14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 38856

Pemimpin ISIS Buruk dalam Pelajaran Bahasa Inggris

Jakarta, Aktual.co —Pemimpin ISIS buruk dalam pelajaran bahasa Inggris saat masih menempuh pendidikan. Hal ini terbukti dalam rapor SMA Abu Bakar al-Baghdadi yang berhasil diperoleh oleh media. Diberitakan Al-Arabiya, Kamis (19/2), Baghdadi studi di fakultas Syariah Universitas Baghdad, Irak, antara tahun 199-1992. Sebelumnya dia sekolah SMA di Samarra, bagian utara Irak, dan lulus tahun 1991.

Sebuah televisi Jerman, ARD, memperoleh beberapa dokumen soal Baghdadi saat masih sekolah, salah satunya adalah rapor SMA. Pria yang bernama asli Ibrahim Awab Ibrahim itu terlihat buruk dalam pelajaran bahasa Inggris, namun sangat baik di pelajaran matematika dan geografi. Untuk pelajaran bahasa Inggris, dia mendapatkan nilai 57. Sementara untuk matematika 98 dan geografi 80. Nilai rata-ratanya adalah 80, kepribadiannya disebutkan “baik”.

Sumber intelijen AS yang dihubungi CBS News menolak mengomentari dokumen-dokumen tersebut. Sementara Washington Post melaporkan bahwa pejabat departemen pendidikan Samarra membenarkan soal rapor itu. Jika memang benar, maka dokumen itu merupakan informasi terbaru soal pemimpin organisasi teroris ISIS. Selasa lalu, CBS News berhasil mendapatkan foto al-Baghdadi saat berada di Kamp Bucca, penjara militer AS di Irak tahun 2004. Dokumen lainnya adalah foto saat Baghdadi bekerja sebagai sekretaris di Universitas Baghdad saat ditangkap tentara AS pada 4 Februari 2004.

Baghdadi hanya terlihat sekali saat mendeklarasikan diri sebagai khalifah Negara Islam. Saat itu, dia tengah ceramah di sebuah masjid di Mosul.November lalu, rekaman audio pemimpin ISIS ini dirilis. Dalam rekaman itu, Baghdadi menyerukan seluruh pengikutnya untuk “meledakkan gunung berapi jihad di manapun.”

Qatar Memanggil Dubesnya dari Mesir

Jakarta, Aktual.co — Qatar memanggil pulang duta besarnya dari Kairo setelah seorang diplomat Mesir menuduh pemerintah Doha mendukung terorisme, seperti yang dikutip CNN. Setelah ISIS merilis video pemenggalan 21 warga Kristen Koptik Mesir akhir pekan lalu, Mesir memborbardir kamp pelatihan dan gudang senjata milik ISIS di Libya. Liga Arab menyampakian “pemahaman” mereka atas aksi Mesir dan berada di belakang Mesir terkait desakan negara itu untuk mencabut embargo senjata dari militer Libya.

Namun dalam pertemuan Liga Arab pada Rabu (18/2), Qatar menyatakan keberatannya terkait serangan Mesir tersebut. Perwakilan resmi dari Kementerian Luar Negeri Qatar Saad bin Ali al-Muhannadi mengatakan bahwa aksi militer anggota unilateral pada anggota lain bisa membahayakan warga sipil dan bisa menguntungkan satu pihak dalam konflik Libya.

Komentar itu mengundang kecaman dari perwakilan Mesir untuk Liga Arab, Tareq Adel, yang mengatakan bahwa itu menunjukkan bahwa Doha “mendukung terorisme”, seperti dikutip dari kantor berita Mesir, MENA. Kantor berita Qatar, QNA, melaporkan kemudia bahwa Doha menarik duta besarnya untuk Mesir guna berkonsultasi. Kepala Dewan Kerjasama Teluk, GCC, menolak komentar Tareq Adel—menunjukkan dewan tidak ingin membuka kembali keretakan internal yang yang memuncak ketika Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain menarik duta besar mereka dari Doha tahun lalu terkait dukungan Doha terhadap kelompok militan.

“Tuduhan ini tidak berdasar, memutarbalikkan kebenaran dan mengabaikan upaya tulus Qatar yang telah diberikan kepada negara-negara GCC untuk memerangi terorisme dan ekstremisme di semua tingkatan,” kata Sekjen GCC Abdullatif bin Rashid al-Zayani. Namun dalam sebuah pernyataan kemudian, Zayani mengatakan GCC terus mendukung Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, termasuk perihal aksi militernya di Libya. Kairo menuduh Qatar mendukung Ikhwanul Muslimin, yang digulingkan dari kekuasaan di Mesir pada 2013 ketika tentara bergerak melawan Presiden terpilih Mohamed Mursi. Arab Saudi, UEA dan Kuwait telah memberikan Mesir bantuan miliaran dolar sejak Mursi digulingkan.

Menteri Luar Negeri Qatar Khaled al-Attiya, dalam sebuah wawancara dengan surat kabar pan-Arab al-Hayat yang diterbitkan pada Kamis (19/2), mengatakan Doha tidak mendukung Ikhwanul Muslimin. Attiya mengatakan bahwa ada “perbedaan pendapat, yang sehat, dan bukan sengketa,” antara negara-negara Teluk Arab.

Pihak Bertikai di Yaman Menyepakati Dewan Transisi

Jakarta, Aktual.co —Pihak yang bertikai Yaman ini telah menyepakati Ddewan Transisi Rakyat” untuk membantu mengatur negara dan membimbing keluar dari krisis politik, , Jamal dari PBB, Jumat (20/2). Keputusan Jumat terjadi setelah pengambilalihan kekuasaan oleh gerakan Houthi. “Kemajuan ini bukan (akhir) kesepakatan, namun sebuah terobosan penting yang membuka jalan menuju kesepakatan yang komprehensif,” sambungnya. Sebagai bagian dari formula baru, rumah tua 301-anggota Yaman perwakilan, terdiri dari anggota parlemen bersimpati kepada Houth.

Alih-alih majelis tinggi tradisional, sebuah dewan transisi baru – yang jumlahnya tidak ditentukan – akan terdiri dari sektor tradisional tidak tmewakili di antara mereka. Bersama itu, dua badan akan membuat undang-undang membimbing transisi Yaman. Ketika wawancara dengan Al Jazeera dari Sanaa, Hakim Al Masmari, editor Yaman Post, mengatakan perjanjian “menunjukkan bahwa Yaman tidak ingin perang saudara”.

“Ini adalah langkah ke arah yang benar … hanya fakta bahwa bahwa pihak lawan berbicara satu sama lain positif. “Saat ini, parlemen akan tetap di samping dewan transisi baru, sementara, rincian pembagian kursi belum diumumkan.,” Katanya. Keamanan di Yaman telah terus terurai sejak Houthi menyerang Ibu Kota Sanaa pada bulan September dan  memaksaka pemerintah untuk menyerahkan kekuasaannya. Sedangkan, Arab Saudi dan Amerika Serikat memilih menutup kedutaan mereka di Sanaa

Berantas ISIS, Rusia-AS Kerj Sama Intelijen

Jakarta, Aktual.co —Memberangus milisi Negara Islam Irak dan Suriah atau Negara Islam (ISIS/IS), Rusia membuka pintu kerja sama dengan Amerika Serikat. Kepala Badan Keamanan Federal Rusia Aleksandr Brotnikov mengatakan kedua negara akan saling bekerja sama dalam hal pertukaran informasi intelijen mengenai ISIS. “Pertukaran intelijen dengan Washington sebagai tahapan awal yang vital tentang ISIS adalah sangat mungkin,” kata Aleksandr kepada Sputnik, seperti dilansir Russia Today, Jumat, 20 Februari 2015.

Menurut Aleksandr, hasil konkret dari bantuan seperti ini sama dengan apa yang diharapkan oleh mitranya di Barat. Kerja sama pertukaran informasi intelijen antara Rusia dan Amerika Serikat, ujarnya, sama pentingnya bagi kedua belah pihak. ISIS baru-baru ini menguasai sebagian wilayah Libya.

Bahkan Sitre, kota kelahiran mantan pemimpin Libya Muammar Khadafi, telah dikuasai oleh ISIS. Selanjutnya, ISIS mengklaim akan segera menyeberang dari Libya untuk menguasai Roma, Italia. Ribuan pasukan Italia telah berjaga-jaga di semua pintu masuk negara itu untuk mencegah masuknya ISIS.

Anggota Parlemen Turki Baku Hantam

Jakarta, Aktual.co —Anggota parlemen Turki baku hantam dan saling serang pada sebuah debat untuk meloloskan undang-undang di Ankara, Kamis (19/2). Lima orang terluka dan dua di antaranya dilarikan ke rumah sakit usai perkelahian para wakil rakyat tersebut. Diberitakan Reuters, pertengkaran itu terjadi dalam perdebatan soal undang-undang mengatasi kekerasan demonstran.

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan undang-undang itu bertujuan untuk menciptakan ketertiban dan perdamaian sosial. Namun banyak kritik yang mengatakan bahwa UU itu cara Erdogan memberangus demonstrasi. Partai-partai oposisi menolak keras UU usulan pemerintah tersebut. Sebelum pembukaan pembahasan undang-undang dimulai, partai oposisi menyatakan penolakannya selama tiga jam.

Situasi memanas saat kubu partai berkuasa Partai Pembangunan dan Keadilan, AKP, adu mulut dengan partai oposisi. Adegan ini berujung berbalas jotos, beberapa anggota parlemen terlihat tersungkur dari kursinya. Ertugrul Kurkcu dari Partai Rakyat Demokratis yang pro-Kurdi mengalami luka di kepala. Empat anggota Partai Rakyat Republik, CHP, juga terluka, dua di antaranya dilarikan ke rumah sakit setelah berjibaku dengan anggota AKP.

“Ini pertama kalinya saya melihat kursi roda dibawa masuk ke parlemen. Gelas air beterbangan di udara, orang-orang berguling di lantas, seorang bahkan terlihat mengacungkan palu,” kata anggota partai CHP.

Pembahasan Raperda, Keraton Yogyakarta Tak Intervensi

Jakarta, Aktual.co — Keraton Yogyakarta tidak akan mengintervensi DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta membahas Rancangan Peraturan Daerah Keistimewaan tentang Pengisian Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur.
Parentah Hageng Keraton Yogyakarta KRT Yudahadiningrat mengatakan Undang-Undang Keistimewaan (UUK) yang mengatur persoalan pengisian jabatan gubernur merupakan ranah DPRD sehingga Keraton Yogyakarta tidak memiliki kepentingan untuk mengintervensi.
“Tata jabatan gubernur bukan ranah Kasultanan sehingga kalaupun kami didatangkan untuk membahas itu sifatnya hanya dimintai pendapat saja,” kata Yudahadiningrat di Yogyakarta, Jumat (20/2).
Adapun pernyataan pihak keraton mengenai UUK tersebut bersifat sebagai pendapat, sehingga DPRD DIY tetap memiliki kewenangan sepenuhnya untuk menjelaskan UUK khususnya Pasal 18 ayat 1 mengenai pengisian jabatan gubernur.
“Monggo saja kalau fraksi di DPRD mau menafsirkan UUK seperti apa,” kata dia.
Menurutnya, penyertaan daftar riwayat hidup sesuai Pasal 18 ayat 1 UUK baik secara lengkap maupun tidak untuk calon Gubernur memiliki substansi yang sama seperti halnya saat melamar pekerjaan.
Dalam Undang-undang Keistimewaan (UUK) DIY Nomor 13/2012 Pasal 18 ayat 1 disebutkan bahwa calon gubernur harus mencantumkan daftar riwayat hidup yang meliputi riwayat pendidikan, pekerjaan, saudara kandung, istri dan anak.
“Memang ada pendapat dari Sultan, tapi kan itu tidak mengharuskan (dilaksanakan).”
Sebelumnya, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai pasal dalam UUK yang mengatur soal pengisian jabatan gubernur masih diskriminatif karena mengharuskan pencantuman nama istri.
Menurut Sultan, Undang-Undang Keistimewaan tersebut seharusnya berlaku adil untuk diterapkan kepada seluruh rakyat Yogyakarta, seperti yang berlaku di provinsi-provinsi lain.
“Kalau Undang-Undang (Keistimewaan) itu mengharuskan mencantumkan nama istri kan berarti Gubernur harus laki-laki, itu diskriminatif,” kata Sultan kepada wartawan di Kompleks Kepatihan belum lama ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain