1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 38973

Minim Tanggul, Salah Satu Penyebab Parahnya Banjir Jakut

Jakarta, Aktual.co —Hampir seluruh wilayah Jakarta Utara terendam banjir di hari Senin (9/2) dan Selasa (10/2) minggu lalu.
Walikota Jakarta Utara, Rustam Effendi, menuturkan ada lima penyebab banjir menggenangi 95 persen wilayahnya dengan ketinggian 30cm hingga satu setengah meter.
Pertama, 13 kali dan sungai yang bermuara di Jakarta Utara belum seluruhnya dilengkapi tanggul. Hanya Kanal Banjir Timur, Kanal Banjir Barat dan Cengkareng Drain saja yang punya tanggul. 
Akibatnya, saat debit air meningkat akibat hujan deras dan kiriman dari hulu, tak mampu dihalau. Tanggul yang ada saat ini, ujar dia,  lebar dan kedalamannya sudah tidak ideal menampung debit air. Kondisi itu ikut diperparah oleh pendangkalan sungai di Jakarta.
“Sungai juga penuh sampah. Makanya air meluap dan masuk ke pemukiman penduduk,” ujar dia, Minggu (15/2) kemarin, seperti dilansir dari BeritaJakarta.
Penyebab kedua, adanya penurunan permukaan tanah akibat penggunaan air tanah secara serampangan. Alhasil, permukaan air laut lebih tinggi dari  darat. Ditambah lagi tidak ada tanggul di sepanjang garis pantai Jakarta untuk menahan air laut saat pasang.
Ketiga, buruknya drainase. Saluran mikro dan PHB banyak dipenuhi endapan lumpur, sampah dan banyak bangunan di atasnya.
Keempat, semakin berkurangnya daerah resapan air. Dan kondisi waduk yang tak optimal, akibat penyerobotan dan dalam proses pembuatan seperti di Marunda dan Rorotan.
Penyebab yang kelima, pompa air yang sudah uzur dan kapasitas sedot yang kecil. “Antara satu meter kubik per detik sampai dengan 6 meter kubik per detik. Kondisi demikian menyebabkan pompa lamban saat membuang air dari sungai ke laut,” ujar dia.
Ditambah lagi, kata dia, pompa-pompa itu sangat bergantung pada pasokan listrik PLN. “Begitu PLN mematikan gardu karena ada genangan di pemukiman, pompanya juga mati,” ungkap Rustam.

Artikel ini ditulis oleh:

Hakim: Ada Upaya Paksa Yang Dilakukan KPK ke Komjen BG

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan upaya paksa terhadap Komjen Budi Gunawan (BG) terkait penetapan tersangkanya, meski tidak melakukan penangkapan, penahanan, penggeledahan, penyitaan, dan pemasukan rumah terhadap calon tunggal Kapolri itu.
“Termohon (KPK) nyatakan penetapan tersangka bukan upaya paksa, karena belum melakukan upaya paksa, baik penahanan, penangkapan, penggeledahan (itu) tidak dapat dibenarkan,” kata Sarpin saat membacakan pertimbangan hukum putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta, Senin (16/2).
Sarpin menilai, penetapan tersangka terhadap Budi Gunawan sudah merupakan upaya paksa, karena penetapan tersangka merupakan bagian dari penyidikan sebagaimana pendapat Bernard Arif Shidarta, ahli Filsafat Hukum Pidana dari Universitas Parahyangan Bandung, yang diajukan sebagai ahli di persidangan oleh KPK.
“Menimbang, karena permohonan sah tidaknya penetapan tersangka, penetapan tersangka adalah hasil penyidikan sebagaimana pendapat Bernard Arif Shidarta,” kata Sarpin.
KPK telah melakukan upaya paksa kepada Budi Gunawan sesuai tata cara yang diatur UU atau tidak, dan penetapan tersangka terhadap BG dikualifikasi sebagai upaya paksa.
“Termohon nyatakan penetapan tersangka bukan upaya paksa tidak dapat dibenarkan, bahwa segala tindakan penyidik dalam penyidikan dan jaksa penuntut umum dalam penuntutan adalah upaya paksa, karena sudah proyustisia,” kata Sarpin.
Karena tidak ada lembaga yang dinyatakan berhak menilai sah tidaknya penetapan tersangka, maka hakim menetapkan permohonan peraperadilan yang menguji penetapan tersangka menjadi ranah materi praperadilan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Supriansyah Sebut Maruarar Sirait Juga Hadiri Pertemuan Dengan Abraham Samad

Jakarta, Aktual.co — Pemilik unit Apartemen Capitol Residence SCBD, Supriansyah mengungkapkan bahwa ada pertemuan yang terjadi kembali selain pertemuan yang dilakukan antara Abraham Samad sebagai ketua Komisi Pemberantasan Korupsi baik dengan Hasto Kristiyanto selaku Wakil Sekjen PDIP dan Tjahjo Kumolo sebagai Sekjen PDIP.
Ia mengatakan bahwa ada pertemuan  kembali yang ketika itu dihadiri oleh Maruarar Sirait alias Ara.
“Saya tidak terlalu ingat, kalau tidak salah dalam pertemuan selanjutnya ada yang datang lagi ketempat saya. Silahkan dikonfrontir salah satunya pak Maruarar Sirait (Ara),” kata Supriansyah dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) di Komisi III, Gedung DPR RI, Senayan, Senin (16/2).
Pernyataan itu disampaikan Supriansyah ketika usai memberikan keterangannya terkait pertemuan yang terjadi, di unit apartemennya kepada komisi bidang hukum. Dimana, ketika itu, pimpinan sidang yang diketuai Aziz Syamsudin sempat menanyakan, apakah ada pertemuan lainnya dengan Abraham Samad, di unit apartemennya?.
“Apakah ada pertemuan lainnya yang terjadi di unit pak Supriansyah?,” tanya Wakil Ketua DPP Golkar versi Munas Bali.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Tol Laut Dapat Tingkatkan Ekonomi Indonesia Timur

Jakarta, Aktual.co — Pengamat ekonomi Universitas Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara, Dr Joubert Maramis mengatakan pembangunan tol laut akan meningkatkan perekonomian di Kawasan Indonesia Timur. “Dengan tol laut, biaya transportasi ke pulau-pulau di Intim akan semakin kecil sehingga mampu mensejahterakan rakyat dan meningkatkan ekonomi,” kata Joubert di Manado, Senin (16/2).

Joubert mengatakan tol laut adalah sistem logistik nasional berbasis laut yang bertujuan untuk efisiensi biaya bahan kebutuhan pokok di Indonesia bagian Timur dan pulau pulau terpencil di Tanah Air. Dia mengatakan ini juga terkait dengan MP3RI dan poros maritim yang ingin dibangun pemerintahan Jokowi.

“Tol laut pada dasarnya adalah program pemerintah untuk membuat bahan pokok menjadi terjangkau di seluruh Indonesia, yang karena daerah kepulauan maka biaya trasportasi menjadi tinggi, misalnya semen di papua bisa capai ratusan ribu per sak,” jelasnya.

Untuk tol laut inilah maka pemerintah saat ini gencar bangun infrastruktur laut, yang dimulai dengan modernisasi dan pembanguna baru pelabuhan-pelabuhan di Indonesia, khusnya di kawasan timur Indonesia. Jadi pemerintah ingin membangun sistem logistik nasional berbasis maritim lewat program tol laut.

Logikanya sederhana, katanya, jika sistem logistik nasional kuat maka harga kebutuhan pokok menurun dan industri di daerah meningkat karena biaya transportasi menurun sehingga rakyat dapat sejahtera dan ekonomi di kawasan Timur Indonesia maju. “Namun masalahnya ada pada pembiayaan yang sangat besar untuk bangun infrastruktur tol laut ini, mudah-mudahan program ini tidak kandas di tengah jalan karena kekuarangan pembiayaaan,” jelasnya.

Pemerintah pusat dan Presiden Jokowi harus berpikir keras untuk mencari solusi pembiayaan jangka panjang tol laut tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Hari Ini Ketinggian Air Jabodetabek Aman

Jakarta, Aktual.co —Ketinggian air di wilayah Jabodetabek terpantau normal.
Dari situs BPPT, Senin (16/2) siang pukul pukul 11.00Wib tadi, ketinggian air di Pintu Air Katulampa terpantau stabil di 40cm. Pos Depok, Manggarai, Karet, Krukut, Pesanggrahan, Angke Hulu, Waduk Pluit, juga terpantau aman.
Hanya di Pasar Ikan ketinggian air Siaga III, meski air cenderung turun Ketinggian air di Kali Bekasi, Kali Cikeas, Kali Cilengsi, Pintu Air Pulo Gadung juga terpantau aman. Begitu juga di Pos Cipinang Hulu dan Pos Sunter Hulu, air terpantau aman. 
Sebelumnya, sebagian besar wilayah Ibu Kota DKI Jakarta pagi ini diperkirakan berawan.
Seperti dilansir dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Senin (16/2), pagi ini wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Bekasi diperkirakan berawan.
Sedangkan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Depok, Tangerang dan Bogor, diperkirakan diguyur hujan ringan.
Untuk siang hari, wilayah Kepulauan Seribu dan Jakarta Utara diperkirakan berawan. Sedangkan wilayah Jabodetabek lainnya diperkirakan diguyur hujan ringan.
Malam hari, hujan ringan dan berawan diperkirakan masih terjadi. Hujan ringan di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat. Sedangkan Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, Tangerang, Bekasi dan Bogor diperkirakan berawan.

Artikel ini ditulis oleh:

Pakar Pidana: Putusan Praperadilan BG Terobosan Hukum Baru

Jakarta, Aktual.co — Pakar Hukum Pidana Universitas Muhamadyah Jakarta Chairul Huda mengungkapkan putusan Hakim Tunggal perkara praperadilan Komjen Budi Gunawan merupakan terobosan baru dalam hukum di Indonesia.
“Hakim praperadilan membuat suatu terobosan hukum baru” ujar Chairul Huda, ketika berbincang dengan Aktual.co, Senin(16/2).
Menurutnya putusan yang dilakukan oleh hakim Sarpin, sesuai kontruksi dengan hukum yang ada.
“Bagus, sesuai dengan konstruksi berfikir yang saya anut,” ujar Chairul.
Proses praperadilan BG yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, sudah masuk dalam tahap akhir. Dimana hakim Sarpin Rizaldi telah membacakan putusan yang menyatakan bahwa penetapan tersangka kepada BG oleh KPK, tidak sah.
“Mengabulkan permohonan untuk sebagian. Menyatakan surat perintah penyidikan tertangggal 12 Januari 2015 tidak mempunyai kekuatan mengikat,” kata Sarpin.
Sarpin juga menyatakan bila penyidikan tersangka tidak sah. “Menyatakan penyidikan penetapan tersangka adalah tidak sah dan tidak berdasar hukum tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain