14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38873

Jaksa Tunjukan Koper Besar Berisi Bukti Simulator SIM

Jakarta, Aktual.co — Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi tunjukan seluruh bukti yang dihimpun dari PT. Inovasi Teknologi Indonesia dalam persidangan kasus pengadaan simulator SIM dengan terdakwa Didik Purnomo.
Koper besar yang dibawa jaksa penuntut, berisi bukti pidana korupsi dengan terdakwa Didik Purnomo. Koper itu, dibuka dan ditunjukan kepada majelis hakim, untuk diketahui oleh kuasa hukum dan saksi Sukotjo S Bambang dan Karyawan Bag. Kasir PT ITI Vivi.
Bukti-bukti tersebut merupakan bukti-bukti data dan berkas-berkas pengadaan proyek simulator SIM yang dihimpun dari PT. ITI, tidak hanya data dan berkas namun, hardisk, flashdisk, handpone blackberry 9800, samsung galaksi tab 4, milik saksi Sukotjo juga di hadirkan ruang gedung pengadilan tipikor, Jl. HR Rasuna Said, Jaksel, Kamis(4/2).
Saat dikonfirmasi majelis hakim beberapa bukti sempat ditolak oleh Sukotjo, bahkan dia mengungkapkan adanya pemalsuan tanda tangan dalam berkas pengadaan proyek simulator SIM tersebut.
“Dari dulu hingga sekarang tanda tangan saya seperti ini yang mulia, ini pasti dipalsukan,” Jelas Sukotjo kepada hakim ketua tipikor.
Seperti diketahui Didik Purnomo saat ini telah menjadi terdakwa dalam kasus korupsi proyek pengadaan simulator SIM.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Tinjauan Islam Terhadap ‘Valentine’s Day’

Jakarta, Aktual.co —  Bulan Februari, tepatnya tanggal 14 Februari adalah hari yang sangat dinanti oleh sebagian besar generasi muda di berbagai belahan dunia, masyarakat dunia pun telah mengakui dan menganggap hari itu sebagai hari yang sangat ‘sakral’ dalam ‘dunia percintaan’. Sehingga menurut sebagian orang, hari tersebut layak untuk diperingati bersama dengan orang-orang yang disayangi.

Betapa tidak, hari pertengahan bulan Februari itu dimaknai sebagai hari kasih sayang, atau sejarah mencatatnya dengan istilah ‘Valentine’s Day’.

Hari Kasih Sayang juga sangat popular di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya bagi generasi muda, bahkan hari ‘spesial’ di bulan Februari telah merambah hingga ke pelosok Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya symbol-simbol atau iklan untuk mengekspos dan melestarikan budaya penyembah berhala zaman Romawi kuno tersebut.

Berbagai tempat hiburan mulai dari diskotik, hotel-hotel, mall, hingga pusat perbelanjaan dan toko-toko kecil pun turut larut dalam hingar-bingar ‘pembodohan’ itu. Sehingga, tanpa disadari anak muda dan kelompok-kelompok pelajar pun dicekoki dan terseret oleh perayaan tahunan yang tidak jelas itu.

Tidak ada kejelasan, siapakah sesungguhnya yang bernama Valentine. Beragam kisah dan semuanya hanyalah dongeng tentang sosok Valentine ini. Tetapi setidaknya ada tiga dongeng yang umum tentang siapa Valentine.

Pertama, St Valentine adalah seorang pemuda bernama Valentino yang kematiannya pada 14 Februari 269M, karena eksekusi oleh Raja Romawi, Claudius II (265-270). Eksekusi yang didapatnya ini karena perbuatannya yang menentang ketetapan raja, memimpin gerakan yang menolak wajib militer dan menikahkan pasangan muda-mudi, yang hal tersebut justru dilarang. Karena pada saat itu aturan yang ditetapkan adalah boleh menikah jika sudah mengikuti wajib militer.

Kedua, Valentine seorang pastor di Roma yang berani menentang Raja Claudius II dengan menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan menolak menyembah dewa-dewa Romawi. Ia kemudian meninggal karena dibunuh dan oleh gereja dianggap sebagai orang suci.

Ketiga, seorang yang meninggal dan dianggap sebagai martir, terjadi di Afrika di sebuah provinsi Romawi. Meninggal pada pertengahan abad ke-3 Masehi. Dia juga bernama Valentine.

Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan kata“Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”.

Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus,  Tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “To be my Valentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut syirik, artinya menyekutukan Allah SWT.

Adapun Cupid (berarti: the desire, red), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “The Hunter” Dewa Matahari.  Disebut Tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri.

Bila kita cermati, kaum muslimin ikut merayakan Valentine’s Day, karena minimnya pemahaman umat Islam tentang hakekat hari tersebut. Muslim-muslimah banyak yang tidak faham latar belakang dan sejarah munculnya ‘Valentie’s Day’  yang notabene bukan dari Islam. Di sisi lain, pemahamam mereka terhadap ajaran Islam sendiri juga sangat lemah.

Aqidah yang tidak menancap kuat dan ketidaktahuan akan hukum-hukum syariat Islam terkait dengan perbuatan, membuat umat Islam begitu bodoh dan mudah tertipu. Sehingga, begitu muncul produk atau aktivitas-aktivitas baru yang sebetulnya bertentangan dengan Islam, mereka tidak memiliki kemampuan menyaring, memilah atau membandingkan, apakah ini halal atau haram, boleh atau tidak. Akhirnya, tanpa mereka sadari mereka mengikuti saja arus yang mengalir di masyarakat.

Bagaimana dengan perayaan Valentine’s Day yang dilakukan sepasang suami istri? Setali tiga uang alias sama saja. Dalam hal ini mereka terkena hukum tasyabuh, yakni mengikuti kebiasaan orang kafir. Ya, sebab Valentine’s Day adalah hari raya milik orang kafir yang tidak boleh diikuti kaum muslimin. Perayaan hari besar adalah menyangkut masalah aqidah dan sama sekali tidak ada toleransi dalam hal ini.

Al Quran maupun Sunnah secara syar’i melarang tasyabuh dalam segala bentuk dan sifatnya, baik masalah aqidah, ibadah, budaya, maupun tingkah laku. Allah berfirman dalam Surat An Nisaa: 115 yang artinya:

”Dan, barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruknya tempat kembali.”

Rasulullah SAW juga bersabda “Man ‘amila ‘amalan laisa ‘alayhi amrunaa fa huwa raddun” yang artinya: “Siapa saja melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan tuntunanku, maka perbuatan itu akan tertolak” (HR Bukhari).

Oleh karena itu, untuk menyelamatkan umat dan menjaga keluhuran budaya serta nilai-nilai religius bangsa ini maka hendaknya setiap masyarakat mampu memilih dan memilah berbagai pengaruh yang meluncur bebas masuk di Indonesia, begitu pun dengan generasi muda agar tidak latah lalu mengekor pada gaya hidup orang-orang luar yang bertentangan dengan nilai-nilai religius bangsa ini.

Dan, yang terpenting adalah kembali pada tatanan kehidupan berdasarkan prinsip suci dan nilai-nilai Islam karena hal tersebut merupakan satu-satunya solusi bagi seluruh problem dan persoalan hidup manusia. Wallahu a’lam bisshawaab.

(Sumber: Islam Pos)

Artikel ini ditulis oleh:

Kader PDIP sebut Rini Soemarno dan Andi Widjajanto sebagai ‘Komprador’

Jakarta, Aktual.co — Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang juga anggota DPR RI  Masinton Pasaribu menyebut Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Sekretaris Kabinet Andi Widjojanto sebagai komprador.
“Rini Soemarno hidup dari satu penguasa ke penguasa lain, bahasa gamblangnya adalah operator yang jalankan kepentingan asing, kompradorlah, agen asing,” kata Masinton di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (5/2).
Selain komprador, kedua orang itu juga mendistorsi informasi yang masuk ke presiden. Akibatnya, presiden dijauhkan dari partai, rakyat dan relawan.
“Kader-kader partai minta kedua orang itu dievaluasi, kongkritnya diganti agar apa yang disampaikan presiden sampai ke rakyat,” imbuhnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Polri: AS Sudah Penuhi Unsur Penyalahgunaan Wewenang

Jakarta, Aktual.co — Mabes Polri akan memprioritaskan perkara yang menjerat Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad. Sebab, Kepolisian sudah mengeluarkan surat perintah penyidikan terhadap kasus yang dilaporkan oleh Muhamad Yusuf Sahide yang merupakan Direktur Eksekutif LSM KPK Watch Indonesia.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Ronny F Sompie mengatakan, perkara yang menyeret Abraham Samad sudah menenuhi unsur pidana yakni penyalahgunaan wewenang.
“Tentang penyalahgunaan wewenang oleh Abraham Samad. Karena sebagai pimpinan KPK bertemu dengan orang lain yang ada kaitannya dengan kasus-kasus korupsi, Ini sesuai dengan pasal 36 dan 65 UU KPK,” kata Ronny, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (5/2).
Ronny menambahkan, untuk saat ini pihaknya belum melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi terkait perkara tersebut. Meski begitu, dia mengakui, dalam kasus Abraham belum ada penetapan tarsangka. 
“Itu yang sedang ditangani dan sudah ada sprindik, namun belum ada penetapan tersangka,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Johan: Seharusnya Informasi AS Diserahkan Hasto ke KPK

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kismanto untuk memberikan bukti-bukti ontentik terkait pelanggaran etik yang dilakukan oleh Ketua KPK, Abraham Samad.
“Saya mengundang saudara Hasto, untuk datang ke KPK untuk memberikan bukti-bukti yang katanya sangat form itu,” ujar Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi SP ketika konfrensi pers di gedung KPK, Kamis (5/2).
Menurutnya, undangan tersebut diberikan karena pihak KPK menyanyangkan sikap Hasto yang tidak segera menyerahkan bukti-bukti tersebut. 
Dia mengatakan, seyogyanya Hasto lebih dulu memberikan, karena KPK sebagai lembaga yang dirugikan, jika tuduhan itu benar adanya.
“Seharusnya informasi dan data itu diberikan ke KPK. Sampai hari ini, kami belum menerima informasi dan data yang di tuduhkan kepada pimpinan kpk,” harapnya.
“Akan sangat elok apabila pak Hasto yang menyampaikan langsung ke KPK, sehingga KPK bisa langsung menyelidiki dan evaluasi,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ke Malaysia, Jokowi Diminta Protes ke PM Najib

Jakarta, Aktual.co —Migrant Care berharap kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Malaysia tidak hanya menjadi acara seremonial belaka, namun dimaksimalkan untuk melindungi warga Indonesia di Malaysia. Salah satu hal yang disoroti Migrant Care adalah iklan alat pembersih yang buat perusahaan robot, RoboVac, yang dianggap menghina pembantu rumah tangga Indonesia di Malaysia, seperti ng dikutip Tempo.co.

“Insiden iklan produk RoboVac yang melecehkan dan merendahkan pembantu asal Indonesia harus menjadi bahan protes untuk dinyatakan Presiden Joko Widodo kepada Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak,” tulis Migrant Care dalam siaran persnya, Kamis (5/2). Diharapkan, Ssikap tegas Jokowi dapat mengakhiri diskriminasi dan stigma negatif yang sering dilekatkan kepada pekerja migran asal Indonesia. Selain kasus iklan RoboVac, penyebutan kata “Indon” di Malaysia juga diharapkan berkurang.

Migrant Care juga mengharapkan Jokowi serius memperjuangkan hak-hak buruh migran Indonesia di Malaysia. Migrant Care ingin masalah buruh migran menjadi prioritas pembicaraan tingkat tinggi antara Jokowi dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Hanya berselang beberapa hari menjelang kunjungan kenegaraan Jokowi di Malaysia, warga Indonesia di Malaysia dikejutkan dengan munculnya iklan robot pembersih yang diklaim bisa melakukan tugas pembantu rumah tangga seperti mengepel dan membersihkan lantai dan juga membersihkan kolam renang.

Yang menjadi masalah, dalam iklan banner iklan yang ditemukan salah seorang WNI di Encorp Strand Mall, tercantum kata “fire your Indonesian Maid”.  Atas iklan yang melecehkan TKI tersebut KBRI sudah mengirimkan nota protes melalui kementerian luar negeri Malaysia dan sedang mengusahakan langkah hukum kepada produsen RoboVac.

Berita Lain