2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38904

Adopsi Hongkong MTR, KCJ Bakal Terapkan Mobile NFC E-Wallet

Jakarta, Aktual.co — PT KAI Commuter Jabodetabek dan Perusahaan Jepang Sony FeliCa mengembangkan tiket elektronik berbentuk gelang untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang. Saat ini PT Indosat tertarik dengan kerja sama tersebut dengan mengabungkannya ke telepon seluler.

Direktur Utama PT KCJ Tri Handoyo mengatakan rencananya chip yang memuat untuk telepon seluler dan tiket elektronik tersebut akan diluncurkan Semester II 2015.

“Sistem tersebut serupa dengan Hong Kong MTR dalam hal kemampuan mengakomodasi berbagai ‘platform’ dalam satu sistem. Selain itu, sistem kami juga dapat menerapkan mobile NFC e-wallet sebagai tiket dan alat pembayaran,” ujar Tri Handoyo dalam konferensi pers di Stasiun Juanda, Jakarta, Selasa (3/2).

Namun, dia mengatakan, tiket tersebut belum bisa terintegrasi dengan Transjakarta Busway karena moda darat tersebut masih menggunakan platform kartu dari bank.

Dalam kesempatan yang sama, Senior General Manager FeliCa Business Division Kazuyuki Sakamoto mengatakan kerja sama tersebut merupakan salah satu ekspansi bisnisnya yang menyasar sektor transportasi terutama ritel. Selain itu Indonesia sebagai negara berkembang merupakan pasar yang tepat untuk memperluas ekspansi secara global dan berharap bisa berkelanjutan.

“Kami senang bisa bekerja sama dengan PT KCJ, sebagai salah satu transportasi publik di Indonesia, Kami yakin dapat memberikan kontribusi postif dalam meningkatkan pelayanan dan operasinya,” katanya.

Pengembangan teknologi pada perangkat e-ticketing menjadi sangat penting untuk mendukung target 1,2 juta penumpang per hari pada 2019. Hingga akhir 2014, KCJ telah membeli 664 unit KRL untuk melayani jumlah pengguna yang terus bertambah, sementara setiap harinya, PT KCJ mengoperasikan 757 perjalanan KRL.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Dengan Pesawat tanpa Awak, Empat Gerilyawan Al Qaida Tewas

Jakarta, Aktual.co —Pesawat tanpa awak milik Amerika menewaskan empat gerilyawan Al-Qaida. Pesawat tanpa awak Amerika itu menarget sebuah kendaraan yang diduga berisi senjata dan bahan peledak. Seperti yang dikutip dari VOA, Pejabat-pejabat keamanan dan kesukuan Yaman mengatakan serangan pesawat tanpa awak Amerika hari Senin (2/2) menewaskan sedikitnya empat tersangka gerilyawan Al-Qaida, serangan pesawat tanpa awak ketiga dalam satu pekan ini.

Pihak berwenang mengatakan serangan terbaru ini menarget sebuah kendaraan yang diduga berisi senjata dan bahan peledak.

Amerika Serikat telah melancarkan lebih dari 100 serangan – sebagian besar dengan pesawat tanpa awak – melawan militan di Yaman sejak tahun 2009. Tiga serangan pesawat tanpa awak dilancarkan sejak Presiden Barack Obama mengumumkan akhir bulan lalu bahwa tidak akan ada pengurangan serangan Amerika di Yaman, meskipun kelompok pemberontak Syiah Houthi telah merebut kota Sana’a dan memaksa pengunduran diri Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi yang didukung Barat.

Kelompok Houthi menuntut diikutkan dalam pasukan polisi dan tentara Yaman. Seorang Utusan PBB mengatakan Hadi dan kabinetnya kini berada dalam tahanan rumah, sementara partai-partai politik Yaman berupaya mengatasi kekosongan kekuasaan.

Mensesneg: Presiden Segera Umumkan Nasib Budi Gunawan

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo segera mengumumkan keputusannya soal nasib calon Kapolri tunggal Komisaris Jenderal Budi Gunawan yang dijadikan tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Demikian disampaikan k Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
“Presiden menghadapi realita calon Kapolri disetujui oleh parlemen tapi kenyataannya yang bersangkutan berstatus tersangka. Dua dilema ini tidak mudah dicari solusinya. Akan lebih indah kalau pak BG mundur. Kalau tidak maka dilema ini harus diselesaikan. Pada akhirnya presiden segera putuskan,” kata Pratikno di Istana Negara, Selasa (3/2).
Mensesneg menyampaikan Presiden Jokowi intinya mengikuti proses hukum yang berlaku dan berharap semua pihak juga mendukung terlaksananya proses tersebut.
Sejauh ini Presiden Jokowi belum mengambil keputusan atas nasib calon Kapolri terpilih Komjen Pol Budi Gunawan. Presiden pada Kamis (29/1) bertemu dengan sejumlah pihak untuk mendengarkan aspirasi soal disharmonisasi KPK-Polri dan pelantikan Budi Gunawan.
Tim Independen yang dibentuk Presiden Jokowi telah merekomendasikan Presiden tidak melantik Budi Gunawan. Namun kepastian pelantikan Komjen Pol Budi Gunawan, yang belakangan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan kepemilikan rekening gendut oleh KPK, ada di tangan Jokowi selaku pemegang hak prerogratif.

Artikel ini ditulis oleh:

Bareskrim Periksa Hasto Terkait Dugaan Pidana Abraham Samad

Plt Sekjen PDIP Hasto Krismanto mendatangi Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2015). Hasto dipanggil Bareskrim Mabes Polri terkait pelaporan Ketua LSM KPK Wacth dalam pertemuan Ketua KPK Abraham Samad bersama Hasto. AKTUAL/MUNZIR

Ada Kekuatan Lebih Besar, Pasek Sarankan Sutan Buka-bukaan

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPD RI Gede Pasek Suardika mengaku prihatin dengan ditahannya politisi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
“Sebagai teman sesama partai, saya tentunya prihatin. Saya berdoa agar beliau tabah meskipun saya yakin beliau sudah sangt tabah dan sudah sangat siap untuk menjalaninya,” kata Gede Pasek Suardika, Jakarta, Senin (2/2).
Menurutnya, ada ketidakpuasan dari sebuah kekuatan yang sangat besar ketika dia (Sutan) menjadi Ketua Komisi Energi.
“Saya lihat ya sebaiknya beliau buka saja. Kami kan selama masih sama-sama di DPR, dia sering cerita. Ketika dia jadi ketua komisi, ada peristiwa yang nilainya besar dan beliau tidak lakukan itu,” sebut Pasek.
Pasek mengatakan, dirinya mendapat cerita langsung dari Sutan bahwa ada yang tidak senang karena Sutan ingin menyelamatkan uang negara.
“Ya sebaiknya dia saja yang cerita, ini kan saya juga tahu karena dia cerita. Yang saya tahu, dia itu menolak karena ia ingin menegakan yang ia yakini,” imbuh Pasek.
Selain berempati, ia mengajak semua pihak memberikan dukungan moril kepada Sutan.
“Jadi saya himbau juga berikan dukungan moril kepada Bang Sutan. Ini kecil loh cuma THR. Tapi sebenarnya yang dia tolak itu jauh lebih besar. Penolakan itu jadi bentuk kekecewaan dari kekuatan besar tersebut. Kalau ada jaminan diringankan, pasti akan dibeberkan semua. Kalau dimotivasi bersama, mungkin ia akan menjadi whistle blower.”

Artikel ini ditulis oleh:

Bambang Widjojanto Penuhi Panggilan Bareskrim Mabes Polri

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto (kanan) berjalan memasuki Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (3/2/2015). Bambang diperiksa Bareskrim Mabes terkait dugaan tindak pidana mengarahkan kesaksian palsu di Pilkada Kotawaringan Barat pada tahun 2010. AKTUAL/MUNZIR

Berita Lain