3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38897

Tim Sembilan Jalin Pertemuan dengan Pimpinan KPK

Jakarta, Aktual.co — Tim Konsultatif Independen alias Tim Sembilan yang dibentuk oleh Presiden Joko Widodo terkait dengan konflik KPK-Polri, menemui pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi.
“Kita diundang mau rapat dengan Tim 9, (tadi) dengan Kapolri sudah, sekarang dengan KPK,” kata angota Tim Sembilan Jimly Asshidiqie di gedung KPK Jakarta, Selasa (3/2).
Selain Jimly, sudah datang juga anggota tim Sembilan lain yaitu Hikmahanto Juwana dan Bambang Widodo Umar.
“Tim Sembilan dalam rangka memberi masukan,” tambah Jimly.
Tim Sembilan dibentuk pada 25 Januari 2015 pascapenangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh Bareskrim Polri pada 23 Januari 2015.
Anggota tim Sembilan adalah mantan KPK Erry Riyana Hardjapamekas dan Tumpak Hatorangan Panggabean, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshidiqie, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana, mantan Wakil Kapolri Komisaris Jenderal (Purn) Oegroseno dan pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar, mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif, mantan Kapolri Jenderal (Purn) Sutanto serta sosiolog UI Imam Prasodjo.
Bambang Widjojanto menjadi tersangka dugaan menyuruh saksi memberikan keterangan palsu dalam sengketa Pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi pada 2010.
Bambang sempat ditahan oleh Bareskrim Polri sejak ditangkap pada Jumat (23/1) pagi hingga dilepaskan pada Sabtu (24/1) dini hari, setelah didesak oleh koalisi masyarakat sipil dan pemberian jaminan oleh dua komioner KPK Zulkarnain dan Adnan Pandu Praja.
Sugianto membuat pelaporan karena menilai ada saksi yang memberikan keterangan palsu di MK yaitu Ratna Mutiara sudah diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan dakwaan memberikan keterangan palsu di MK dan pada 16 Maret 2011 sudah divonis 5 bulan penjara.
Masa 5 bulan itu menurut Ratna adalah masa selama ia menjalani proses persidangan pada Oktober 2010 hingga Maret 2011.
Menurut Sugianto, pelaporan tersebut juga tidak ada kaitannya dengan kasus Komjen Pol Budi Gunawan yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan penerimaan suap terkait transaksi-transaksi mencurigakan di KPK.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Mensos: 4,2 Juta Pengguna Narkoba dan Rehabilitasi Tidak Sebanding

Jakarta, Aktual.co — Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan yang terjadi di Indonesia saat ini telah mencapai yang sangat memprihatinkan. Dari catatan yang dimiliki oleh Kementerian Sosial sekitar 4,2 juta orang masuk dalam kategori penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan.
Demikian disampaikan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi Panti Bekas Napza, Griya Anti Narkoba, di Jalan Mandor Hasan 48, Cipayung Jakarta Timur, Selasa (3/2). “Korban tewas 40 – 50 orang dalam sehari karena narkotika dan 60 persen pengguna ganja dan sabu-sabu sangat berpotensi mengalami gangguan psikotik,” katanya.  Dikatakan Khofifah bahwa sebesar Rp50 triliun dalam setahun digunakan oleh para pecandu untuk membelanjakan barang haram tersebut. Bahkan kata Khofifah dari jumlah pencandu dan perputaran uang yang fantastik itu, ternyata tidak sebanding dengan upaya rehabilitasi. Khofifah menambahkan bahwa pemerintah telah merehabilitasi 100 ribu pengguna pertahun. Lanjut Khofifah untuk menuntaskan masalah narkoba, pemerintah membutuhkan waktu 42 tahun dan itu pun kalau tidak bertambah para pengguna baru. “Masalah narkoba sudah sangat serius karena mengakibatkan penurunan produktivitas. Maka dibutuhkan langkah-langkah serius, strategis dan kongkret untuk menggenjot upaya rehabilitasi, ” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Samad dan Anas Dimata “Publik” Yang Culas

Jakarta, Aktual.co — “Samad dan Anas dimata ‘publik’ yang culas” begitulah komentar Juru Bicara Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Ma’mun Murod Albarbasy, menanggapi soal pertemuan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad dengan petinggi PDIP.
“Saya menyakini Hasto (Sekjen PDIP, Hasto Kristianto), benar bahwa pertemuan Samad dan beberapa petinggi PDIP terjadi,” ujar Ma’mun Murod, melalui pesan singkat, Selasa (3/2).
Menurut dia, ada persamaan sekaligus perbedaan mencolok antara Ketua KPK, Abraham Samad dengan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.
Persamaan yakni, jika Anas dianggap salah oleh KPK dan ‘publik’ karena ingin menjadi Presiden, sementara seolah publik melegalkan perbuataan Abraham Samad, sebagaimana diutarakan Hasto yang ngebet jadi Wapres.
“Ketika Samad diyakini punya niat ingin jadi Wapres, “publik” secara berjamaah bilang: ‘sebagai warga negara, apanya yang salah kalau Samad ingin jadi Capres,” kata dia.
“Ketika Anas didakwa oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum) sebagai ‘ingin jada Presiden’, sebagian ‘publik’ diam membisu seakan mengamini JPU,” kata dia.
Bahkan menurut dia, sebagian lainnya komentar sinis, bahwa Anas terlalu cepat n ambisius ingin jadi Presiden. Namun lagi-lagi, ‘publik’ seolah bersikap berbeda dengan Abraham Samad.
“Ini rasanya komen ‘publik’ yang culas, tak jujur. Komen yang aneh. Mestinya komen ‘Apanya yang salah’ disematkan ke Anas bukan ke Samad,” kata dia,
Semestinya, menurut dia wajarlah Anas ingin menjadi seorang Presiden. Sebab sebagai Ketum partai tak ada yang dilanggar baik secara konstitusional maupun moral politik.
“Justru harus dipandang aneh dan amoral ketika seorang Ketua KPK ingin jadi Wapres,” kata dia. Ia menambahkan, apakah pantas sebagi Ketua KPK yang dalam jalankan tugas harus betul-betul kedepankan integritas moral, lalu ingin menjadi Wapres. Jika begitu, sambungnya, di mana integritas moralnya serta di mana moralitas politiknya?.
“Itu (perlakuakan Samad) ibarat orang laki-laki solat hanya memakai celana yang panjangnya dari pusar hingga di bawah lutut tanpa pakai baju. Secara fiqh tentu solatnya sah, karena aurat laki-laki memang antara pusar dan di bawah lutut. Tapi pertanyaannya, opo yo patut solat mau menghadap Tuhan kok auratnya begitu minimalis?,” kata dia.
Seperti diketahui, Abraham Samad sebagaimana diutarakan Hasto ngotot ingin menjadi Calon wakil Presiden Joko Widodo pada pilpres kemarin. Bahkan Samad, dikatakan Hasto sempat menjanjikan untuk mengamankan sejumlah kasus yang melibatkan para petinggi PDIP di KPK. Belakangan, Abraham Samad membantah tudingan itu.
Pihak KPK dan beberapa kalangan aktivis sempat melegalkan perbuatan Samad tersebut. Menurut mereka, sah jika Samad ingin menjadi Cawapres.
Sementara diketahui, Anas dianggap KPK melakukan korupsi dalam proyek hambalang. Anas diduga melakukan itu, lantaran ingin menjadi Presiden.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

DKI Bertemu Menpan Bahas Soal Gaji PNS

Jakarta, Aktual.co — Gubernur DKI Jakarta mengatakan akan melakukan pertemuan dengan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddi Chrisnandi untuk membahas sistem gaji pegawai negeri sipil.

“Hari ini saya memang akan bertemu Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) untuk membahas soal sistem gaji seluruh PNS,” kata Basuki di Jakarta, Selasa (3/2).

Basuki mengatakan pertemuannya kali ini adalah tindak lanjut dari model penaikan gaji PNS yang diusulkan Presiden Joko Widodo dan diungkapkan padanya serta Menpan-RB.

“Kali ini pertemuan membicarakan sistem pelaksanaan atas ide Presiden bahwa satu provinsi jadi contoh untuk lainnya yang diungkapkan beberapa waktu lalu pada saya dan Menpan-RB,” katanya.

Basuki menjelaskan dalam model yang diutarakan Presiden itu setiap provinsi harus menghitung penaikan gaji PNS berdasarkan luas wilayah yang dimiliki dan pendapatan daerah masing-masing.

“Dalam model tersebut sistem penetapan kenaikan gajinya harus didasarkan pada pendapatan daerah dan luas wilayahnya,” ujarnya.

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan ide mengukur kinerja PNS berdasarkan poin tercetus dari Presiden Joko Widodo. Tujuannya, untuk mendorong PNS semakin giat bekerja.

Untuk tahap awal, Ibu Kota yang lebih dulu akan menerapkan sistem itu. Bila berhasil, penerapan sistem kinerja PNS berbasis poin akan diperluas ke daerah lain.

“Presiden kan bilang mau model. Kita sepakat lakukan reformasi birokrasi dengan Presiden, Menpan dan saya waktu itu duduk kita udah ngomong. Bahwa inikan kelanjutan dari idenya Pak Presiden. Kita pengen satu provinsi jadi model dulu,” ujar Basuki.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Sektor Industri Bisa Atasi Pengangguran, Tapi Pemerintah …

Jakarta, Aktual.co — Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Sofjan Wanandi mengatakan bahwa masalah pengangguran di Indonesia dapat diatasi selain dengan pertanian, juga dapat diatasi dengan peningkatan produktivitas di bidang industri. Namun, menurutnya selama ini sektor industri kurang mendapat perhatian pemerintah.

“Hulu sektor industri kita sama sekali tidak banyak, sebagian besar impor, kertas kita juga impor, sebagian besar masih impor,” ujar Sofjan dalam Dialog Investasi Nasional di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Selasa (3/2).

Lebih lanjut dikatakan dia, selama sepuluh tahun terakhir sektor industri Indonesia terus menurun, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

“Kita sekarang kalah sama China dan Vietnam, dulu sektor industri kita sangat maju,” jelasnya.

Salah salah satu alasan sektor industri Indonesia terus menurun, kata dia, adalah kebijakan pemerintah yang kurang mendukung hal tersebut.

“Jangan buat kebijakan larang impor, karena market ngga bisa dilarang-larang impor, yang bisa menurunkan itu hanya supply dan demand, bukan kebijakan-kebijakan itu,” kata dia.

Sofjan juga mengatakan, pemerintah seharusnya bisa membuat kebijakan untuk memperlancar kegiatan ekonomi di sektor industri, bukan sebaliknya. “Ekonomi ngga bisa diatur-atur, jangan bikin kebijakan  yang justru memperlambat,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Albania Selatan Dilanda Banjir Besar

Jakarta, Aktual.co — Banjir bandang yang disebabkan oleh hujan lebat menerjang Albania Selatan, menyebabkan banyak keluarga diungsikan, kata media Albania, Daily News, Senin (2/2). Lebih dari 140 keluarga di Fier telah diungsikan, sementara di Vlore lebih dari 110 keluarga telah dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Dua helikopter militer dan angkatan bersenjata dikerahkan untuk membantu upaya pertolongan. Perdana Menteri Albania Edi Rama pun mengunjungi daerah yang direndam banjir di Novosela dan Fier.

Ia mengatakan pemerintah akan menangani masalah tersebut dengan tekad kuat sehingga kerugian besar, terutama yang diderita petani yang modal mereka telah rusak, bisa diganti, demikian laporan Xinhua. Banjir yang dipicu oleh hujan lebat juga telah merendam lebih dari 3.000 hektare lahan pertanian di Albania dan mengakibatkan kerugian besar pada hewan ternak, demikian laporan media setempat pada Senin. Situasi makin parah saat negara itu diguyur hujan paling lebat dalam sejarah, kata Menteri Pertanian Albania Edmond Panariti, yang dikutip oleh Albanian Telegraphic Agency.

Banyak lahan subur, terutama di Wilayah Fier dan Vlora di bagian selatan Albania direndam air setelah tanggul Sungai Vjosa jebol. Banjir parah telah memaksa Pemerintah Albania menerapkan rencana pendukung bagi pengungsian warga dan ternak. Stasiun pompa juga bekerja dengan kapasitas penuh untuk mengeluarkan air dari selokan utama dan pendukung, kata laporan media setempat.

Berita Lain