10 Mei 2026
Beranda blog Halaman 38870

Ini Alasan Menpora Tunda Kompetisi ISL

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi menjelaskan bahwa keputusannya menunda Liga Super Indonesia untuk memastikan roda kompetisi itu bisa berjalan baik dan sesuai dengan aturan.

“Ya harus ditunda, karena berkaitan dengan prinsip yang harus dipatuhi semua pihak baik klub dan PT Liga Indonesia, seperti NPWP, kontrak pemain, status pemain asing, dan sebagainya itu,” kata Imam Nahrawi saat menghadiri rapat kerja Fraksi PKB DPR RI di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (19/2).

Menurut dia, kebijakan penundaan selama dua minggu (18 Februari sampai 4 Maret) itu, agar klub dan PT Liga Indonesia bisa memenuhi semua persyaratan sesuai yang telah ditentukan berdasarkan standar regulasi FIFA dan AFC serta Undang-Undang Standar Keolahragaan Nasional.

“Jadi posisi kita sebagai pemerintah, ingin memastikan bahwa seluruh persyaratan seperti yang diamanatkan UU SKN itu bisa di patuhi dan diikuti dengan baik oleh seluruh klub,” katanya.

“Kita dulu saja di partai politik, satu lembar fotokopi dari Ketua PAC saja tidak ada dicoret oleh KPU, apa lagi menyangkut hal-hal yang besar seperti ini,” tambahnya.

Karena itu, kata Imam, pihaknya telah memberikan tenggat waktu kepada klub-klub dan PT Liga Indonesia untuk melengkapi semua persyaratan melalui Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

“Intinya, kami tidak ingin lagi mendengar persoalan yang sudah berlangsung lama dan bertahun-tahun ini kembali terulang dikemudian hari. Makanya dengan verifikasi itu tidak ada lagi pemain yang gajinya ditunggak, karena pasti ujung-ujung larinya ke pemerintah,” jelasnya.

Mengenai apakah ada sanksijika dalam waktu dua minggu pihak klub tidak memenuhi persyaratan verifikasi oleh BOPI, Imam mengatakan akan menunggu sepenuhnya hasil dan rekomendasi BOPI dan tanggapan PT liga Indonesia.

“Nanti tergantung hasil dari BOPI dan PT Liga Indonesia. Yang jelas kita ingin perjalanan kompetisi ini berjalan sesuai aturan dan memiliki kejelasan yang jelas,” katanya.

“Kick-off” LSI semula dijadwalkan pada 20 Februari 2015 dengan laga perdana antara Persib melawan Persipura ditunda hingga 4 Maret 2015 sampai BOPI menilai klub peserta ISL dan PT Liga Indonesia layak diberikan rekomendasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisatawan Padati Pantai di Gunung Kidul

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 13.759 pengunjung memadati sejumlah objek wisata pantai di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menikmati libur Tahun Baru Imlek 2566.

Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Gunung Kidul Hari Sukmono, mengatakan pada libur Imlek pantai di Gunung Kidul dikunjungi 13.759 orang.

“Jumlah tersebut belum dari destinasi wisata lainnya seperti Gua Pindul, dan Nglanggeran. Jumlah pengunjung ini masih sementara,” kata Hari di Gunung Kidul, Kamis (19/2).

Ia mengatakan, jumlah pengunjung terjadi peningkatan sekitar 20 persen dibandingkan hari biasa. Meski libur Imlek, Disbudpar tidak ada persiapan khusus menyambut wisatawan, seperti hiburan dan penambahan personel untuk pengamanan lokasi wisata.

“Untuk hari libur biasa seperti akhir pekan, rata-rata permhari jumlah kunjungan mencapai 9.000 orang,” kata dia.

Hari mengatakan dengan kunjungan yang meningkat setiap akhir pekan dan libur, target Pendapatan Asli daerah (PAD) 2015 sebesar Rp15 miliar dari sektor pariwisata bisa terlampaui. Dilihat dari pendapatan 2014 yang mencapai hampir Rp15,5 miliar dengan jumlah kunjungan sebanyak 2 juta orang.

“Kami optimistis bisa tercapai. Selain pantai. lokasi wisata lainnya sudah ditarik retribusi,” katanya.

Sementara itu, Pengelola Pokdarwis Dewa Bejo Subagyo mengatakan terjadi peningkatan sebsar 30 persen saat libur Imlek. “Memang ada peningkatan dibandingkan hari biasa,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenpora Ingin BOPI Dipandang

Jakarta, Aktual.co — Deputi V Bidang Keharmonisan dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto menegaskan, penataan ulang sistem kerja Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) adalah untuk mengoptimalisasikan kewenangan lembaga tersebut.

Dia menilai, selama ini BOPI terlihat seperti lembaga yang dianak tirikan. Padahal, seharusnya BOPI menjadi lembaga yang vital, karena menentukan baik buruknya penyelenggaraan kompetisi olahraga di Indonesia.

“Perbaikan sistem BOPI untuk memberikan optimalisasi kewenangan mereka. Karena BOPI belum ada yang dianggap. Banyak event yang peranan BOPI cuma dilirik. Seperti sepak bola setahun lalu, hari ini mereka minta ijin, besok keluar rekomendasinya,” papar Gatot ketika dihubungi wartawan, Kamis (19/2).

Gatot pun kembali menegaskan, kebijakan tersebut bukan untuk menjadikan BOPI sebagai lembaga yang mempunyai kewenangan tak terbatas. Karena menurutnya pada era Menpora sebelumnya, tugas dan fungsi BOPI belum berjalan dengan sebagaimana mestinya. Maka dari itu dia menganggap sekarang adalah waktu yang tepat.

“Jadi bukan untuk membuat BOPI menjadi badan ‘super power’. Karena mungkin kinerja BOPI ditahun sebelumnya belum bagus. Banyak hal salah satunya komitmen Menpora sebelumnya kurang,” jelasnya.

Seperti diketahui, di bawah pimpinan Menpora Imam Nahrawi, nama BOPI kembali terdengar di dunia olahraga Indonesia. Salah satu tugas BOPI adalah menindaklanjuti hasil verifikasi klub peserta kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang dilakukan oleh PT Liga Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Banjir Kahatex Ganggu Kunjungan Wisatawan ke Garut

Jakarta, Aktual.co — Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) menyatakan banjir di kawasan industri Kahatex yang menggenangi badan jalan raya sehingga menyebabkan kemacetan di Jalan Raya Rancaekek-Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jabar, menganggu kenyamanan wisatawan ke Garut pada libur Imlek, Kamis (19/2).

Ketua PHRI Kabupaten Garut, Asep Irvan mengatakan banjir di Jalan Raya Rancaekek yang terjadi setiap tahun pada musim hujan itu telah berdampak buruk pada tingkat minat wisatawan untuk berkunjung ke Garut.

“Banjir di Rancaekek menjadi hal yang paling mengganggu bagi para wisatawan,” kata Asep.

Ia menuturkan, setiap banjir dan menyebabkan kemacetan panjang di jalan utama Bandung-Garut itu selalu dikeluhkan wisatawan.

Para wisatawan itu, kata Asep, mengaku waktunya habis di perjalanan, karena terjebak macet sampai berjam-jam di kawasan jalur nasional itu.

“Setiap tahun selalu saja terjadi banjir, ini yang sering dikeluhkan wisatawan, karena waktunya sebentar di Garut,” katanya.

Seperti banjir di jalur lintasan Kahatex yang terjadi, Rabu (18/2) atau pada libur Imlek, kata Asep, tingkat kunjungan atau hunian hotel di Garut hanya mencapai 67 persen.

Menurut dia, kunjungan ke Garut akan meningkat pada musm libur akhir pekan.

“Mungkin nanti seperti biasa akhir pekan, kunjungan akan meningkat,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

FBR: Ahok Harusnya Jalal, Bukan Bersikap Seperti Dajjal

Jakarta, Aktual.co —Forum Betawi Rempug (FBR) mengecam sikap tak pantas yang diperlihatkan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai seorang pemimpin. Yakni dengan menunjukkan sikap emosional berlebihan saat menghadapi warga DKI yang mengadu soal sengketa tanah, Rabu (18/2) kemarin, di Balai Kota.

Juru bicara FBR Fajri Husein mengingatkan, Ahok harusnya lebih taat pada ayat-ayat konstitusi agar bisa bersikap santun agar dicintai warga Jakarta.

“Ahok seharusnya bersikap seperti pemimpin ‘Jalal’ (mulia), bukan seperti pemimpin Dajjal yang menyakiti masyarakat,” ujar dia, dalam rilis yang diterima Aktual.co, di Jakarta, Kamis (19/2).

FBR, ujar dia, mendesak Ahok untuk meminta maaf atas insiden yang terjadi kemarin yang memperlihatkan sikap arogan ke warga DKI sendiri.

Seperti diberitakan sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terpancing emosinya karena dua orang warga DKI Jakarta yang mengadukan permasalahan sengketa tanah.

Dua orang warga tersebut, pertama adalah pria berusia sekitar 40 tahunan dan orangtuanya yang berada di atas kursi roda. Mereka datang untuk mengadukan permasalahan tanah.

Namun sayangnya, Ahok tidak dapat membantu mereka. Menurut Ahok permasalahan tanah tidak dapat diselesaikan oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Kalau permasalahan tanah bukan di saya tapi di pengadilan,” jelasnya dengan nada keras.

Mendengar itu sang si warga tidak mau menerima jawaban tersebut. Dia menuntut Ahok agar segera menyelesaikan permasalahannya.

Tapi Ahok malah naik pitam, dan berkata, “Kalau saya jadi presiden baru saya bisa selesaikan.”

Kesal dengan jawaban Ahok, si warga marah dan berupaya menghalangi keberangkatan dia untuk ‘blusukan’ bersama Presiden Joko Widodo.

“Saya tidak akan pergi dari sini. Mati saya di sini,” teriak si warga.

Ahok ternyata tak mau kalah marah. Dia gebrak kap mobil dinasnya dan meminta warga untuk minggir. Tak hanya itu, Ahok bahkan menantang si warga untuk berkelahi. Sampai akhirnya dilerai petugas pengamanan Balai Kota.

Artikel ini ditulis oleh:

Kecam Sikap Ahok, FBR: Dia Bukan Kaisar di Jakarta!

Jakarta, Aktual.co —Sikap emosional yang dipertunjukkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Rabu (18/2) kemarin saat menghadapi warga yang mengadukan soal sengketa tanah, menuai kecaman.
Kecaman keras disampaikan Forum Betawi Rempug (FBR) atas sikap tak pantas Ahok sebagai seorang pemimpin.
Juru bicara FBR, Fajri Husein mengatakan Jakarta dipimpin kepala daerah berdasarkan konstitusi, dan bukan dipimpin seorang kaisar seperti di masa lalu yang bisa berbuat seenaknya. Dengan mengesampingkan etika dan norma.
“Ini Jakarta yang dipimpin kepala daerah, bukan dipimpin Kaisar, FBR mengecam keras tindakan Ahok tersebut,” kata Fajri, dalam rilis yang diterima Aktual.co Kamis (19/2).
Sebagai seorang Gubernur Jakarta, ujar Fajri, Ahok harusnya bisa menjaga etika dan norma. Sedangkan sikap yang dipertontonkannya di depan warga DKI kemarin, dianggap tidak menunjukan sikap seorang pemimpin yang baik.
Diberitakan sebelumnya, Rabu kemarin saat akan berangkat mendampingi Presiden Joko Widodo ‘blusukan’ ke sodetan, Ahok dibuat naik pitam oleh seorang nenek-nenek.
Tiba-tiba mobilnya dihadang seorang nenek renta yang duduk di kursi yang ternyata mau mengadu soal sengketa tanah. Si nenek tak datang sendirian. Bersama dia ada seorang laki-laki berkumis tebal berbadan tegap dan ibu-ibu. Obrolan pun  terjadi. 
Namun pembicaraan menjadi panas, saat tak juga ditemukan titik temu. Si nenek tetap meminta Ahok tinggal membantu mencari solusi atas masalahnya. Begitu melihat gelagat Ahok akan masuk ke mobil, si lelaki yang mendampingi si nenek keluarkan kata-kata kasar bernada makian.
Mendengar makian, Ahok yang hendak masuk mobil balik badan, bermaksud menghampiri si lelaki. Namun dihadang petugas protokoler. Ahok yang terlihat sudah naik pitam pun menggebrak kap mobilnya. Sembari berkata setengah berteriak, “Itu bukan wewenang kita.”
Bukannya ciut, si lelaki justru terus menunjuk-nunjuk ke arah Ahok sembari terus berteriak. Keadaan baru bisa terkendali setelah pasukan protokoler dibantu satpol PP mengamankannya.
Sang nenek yang tidak berdaya pun dituntun menjauh dari mobil Ahok. Sementara si wanita berkerudung yang belakangan diketahui bernama Neli, langsung menghampiri Ahok dan mencium tangan Ahok untuk meminta maaf, sambil tetap meminta bantuan.
“Kami mohon bantuannya pak Ahok,” pinta Neli sembari mencium tangan Ahok.
Namun Ahok yang raut wajahnya sudah terlanjur menegang kembali menyemprot.”Kalau minta bantuan sopan,” ketusnya.
Ahok pun masuk mobil dan melanjutkan agenda blusukan bersama Presiden Jokowi. Sementara si nenek terus digiring menjauh dari rombongan mobil Ahok.
Usut punya usut, keributan ini berawal dari si Nenek yang tanahnya ‘diambil’ oleh pengembang dan dijadikan Rumah Sakit Puri Kembangan, Jakarta Barat. Nenek itu meminta bantuan dari pemerintah sebab dirinya sudah lebih dari 70 tahun tinggal didaerah tersebut, serta memiliki Girik asli.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain