (SOP) yang terkait dengan keselamatan dan keamanan penumpang.

Terkait pelayanan, kata Suprasetyo, Maskapai ‘Berlogo Singa’ itu sudah mengikuti ketentuan mengenai cadangan penerbangan.

“Ada aturan bagaimana maskapai mengatur cadangan maskapai. Lion bilang ada cadangan enam (pesawat),” katanya lagi.

Ditanya seputar ganti rugi, Suprasetyo justru meminta masyarakat untuk menekan maskapai agar menyiapkan dana tunai yang cukup jika sewaktu-waktu terjadi delay yang mengharuskan maskapai mengembalikan uang tiket.

“Nanti kami sarankan maskapai sediakan cash flow yang cukup,” ceplosnya.

Diberitakan sebelumnya, Kemenhub membekukan sementara izin terbang AirAsia rute Surabaya-Singapura selang beberapa hari setelah pesawat QZ8501 jatuh di perairan Selat Karimata. Regulator menilai ada pelanggaran izin terbang karena AirAsia tak semestinya terbang pada hari Minggu.

Sekedar informasi, PT Lion Mentari Airlines atau Lion Air adalah maskapai penerbangan swasta terbesar di Indonesia milik pengusaha nasional Rusdi Kirana. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini sekarang juga menjabat sebagai Anggota Watimpres untuk bidang ekonomi.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain