2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38906

Tersangka BW Penuhi Panggilan Mabes Polri

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto memenuhi panggilan penyidik Mabes Polri, Selasa (2/3). Dia akan diperiksa sebagai tersangka dalam dugaan kasus mengarahkan saksi memberikan keterangan palsu dalam sidang sengketa Pilkada Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah di Mahkamah Konstitusi (MK) 2010.
Pria yang akrab di BW ini tiba di Bareskrim Mabes Polri sekitar pukul 12.10 WIB itu didampingi kuasa hukumnya Nursjahbani Katjasungkana.
“Pak Bambang memenuhi panggilan Bareskrim untuk memberikan keterangan. ini penting bagi bangsa ini,” ujar Nursjahbani sebelum memasuki kantor Irjen Pol Budi Waseso.
Dikatakan Nursjahbani, saat ini pihaknya mempersoalkan perihal penambahan pasal yang disangkakan terhadap klienya itu. “Itu perubahan kita permasalahkan sejak awal,” sambungnya.
Salah satu pengacara BW ini pun meyakini, bahwa anak buah Kabareskrim Irjen Pol Budi Waseso tidak akan melakukan penahanan terhadap kliennya usai menjalani pemeriksaan nanti.
“Ini panggilan pertama saya kira polisi tidak mau menangkap,” tutupnya seraya menyebut bahwa hari ini BW ditemani 20 penasehat hukum untuk jalani pemeriksaan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Tertekan Data Ekonomi, Dolar AS Melemah Terhadap Rival-rival Utama

Jakarta, Aktual.co — Mata uang negara pengekspor minyak, termasuk dolar Kanada, krone Norwegia dan rubel Rusia menguat terhadap dolar AS pada Senin waktu New York (Selasa dinihari WIB) yang disebabkan oleh berfluktuasinya harga minyak antara keuntungan dan kerugian.

Marketwatch melaporkan, pada Selasa (3/2), di akhir perdagangan di New York, Senin (2/2) pukul 16.00 waktu AS (Selasa dinihari WIB), Dolar AS dibeli 117,23 yen Jepang, lebih rendah dari 117,53 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik ke 0,9283 dan merosot ke 1,2586 dolar Kanada dari 1,2681 dolar Kanada.

Sementara itu, Euro naik menjadi 1,1346 dolar dari 1,1293 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,5037 dolar dari 1,5061 dolar. Dolar Australia naik menjadi 0,7805 dolar dari 0,7781 dolar.

Dolar melemah terhadap sebagian besar mitra-mitranya setelah data mengecewakan. Indeks dolar, yang melacak USD terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,40 persen menjadi 94,427 pada akhir perdagangan.

Pelemahan USD juga tertekan oleh data ekonomi negatif yang keluar dari ‘Negeri Paman Sam’ itu.

Belanja konsumen AS, yang memberikan kontribusi lebih dari dua pertiga dari kegiatan ekonomi AS, turun 0,3 persen pada Desember, penurunan terbesar sejak 2009, Departemen Perdagangan melaporkan, Senin (2/2).

Laporan lain dari departemen menunjukkan belanja konstruksi berbalik naik (rebound) 0,4 persen pada Desember, dari penurunan 0,2 persen pada November. Angka Desember gagal memenuhi ekspektasi pasar untuk kenaikan 0,6 persen.

Lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) AS menyatakan, bahwa Indeks Pembelian Manajer (PMI) manufaktur AS tercatat 53,5 pada Januari, merupakan kinerja terburuk dalam satu tahun, lebih rendah dari konsensus pasar 54,5.

Sementara itu, angka akhir disesuaikan secara musiman untuk PMI manufaktur AS dari Markit berada di 53,9 pada Januari, jauh di atas ambang batas netral 50,0, tetapi juga sedikit di bawah perkiraan pasar.

Artikel ini ditulis oleh:

Wartawan Belanda akan Diadili Pemerintah Turki

Jakarta, Aktual.co —Pengadilan Turki akan mendakwa wartawan lepas asal Belanda, Frederike Geerdink, dengan tuduhan menyebarluaskan “propaganda teroris”. Surat dakwaan pengadilan Turki menyebutkan Geerdink didakwa karena mengirim pesan dukungan kepada Partai Pekerja Kurdistan atau PKK, di akun media sosial Facebook dan Twitter miliknya. Padahal, PKK merupakan partai terlarang di Turki.

Jika terbukti bersalah, Geerdink menghadapi hukuman hingga lima tahun penjara. “Saya selalu berpikir tentang bagaimana melakukan pekerjaan saya sebagai seorang jurnalis dan selalu memilih kata-kata dengan teliti dan hati-hati,” kata Geerdink sembari menampik tuduhan yang ditimpakan kepadanya, dikutip dari Reuters, Senin (2/2).

Pengadilan Turki memang kerap menargetkan wartawan, baik mereka yang keturunan Turki, maupun Kurdi. Dakwaan terhadap Geerdink menjadi contoh bahwa wartawan asing tak luput dari tuduhan kriminal di Turki. Pasukan keamanan sempat metahan Geerdink selama sementara pada 6 Januari lalu dan menggerebek rumahnya di Diyarbakir, kota terbesar di sebelah tenggara yang didominasi warga keturunan Kurdi. Penahanannya memicu protes dari Menteri Luar Negeri Belanda, Bert Koenders, yang saat itu tengah mengunjungi Turki.

“Terkejut atas penangkapan Geerdink dan saya akan membicarakan hal ini secara pribadi dengan rekan saya Cavusoglu di sini, di Ankara,” tulis Koenders, dalam akun Twitter miliknya, Selasa (6/1). Penahanan Geerdink juga bertepatan dengan pernyataan Presiden Tayyip Erdogan yang membantah anggapan pemerintah Turki mengekang kebebasan media. Tak ayal, dakwaan terhadap Geerdink juga memicu pertanyaan seputar intoleransi dan kebebasan media di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Meskipun demikian, Presiden Erdogan menolak pemberitaan media Barat yang marak melaporkan bahwa Turki menjadi semakin tidak demokratik di bawah kekuasaannya yang telah berlangsung selama 12 tahun, di mana ia menjabat sebagai perdana menteri selama dua periode sebelum menjadi presiden. “Saya membantah hal ini. Tidak ada tempat di Eropa atau di negara lain di mana media mendapatkan kebebasan pers seperti di Turki,” kata Erdogan, Selasa (6/1).

Menurut Indeks Kebebasan Pers Dunia yang dirilis kelompok advokasi Reporters Without Borders pada 2014, Turki barada di peringkat 154 dari 180 negara yang menjunjung kebebasan pers. Berbasis di Turki sejak tahun 2006, Geerdink adalah penulis buku De Jongens zijn Dood, atau The Boys Are Dead, yang terbit tahun lalu, tentang 2.011 kasus pemboman oleh pesawat militer Turki yang menewaskan 35 warga sipil Kurdi.

Pemberitaan Geerdink berfokus kepada masalah yang dialami oleh warga Kurdi yang merupakan topik yang sangat sensitif setelah militan PKK meluncurkan pemberontakan selama puluhan tahun demi menuntut otonomi yang lebih besar. Pemberontakan tersebut diperkirakan menyebabkan sekitar 40 ribu orang tewas.

Upaya untuk mengakhiri pertumpahan darah sejak gencatan senjata tahun 2012 telah terhenti dalam beberapa bulan terakhir. “Masalah Kurdi adalah masalah yang paling mendesak dan merupakan masalah politik terbesar Turki. Sehingga, masalah tersebut merupakan isu yang baik untuk diberitakan,” kata Geerdink.

Melawan Lupa, Tanggal 3 Februari: Menelisik Jasa Aktor Senior HIM Damsyik

Jakarta, Aktual.co — Pada 3 Februari 2012 HIM Damsyik menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Cinere, Depok, Jawa Barat. Sebelumnya, ia dirawat selama sebulan di rumah sakit MMC Kuningan. Dan, jenazahnya dimakamkan di TPU Karet Bivak. Ia meninggal saat berusia 82 tahun.

Bernama lengkap Incik Muhammad Damsyik, ia mulai terkenal karena memerankan tokoh Datuk Maringgih dalam sinetron ‘Siti Nurbaya’ yang ditayangkan TVRI pada tahun 1992, sehingga akhirnya ia dikenal juga sebagai Datuk Maringgih dan karena kepiawaiannya berdansa menjadikannya memperoleh julukan Datuk Dansa.

Pria yang mempunyai tinggi tubuh 180 sentimeter dengan berat hanya 55 kilogram tersebut mulai bermain film pada tahun 1959 dalam ‘Bertamasya’. Awalnya Damsyik diajak bermain sebagai aktor oleh sutradara Win Umboh yang sebelumnya telah biasa mengajak dia sebagai koreografer untuk film-filmnya. Namun, Damsyik sempat berhenti dan mulai bermain kembali pada tahun 1981.

Selain bermain film, Damsyik mendalami dansa selama empat tahun di Rellum Dancing School, Belanda dan menjadi salah satu dari sedikit instruktur dansa Indonesia yang berhasil mengantongi ijazah dansa berkelas internasional.

Damsyik pernah menjadi juara kedua pada lomba dansa internasional di Bangkok. Nama Damsyik pun mulai terkenal sebagai guru dansa untuk tarian jenis ball room dan Amerika Latin di era 50-an.

Artikel ini ditulis oleh:

Jokowi Segera Putuskan Nasib Budi Gunawan

Jakarta, Aktual.co — Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo segera mengumumkan keputusan soal nasib calon Kapolri tunggal Komisaris Jenderal Budi Gunawan yang dijadikan tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
“Presiden menghadapi realita calon Kapolri disetujui oleh parlemen, tapi kenyataannya yang bersangkutan berstatus tersangka. Dua dilema ini tidak mudah dicari solusinya. Pada akhirnya presiden segera putuskan,” kata Pratikno, di Istana Negara, Selasa (3/2).
Ditambahkan, presiden intinya mengikuti proses hukum yang berlaku dan berharap semua pihak juga mendukung terlaksananya proses tersebut.
Sejauh ini Presiden Jokowi belum mengambil keputusan atas nasib calon Kapolri terpilih Budi Gunawan. Pada Kamis (29/1), Jokowi bertemu dengan sejumlah pihak untuk mendengarkan aspirasi soal disharmonisasi KPK-Polri dan pelantikan Budi Gunawan.

Artikel ini ditulis oleh:

Korupsi Alkes Udayana, KPK Periksa Nazaruddin

Jakarta, Aktual.co — Tersangka kasus Tindak Pindana Pencucian Uang (TPPU) di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Muhamad Nazarudin (MNZ), kembali diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (3/2).
Pemeriksaan kali ini, KPK memanggil Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) peridoe 2009-2014 untuk bersaksi, terkait kasus pengadaan alat kesehatan di Rumah Sakit Khusus Pendidikan Penyakit Infeksi, dan Pariwisata Universitas Udayana tahun anggaran 2009.
“MNZ diperiksa untuk tersangka Made Meregawa (MDM),” ungkap Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugroho di gedung KPK, Selasa (3/2).
Seperti diketahui, KPK telah menetapkan Made Meregawa yang merupakan Kabiro Umum dan Keuangan Universitas Udayana, dan Direktur PT Mahkota Negara, Marisi Matondang sebagai tersangka kasus ini.
MDM diketahui merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Sementara, MRM disebut-sebut sebagai anak buah Nazaruddin. PT Mahkota Negara pernah dimiliki kakak adik Nasir dan Nazaruddin hingga 2009.
PT Mahkota Negara adalah perusahaan pemenang tender Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang terbukti terjadi tindak pidana korupsi hingga menyeret Neneng Sri Wahyuni yaitu istri Nazaruddin yang sudah menjadi narapidana kasus Wisma Atlet SEA Games.
Akibat perbuatan tersangka, negara mengalami kerugian sebesar Rp7 miliar. Kedua tersangka diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain