2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38902

Pakar: Konflik KPK-Polri Timbulkan Lesunya Ekonomi

Malang, Aktual.co — Konflik dua institusi penegak hukum KPK dan Polri oleh Pakar Ekonomi Universitas Brawijaya (UB) Malang, Ahmad Erani Yustika dinilai bisa mempengaruhi perekonomian Indonesia. Hal itu akan terjadi jika Presiden tidak segera mengambil langkah tegas terkait penyelesaian konflik tersebut.
“Jika Presiden tidak segera mengambil langkah tegas, maka akan menimbulkan ketidakpercayaan oleh masyarakat pada pemerintah. Hal ini bisa membuat perekonomian akan memburuk,” ujar Erani, Selasa (3/2) di Malang, Jawa Timur
Menurutnya, dalam menjalankan aktivitasnya, yang dibutuhkan oleh pelaku ekonomi adalah kepastian  politik dan hukum. “Begitu ada persoalan politik ataupun hukum, maka akan menimbulkan ketidakpastian,” tuturnya.
Perekonomian, kata dia, memiliki keterkaitan dengan politik dan hukum. Misalnya, pengurusan proses perizinan usaha juga membutuhkan administrasi yang berkaitan dengan politik.
“Sejauh ini efeknya memang belum terasa, tetapi kita tinggal menunggu langkah Presiden Jokowi untuk menjaga agar perekonomian tetap stabil,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Dilandasi Prinsip Syariah, Ini Marketing Pemasaran Sukses dalam Islam (2)

Jakarta, Aktual.co — Marketing menurut Islam memiliki nilai dan karakteristik yang menarik. Pemasaran syariah meyakini, perbuatan seseorang akan dimintai pertanggungjawabannya kelak. Selain itu, marketing syariah mengutamakan nilai-nilai akhlak dan etika moral dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu,  marketing syariah menjadi penting bagi para tenaga pemasaran untuk melakukan penetrasi pasar.

Marketer syariah harus menghindari hal-hal sebagai berikut:
1. Tidak adil dalam penentuan tarif dan uang pertanggungan;
2. Melakukan transaksi terhadap produk yang mengandung unsur  maisar, gharar, dan  riba maisar; transaksi tadlis.
3. Khianat atau tidak menepati janji;
4. Menimbun barang untuk menaikkan harga;
5. Menjual barang hasil curian dan korupsi;
6. Sering melakukan sumpah palsu atau sering berdusta;
7. Melakukan penekanan dan pemaksaan terhadap pelanggan;
8. Mempermainkan harga
9. Mematikan pedagang kecil;
10. Melakukan monopoli’s rent seeking atau ikhtikar;
11. Melakukan suap atau sogok untuk melancarkan kegiatan bisnis (riswah); dan
12. Melakukan tindakan korupsi ataupun money laundry.

Ada beberapa adab yang harus dijunjung pedagang Muslim dalam menjalankan aktivitas jual-beli, berdasarkan hadist-hadist Rasulullah SAW, sebagai berikut:
1. Tidak menjual sesuatu yang haram. Umat Islam dilarang menjual sesuatu yang haram seperti minuman keras dan memabukkan, narkotika dan barang-barang yang diharamkan Allah SWT.  “Hasil penjualan barang-barang itu hukumnya haram dan kotor,”
2. Tidak melakukan sistem perdagangan terlarang. Contohnya menjual yang tidak dimiliki. Rasulullah SAW bersabda,  “Jangan kamu menjual sesuatu yang tidak engkau miliki.”
(HR Ahmad, Abu Daud, an-Nasa’i). Selain itu Islam juga melarang umatnya menjual buah-buahan yang belum jelas hasilnya serta sistem perdagangan terlarang lainnya.
3. Tidak terlalu banyak mengambil untung.
4. Tidak membiasakan bersumpah ketika berdagang. Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah SAW.  “Janganlah kalian banyak bersumpah ketika berdagang, sebab cara seperti itu melariskan dagangan lalu menghilangkan keberkahannya.” (HR Muslim)
5. Tidak berbohong ketika berdagang. Salah satu perbuatan berbohong adalah menjual barang yang cacat namun tidak diberitahukan kepada pembelinya.
6. Penjual harus melebihkan timbangan. Seorang pedagang sangat dilarang mengurangi timbangan.
7. Pemaaf, mempermudah dan lemah lembut dalam berjual beli.
8. Tidak boleh memakan dan memonopoli barang dagangan tertentu. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidaklah seorang menimbun barang melainkan pelaku maksiat.” (HR Muslim).

Artikel ini ditulis oleh:

AS Belum Putuskan Bantuan Militer untuk Ukraina

Jakarta, Aktual.co — Amerika belum membuat keputusan apakah akan memberi bantuan militer kepada Ukraina dalam perang melawan kelompok separatis pro-Rusia, demikian ujar Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika hari Senin (2/2), setelah sebuah surat kabar melaporkan bahwa bantuan itu sedang dipertimbangkan.

Dalam penjelasan singkat harian di Departemen Luar Negeri Amerika, Juru Bicara Jen Psaki mengatakan kepada wartawan belum ada pilihan yang “dipertimbangkan atau tidak” dan hingga kini “masih berlangsung pembahasan”, tetapi Pemerintah Amerika belum mengambil keputusan.” Surat kabar The New York Times hari Minggu melaporkan, meskipun Presiden Barack Obama belum memutuskan tentang penyediaan bantuan senjata kepada pasukan keamanan Ukraina, pemerintahnya sedang “mengkaji” permintaan bantuan militer itu.

Surat kabar itu mengutip pejabat-pejabat Amerika yang tidak disebut namanya, yang mengatakan Menteri Luar Negeri John Kerry, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Martin Dempsey, dan Penasihat Keamanan Nasional Presiden Susan Rice terbuka untuk melakukan pembahasan baru tentang pemberian bantuan tersebut kepada pasukan Ukraina. Ditambahkan dalam laporan itu bahwa sebuah laporan independen yang dikeluarkan hari Senin oleh delapan mantan pejabat senior Amerika dan mendesak pemerintah untuk mengirim peralatan dan senjata pertahanan bernilai 3 miliar dollar ke Ukraina telah memicu perdebatan lebih jauh di Washington.

Pertempuran terus berkecamuk di Donetsk dan Luhansk, dua daerah yang diklaim oleh kelompok separatis pro-Rusia sebagai wilayah mereka, khususnya di sekitar kota Debaltseve yang dikuasai Ukraina, sejak perundingan damai di Belarus antara Pemerintah Ukraina dan kelompok separatis gagal hari Sabtu lalu. Dalam briefing hari Senin itu, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Jen Psaki mengatakan, Amerika sangat prihatin tentang “memuncaknya aksi kekerasan baru-baru ini” dan upaya para pemberontak untuk memperluas wilayah yang mereka kuasai di luar batas gencatan senjata yang telah disepakati dalam perundingan di Minsk–Belarus bulan September lalu.

Jen Psaki juga menyatakan keprihatinan atas “bertambahnya jumlah korban tewas dari pihak militer dan sipil”. Senin pagi, pemimpin separatis pro-Rusia di Ukraina Timur mengumumkan “mobilisasi umum” guna memperkuat pasukan bersenjata kelompok itu hingga mencapai 100.000 orang.

AS Melarang Pejabat Venezuela Masuk

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Amerika Serikat memberlakukan larangan visa bagi sejumlah pejabat Venezuela yang terlibat dalam kasus korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia, pada Senin (2/2). Larangan ini diperkirakan akan membuat hubungan Washington dan Caracas memburuk.

Larangan tersebut diperkuat oleh undang-undang yang ditandatangi Presiden AS, Barack Obama pada Desember lalu, terkait sanksi visa terhadap sejumlah pejabat Venezuela. Langkah tersebut juga telah disetujui oleh Kongres. “Kami mengirimkan pesan yang jelas bahwa pelanggar hak asasi manusia, mereka yang mendapatkan keuntungan dari korupsi dan segenap keluarga mereka tidak diterima di Amerika Serikat,” bunyi pernyataan resmi dari Departemen Luar Negeri AS, dikutip dari Reuters, Senin (2/2).

Departemen Luar Negeri AS menyatakan tidak akan mengidentifikasi sejumlah pejabat Venezuela karena peraturan kerahasiaan visa AS. Beberapa diplomat AS menyatakan bahwa pelarangan tersebut akan diberlakukan terutama pada pejabat keamanan Venezuela yang terkait dengan aksi protes tahun lalu yang menewaskan 43 orang tewas, termasuk demonstran, para pendukung pemerintah dan pejabat keamanan.

Kelompok HAM mengklaim bahwa pasukan keamanan Venezuela menggunakan kekerasan berlebihan untuk meredam demonstrasi tersebut. Sementara, para pejabat keamanan bersikeras bahwa mereka menahan diri dalam menghadapi demonstran yang melemparkan batu dan bom bensin.

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, mengecam sanksi tersebut dan menuduh AS munafik. “Hak asasi manusia apa yang mereka bicarakan?,” kata Maduro dalam pidatonya, Senin (2/2) malam, dikutip dari Reuters. “Mereka membunuh pemuda kulit hitam di jalan-jalan, menganiaya dan memiliki kamp konsentrasi anak-anak Amerika Tengah. Di Guantanamo, mereka menahan puluhan warga dunia tanpa memberikan proses hukum. AS melakukan penyiksaan dan isolasi,” kata Maduro melanjutkan.

Pemerintah sosialis Venezuela telah lama menuduh Washington berusaha mengacaukan pemerintahan untuk menguasai minyak di negara yang menjadi anggota OPEC ini. Hubungan kedua negara memburuk setelah mantan Presiden AS George W. Bush memuji kudeta yang gagal terhadap mantan presiden Venezuela, Hugo Chavez, pada tahun 2002 lalu. Meskipun ketegangan diplomatik semakin memburuk, Venezuela tetap menjadi salah satu pemasok minyak terbesar ke AS.

Baru-baru ini, Maduro menuduh Wakil Presiden AS, Joe Biden, merencanakan kudeta terhadap dirinya. Menampik tuduhan tersebut, juru bicara Departemen Luar Negeri, Jen Psaki, menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan dibuat-buat. Pada Senin (2/2), Maduro menyatakan bahwa Biden mengatakan kepada para pemimpin negara-negara Karibia bahwa masa pemerintahan Venezuela tinggal menghitung hari dan bersiap diri untuk melihat akhir dari Petrocaribe.

Petrocaribe adalah persekutuan negara-negara Karibia penghasil minyak yang dibentuk oleh Chavez. Petrocaribe memungkinkan negara-negara di Karibia dan Amerika Tengah untuk membiayai pembelian minyak dan bahan bakar dengan harga yang menguntungkan. Maduro menegaskan bahwa Petrocaribe akan tetap bertahan, meskipun volume minyak kian turun pada 2013 ke level terendah selama lima tahun terakhir.

Polres Ternate Cokok Dua Komplotan Copet Nasabah

Jakarta, Aktual.co — Polres Ternate berhasil menciduk dua komplotan spesialis pencopet nasabah bank, HW, 46 tahun dan SL, 39 tahun, di Ternate setelah diintai selama tiga bulan.
Kabag OPS Polres Ternate Kompol Samsul Alam mengatakan aparat Polres Ternate mengamankan HW dan SL di kawasan jalan Achmad Yani, usai melakukan aksi pencopetan terhadap salah seorang nasabah bank di Ternate.
Dalam penangkapan itu, Polres Ternate menghadiahi keduanya dengan timah panah menerjang kaki kedua pelaku itu. Kedua pelaku itu didor karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap.
Samsul Alam mengatakan, dari HW dan SL, aparat Polres Ternate berhasil mengamankan uang tunai sebesar Rp6 juta, yang diduga hasil kejahatan, buku tabungan dan kartu ATM sejumlah bank, kunci T dan sepeda motor yang digunakan beraksi.
Aparat Polres Ternate telah mengintai HS dan SL sejak tiga bulan setelah Polres Ternate menerima laporan sedikitnya sembilan kasus pencopetan yang dilakukan bersangkutan terhadap nasabah bank di Ternate.
“Mereka itu dipastikan bukan warga Ternate, karena HW beralamat di Abepura, Jayapura, sedangkan SL beralamat di Bitung, Sulawesi Utara, jadi mereka di Ternate hanya untuk melakukan aksi dan kemungkinan telah pula melakukan aksi serupa di kota lainnya,” ujar Samsul Alam di Ternate, Selasa (3/2). 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Wantimpres Harus Bekerja Objektif

Jakarta, Aktual.co — Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Emil Salim, meminta Wantimpres di era Jokowi untuk bekerja secara objektif.
Hal ini dikatakan saat serah terima anggota wantimpres di gedung wantimpres, Jakarta, Selasa (3/2).
Menurutnya, wantimpres harus bisa bekerja secara baik dan objektif dan memberi masukan secara apa adanya.
“Kami tidak menempuh asal bapak senang. Semoga bapak ibu bisa bekerja baik,” kata Emil.
Dalam kesempatan ini Emil meminta maaf kepada awak media karena selama menjabat sebagai wantimpres tak memberi pernyataan publik. Hal ini dikarenakan setiap anggota wantimpres memegang rahasia negara dan hanya berbicara hal substansi kepada presiden.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain