9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 38880

Buah dan Sayuran Ini Berkhasiat Tingkatkan Fungsi dan Bersihkan Organ Hati

Jakarta, Aktual.co — Hati adalah sistem filtrasi tubuh manusia, karena menyaring zat-zat berbahaya dalam aliran darah Anda. Organ terbesar kedua di tubuh ini setelah kulit, berada di sebelah kanan perut Anda. 
Segala sesuatu yang Anda makan atau minum, termasuk obat-obatan, mengalir masuk melalui hati Anda. Berikut kami hadirkan kepada Anda, asupan atau makanan yang bisa membersihkan hati Anda, demikian lapor laman Healthmeup, Kamis (19/2). 
1. WortelWortel mengandung zat glutathione, yang mengandung protein berguna mendetoksifikasi hati. Makanan ini juga tinggi flavonoid dan beta-karoten, yang merangsang hati dan meningkatkan fungsinya.
2. TomatSelain kaya akan glutathione, tomat juga mengandung lycopene, yang berkhasiat melindungi serta mencegah serangan kanker.
3. AnggurSelain sebagai sumber glutathione, buah anggur juga kaya akan vitamin C dan antioksidan yang merangsang produksi enzim yang mendetoksifikasi serta membersihkan kotoran yang masuk dalam hati. 
4. Bit MerahSeperti wortel, bit merah kaya akan flavonoid dan beta-karoten, yang meningkatkan fungsi keseluruhan hati Anda.
5. Bawang PutihBawang putih yang sarat dengan belerang berguna mengaktifkan enzim yang berkhasiat membuang racun dari sistem pencernaan Anda. Buah ini juga kaya akan allicin dan selenium, yang merupakan senyawa yang membantu fungsi dan membersihkan hati Anda. 
6. Sayuran BayamBayam mentah sarat mengandung glutathione, dan juga kaya akan klorofil tanaman yang bermanfaat ‘menyedot logam berbahaya’, bahan kimia dan pestisida yang mengalir dalam darah Anda, sehingga melindungi hati Anda.
7. Jeruk NipisBuah jeruk seperti lemon dan limau kaya akan vitamin C, yang merangsang hati dan juga meningkatkan pencernaan, membantu tubuh serta mensintesis bahan beracun dalam sistem Anda.
8. KubisKubis mengandung glucosinolates, yang dipakai untuk membuat isothiocyanates (ITC).  Sayuran ini bermanfaat merangsang produksi dua enzim yang mampu mendetoksifikasi hati. 

Artikel ini ditulis oleh:

Terkait Kasus Pembunuhan Sopir Taksi, Pengusaha Taksi: Ini Buatan Para Pesaing

Jakarta, Aktual.co — Terkait dengan kasus pembunuhan sopir taksi Express, Tony Zahar (53), di Jalan Rawa Bambu, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, akhirnya dikomentari oleh pengusaha Gamiya Taksi. 
“Jadi saya pikir ini sama dengan kejadian yang dulu-dulu, ini hanya buatan para pesaing,” jelas Mintarsih A. Latief selaku pengusaha taksi, kepada Aktual.co, Kamis (19/2)
Menurutnya, kemungkinan besar peristiwa naas tersebut terjadi tak lepas dari ulah oknum tertentu (pesaing), apalagi menurut penuturan saksi, barang-barang milik korban masih terdapat di dalam mobilnya. 
“Salah satu jalan keluar yang penting adalah jika tertangkap harus dihukum dan jangan ada kebal hukum, percuma, karena pasti hal seperti ini akan terjadi kembali,” tegasnya. 
Mintarsih menyarankan, bagi para pengemudi taksi harus menjaga keselamatannya dalam bekerja. Jika kejadian yang tak diinginkan terjadi, komunikasi paling penting untuk dilakukan. Salah satunya adalah menghidupkan lampu sein mobil sebagai tanda bahaya.
Untuk diketahui, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul, mengatakan pengemudi taksi Express, Tony Zahar (53), ditemukan tewas di dalam taksi putih yang dikemudikannya di Jalan Raya Rawa Bambu RT 13 RW 05, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (18/2). Tony ditemukan dalam posisi duduk terlungkup di jok kemudi.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Express Grup, Merry Anggraini membenarkan, bahwa Tony adalah pengemudi taksi Express dengan nomor pintu DC7177.

Artikel ini ditulis oleh:

Terkait Desakan Konsorsium Smelter, Dirut IMES: Itu Tindakan yang Sangat Terlambat!

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM mendesak pengusaha tambang pemegang Kontrak Karya (KK) penghasil tembaga untuk membuat konsorsium pembangunan pabrik pemurnian konsentrat (smelter). Hal itu guna mendorong perusahaan pemegang KK untuk dapat membangun Smelter secara bersama atau patungan.

Pemegang KK penghasil tembaga yang dimaksud adalah PT Freeport Indonesia, PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), PT Kalimantan Surya Kencana dan PT Gorontalo Mineral.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif IMES (Indonesia Mining Energy Studies) Erwin Usman mengatakan bahwa langkah yang diambil Pemerintah tersebut merupakan tindakan yang terlambat.

“Itu tindakan yang sangat terlambat!. Kementerian ESDM terlalu banyak mengulur-ulur waktu (buying time) mengikuti kehendak korporasi pemegang KK,” kata Erwin kepada Aktual.co, Jakarta, Kamis (19/2).

Padahal, lanjut dia, jika konsisten dengan perintah dalam UU Minerba Nomor 4 tahun 2009, semestinya upaya-upaya tersebut sudah dilakukan intensif sejak tahun 2010-2013. Sehingga di tahun 2014-2015 masuk dalam tahapan penegakan hukum.

“Merujuk pada UU No 4 tahun 2009 Pasal 170, berbunyi; Pemegang kontrak karya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169 yang sudah berproduksi wajib melakukan pemurnian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103 ayat (1) selambat-lambatnya 5 (lima) tahun sejak Undang-Undang ini diundangkan. Maka sepanjang perusahaan tambang baik pemegang KK, PKP2B, IUP maupun IUPR tidak melaksanakan proses pengolahan dan pemurnian di dalam negeri, Pemerintah wajib tegas, melarang izin ekspor biji mineral perusahaan tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, gagasan ditjen minerba KESDM untuk memberi keringanan pada ketiga perusahaan pemegang KK tersebut, merupakan komedi yang tidak lucu.

“Patut dipertanyakan motifnya,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ditjen Minerba memberi kelonggaran sekaligus mengarahkan kepada para pemegang KK untuk dapat membangun smelter secara bersama atau patungan.

Artikel ini ditulis oleh:

Penutupan Mukernas PPP Romahurmuziy

Wapres Jusuf Kalla (kedua kanan) melambaikan tangannya didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua kiri) dan Ketua Umum DPP PPP hasil Muktamar Surabaya, Romahurmuziy (tengah) ketika berjalan menuju acara penutupan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I PPP di Jakarta, Kamis (19/2). Romahurmuziy dalam pidato politiknya mengatakan PPP akan konsisten mengawal agenda Nawacita sebagaimana yang termaktub dalam visi-misi pemerintahan Jokowi-JK pada masa Pilpres 2014. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

Bagaimana Stres Bisa Pengaruhi Pencernaan? Ini Kajian dan Solusinya

Jakarta, Aktual.co — Dalam penelitian selama bertahun-tahun telah menemukan hubungan yang kompleks antara otak dengan sistem pencernaan, yang sangat sensitif terhadap suasana hati. Lambung dan usus benar-benar memiliki sel-sel saraf lebih dari seluruh sumsum tulang belakang, dan ada beberapa saraf yang berjalan dari otak ke sistem pencernaan. 
Bahkan, 95 persen serotonin tubuh, yaitu hormon yang mengatur suasana hati, ditemukan dalam sistem pencernaan bukan otak.
Pencernaan sebenarnya dikendalikan oleh sistem saraf enterik, yang terdiri dari jutaan saraf yang berkomunikasi dengan sistem saraf pusat. Ketika Anda stres, tubuh Anda terfokus terhadap seluruh jaringan tubuh agar tetap hidup dan mengabaikan pencernaan Anda. 
Stres mampu menutup aliran darah ke sistem pencernaan, mengganggu kontraksi organ pencernaan serta mengurangi sekresi enzim pencernaan.
Otak Anda mengeluarkan beberapa hormon yang bisa mendatangkan ‘malapetaka’ pada sistem pencernaan Anda. Sebagai contoh, tubuh Anda melepaskan hormon yang disebut corticotropin-releasing hormone (CRH), yang menekan nafsu makan. Itulah sebabnya mengapa beberapa orang tidak bisa makan ketika mereka sedang stres. 
Namun demikian, fungsi utama dari CRH adalah untuk menginstruksikan kelenjar adrenal Anda untuk mulai memproduksi adrenalin dan steroid, yang memberikan Anda kekuatan untuk melawan atau melarikan diri dari stres Anda. 
Pada beberapa orang, steroid ini dapat menyebabkan beberapa orang merasa terus lapar, menyebabkan mereka terus mengemil cokelat, keripik dan junk food lainnya ketika mereka sedang stres.
Efek stres pada pencernaan sebagai berikut: 1. Dapat menyebabkan kerongkongan Anda kering2. Stres bisa meningkatkan produksi asam dalam perut Anda, dan membuat perut Anda mulas.3. Stres dapat mematikan aktivitas pencernaan perut Anda serta membuat Anda mual.4. Stres bisa mempengaruhi usus Anda dan menyebabkan Anda mengalami sembelit atau diare.5. Stres bisa menyebabkan sistem pencernaan Anda meradang dan membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi.6. Dalam jangka panjang, stres dapat menyebabkan sindrom iritasi usus besar.7. Timbul bisul yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Peneliti percaya bahwa stres dapat membantu infeksi berkembang, dengan mempengaruhi keseimbangan asam dan cairan lainnya dalam sistem pencernaan.
Bagaimana mencegah stres yang bisa mengganggu pencernaan Anda? Ini solusinyaA. Aktivitas fisik. Olahraga adalah cara terbaik, tidak hanya mengurangi stres Anda, tetapi juga melancarkan pencernaan Anda.B. Yoga dan meditasi. Kegiatan ini akan membantu Anda relaksasi dan menghilangkan stres Anda, sehingga tidak mengganggu pencernaan Anda.C. Diet. Kami sarankan untuk berhenti makan junk food. Mengasup makanan yang sehat dan seimbang, meskipun Anda stres.D. Tekanan. Hindari stres, dengan berhenti atau mengurangi rokok, alkohol, kafein dan gula, demikian lapor laman Healthmeup, Kamis (19/2).

Artikel ini ditulis oleh:

Dekan IPB: 80 Persen Stok Perikanan Dunia Terancam Mati

Jakarta, Aktual.co — Moratorium yang dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastusi untuk menghentikan pemberian izin kapal penangkap ikan berukuran besar ke wilayah Indonesia dinilai membawa dampak yang positif oleh sejumlah pihak. Salah satunya Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB, Arif Satria.

Menurutnya,hal tersebut dapat mencegah illegal fishing yang saat menjadi perhatian di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia. Pasalnya, selain mengurangi stok perikanant, illegal fishing juga merusak biota laut lainnya.

“Sekarang sudah 80 persen stok perikanan dunia terancam mati. Kalau kerusakan sumberdaya ini terus meningkat, maka perikanan dunia akan kolaps pada tahun 2048,” ujar Arif saat dihubungi Aktual.co, Kamis (19/2).

Lebih lanjut dikatakan dia, saat ini modus illegal fishing sangat beragam. Mulai dari manipulsi dokumen, berbendera ganda, penggunaan anak buah kapal (ABK) asing, hingga tidak adanya surat izin penangkapan ikan (SIPI).

“Ini sudah pasti hasil tangkapan ikannya tidak dilaporkan, tapi langsung dibawa ke luar negeri,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam studi Agnew pada tahun 2009 mencatat kerugian dari praktik illegal fishing di 54 negara mencapai 26 juta ton dengan nilai tertinggi USD23,5 milyar setiap tahun.  Tak hanya itu, Daniel Pauly memprediksi kerugian illegal fishing mencapai usd25 milyar per tahun, lebih tinggi dibandingkan kerugian praktik perdagangan kayu ilegal yang hanya USD15 milyar per tahun.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain