1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38922

DKI Serahkan APBD 2015 ke Kemendagri

Jakarta, Aktual.co —Pemprov DKI Jakarta hari ini menyerahkan Peraturan Daerah (Perda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2015 ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk dikoreksi.
Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Heru Budi Hartono mengatakan sebelum dana APBD itu betul-betul bisa digunakan, Perda APBD DKI 2015 harus melalui tiga tahap pengesahan dahulu.
Tahap pertama, pengesahan APBD oleh DPRD DKI yang telah dilakukan 27 Januari 2015 lalu. Selanjutnya, tahap kedua, yaitu penyempurnaan Perda APBD DKI 2015 oleh Pemprov DKI. “Tahap ketiga atau terakhir, yakni penyerahan Perda APBD DKI 2015 kepada Kemendagri untuk kemudian dilakukan serangkaian proses pengoreksian,” ujar Heru di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (2/2).
Proses koreksi Kemendagri butuh waktu paling sedikit tujuh hari kerja. Setelah itu, diserahkan kembali kepada Pemprov DKI.
“Setelah melewati proses pengoreksian oleh Kemendagri, Perda APBD DKI 2015 itu akan dikembalikan lagi ke Pemprov DKI. Kita punya waktu selama tiga hari untuk menganalisa koreksian tersebut,” tutur Heru.
Lebih lanjut, dia pun memperkirakan APBD DKI 2015 baru dapat digunakan untuk melaksanakan program-program pembangunan di ibukota pada pertengahan Februari 2015 nanti.
Pada Selasa (27/1) lalu, DPRD DKI Jakarta mengesahkan APBD DKI Tahun Anggaran (TA) 2015 sebesar Rp73,08 triliun.
Total anggaran tahun ini mengalami peningkatan sebanyak 0,24 persen apabila dibandingkan dengan APBD Perubahan DKI 2014 lalu sebesar Rp72,9 triliun. 

Artikel ini ditulis oleh:

Abbot Nyatakan Tidak Akan Mundur Sebagai PM Australia

Jakarta, Aktual.co — Abbott mendapat cemoohan setelah menunjuk orang yang hampir berusia seabad, pasangan Ratu Elizabeth II, sebagai penerima gelar kehormatan Australia bulan lalu.

Tindakan itu membuat panas sesama rekannya di partai yang berkuasa yang sudah merosot, karena kebijakan keuangan yang tidak populer.

Ketika ditanya oleh wartawan apakah ia mempertimbangkan untuk mundur, Abbott mengatakan “tidak”, tetapi ia mengakui “Saya menerima bahwa saya mungkin agak berlebihan dalam hal ini,” ujar Abbot seperti dikutip dari AFP, Senin (2/2).

Ia mengatakan merasa yakin bahwa ia merupakan sosok yang tepat untuk memimpin pemerintahan setelah laporan-laporan menyebutkan bahwa rekan-rekannya tertekan untuk menantangnya.

“Mari saya perjelas sejernih-jernihnya, kami terpilih pada 2013, karena orang Australia menolak kekerasan dan kami tidak akan membawa mereka kembali ke dalam kekacauan,” katanya menjelaskan.

“Rakyatlah yang memilih dan tentu saja rakyat pula yang akan memberhentikan,” tegasnya.

Koalisi Liberal-Nasional Abbott mendapat kekuasaan pada September 2013, namun kini mengekor Partai Buruh dengan posisi 46 dan 54 persen, menurut jajak pendapat Fairfax-Ipsos yang diterbitkan di harian Sydney Morning Herald, Senin.

Jajak pendapat terhadap 1.400 orang pada akhir pekan lalu juga membuktikan bahwa peringkat Abbott sebagai PM merosot dari 39 ke 34 persen sedangkan ketua Partai Buruh Bill Shorten naik mencapai 50 persen.

“Saya tidak pernah masuk ke politik untuk menjadi tenar,” kata Abbott.

Artikel ini ditulis oleh:

Sebut Foto Syur Rekayasa, Abraham: Saya Tak Berotot

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi Pembrantasan Korupsi Abraham Samad menyatakan bahwa foto yang beredar di dunia maya merupakan rekayasa. Ia membantah, foto yang menunjukan sosok pria sedang memeluk seorang wanita diatas ranjang adallah dia.
“Penyebaran foto-foto saya dengan perempuan itu adalah rekasaya,” ujar Abraham Samad, ketika jumpa pers, di gedung KPK, Jakarta, Senin (2/2).
Rekayasa seperti disebut, lantaran Abraham mengaku tim forensik KPK sudah menganalisa foto-foto tersebut.”Team ahli  forensik kita sudah menyatakan bahwa foto tersebut di edit,” kata Abraham.
Abraham menjelaskan dalam foto tersebut ada beberapa hal yang telah di edit, beberapa di antaranya adalah lampu kamar yang tidak sesuai, kemudian lengan otot juga tidak sesuai dengan lengan dia.
“Lengan fotonya seperti berotot, sedangkan saya tidak berotot,” kata Abraham.
Sebelumnya foto-foto syur Abraham dengan wanita cantik yang juga seorang finalis putri Indonesia telah beredar. Kemudian beberapa waktu yang lalu foto syur Abraham kembali tersebar di dunia maya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

“Pembubarkan Unit Staf Kepresidenan; Menuju Efektivitas dan Efisiensi Pemerintahan Jokowi-JK”

Direktur Global Future Institute Hendrajit, Direktur Center For Budget Analysis Ucok Sky Khadafi dan Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis, saat diskusi politik yang mengambil tema “Pembubarkan Unit Staf Kepresidenan; Menuju Efektivitas dan Efisiensi Pemerintahan Jokowi-JK” di Hotel Mega Proklamasi, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/2/2015). Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 190 tahun 2014 tentang Unit Staf Kepresidenan menambah ‘ruwet’ tata kelola pemerintahan karena tumpang-tindih Tupoksi (tugas, pokok dan fungsi) dengan Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet & Menko Polhukam. AKTUAL/MUNZIR

Ketua DPRD Yakin Gaji PNS Naik Kinerja Meningkat

Jakarta, Aktual.co —Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi mengaku tak mempermasalahkan rencana emprov DKI untuk menaikkan gaji pegawainya.
Bahkan dia segendang sepenarian dengan keyakinan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), bahwa naiknya Tunjangan Kerja Daerah (TKD) bisa mendorong PNS lebih giat bekerja. 
“Ya bagus kan liat PNS-PNS jadi lebih rajin, itu bisa mendorong kinerjanya lebih giat lagi,” kata Pras, di DPRD DKI, Jakarta, Senin (2/2).
Politisi PDI-P itu juga yakin dengan gaji besar bisa meminimalisir korupsi di tubuh Pemprov DKI. “Kalau nanti ada yang terbukti bermasalah, atau macam-macam ya tinggal ditindak,” ujar dia. 
Namun saat dikonfirmasi mengenai adanya satu pejabat DKI yang lolos seleksi namun terindikasi korupsi, Pras enggan berkomentar.
Ketimbang mengomentari itu, dia secara diplomatis mengatakan saat ini dirinya hanya ingin fokus untuk DKI ke depan. “Kalau (kasus) yang sebelumnya, itu urusan Ferrial group (mantan Ketua DPRD periode sebelumnya),” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Polri Masih Kumpulkan Bukti Tersangkakan Abraham Samad

Jakarta, Aktual.co — Mabes Polri saat ini masih berupaya mengumpulkan bukti-bukti untuk menjerat Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad terkait dengan kasus pertemuan dengan elit Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan pelaporan pemalsuan dokumen.  “Memang kita masuk ke porses penyidik atas laporan dimana terlapornya adalah AS, namun demikian poroses ini masih berjalan kita masih berupaya mengumpulkan alat bukti yang sah apakah nanti bisa menetapakan AS tersangka,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Polisi Ronny F Sompie ketika dihubungi, Senin (2/2). 
Dia pun mengklaim, sejauh ini Mabes Polri masih terus nengumpulkan bukti. Dia pun membantah telah menetapkan dua pimpinan lembaga lain, Zulkarnain dan Adnan Pandu Praja sebagai tersangka. 
“Jadi ini masih proses, belum ada penetapan tersangka. Yang lainnya juga masih proses,” kata dia.
Dia mengatakan, Mabes Polri dalam menangani pengaduan masyarakat sangat menerapkan kehati-hatian. Hal tersebut untuk menghindari kesan kriminalisasi hukum seperti yang terjadi ketika menangkap Bambang Widjojanto.
“Sikap kehati-hatian penyidik ini kita melakukan tidak ada kesan bahwa Mabes Polri melakukan kriminalisasi, saya luruskan istilah kriminalisasi ini. Apa yang ditangani bareskrim ini bukan rekayasa. Ini merupakan perbuatan hukum pidana,” kata dia.
Dia pun memenegaskan, kasus yang saat ini diproses bukan rekayasa. Melainkan murni perbuatan pidana hukum yang dilakukan oleh ketiga pimpinan KPK itu.
“Ini siapa yang rekayasa, Mabes Polri menerima laporan dari masyarakat, mabes terima laporan dari siapapun masyarakat. Mabes tak akan memilah, siapa yang dilaporkan, siapa yang melaporkan. Kita memprosesnya tentu sesuai dengan prosedur yang ada, tak ada yang menimpang, kalau menyimpang, masyarakat tentu punya penilaian,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain