2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 38959

Hari Ini, Pemprov DKI Kirim Ulang Draf APBD ke Kemendagri

Jakarta, Aktual.co —Perdebatan APBD DKI antara Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan DPRD DKI masih berjalan alot. Bahkan diperkirakan bakal berujung pada pengajuan hak interpelasi.
Kendati demikian, Pemprov DKI ternyata tetap mengirim ulang draf APBD ke Kementerian Dalam Negeri. “Hari ini dikirim,” kata Sekretaris Daerah DKI Saefullah usai menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) di Balai Kota, Senin (16/2).
Dia mengklaim persoalan di dalam draf APBD sudah selesai. Beberapa persyaratan yang diminta Kemendagri, seperti ringkasan APBD serta lampiran 1A struktur terkait pendapatan belanja dan pembiayaan, juga sudah dilampirkan dalam draf yang dikirim hari ini.
“Seperti nomer rekening yang kurang lengkap, sudah kita lengkapi. Lalu lampiran KUA (Kebijakan Umum APBD) – PPAS (Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara). Juga rekomendasi hibah sudah kita sampaikan. Jadi hari ini kita sudah lengkap,” ujar dia.
Mantan Wali Kota Jakarta Pusat itu berharap, dengan sudah dilengkapinya persyaratan yang diminta Kemendagri, APBD 2015 bisa segera disahkan. “Harapan kami dalam tujuh hari sudah disahkan,” kata dia.
Terkait sikap DPRD DKI yang masih mempermasalahkan draf APBD versi Pemprov DKI karena tidak ada tanda tangan Ketua dan Wakil Ketua DPRD, ini jawaban Saefullah.
Yakni dengan menunjukkan surat edaran Kemendagri tentang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) perihal kewenangan DPR dan DPRD terkait anggaran.
Berdasarkan Surat Sekretaris Kabinet tanggal 11 Juni 2014, perihal pembahasan APBN berdasarkan putusan MK No.35 dan penghematan serta pemotongan anggaran belanja dalam rangka pelaksanaan APBN 2014.
“Yang membatalkan kewenangan DPR dalam melakukan pembahasan secara rinci, hingga tingkat kegiatan dan belanja atau satuan ketiga. Ini ngga boleh lagi, ini aja pedoman kita,” ujar dia.
Saefullah juga ikut menanggapi kisruh pemakzulan Ahok. Kata dia itu hanya bentuk kurang komunikasi DPRD dan Pemprov DKI. Sehingga masih ada perbedaan pandangan tugas pokok dan fungsi antara legislatif dan eksekutif. “DPRD memiliki fungsi budgeting, namun hanya pada level kebijakan. Wewenang DPRD terbatas pada penyusunan anggaran untuk program-program Pemprov,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

TB Hasanuddin: Semua Pihak Hormati Putusan PN Jakarta Selatan Soal BG

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPR RI TB Hasanuddin meminta semua pihak untuk menghargai putusan PN Jakarta Selatan yang mengabulkan praperadilan Komjen Pol Budi Gunawan.
Dengan keluarnya keputusan praperadilan permohonan Komjen Pol Budi Gunawan (BG) yang memenangkan pemohon, maka sudah dua institusi (Mabes Polri dan Pengadilan Jakarta Selatan) yang menyatakan bahwa komjen BG tidak terlibat dalam masalah hukum.
“Saya pribadi memohon kepada siapapun untuk kita hormati apapun keputusan pengadilan, mengingat NKRI adalah negara hukum. Hukum diatas segala-galanya,” kata TB Hasanuddin, di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (16/2).
Dirinya tidak menyarankan kepada Presiden  Jokowi untuk segera melantik Komjen Pol BG sebagai Kapolri sekarang juga. Penundaan pelantikan BG sebagai Kapolri saat itu karena KPK  menyatakan BG sebagai tersangka.
“Sekarang status itu sudah dianulir, jadi tak ada alasan untuk menundanya.  Apalagi Komjen Pol BG sudah dinyatakan lolos dalam ‘fit and proper test’ di DPR  RI. Jangan biarkan situasi dalam ketidakpastian , Polri butuh Kapolri baru,” kata politisi PDIP itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Kabareskrim: Ketimbang Ngoceh Sana-sini Mending BW Ajukan Praperadilan

Jakarta, Aktual.co — 
Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komjen Pol Budi Waseso meminta Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto tak banyak ‘cuap-cuap’ soal penangkapannya ke sejumlah pihak.
Justru dia menyarankan agar Bambang untuk menempuh jalur praperadilan terkait penangkapannya oleh penyidik. Selain itu, Budi pun tak keberatan jika Bambang melayangkan gugatan praperadilan.
“Kan sudah saya bilang, kalau pak BW keberatan dalam hal penangkapan itu ngga usah lapor sana, lapor sini, cerita sana, crita sini. Ada proses hukum, nanti diuji penangkapannya sah atau tidak. Kira-kira kan gitu,” kata Budi di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (16/2).
Budi berharap Bambang melakukan gugatan atas langkah penangkapan yang telah dilakukan pihaknya ketimbang cuap cuap sana sini ke berbagai pihak. “Boleh, itu yang saya harapkan,” ungkap Budi.
Jenderal bintang tiga itu mengungkapkan hal tersebut sekaligus merespon putusan terhadap Komjen Budi Gunawan dalam sidang praperadilan. Dimana, hakim Sarpin Rizaldi memenangkan alias mengabulkan gugatan praperadilan calon tunggal Kapolri itu.
Bahkan budi tak khawatir jika ada tersangka yang kasusnya ditangani pihaknya mengajukan praperadilan. Polri, kata Budi, siap menghadapi hal tersebut.
“Bagus, itu bagus. Itu namanya pembuktian secara hukum. Jadi ngga usah bicara macem-macem. Praperadilan itu contoh baik. Jadi kalu orang dikala keberatan itu jalur hukum yang ditempuh. Itu sah kan,”.
“Itu yang saya tunggu. Orang itu jalur hukum kok, kita harus taat kepada hukum,” tandas Budi.
Bambang Widjojanto sebelumnya ditangkap sejumlah penyidik KPK. Lelaki yang akrab disapa BW itu ditangkap terkait kasus dugaan mengarahkan saksi dalam sengketa Pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi (MK) 2010 silam.
BW ditangkap usai mengantarkan anaknya pergi sekolah di bilangan Depok. Saat digelandang, BW sempat diborgol.
Baik BW dan sejumlah pihak mending penangkapan itu sewenang-wenang dan melanggar prosedur. Pasca penangkapan itu, BW dan kuasa hukum ‘gencar’ melakukan pertemuan sejumlah pihak. Bahkan BW melaporkan penangkapan yang diklaim sewenang-wenang itu ke KomnasHAM.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

PMN 14 BUMN Tabrak Amanat UUD 1945

Jakarta, Aktual.co — Alokasi anggaran untuk Penyertaan Modal Negara (PMN) telah mendapat persetujuan akhir dari DPR RI di dalam APBNP 2015. Meski begitu, persetujuan atas PMN tersebut menunjukkan bahwa DPR juga menyetujui kebijakan yang menyertainya. Hal itu dikatakan oleh analis ekonomi politik AEPI (Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia) Kusfiardi.

“Setidaknya DPR ikut menyetujui kebijakan Pemerintah menurunkan target setoran deviden dari BUMN. Kemudian DPR juga setuju kebijakan pemerintah untuk menambah utang melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN),” kata Kusfiardi kepada Aktual.co, Jakarta, Senin (16/2).

Lanjutnya, artinya DPR setuju pendapatan negara yang berasal dari penerimaan deviden diturunkan. Kemudian DPR juga setuju dan membiarkan beban pembayaran bunga dan cicilan utang Pemerintah justru semakin bertambah memberatkan keuangan negara.

“Persetujuan DPR juga ikut melegalkan aliran PMN kepada 14 BUMN yang menurut audit BPK memiliki catatan buruk. Nampaknya hal tersebut mungkin saja terlewat oleh DPR dalam mewaspadai ancaman serius dibalik jebakan pembahasan persetujuan PMN yang diajukan pemerintah,” terangnya.

Dengan demikian, sambung dia, PMN yang disetujui oleh DPR dalam APBNP 2015 dan disahkan oleh Rapat Paripurna, sama sekali tidak mengakomodir amanat UUD 1945. Terutama kaitannya dengan amanat yang mengharuskan kebijakan pemerintah agar berorientasi untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

“Apalagi penyaluran itu juga termasuk kepada 14 BUMN yang memiliki catatan buruk menurut audit BPK. Ini bukan saja tidak berorientasi untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, tapi justru berpotensi menimbulkan kerugian atas keuangan negara,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Hutama Segera Bangun Tol Palembang-Indralaya Sepanjang 22 Km

Jakarta, Aktual.co —   PT Hutama Karya menyatakan akan membangun jalan tol ruas Palembang menuju Indralaya sepanjang 22 km mulai pertengahan 2015. Pihaknya sedang memproses pembebasan lahan yang diperkirakan rampung awal Maret 2015.

“Jadi setelah pembebasan lahan maka, jalan tol tersebut akan dimulai pembangunannya,” ujar General Manager Jalan Tol Hutama Karya Rizal Sucipto, di Palembang, Senin (16/2).

Menurut Rizal, pada tahap awal, pihaknya menyiapkan dana sendiri sekitar Rp1 triliun dan selanjutnya disesuaikan kebutuhan. Pembangunan jalan bebas hambatan berbayar tersebut direncanakan secara bertahap. Jalan tol Palembang-Indralaya akan menggunakan sistem cakar ayam dikarenakan banyak daerah rawa. Oleh karena itu, memerlukan tiang pancang yang kuat supaya daya tahannya semakin lama.

Sementara itu, Alex Noerdin mengatakan, pihaknya sekarang ini sedang menyelesaikan pembebasan lahan yang akan selesai akhir Februari 2015. Ia menjamin pembangunan tol Palembang-Indralaya tidak akan menemui kendala lagi.

“Jalan ini mendesak karena sekarang ini di jalur itu sering macet,” ujarnya.

Dengan demikian, tambahnya, arus lalu lintas menuju dan dari Kampus Unsri Indralaya akan semakin lancar.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Barongsai Simbolkan Pengusir Pengaruh Buruk Oknum Pimpinan KPK

Jakarta, Aktual.co — Ratusan simpatisan dan pendukung Komjen Budi Gunawan yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Kriminalisasi Polri menduduki Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (16/2).
Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Kriminalisasi Polri terdiri dari KMP-KIH (Komunitas Masyarakat Pecinta-Kedamaian Indonesia Hakiki), KOPRAL (Komando Perlawanan Rakyat Teritorial anti Korupsi, SAMAD (Solidaritas Mahasiswa untuk Demokrasi), LBH (Lembaga Bantuan Humor), ICW (Independent Comunity Watch).
Dalam dukungan kali ini, mereka juga menyajikan aksi khusus Barongsai untuk mengusir pengaruh buruk oknum KPK yang haus kekuasaan. Barongsai itu menunjukkan atraksinya dan membentangkan spanduk bertuliskan “Selamat Datang Kapolri Baru Komjen Pol Budi Gunawan”.
“KPK saat ini sedang mengalami kondisi darurat, maka haruslah diselamatkan. Salah satunya kami sengaja bawa Barongsai ini untuk mengusir pengaruh buruk oknum Komisioner KPK yang haus kekuasaan,” tegas Koordinator aksi Fadly Zein dalam rilisnya.
Selain itu, Kordinator KMP-KIH ini juga melakukan aksi teatrikal dengan sapu lidih guna bersih-bersih oknum KPK dari lembaga independen itu. Mereka diusir oleh Jokowi-JK, dan lanjut melantik BG.
Lebih lanjut, Fadly mengingatkan agar stop pembodohan dan opini sesat oknum KPK dan kroni-kroninya. Penting untuk seluruh elemen masyarakat turun memberikan dukungan menyelamatkan KPK dari para kepentingan.
“Aksi gabungan ini serentak digelar di semua Kota Besar Indonesia pada Senin, 16 Februari 2015. Untuk Jakarta kita gelar di depan Istana Negara dan KPK. Stop pembodohan masyarakat dan opini sesat belas kasihan akal bulus pimpinan KPK sekarang,” terang dia.
Dikatakan Fadly, kondisi Indonesia saat ini mulai semrawut. Hal ini ditandai dengan adanya pola yang tidak beres dari lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sudah disulap menjadi lembaga politik.
“Era KPK jilid III pimpinan Abraham Samad ini sudah tidak sesuai dengan cita-cita pendirian KPK. Segala sesuatunya terkesan memaksakan karena sudah distir oleh kepentingan politik. Mereka disulap menjadi lembaga pesanan,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain