10 Mei 2026
Beranda blog Halaman 38869

Zionis Memulai Perang Terhadap Islam

Jakarta, Aktual.co —Serangan 11 September 2001 dilakukan oleh Zionis sebagai upaya memulai perang terhadap Islam dan “kudeta” kekuasaan di Amerika Serikat, menurut seorang pakar dan jurnalis di Wisconsin. Agenda sesungguhnya dari serangan 9/11 adalah untuk “memeras” Arab Saudi dan Pakistan serta menggunakan seluruh sumber daya pemerintah AS untuk mendukung Israel, kata Dr Kevin Barrett, salah satu pendiri Aliansi Muslim-Yahudi-Kristen.

“Ini diatur oleh Zionis yang merupakan kekuatan utama di balik 9/11. Zionis ingin memastikan 9/11 bisa digunakan untuk mengancam Arab Saudi dan mencegahnya meninggalkan orbit imperial AS dan juga untuk mengancam Pakistan dan memaksa Pakistan untuk menyetujui invasi (tentara AS) di Afghanistan,” kata Barrett kepada Press TV, Selasa (17/2).

“Jadi pada dasarnya Arab Saudi dan Pakistan dikondisikan sebagai penjahat 9/11 untuk menciptakan situasi di mana pemerasan Zionis yang merebut kekuasaan di Amerika Serikat dengan kudeta 11 September 2001 untuk kemudian dapat menggunakan semua sumber daya pemerintah AS dan militernya guna mendukung ekspansi dan genosida Israel di Palestina dan untuk memulai perang terhadap Islam secara permanen atas nama Israel,” tambahnya.

Obama: Saya tidak Sedang Berperang Melawan Islam

Jakarta, Aktual.co —Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, menyatakan bahwa negaranya tidak berperang melawan Islam. Obama menepis anggapan bahwa aksi kekerasan yang dilakukan kelompok militan yang semakin marak belakangan ini, terkait dengan ideologi agama Islam yang sebenarnya. “Kami tidak berperang melawan Islam. Kami berperang melawan mereka yang melecehkan Islam,” kata Obama dalam Konferensi Anti-Ekstremisme, di Washington D.C., dikutip dari CNN, Rabu (18/2).

Pada konferensi tersebut, Obama berharap dapat menyusun cara untuk melawan teror yang diluncurkan oleh berbagai kelompok militan di daratan Eropa, Kanada dan Australia yang gencar dalam beberapa bulan terakhir. “Para pemimpin Muslim harus berbuat lebih banyak untuk mendiskreditkan gagasan bahwa bangsa kita (Amerika Serikat) bertekad untuk menekan Islam,” kata Obama, mengacu pada tuduhan dari kelompok militan yang mengatasnamakan Islam, bahwa AS merupakan musuh utama Islam.

Obama mengatakan pemuda Muslim sangat rentan terhadap propaganda ekstrimis, yang dapat mendorong mereka untuk bergabung Negara Islam di Suriah atau melakukan serangan di dalam negeri. Obama mengkhawatirkan maraknya aksi militan yang mengatasnamakan Islam membuat masyarakat Muslim dikucilkan di AS dan diasosiasikan dengan sel radikal. “Saya tidak berdalih dengan label. Saya pikir kita semua mengakui bahwa ini adalah masalah tertentu yang memiliki akar dalam komunitas Muslim,” kata Obama dalam wawancara dengan CNN, pada Januari.

“Tapi saya pikir kita harus ingat bahwa mayoritas umat Islam menolak ideologi (ekstremisme) ini,” kata Obama melanjutkan. “Kami tahu cara terbaik untuk melindungi pemuda agar tidak jatuh ke dalam cengkeraman ekstremis adalah melalui dukungan dari keluarga, teman, guru, dan pemimpin agama,” ucap Obama. Obama juga menjelaskan bahwa terdapat penyebab lain tindakan ekstremisme, yaitu pemerintah otoriter yang melanggar hak asasi manusia, dan sering dipandang sebagai sumber ekstremisme di Timur Tengah.

“Kelompok-kelompok seperti al-Qaidah dan ISIS memanfaatkan kemarahan orang-orang yang merasa mengalami ketidakadilan dan korupsi, dan merasa tidak ada kesempatan memperbaiki kehidupan mereka. Dunia harus menawarkan sesuatu yang lebih baik kepada para pemuda,” kata Obama melanjutkan. Obama juga menyebutkan bahwa tidak semua serangan ekstremis diluncurkan atas nama Islam. Obama menyebut serangan teror terhadap sebuah kuil Sikh di Wisconsin pada tahun 2012, dan pada pusat komunitas Yahudi pada tahun lalu, dilakukan oleh warga kulit putih yang rasis.

Sementara, dilaporkan Reuters, beberapa pemimpin Muslim di AS juga telah mendorong upaya pemerintah untuk membina hubungan dengan komunitas mereka. Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Jeh Johnson, telah mengunjungi komunitas Muslim di seluruh Amerika Serikat pada Juni lalu untuk mengimbau mereka terkait perilaku yang harus diperhatikan agar pemuda Muslim terhindar dari radikalisme.

Di Minneapolis, Jaksa Agung Andrew Luger meminta masyarakat untuk menyediakan layanan sosial yang memberdayakan pemuda Muslim dan menjauhkan mereka ekstremisme. “Upaya ini mengaburkan batas antara jangkauan di masyarakat dan tindak intelijen,” kata Jaylani Hussein, direktur eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam di Minnesota, Selasa (17/2).

Gedung Putih mengklaim pihaknya secara konsisten menghindari penamaan ‘ekstremisme Islam’ sebagai pembahasan utama dalam Konferensi Anti-Ekstremisme. Seorang pejabat senior pemerintah menyatakan pertemuan tersebut tidak hanya membahas soal ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok militan ISIS di Irak dan Suriah.

“Ekstremisme berasal dari aksi teroris yang datang dalam segala macam bentuk,” kata pejabat yang tak diidentifikasi namanya tersebut. “Para pelaku serangan di Perancis dan Denmark adalah teroris, dan bukan penganut agama tertentu,” katanya melanjutkan.

Namun, penolakan menggunakan istilah ‘ekstremisme Islam’ menuai kritik dari pakar terorisme yang menganggap Gedung Putih seharusnya tidak “malu-malu” untuk menyebutkan ancaman radikal datang dari kelompok militan yang mengatasnamakan Islam. “Para teroris sendiri mengaku melakukan hal ini atas nama Islam, dan Gedung Putih terkesan tidak menyelesaikan masalah dengan apa adanya, kata analis CNN, Bobby Ghosh.

Akademisi: Badrodin Kunci Redam Konflik KPK-Polri

Jakarta, Aktual.co — Pengamat hukum Universitas Jember Dr Nurul Ghufron mengatakan penunjukan calon kapolri baru, Komjen Pol Badrodin Haiti merupakan jalan tengah untuk mengatasi konflik KPK-Polri.
“Kalau memenangkan salah satu pihak dan mengalahkan pihak lain baik itu Budi Gunawan maupun Bambang Widjojanto dan Abraham Samad, maka akan menimbulkan perseteruan yang tidak kunjung selesai di antara dua institusi itu,” kata dosen yang akrab disapa Ghufron di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis.
Menurut dia, kebijakan Presiden Joko Widodo yang batal melantik Budi Gunawan dan mengusulkan Badrodin Haiti sebagai calon kapolri baru merupakan langkah yang tepat.
“Saya memahami keputusan Jokowi dan itu cukup positif untuk penegakan hukum ke depan, meskipun presiden harus menentang partai politik pengusungnya,” tuturnya.
Secara etika penyelenggaraan negara, lanjut dia, juga tidak ada masalah dengan mengajukan calon kapolri baru dan semua pihak harus menghormati keputusan Presiden Jokowi.
“Kita tidak pernah mengalami seperti ini sebelumnya dan usulan kapolri merupakan hak prerogatif Presiden,” ucap Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Universitas Jember itu.
Ia menjelaskan pengusulan seseorang yang menjadi kapolri merupakan hak prerogatif Presiden yakni kewenangan tidak dapat dibatasi dan dikurangi, sehingga siapapun orangnya yang diajukan oleh presiden dinilai sah secara hukum.
“Badrodin merupakan jenderal ‘low profile’ yang mudah diterima oleh semua pihak dan rekam jejaknya bersih, sehingga diharapkan putra Jember itu lolos uji kelayakan dan kepatutan di DPR,” kata pakar hukum pidana Unej itu.
Presiden Jokowi memutuskan mengajukan Komjen Pol Badrodin Haiti sebagai calon Kapolri baru, menggantikan Komjen Pol Budi Gunawan yang batal dilantik.
Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyampaikan bahwa Sekretariat Negara mengirimkan surat pencalonan Komjen Pol Badrodin Haiti sebagai Kapolri kepada DPR. 

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Melawan Skenario Pemecahbelahan Irak

Jakarta, Aktual.co —Redaktur Senior Aktual, Satrio Arismunandar, melakukan liputan jurnalistik ke Irak sejak 20 Februari 2015. Selama sekitar dua minggu, ia dijadwalkan mengunjungi berbagai kota di negeri kaya minyak yang sering dilanda perang itu. Berikut ini adalah laporannya.“Jangan mudah percaya dengan laporan media massa Barat tentang konflik sektarian di Irak,” ujar Des Alwi, mantan staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Irak, yang telah satu setengah tahun bertugas di KBRI Baghdad, Januari 2015. Lulusan jurusan

Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia itu kini sudah ditugaskan ke pos diplomatik lain di Eropa.“Media Barat sering menulis soal konflik keras antara warga Sunni versus Syiah di Irak. Tetapi itu sebetulnya hanya di tataran politik. Dalam kehidupan sehari-hari, warga Syiah dan Sunni di Irak biasa tinggal berdampingan, bertetangga, dan rukun-rukun saja,” lanjut Des Alwi, yang selama bertugas di KBRI Baghdad tidak membawa istri dan anaknya, yang tetap tinggal di Indonesia.

Larangan membawa keluarga itu adalah aturan standar untuk semua staf KBRI Baghdad, sejak kantor KBRI dibuka kembali pada 2012. Kantor KBRI sempat dikosongkan ketika terjadi invasi militer Amerika Serikat ke Irak, yang berujung dengan jatuhnya pemerintahan Presiden Irak, Saddam Hussein pada 2003. Saat itu semua staf KBRI diungsikan karena pertimbangan keamanan.

Aktivitas KBRI Baghdad kini telah dihidupkan kembali dan dipimpin oleh Duta Besar Safzen Noerdin, yang pernah menjadi Komandan Korps Marinir TNI-AL. Penunjukan Safzen yang berlatar belakang militer mungkin tepat, karena Irak memang daerah rawan dan membutuhkan duta besar dengan kualifikasi khusus.

Kini kondisi keamanan di Irak dianggap sudah jauh lebih kondusif, meski letupan konflik –seperti ledakan-ledakan bom di tempat umum—terkadang masih terjadi. Maka Baghdad (Irak), bersama dengan Tripoli (Libya), Kabul (Afganistan), dan Sana’a (Yaman), oleh Kementerian Luar Negeri RI masih dikategorikan sebagai daerah penugasan yang berbahaya. Jadi, larangan bagi staf KBRI untuk membawa keluarga itu tetap diberlakukan.

Penundaan ISL Ganggu Persiapan Pemain Persegres

Jakarta, Aktual.co — Manajer Persegres Gresik United, Bagus Cahyo Yuwono, mengakui penundaan pelaksanaan Liga Super Indonesia (LSI) 2015 yang diputuskan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, menganggu persiapan pemain.

“Apa yang diputuskan oleh Menpora terkait penundaan pelaksanaan kompetisi, sangatlah mengganggu persiapan pemain Persegres Gresik United, sebab tim kami sudah siap bertanding, hal ini secara tidak langsung memengaruhi mental pemain,” kata Bagus di Gresik, Kamis (19/2).

Ia mengaku secara materi tidak ada masalah bagi Persegres, sebab tim pelaksana pertandingan di Kabupaten Gresik belum mencetak tiket laga perdana antara Persegres GU melawan Pusam Borneo yang dijadwalkan tanggal 25 Februari 2015.

“Soal tiket yang sudah tercetak untuk laga perdana memang belum ada, dan secara materi juga tidak memengaruhi. Namun penundaan yang diminta Menpora mengganggu dari segi persiapan saja, seperti mental bertanding pemain,” katanya.

Meski demikian, Persegres GU mematuhi keputusan Menpora yang meminta penundaan pelaksanaan LSI 2015, karena mengacu pada PT Liga Indonesia sebagai operator kompetisi, serta sesuai dengan keputusan PSSI selaku induk organisasi sepak bola di Tanah Air.

Sebelumnya, jadwal kick off kompetisi tertinggi di Indonesia dilaksanakan pada Jumat (20/2), dan pertandingan pertama Persib Bandung melawan Persipura Jayapura di Stadion Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung.

Namun, Menpora Imam Nahrawi menunda hingga dua pekan, sebab sejumlah klub peserta liga dan PT Liga Indonesia belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan BOPI.

Persyaratan itu antara lain seluruh klub peserta LSI harus melunasi tunggakan kepada pemain, pelatih dan ofisial tim dengan menyertakan bukti pelunasan.

Selanjutnya, klub wajib menyertakan dokumen kontrak kerja profesional pemain, pelatih dan ofisial tim kepada BOPI, ditambah garansi bank yang dapat dipenuhi klub paling lambat pertengahan musim kompetisi ISL 2015.

Selain itu, operator LSI serta klub peserta wajib menyerahkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebagai bukti pembayaran dan pelunasan pajak, ditambah persyaratan lain yang telah ditetapkan BOPI.

Persyaratan ini, menjadi rekomendasi BOPI yang wajib dipenuhi dalam proses izin keramaian yang akan dikeluarkan oleh BOPI.

Artikel ini ditulis oleh:

Klenteng Sam Po Ko jadi Pusat Perayaan Imlek

Semarang, Aktual.co — Klenteng Sam Poo Kong yang berada di Gedong Batu, Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi pusat perayaan Imlek 2566, Kamis (19/2). Ribuan pengunjung dari berbagai warga pnggirian Kota Semarang, memilih Klenteng Sam Poo Kong menjadi tempat hiburan saat libur tahun baru Tiongkok kali ini.

Rata-rata pengunjung tidak hanya etnis tionghoa, melainkan pengunjung beragama muslim yang memadati lokasi Klenteng sebagai sarana tempat ibadah. Mereka menikmati berbagai hiburan dan atraksi-atraksi permainan barongsai yang lincah.

Atraksi permainan barongsai menjadi daya tarik dan pusat perhatian para pengunjung yang berjubel di dalam lokasi Klenteng. Mereka rela berdesak-desakan dibawah terik sinar matahari yang menyengat, sesaat hujan yang mengguyur.

Ketua Yayasan Klenteng Sam Poo Kong, Tutuk Kurniawan memastikan pengunjung hampir seluruhnya berasal dari luar kota. Klenteng Sam Poo Kong bukan sekedar lagi menjadi tempat sarana ibadah, melainkan tempat wisata yang dikunjungi mayoritas non etnis tionghoa.

“Pengunjung yang datang ke sini itu bukan lagi etnis Tionghoa, tapi lebih banyak pengunjung muslim. Mereka datang dari berbagai sekitar Kota Semarang,” kata dia di lokasi, Kamis (19/2).

Dia mengatakan, rangkaian perayaan imlek telah dilakukan sepekan lalu di Kampung Pecinan atau lebih dikenal Gang Lombok. Sementara, Klenteng Sam Poo Kong menjadi pusat ritual, dan selanjutnya dibuka untuk masyarakat umum.

Dengan begitu, kata dia, perayaan imlek sebagai memperkuat keragaman kultur, suku, dan kepercayaan yang berbeda. Keakraban timbul dan terjalin melalui rangkaian kegiatan untuk saling mengenal antara sesama beda agama. Hal itu akan memperkuat karakter kebangsaan dari bangsa yang memiliki berbagai suku yang berbeda.

Sebelumnya, rangkaian perayaan Imlek di fokuskan di Gang Pinggir maupun Gang Lombok Kampung Pecinan sejak seminggu. Acara yang setiap tahun diperingati dikenal dengan Pasar Semawis, selalu ramai setiap tahunnya. Berbagai stand pameran, kuliner, maupun stand-stand turut meramaikan rangkaian peringatan Imlek.

Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean panjang kendaraan bermotor bering-iringan terjebak macet di jalan Pamularsih. Macet yang disebabkan kendaraan roda empat terpakir di pinggir jalan akibat over load lahan parkir Klenteng Sam Poo Kong.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB tadi semakin siang bertambah ramai pengunjung hingga petang tadi. Bahkan menjelang petang pun pengunjung semakin ramai. Hingga saat ini, pengunjung mulai berangsur sepi dibandingkan siang tadi yang membludak ke halaman parkir.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain