9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 38881

Menag : Soal Stiker Ajakan Salat 3 Waktu, Itu Harus Diluruskan

Jakarta, Aktual.co — Menteri Agama, Lukman Hakim Saefuddin mengatakan persoalan penyebaran stiker ajakan salat tiga waktu harus diluruskan. Mantan Wakil Ketua MPR RI ini menegaskan kalau ormas keagamaan perlu turun tangan menyikapi persoalan ini.
“Ini harus menjadi prinsip semua paham agama. Dalam Islam itu wajib lima waktu. Jadi adanya paham itu tiga waktu ya mesti diluruskan,” ucap Lukman kepada wartawan di sela-sela acara Mukernas PPP di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (19/2).
Lebih lanjut, ia menegaskan jika pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan Ormas keagamaan dan pesantren terkait di Jombang, Jawa Timur. Hal ini menurutnya harus diklarifikasi.
“Ini suatu tugas ormas keagamaan menjelaskan kepada umat Islam soal esensi ajaran agama itu. Kita sudah ada komunikasi terus dengan mereka,” pungkasnya.
Sebelumnya sempat diberitakan, beredar kasus penyebaran stiker ajakan salat tiga waktu oleh sejumlah santri Pondok Pesantren Urwatul Wutsqo (PPUW). Penyebaran stiker itu pun mendapat kecaman dari sejumlah kalangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Musisi dan Seniman Wanita Ini akan Gelar Pertunjukan Musik Svara Semesta

Jakarta, Aktual.co — Musisi dan seniman Ayu Laksmi akan menggelar pertunjukan “Live Theatrical Music Performance Ayu Laksmi-Svara Semesta: Love@1Point” sekaligus meluncurkan album barunya Svara Semesta 2 pada 21 Februari 2015 di Gedung Kesenian Jakarta.
Awan, penyelenggara konser tersebut dari Titik Communications, di Jakarta, Kamis (19/2), menyebutkan pertunjukkan tersebut sekaligus meluncurkan album Ayu Laksmi yang kedua dengan tajuk Svara Semesta 2 setelah sebelumnya pada 2010 memiliki album Svara Semesta.
“Selain musik bergenre ‘world music’, unsur sastra akan sedemikian kental dalam pertunjukkan,” katanya.
Ditambahkan, Love@1Point menghadirkan sebuah buku sebagai konsep pertunjukkan sehingga menekankan pada sebuah pembacaan yang luas.
Ia menyataan konsep konser itu tidak sekadar bermusik, pertunjukan akan saling berkolaborasi dengan berbagai unsur seni lainnya untuk membawa penonton masuk ke dalam dimensi yang diciptakan.
“Konser ini juga membawa kekhasan dengan menampilkan dramatis dengan kehadiran bunga, elemen asap harum, dan menciptakan aura meditatif,” katanya.
Dengan tembang-tembangnya berbau Bali itu sekaligus membayar kerinduan dari penggemarnya setelah sebelumnya terpuaskan dengan album pertamanya Svara Semesta pada 2010.
“Saya suka bahasa yang unik di telinga, tapi tentunya saya harus cari penerjemahnya,” katanya yang juga mantan Lady Rocker itu.
Hingga tidak heran dalam albumnya itu, tersuguhkan tujuh bahasa akan menghibur pendengarnya bercampur harmoni alam yang membawa kita ke negeri antah berantah. Tujuh bahasa itu, Indonesia, Inggris, Bali, Minang, Latin, dan Jawa Kuno.
Pada album keduanya itu, judulnya antara lain, Btari Nini yang mengingatkan pada budaya nusantara yang memiliki tradisi pemujaan kepada Dewi Sri.
Judul Daima, sebuah syair yang mengisyaratkan kerinduan pada kekuatan ibu dari ranah Minang. Bahkan musisi Sawung Jabo juga menitipkan satu lagu berjudul Gumam Batin yang mengisahkan pengembaraan hidup yang dinamis.
Sebagian besar album kedua ini, berkisah tentang pengagungan terhadap sosok yang tampak dan tak tampak, katanya yang juga alumnus Fakultas Hukum Universitas Udayana.

Artikel ini ditulis oleh:

Putus Kerja Sepihak, CV Putri Ayu Gugat Quiksilver Indonesia

Jakarta, Aktual.co — CV Putri Ayu melalui kuasa hukumnya, Wayan Purwita menggugat pihak quiksilver Indonesia sebesar Rp 11,8 miliar karena memutus kerjasama lisensi toko secara sepihak.
“Gugatan ini kami layangkan karena quiksilver memutus secara sepihak kerjasama lisensi yang seharusnya berlaku hingga 1 November 2018,” ujar Wayan Purwita, Selaku Kuasa hukum CV Putri Ayu, di Denpasar, Kamis (19/2).
Quiksilver adalah usaha bisnis dari Amerika Serikat (AS) yang bergerak dibidang penjualan pakaian, sepatu, asesoris untuk kebutuhan olahraga selancar air.
Dia menuturkan awal pemberhentian kerjasama oleh quiksilver Indonesia terhadap CV Putri Ayu berawal dari memutus kerjasama dengan dua orang warga negara Australia yang bekerja di CV Putri Ayu itu.
Kedua orang warga negara Australia itu yakni Turner Leigh Michael dan Johanes Richard Forrester yang tidak ada kaitan hukumnya dengan quiksilver Indonesia.
Namun, dalam surat pemutusan kerjasama yang ditandatangani, Paul Hutson CEO quiksilver Indonesia meminta pihak penggugat agar kedua warga negara autralia itu dipulihkan.
“Kedua negara Autralia tersebut sebagai pembantu permodalan dalam CV Putri Ayu dalam menjalin hubungan kerjasama selama lima Tahun sejak 11 Juli 2008 hingga 11 Juli 2013.”
Oleh karena masa kerjasama berakhir, pihak penggugat memberhentikan kerjasama dengan dua warga negara Australia itu. Padahal, sambung dia kerjasama dengan dua orang warga negara autralia itu sudah berakhir pada 11 Juli 2013 sehingga berbuntut pada penyegelan toko milik penggugat di Seminya Squer oleh kelompok orang yang tidak dikenal oleh suruhan tergugat.
“Padahal CV Putri Ayu sudah mengkonfirmasi pemberitahuan pembaruan kembali kepada pihak quiksilver Indonesia pada 3 Desember 2014,” ujarnya.
Karena sudah dirugikan secara materil dan immateriil, CV Putri Ayu menggugat pihak quiksilver Indonesia sebesar Rp11,8 miliar dan kepada kedua warga negara Australia Rp3,7 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kemenkes Belum Temukan Kelalaian RS Siloam Terkait Meninggalnya Dua Pasien

Jakarta, Aktual.co — Dua pasien Rumah Sakit (RS) Siloam Karawaci, Tangerang meregang nyawa setelah diberi obat anestesi Buvanest Spinal yang isinya tertukar dengan asam traneksamat atau obat golongan antifibrinolitik yang bekerja mengurangi pendarahan.
Untuk mengetahui terjadi kelalaian yang menyebabkan dua orang meninggal dunia itu, pihak Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turut melakukan investigasi atas kasus meninggalnya dua pasien Rumah Sakit (RS) Siloam Karawaci, Tangerang. 
Dari hasil pemeriksaan sementara, sejauh ini, pihak BUK belum menemukan kesalahan prosedur dari pihak RS Siloam maupun dokter yang menangani pasien tersebut.
“Sekarang ini, secara garis besar dari SOP (Standard Operating Procedure) yang ada, kita belum temukan kelalaian kepada kedua pasien,” ujar Dirjen BUK Kemenkes Akmal Taher di Gedung Kemenkes, Jakarta, Kamis (19/2).
Dia mengatakan, pengecekan dilakukan mulai dari izin rumah sakit, dokter spesialis anestesi, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, serta dokter urologi. 
Menurut Akmal, RS Siloam memiliki SOP untuk menangani setiap pasien dan tidak ada yang dilanggar. Termasuk SOP terhadap penyimpanan obat di RS Siloam.
“Sampai saat ini kita belum menemukan pelanggaran SOP. Misalnya, untuk penyimpanan obat pada suhu tertentu kita sudah periksa ternyata betul. Pemberian dosis obat kepada pasien juga diketahui telah sesuai prosedur.”
Namun, menurut Akmal hasil investigasi ini belum 100 persen selesai. Kemenkes masih akan terus melakukan penyelidikan lebih rinci. “Kita akan melakukan recheck (cek ulang) sampai yakin betul semua memenuhi kaidah audit yang kita standarkan,” terang Akmal.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Benarkah Hujan Saat Imlek Pertanda Berkah?

Jakarta, Aktual.co — Di Indonesia, perayaan Tahun Baru China alias Imlek selalu diidentikkan dengan hujan bahkan angin kencang. Banyak mitos dan kepercayaan yang beredar di masyarakat terkait perayaan ini, beberapa kalangan menganggap bahwa hujan merupakan salah satu berkah hari raya Imlek.

Namun, benarkah fenomena hujan saat imlek merupakan pertanda keberkahan?

Di tempat asalnya sendiri, China, Imlek merupakan acara sakral bagi mereka yang menganut ajaran Tri Dharma. Pada hari besar ini, para umat agama tersebut merayakan syukur atas datangnya musim semi yang penuh harapan untuk menggantikan musim dingin.

Ketika para penganut ajaran ini menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, upacara Imlek pun tidak lupa ikut dirayakan. Namun, karena perbedaan wilayah geografis, musim yang dialami pun berbeda.

Di Indonesia sendiri misalnya, setiap Hari Raya Imlek dilaksanakan, selalu bertepatan dengan musim hujan. Sehingga, tidak mengherankan jika Imlek di Indonesia sering diwarnai dengan munculnya angin dan hujan besar-besaran.

Menurut pantauan BMKG sendiri, bada bulan Februari yang bertepatan dengan Hari Raya Imlek ini hujan masih mungkin akan terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Tercatat seluruh daerah mulai dari Sabang hingga Merauke berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga berat.

Jadi, tidaklah mengherankan apabila ketika Imlek dirayakan pada tanggal 19 Februari ini terjadi fenomena alam tersebut. Hal ini juga tidak ada hubungannya dengan cerita-cerita mistis yang beredar tentang hujan dan angin ribut yang terjadi setiap kali Imlek.

Pun menurut Ko Eng, Wakil Ketua Yayasan Amurva Bhumi di Vihara Amurva Bhumi, Kuningan, Jakarta Selatan, hujan saat imlek semata-mata hanya karena faktor cuaca yang memang sedang masuk dalam musim hujan.

“Berkah imlek tidak ada hubungannya dengan hujan, ya kalau harinya pas jatuh musin hujan, ya hujan saja,” ujarnya kepada wartawan, (19/2).

Imlek merupakan hari besar bagi mereka yang beragama Buddha Mahayana, Khong Hu Cu, dan Tao. Dalam acara keagamaan ini, para umat tersebut mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas datangnya berkah musim semi yang terjadi di belahan bumi utara, hal ini kemudian diwujudkan juga dengan lahirnya tahun baru bagi penganut agama tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Minta Batalkan Eksekusi Mati, PM Australia Ingatkan Indonesia Soal Hutang Tsunami

Jakarta, Aktual.co — Upaya pemerintah Australia agar Indonesia tidak mengeksekusi mati dua terpidana narkoba asal ‘Negeri Kangguru’ tersebut kian gencar. Terbaru, Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengingatkan Presiden Joko Widodo soal jasa Australia ketika bencana Tsunami melanda Indonesia pada 2006.
“Saya akan mengatakan kepada orang-orang Indonesia dan Pemerintah Indonesia, Kami di Australia selalu ada untuk membantu Anda, dan kami berharap bahwa Anda mungkin membalas,” ujar Tony, sebagaimana dikutip dari Reuters, belum lama ini. 
Tony menuturkan, ketika peristiwa bencana alam yang meluluhlantahkan Aceh tersebut, Australia menggelontorkan AUD 1 miliar.
“Saya tidak ingin merugikan hubungan terbaik dengan seorang teman yang sangat penting dan tetangga. Tapi saya harus mengatakan bahwa kita tidak bisa mengabaikan hal semacam ini,” tegas dia.
Abbot dan Sekjen PBB, Jenderal Ban Ki-Moon sebelumnya, telah meminta kepada Indonesia untuk tidak mengeksekusi para tahanan untuk kejahatan narkoba, juga di antara mereka terdapat warga Brazil, Perancis, Ghana, Indonesia, Nigeria dan Filipina.
Namun demikian, seperti diketahui Presiden Joko Widodo telah menolak memberikan grasi terhadap para terpidana mati tersebut.
Australia dan Indonesia sendiri, memiliki sejarah panjang ketegangan diplomatik, yang secara berkala rumit kerjasama mengenai isu-isu regional, termasuk penyelundupan manusia dan penyadapan.
Indonesia memanggil pulang Dubes-nya dan membeku kerjasama militer dan intelijen pada 2013 setelah laporan bahwa Canberra telah memata-matai para pejabat Indonesia, termasuk istri mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Kerjasama diplomatik penuh dipulihkan Mei lalu, namun Menteri Luar Negeri Julie Bishop bulan lalu menolak untuk mengesampingkan menarik Duta Australia dari Jakarta jika eksekusi mati tetap dilakukan. (Laporan: Nebby Mahbirahman). 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain